alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Outdoor Gear /
[DISKUSI UMUM] Backpack / Tas Outdoor - Part 1
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ddc3a7d44f9f4f6a8b4569/diskusi-umum-backpack---tas-outdoor---part-1

[DISKUSI UMUM] Backpack / Tas Outdoor

Tempat untuk berdikusi dan tanya jawab hal-hal umum seputar backpack / tas outdoor
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 31

Autolock Thread by Hansip

"Backpack"


Spoiler for :


"Daypack"

Spoiler for :
"Diskusi Tas"


Spoiler for :
-reserved-
-reserved-
widih....
siap mod...

mejeng di pekiwan dulu ah..
[DISKUSI UMUM] Backpack / Tas Outdoor - Part 1OOOOOOOOOOOOOOO[DISKUSI UMUM] Backpack / Tas Outdoor - Part 1UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU


Weeee trit baru nih .....
Ikut memantau akh siapa tau bisa ber mimpi punya alat lenong idaman emoticon-I Love Indonesia

Semoga sukses mbah bledos buat penataan yang baru


SalamUtan
manstapppppp
udah kebayang bijimana rapinya emoticon-kiss
[DISKUSI UMUM] Backpack / Tas Outdoor - Part 1
yang di gear review lama tolong dipindah kemari aja kaka
saiah menunggu ripiyu sempak goretex ajah emoticon-Malu

Aarn Liquid Agility + Photo Balance Pocket + Gear Rack Review

Latar Belakang

Ane mencari tas hiking untuk bini. Doi dah pernah pakai beberapa tas buat hiking, tapi semuanya nggak ada yang cocok. Selagi dan setelah hiking, tas-tas tersebut selalu membuat pundak bini ane pegal2. Oleh karena itu, ane mencari tas yang 1) kira-kira suspensinya nyaman dan nggak membuat pundak pegal2.

Requirement lainnya adalah 2) bini ane ingin supaya tasnya tidak terlihat seperti tas hiking, i.e. top-loader type. Alasannya, kalau memakai top loader akan terlihat seperti hiking-freak. Jadi, syarat keduanya adalah tas tersebut memakai panel loader seperti daypack. Plus, tas tersebut harus punya sleeve buat laptop karena akan dipakai sehari-hari.

Ane lalu tambahkan lagi kalau sleeve laptop tersebut harus bisa juga dipakai sebagai hydration bladder sleeve, jadi requirementnya ditambah yakni 3) punya hydration tube port.

Karena ane hobi poto-poto juga, ane pun jadi kepingin supaya bisa memakai tas tersebut kalau seumpama nggak dipake bini. Ane tambahkan lagi requirement, yakni 4) memungkinkan akses praktis terhadap kamera dan tripod, i.e. nggak usah copot tas untuk ambil tripod, dsb.

Dan yang terakhir, 5) berat maksimalnya sekitar 1kg untuk backpack saja. Dengan berat tersebut ane konservatif dalam ekspektasi beban maksimum, 12kg max juga sudah cukup. Karena ane pun malas mengangkut beban di atas itu emoticon-Hammer (S)

Proses Pemilihan

Pemilihan pack berlangsung cukup lama emoticon-Stick Out Tongue

Ane bingung karena banyak sekali pack yang ada di pasaran, dan ane memutuskan untuk mengeliminasi alternatif2 tersebut dari syarat no 4) yakni dengan melihat2 alternatif backpack + chestpack terpisah, seperti Ribz, Ortlieb (waterproof), Clik Elite chest pack, Synpack. Akan tetapi hampir semuanya terlihat nggak cocok, misalkan Ribz nggak ada ventilasi (full nylon), Ortlieb dan Clik Elite terlalu kecil dan bebannya di leher, Syncpack terlalu berat di 1kg, dan nda bisa mengakses tripod dengan cepat...

Sampai akhirnya ane menemukan Aarn. Dua hal yang membuat ane tertarik adalah Aarn memiliki opsi Photo Balance Pocket yang memiliki akses praktis ke alat foto, plus beratnya tertumpu ke hipbelt, bukan shoulder atau perut. Selain itu ada juga opsi Tool Quiver untuk tripod yg agak panjang, atau Balance Gear Rack untuk tripod yang agak pendek.

Masalahnya apakah suspensi Aarn nyaman?

Karena nggak ada dealer Aarn jadi ane harus nyari2 review di internet, tapi sebagian besar mengatakan kalau Aarn itu nyaman, karena memiliki sistem Flow-Mo atau entahlah (ane jadi kedengeran seperti marketer :mahosemoticon-Smilie, selain itu yg membuat ane yakin adalah packnya sangat configurable, mulai dari pengaturan torso length, hip belt size, sampai back contour, dan sangat sedikit produsen yg membuat guide detail (video) bagaimana fitting backpacknya supaya mencapai kenyamanan maksimum.

