alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
4.77 stars - based on 39 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58dfa2a7d675d4c5588b456d/sakura-untuk-leasta

Sakura Untuk Leasta

Halo,
Apa kabar SFTH?

Sudah lama sekali rasanya--hampir enam tahun--sejak terakhir posting di thread sendiri. Saya ingin menulis lagi, tapi bukan lanjutan tulisan sebelumnya ya. Kali ini benar-benar cerita baru dan bukan true story.

Buat yang masih mau nostalgiaan dengan Sepasang Kaos Kaki Hitam (SK2H) bisa pantengin timeline akun twitter saya @pudjanggalama, di sana nanti akan saya share tanggal rilis SK2H versi cetak. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah bisa available di toko-toko buku (promosi emoticon-Hammer ).

Oh iya, thread ini terselenggara atas kerja sama dengan Kaskus Network. Jadi mohon kesadarannya untuk tidak meng-copy sebagian atau keseluruhan isi cerita ini tanpa seijin penulis dan Kaskus.

Terima kasih.
emoticon-heart and emoticon-rainbow
Halaman 1 dari 19

SINOPSIS

Sejak kecil Aigo menyukai Jepang. Dia bercita-cita melanjutkan kuliahnya di negeri sakura. Namun sayang dia selalu gagal dalam tes beasiswa yang diikutinya.

Aigo tidak menyerah. Dia tetap pergi ke Jepang walaupun bukan sebagai mahasiswa, tapi sebagai buruh pabrik. Dia bertekad menemukan cara untuk menggapai impiannya.

Di sebuah pesta musim gugur Aigo bertemu Leasta, imigran asal Indonesia yang bekerja di kedai mie dekat tempatnya bekerja. Mereka pun semakin dekat dan saling jatuh cinta.

Ketika musim semi datang Aigo dan Leasta pergi ke sebuah taman untuk melihat sakura yang berguguran dengan indahnya. Namun tiba-tiba saja Leasta menghilang...


Quote:
Diubah oleh pujangga.lama

SATU

“Aku ingin melihat salju,” kata Aigo pada seorang lelaki paruh baya yang berjalan di sampingnya. Mereka berhenti di depan deretan sepeda yang terparkir rapi di sisi selatan sebuah department store yang baru mereka kunjungi.

“Well, Nak, aku khawatir kau tidak akan mendapatkan keinginanmu.” Laki-laki itu menjawab.

“Kenapa?”

“Kau tahu, Kannami, kota tempat kita tinggal ini terletak di Prefektur Shizuoka yang merupakan wilayah semi tropis. Sudah hampir dua puluh tahun salju tidak pernah turun di sini.”

Aigo mendesah kecewa. Dia berjalan menuju sepedanya dan menaruh bungkusan belanjaannya di keranjang.

“Jangan khawatir,” ujar Kimura. “Dua jam dari sini ada sebuah arena bermain ski. Musim dingin nanti kuantar kau ke sana. Kau bisa memakan saljunya kalau kau mau.”

Keduanya tertawa.

“Apa itu asli? Saljunya.”

“Sayangnya tidak. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, tidak pernah turun salju di Shizuoka. Kalau kau mau salju yang asli, pergilah ke wilayah utara. Tokyo, Chiba, atau Gunma, di sana selalu turun salju tiap musim dingin. Dan jangan lupa Nagano, ya ya ya Nagano, itu arena ski terbesar di Jepang. Saljunya asli.”

“Maukah kau mengantarku ke sana?” tanya Aigo penuh harap.

Kimura berpikir sejenak.

“Itu tempat yang jauh, Nak.”

Aigo kecewa lagi.

“Tenang saja. Kau baru dua bulan di Jepang. Setelah kau paham dengan baik dan beradaptasi dengan kehidupan di sini, kau bisa pergi ke manapun kau mau. Sekarang ayo kita pulang, sudah semakin malam.”

Dua buah sepeda bergerak perlahan meninggalkan parkiran menuju jalan raya besar yang penuh mobil-mobil berseliweran dengan cepat. Mereka mengayuh sepedanya di trotoar khusus pengguna sepeda di bahu kiri jalan.

Aigo Cakka Tama, adalah pemuda berusia 25 tahun lulusan Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya sebuah universitas ternama di negara asalnya Indonesia. Dia datang ke Jepang untuk bekerja sebagai buruh pabrik di Kota Kannami. Tentu saja pilihan ini pada awalnya mendapat pertentangan dari keluarganya. Kedua orang tuanya menginginkan dia mengikuti jejak kakak sulungnya : bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta, duduk di ruangan yang nyaman di salah satu sisi kantor dengan setelan kemeja dan celana rapi, sesekali menikmati pemandangan di luar jendela sambil menyesap secangkir kopi panas di tangan sebelum mengikuti meeting penting hari itu.

