alexa-tracking

Hasil Donasi Menentukan ke Negara Mana Julia Perez Akan Berobat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58e53283dcd770cb1a8b4571/hasil-donasi-menentukan-ke-negara-mana-julia-perez-akan-berobat
Hasil Donasi Menentukan ke Negara Mana Julia Perez Akan Berobat
Hasil Donasi Menentukan ke Negara Mana Julia Perez Akan Berobat


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi pedangdut Julia Perez belum bisa dipastikan sembuh dari kanker serviks yang ia derita selama dua tahun belakangan ini.

Jupe --sapaan Julia Perez-- belum bisa dipastikan sehat dari penyakitnya itu meski sudah dua bulan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, pihak dokter RSCM belum bisa mengizinkan Jupe pulang ke rumah, yang rencananya akan pulang Senin (3/4/2017).

Sebelumnya, Jupe dikabarkan akan menjalani penyembuhan di Tokyo, Jepang agar penyakitnya bisa sembuh.

Nia Anggia, adik kandung Jupe, mengatakan kalau pihak dokter pun mengizinkannya.

Tetapi, Nia tidak menjelaskan kenapa hingga saat ini Jupe belum dibawa berobat ke luar Indonesia.

"Dokter yang nanyain Jupe tuh sangat open banget ya. Mereka justru bilang, 'enggak apa-apa kok mbak Jupe mau berangkat di mana juga'," kata Nia Anggia saat ditemui di RSCM, Rabu (5/4/2017).

Menurut Nia, dokter mengizjinkan Jupe berobat ke luar negeri dikarenakan Jupe memiliki hak untuk berobat ke tempat yang lebih baik, agar bisa cepat sembuh.

"Kata dokter sih kan itu hak pasien (Jupe), ya pasien kan boleh berobat di mana aja jadi dokter juga mendukung," ucapnya.

Untuk berangkat ke Tokyo, Jepang, pastinya membutuhkan uang yang cukup besar. Nia mengatakan Jupe butuh uang lebih untuk ke Jepang.

"Yang saya tahu Kak Ruben dan teman-teman itu berencana minggu depan untuk melakukan acara donasi, kalau nggak salah minggu depan. Nah, nanti setelah kita tahu uang yang didapat itu berapa, akhirnya dari uang itu kita lihat sanggupnya di negara mana," ucap Nia Anggia.

Arie Puji Waluyo/Warta Kota

Sumber : http://www.tribunnews.com/seleb/2017...z-akan-berobat

---

Baca Juga :

- Adik Julia Perez: Sudah Teriak-Teriak Dia, Ingin Banget Pulang

- Menangis, Julia Perez: Ya Allah Sampai Kapan Ujian Ini?

- Julia Perez Kini Gampang Menangis: Kepikiran Laporan Nikita Mirzani

Hasil Donasi Menentukan ke Negara Mana Julia Perez Akan Berobat

Indonesia Services Dialog mencatat jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri mengalami peningkatan hampir 100% selama 10 tahun terakhir. Jika di tahun 2006 terdapat 350 ribu orang pasien, tahun 2015 melonjak menjadi 600 ribu pasien. Total pengeluaran pasien Indonesia di luar negeri pada tahun 2015 mencapai AS$1,4 miliar atau setara dengan Rp 18,2 triliun.
Seperti pasien yang berobat ke Malaysia misalnya, data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan jumlah rata-rata orang Indonesia yang berobat ke Negeri Jiran adalah 12.000 orang setiap tahun. Khusus untuk Singapura, disebutkan dalam data National Health Care Group International Business Dev Unit Singapura, sebanyak 50% pasien internasional di sana adalah orang Indonesia. Saat ini untuk Asia Tenggara yang paling unggul memang Malaysia.
Beberapa tahun terakhir, Malaysia memantapkan diri sebagai negara tujuan untuk berobat. Sejumlah penghargaan internasional di bidang pelayanan kesehatan diraih Negara Semenanjung Malaya itu. Di antaranya, pada Mei 2017, Malaysia Healthcare Travel Council, sebuah badan koordinasi di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia, menerima penghargaan Medical Travel Organization of the Year oleh Asia Pacific Healthcare & Medical Tourism Awards. Sebelumnya, pada April 2017, lembaga yang sama juga memperoleh pengakuan sebagai Medical Tourism Cluster of the Year Award oleh International Medical Travel Journal Award (IMTJ).
Jumlah pasien luar negeri yang berobat di rumah sakit Malaysia yang terus mengalami pertumbuhan signifikan, satu di antaranya terlihat di Gleneagles Kuala Lumpur. Pada 2015, ada 1.813 pasien luar negeri dan pada 2016 bertambah hingga 2.705 pasien. Untuk pasien luar negeri ini, pihaknya membuka layanan International Lounge, yang berfungsi memudahkan mereka untuk mendapatkan jasa Gleneagles. Dari jumlah itu, yang terbesar berasal dari Indonesia. Lalu disusul Timur Tengah dan negara-negara Indo-China dan India.
Mengapa Malaysia kian bersinar sebagai destinasi medical travel? ketika berobat, yang dicari keluarga pasien bukan semata mencari kesembuhan, melainkan juga kenyamanan. ISD menyebutkan bahwa hampir dua pertiga orang Indonesia yang berobat ke luar negeri memilih rumah sakit Malaysia ketimbang dua negara lainnya yang juga unggul dalam Health Care Tourism yaitu Singapura dan Thailand. Kemenkes RI pun melihat fenomena ini sebagai sebuah tantangan besar. Bagaimanapun juga warga negara Indonesia diharapkan memilih layanan kesehatan di negeri sendiri.
Namun untuk mengembalikan pasien-pasien Indonesia untuk berobat di sini juga tidak gampang. Layanan kesehatan di Indonesia masih perlu berbenah untuk bisa diakui oleh masyarakat. Miris memang, tapi itulah kenyataannya. Pasien-pasien di Malaysia maupun di Singapura jarang ada yang berobat di luar dari negaranya. Kecuali kasus berat, baru merujuk pasien ke Amerika, Inggris, atau Jerman.
Larinya pasien-pasien Indonesia ke luar negeri tentu menunjukkan ada sebuah krisis dalam layanan kesehatan di Indonesia. Karena itu rumah sakit di Tanah Air perlu berbenah diri. Sebab sebetulnya, rumah sakit dan dokter di Indonesia sanggup memberikan pengobatan dan pelayanan sebaik rumah sakit luar negeri. Banyak pasien di kalangan ekspatriat, umumnya mereka cukup puas dengan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Berarti sebenarnya sudah ada kemajuan dan perubahan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Hanya saja, masih lebih banyak orang meragukan kualitas itu. Pasien kini banyak melakukan perbandingan kualitas rumah sakit di Indonesia dan luar negeri. Contohnya, soal kualitas mutu pelayanan, keamanan, dan pengawasan, rumah sakit luar negeri dianggap lebih baik.
Misal, di negeri kita untuk mendapat pelayanan kesehatan harus antre panjang dalam waktu yang lama, bisa sampai 4-6 jam. Sedangkan di luar negeri hanya perlu antre selama 15 menit hingga satu jam saja.
Cerita keamanan juga, di Indonesia masih ditemukan kasus kehilangan barang di rumah sakit. Sedangkan di luar negeri, kasus-kasus seperti ini sangat minim. Bahkan hal-hal sederhana soal kebersihan, rumah sakit Indonesia masih tertinggal.

source https://babybuletgani.tumblr.com/pos...t-jumlah-orang
×