Di sini ane akhirnya mungkin "kemakan" marketingnya dan memilih satu2nya tipe panel loader di hiking-linenya, yakni Liquid Agility. Plus ane tambah Photo Balance Pocket untuk menyimpan kamera dan Balance Gear Rack untuk menggantung tripod dan trekking pole (kalau nanti punya).

Liquid Agility memiliki suspensi Auto-Mould Frame dengan kapasitas maksimum 15kg yang sepertinya sudah lebih dari cukup untuk hiking 2-3 hari.

Terakhir, Aarn menawarkan 30 hari garansi-uang-kembali tanpa alasan, yang membuat ane makin yakin untuk mencoba.

First Look

Kesan pertama ane ketika datang... wah ini backpack yang sangat unik. Shoulder strapnya dan hip beltnya tipis sekali, seperti seri Osprey yang ultralight, tapi cukup nyaman. Di bagian punggung ada mesh untuk ventilasi.

Spoiler for Full Pack:


Hipbeltnya sangat ergonomis, karena:
1. Bahannya tipis dan stretchy, sehingga membentuk ke tulang paha.
2. Dua buah strap (bukan 1 seperti biasanya) juga membentuk di bagian depan.
3. Ditarik ke dalam untuk mengencangkan, bukan keluar seperti kebanyakan backpack.

Spoiler for Hip Belt:


Panjang tasnya bisa diatur sesuai dengan panjang badan kita.

Spoiler for Adjustable Torso:


Ini yang unik dari Aarn backpack, yakni sistem U-Flow. Shoulder strapnya nggak dijahit statis ke backpack, tapi diteruskan dan menyambung ke shoulder stap bahu sebelahnya, sehingga shoulder strapnya ikut bergerak ketika kita memutar torso, dan meningkatkan kenyamanan secara drastis.

Sepertinya ada beberapa pack lain yang memiliki fitur ini, tapi cara Aarn mengimplementasikannya tanpa menambah beban sangat cerdas menurut saya.

BTW Black Diamond me-lisensi U-Flow ini dari Aarn supaya bisa dimasukkan ke suspensi ErgoActiv-nya.

Spoiler for U-Flow:


Ini adalah sistem V-Flow, yakni load-lifter strapnya nggak dijahit ke backpack, tapi menyambung ke sebelahnya, juga untuk mensupport putaran badan.

Spoiler for V-Flow:


Di dalamnya sudah ada waterproof liner, sehingga bisa dikatakan relatif aman dari hujan.

Spoiler for Waterproof Liner:


Field Test

Pertama kali, ane mencoba untuk fitting tas ini dengan badan ane. Pada dasarnya fitting backpack ini dilakukan dengan men-set panjang torso, mengencangkan load lifter strap, dan mengencangkan shoulder strap. Ane sedikit kesulitan mengubah load lifter strap, karena nggak bisa ditarik seperti backpack biasanya. Ane harus mengendorkan buckle sedikit terlebih dulu, baru bisa diubah. Namun karena ini hanya 1x adjust, maka ane nggak terlalu ambil pusing.

Daily Usage

Karena cuaca hujan maka dayhike yang sebelumnya direncanakan untuk menjajal + fitting tas dicancel, dan fitting jadinya dilakukan sambil memakai tas ini sebagai daypack (dan memang memilih model ini supaya cocok jadi daypack pula). Sepanjang memakai daypack ane merasakan tas ini sangat nyaman dipakai dan U-Flow systemnya membuat pundak ane nggak merasa sakit, meski membawa laptop + 4 buku bawaan.

Dayhike

Dayhike
Elevation gain: 418m
Distance: 7.8km
Temp: 30-34C

Minggu berikutnya ketika cuaca cerah, ane memutuskan untuk menjajal backpack ini dengan sebuah dayhike. Kombinasi yang ane bawa adalah backpack + Photo Balance Pockets. Ane menaruh kamera Olympus E-PL1, lensa Lumix 7-14mm, 20mm f1.7 dan Zuiko 50mm Macro di Balance pockets.

Dari sisi kenyamanan ane acungkan jempol. Beban tidak terasa di pundak, dan sepertinya terpindahkan dengan baik ke tulang paha. Selain itu, U-Flow system membuat bodypack ini sangat nyaman digunakan ketika medan tanjakan.