Tapi yang diinginkan Aigo bukan hari-hari membosankan terkurung di dalam ruangan berpendingin yang membuatnya selalu mengantuk setelah jam makan siang. Saat kecil dulu, film kartun robot kucing yang bisa mengeluarkan alat-alat canggih dari kantong ajaibnya jadi awal kesukaannya pada hal-hal yang berbau Jepang. Semakin banyak anime dan manga yang dikoleksinya membuat Aigo diam-diam menyimpan keinginan untuk bisa merasakan bagaimana kehidupan sesungguhnya di Jepang. Karena itulah dia memutuskan mengambil Program Studi Sastra Jepang—yang lagi-lagi ditentang kedua orang tuanya yang lebih menginginkan dia memilih Manajemen Bisnis—dengan harapan mengetahui sebanyak-banyaknya yang perlu dia tahu tentang Jepang. Aigo sebenarnya berencana melanjutkan studi S2 di Jepang melalui jalur beasiswa, namun sayangnya selalu gagal dalam tes. Akhirnya di sinilah dia, menggunakan ijazah SMA-nya untuk bisa mengikuti program pemagangan yang diadakan pemerintah kedua negara. Dan Aigo sama sekali tidak menyesali keputusannya. Setidaknya cita-citanya tinggal di Jepang sudah tercapai.

“Kimura San,” Aigo mengayuh sepedanya lebih kencang menyusul temannya. “Apa ini sudah cukup?” Dia menunjuk ke keranjang di depan setir sepedanya.

“Ya, untuk menghadapi musim gugur pertamamu di sini, kurasa itu cukup. Pakaian hangat, jaket, syal, ya sudah cukup. Kau belum butuh earwarm sampai musim dingin datang.”

Mereka berbelok ke kiri memasuki gang-gang yang lebih sepi dan gelap. Lampu jalan berjarak cukup jauh di gang seperti ini. Rumah-rumah menggunakan lampu sensor di depan pintu yang menyebabkan lampu hanya menyala ketika ada orang yang melintas cukup dekat masuk ke jangkauan sensor. Selebihnya gelap. Hanya sinar lampu dari sepeda yang menerangi jalanan.

“Nah, kita berpisah di sini.” Kimura menarik rem tangan diikuti Aigo. Mereka berhenti di depan gerbang sebuah flat berlantai dua dengan masing-masing lantai memiliki tiga pintu yang menghadap ke jalan.

“Musim panas yang menyenangkan sudah habis. Hari-hari selanjutnya akan jadi lebih dingin, dan semakin dingin di akhir tahun. Kau harus jaga kesehatanmu. Kalau sampai sakit dan tidak bisa bekerja, kau tahu bagaimana marahnya Nohara San karena tidak bisa memenuhi target produksi.”

“Aku tahu. Dia bahkan akan marah hanya karena aku lupa memakai sarung tangan saat bekerja.”

Mereka berdua tertawa.

“Baiklah. Terima kasih untuk hari ini.” Aigo membungkukkan badannya.

“Sampai bertemu besok.”

Kimura mengayuh lagi sepedanya. Aigo bergegas turun dari jok dan menuntun sepedanya menuju tempat parkir. Setelah selesai mengunci roda dia berlari menaiki tangga menuju kamar nomor 203 yang terletak paling ujung. Dengan hanya kemeja tipis dan celana pendek yang dipakainya, udara terasa dingin menggigil. Dia ingin cepat-cepat berada di kamarnya yang hangat dan bersembunyi di balik selimut. Benar kata Kimura, musim gugur sudah datang.

*

Diubah oleh pujangga.lama
Ceritanya kayak gmna om
Semoga seru
Diubah oleh deviento
Alhamdulillah akhirnya Om ari berkarya kembali emoticon-Big Grin
ditunggu Om ceritanya dan salam kenal ya Om emoticon-Shakehand2
ts famous muntjul lagi emoticon-Belo

lanjut om emoticon-Cendol Gan
Halo Om Pujangga Lama..

Akhirnya Legenda telah kembali..

Lanjutkan Om.. Mari buat SFTH gonjang ganjing, Hahaha..

emoticon-Keep Posting Gan



Edit :
Om Please, ane baru baca sinopsis aja udah ga enak badan, please cerita yang happy.. Hahaha.. Sorry, terserah Om ajah, ane makmum..
Diubah oleh nightstars990
Mejeng pejwan.
ID legend.

welcome back bang
izin membangun tenda om
kerennnn
Yg ditunggu2 akhirnya muncul juga dengan cerita baru yg sudah pasti bakal keren nih 👌🏻👌🏻👌🏻
ijin nimbrung d mari ye gan
Ninggalin apartemen dl dimari, legend turun gunung. Selamat datang kembali om ari.
Widiw, om Ari turun gunung juga setelah sekian lamanya..
Diubah oleh fenrirlens
ijin nimbrung ya TS haha akhirnya nulis lagi
Wah TS lejen bikin thread lagi emoticon-Matabelo

Numpang nongkrong di pejwan dulu ya bang emoticon-Big Grin
semoga bisa sampai tamat kayak SK2H ya om.. emoticon-thumbsup
ntar endingnya jangan di bikin baper ya om emoticon-Big Grin
Quote:

kasian nih orang tua gak dapet pejwanemoticon-Big Grin
Diubah oleh andry067
Akhirnya....Om Ari siap mengguncang SFTH lagi...
emoticon-Wow
Quote:

Semoga ya gan emoticon-Smilie

Quote:


Quote:

Terima kasih gan

Quote:

Naskah cerita ini masih on going, belum selesai, jadi secara teknis belum tahu ini bakal sad atau happy emoticon-Big Grin

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Silakan gan,
Sambil nunggu rilis cetak SK2H baca ini aja dulu emoticon-coffee
ikutan nyimak trit baru nya Te Es Lejen, moga apdetan lancar sampe cerita kelar emoticon-thumbsup
Halaman 1 dari 19


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di