Dari segi kepraktisan, ane bersyukur memiliki Photo Balance pockets karena bisa menaruh lensa dan mengganti2 dengan relatif cepat. Selain itu, karena pockets tersebut memiliki semacam frame yang menyambung ke hipbelt maka beban pun ditransfer ke tulang paha dan nggak menggantung ke pundak.

Ane bisa mengganti lensa normal...

Spoiler for sungai:


...lensa wide...

Spoiler for bambu:


...dan lensa macro...

Spoiler for bunga:


...dengan cepat tanpa harus membolak-balik tas emoticon-Hammer (S)

Wicking material di punggung menurut ane cukup baik dalam membuang keringat, terbukti di cuaca yang cukup panas 34C.

Ketika akhir hiking, tidak ada rasa sakit di pundak ane.

Saran Perbaikan
- Load lifter strap supaya lebih mudah ditarik
- Balance gear rack supaya diberikan roda kecil sehingga lebih mudah meluncur dan tidak mengurangi kenyamanan U-Flow
(bersambung emoticon-Stick Out Tongue)
Quote:


Yang mana ya? emoticon-Smilie
Quote:

edit urlnya mod

1. Deuter Vs. American branded >>> [url]http://www[/url].[url]http.com//www.kaskus.co.id/showpost.php?p=93101849&postcount=600[/url]

2. Australia brand >>[url]http://www[/url].[url]http.com//www.kaskus.co.id/showpost.php?p=90413585&postcount=560[/url]

8. SA superwick & SA supercool (backsystem keril karrimor) >> [url]http://[url[/url]]http//www.kaskus.co.id/showpost.php?p=109900150&postcount=834[/url]

rata2 yg begitu editannya salah...
coba di cek lagi mod..

klo mo didelete postingan gw juga ngga pa2 mod, soalnya ngga nambahin review..
bingung gonta ganti tas terus
Quote:


Sudah diaksi, terima kasih atas bantuannya. emoticon-Smilie
emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
OANC berjaya, tambah rapi aja ni forum..
Sukses buat OANC emoticon-Peluk
wow... baru aja td malem kelimpungan cari2 inpoh ripiu keril,hari ini trnyata lg loncing trit rucksack.. mangstab dah oanc.. jadi mantap buat milih type tasnya..

salut deh ma OANC..
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus

Westfield Trekking Packs "Free Land 65+10 L"

Fitur :
1. Kapasitas 65+10 L
2. 2 Main Compartment with sleeping bag compartment
3. 1 upper pocket with inside pocket
4. 2 side pocket
5. 2 side bottle pocket
6. Hydration acces
7. Removable rain cover
8. AL frame systems
9.Trekking pole/Ice axe Holder
10. Berat 2.1 kg

Ransel ini adalah ransel yang saya temukan di Ace Hardware Artha gading hasil pengukuran berdasarkan fitting backpack di [url]www.whitemountain.co.au[/url]. Setelah melakukan fitting ternyata ransel yang ideal adalah ransel yang berukuran maksimum 60-70 liter saja. Saya masih menyukai ransel buatan luar karena fiturnya yang lengkap. Mulai dari kapasitas, kompartemen sleeping bag, hydration acces,trekking pole holder dan kantong rain cover. Selain lengkap ransel ini juga menarik bentuknya dan backsystemnya juga nyaman. Hanya saja jika terlalu berat dan setelan backsystem tidak tepat akan terasa sakit di pundak bila dipakai dalam waktu yang lama. Ransel ini juga mengusung sistem hydration access, yaitu terdapat lubang kecil untuk akses selang minum lewat streamer. Salah satu yang membuat nyaman ransel ini adalah ukuran hipbelt-nya yang lebar sehingga tekanan di pinggang pemakai semakin kecil. Kebanyakan ransel luar negeri tidak pas di punggung orang Indonesia karena memang tidak didesain untuk orang Indonesia. Namun ransel ini cukup pas di punggung orang Indonesia. Untuk pertama kali ransel ini dites saat mendaki gunung merbabu dan hasilnya cukup nyaman di punggung. Hanya sakit di pundak saja karena salah menyetel backsystemnya. Ransel ini berbahan cordura untuk bagian merahnya dan nylon untuk bagian hitam. Alasan saya membeli ransel ini karena waktu itu untuk mencari ransel dengan hydration acces yg murah masih sulit terutama untuk ransel buatan lokal.

Spoiler for backpack:
misi om pengen numpang tanya review nya carrier merk Consina..
klo ane lg ngidam deuter act lite 50+10
moga2 kesampean tahun ini.
Halaman 1 dari 31


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di