alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cd5e4bc2cb170d658b456c/puluhan-rumah-program-desaku-menanti-senilai-rp-12-miliar-mangkrak
Puluhan Rumah Program Desaku Menanti Senilai Rp 1,2 Miliar Mangkrak
Puluhan Rumah Program Desaku Menanti Senilai Rp 1,2 Miliar Mangkrak
Puluhan Rumah Program Desaku Menanti Senilai Rp 1,2 Miliar Mangkrak
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Program Desaku Menanti yang digagas oleh Kementrian Sosial RI (Kemensos) di DIY menelan dana miliaran rupiah.
Sayangnya, kelanjutan program untuk mengentaskan kalangan gelandangan dan pengemis (gepeng) ini tidak jelas.
Puluhan rumah yang dibangun di Gunungkidul untuk program ini mangkrak sudah lebih dari setahun.
Puluhan rumah tipe 45 itu dibangun di perbukitan Nglanggeran dengan pemandangan hutan pinus dan gemericik sungai kecil di bawahnya. Jalan kecil di depan rumah-rumah tersebut terlihat ditumbuhi rumput liar.
Tak terlihat seorang penghunipun di kawasan tersebut.
Meskipun kecil, namun rumah tersebut terlihat sudah siap ditinggali. Kusen dan kaca jendela telah dipasang. Dari luar terlihat adanya lubang di tembok sebagai tempat pemasangan instalasi listrik.
Di beberapa rumah, terlihat adanya kunci yang masih menggantung di pintu depan. Beberapa lainnya bahkan masih ada tulisan: Kementrian Sosial RI, Desaku Menanti.
Puluhan Rumah Program Desaku Menanti Senilai Rp 1,2 Miliar Mangkrak
Puluhan rumah yang terletak di Dusun Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul tersebut merupakan rumah yang dibangun dalam rangka program Desaku Menanti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja, setidaknya sudah sekitar setahun belakangan perumahan tersebut mangkrak.
Tidak ada seorang penghunipun yang memanfaatkan perumahan yang diperuntukkan bagi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) tersebut.

Bagusnya bangunan rumah tersebut tentu disayangkan ketika mangkrak hingga berbulan-bulan.
Namun, melihat sulitnya rute menuju tempat tersebut, ditambah kondisi jalan yang masih berupa tanah, tentu menjadi pertimbangan tersendiri untuk orang yang akan menghuninya.
Menurut Kepala Desa Nglanggeran, Senen, akses jalan dari jalan utama desa menuju ke perumahan tersebut memang kondisinya cukup memprihatinkan. Sekitar 50 meter dari jalan dusun menuju perumahan hanya berupa jalan tanah yang telah dikeraskan.
"Sayangnya, ketika hujan deras turun beberapa waktu yang lalu, pengerasannya tidak berdampak. Jalan rusak kembali. Untungnya kemudian ada pembangunan parit di samping jalan yang dilakukan oleh Tagana," katanya ketika ditemui di rumahnya, belum lama ini.
Ketika ditanya lebih jauh tentang perumahan tersebut, Senen menegaskan, pihaknya tidak tahu banyak. Sebab, ketika proses pembangunan dimulai, ia sedang dalam posisi tidak menjabat. waktu itu ia berada dalam masa peralihan menunggu Pilkades.
"Yang jelas, dulu memang ada ada sosialisasi tapi pas saya habis masa jabatan dan menunggu pilkades. Kabarnya sih mau dibangun di daerah Paliyan sana. Tapi saya kurang tahu kenapa kemudian dibangun di sini pada awal 2015. Pelaksanaan dari dinas sosial," ungkapnya.
Menurut Senen, selama setahun belakangan perumahan tersebut terbengkelai. Tidak ada seorang penghunipun yang tinggal di situ.
"Sempat ada kabar, orangnya (yang akan menghuni, red) ada di Dinas Sosial. Kunci rumah pun kabarnya sudah dibagikan. Tapi kami mendapat informasi lagi kemarin, katanya mau dialihfungsikan tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi," katanya.
Senen menerangkan, selama setahun belakangan sesekali ada orang yang kabarnya calon penghuni datang.
Orang tersebut bertanya pada warga tentang berbagai jenis tanaman yang cocok ditanam di daerah tersebut. Hanya saja, calon penghuni tersebut tidak kunjung tinggal di situ.
Mengenai tanggapan warga terhadap keberadaan perumahan tersebut, menurut Senen, cukup beragam.
Kehidupan warga Nglanggeran yang berupa masyarakat pedesaan masih bersifat tradisional. Karena itu kedatangan orang baru, terutama dari kalangan PGOT tentu menjadi pertimbangan tertentu.
"Memang ada pro dan kontra mengenai kehadiran calon penghuni dari kalangan tersebut (PGOT, red). Namun juga namanya masyarakat pedesaan, tentu lebih ke ngudoroso (mengemukakan pendapatnya). Memang sempat ada kekhawatiran akan hadirnya calon penghuni tersebut. Namun ya itu, masih sebatas ngudoroso saja," katanya.
Berdasarkan penelusuran Tribun Jogja, Dinas Sosial DIY menghabiskan dana hingga Rp 1,2 miliar untuk pembangunan hunian ini. Rinciannya, setiap unit rumah menghabiskan Rp 30 juta.
Dengan total unit rumah mencapai 40 unit, total Rp 1,2 miliar dihabiskan dalam program ini. Biaya tersebut belum termasuk administrasi, biaya pembangunan talud hingga penyiapan lahan. (*)

http://jogja.tribunnews.com/2017/03/...iliar-mangkrak
Awas lho kalau main-main!


Hahaha emoticon-Ngakak (S)
rakyat yg menanti kali emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Awas lho kalau main-main!


Hahaha emoticon-Ngakak (S)


sepi gan.....
tunggu yang mangkrak2 lainnya bermunculanemoticon-Thinking

proyek banyak n besar, resiko juga besaremoticon-Big Grin
Hmm,,,
Quote:Original Posted By master.penipu


sepi gan.....
tunggu yang mangkrak2 lainnya bermunculanemoticon-Thinking

proyek banyak n besar, resiko juga besaremoticon-Big Grin


Tenang aja bre udah disiapken kambing hitamnya. Si beye, wowo, lulung, yusril dkk hahaha emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By silitneonhuuek


Tenang aja bre udah disiapken kambing hitamnya. Si beye, wowo, lulung, yusril dkk hahaha emoticon-Ngakak (S)


kenapa pak hab*bi n bu me*awat* ndak pernah disindir.... kan mantan jugaemoticon-Thinking
Namun, melihat sulitnya rute menuju tempat tersebut, ditambah kondisi jalan yang masih berupa tanah, tentu menjadi pertimbangan tersendiri untuk orang yang akan menghuninya.
____________________________

Masalahnya ini ya...?

Diperuntukkan buat Pengemis, Gelandangan, Orang Terlantar...
emoticon-Traveller
Termasuk kategori mangkrak?
Yg jelas nda ada korupsinya kan emoticon-Big Grin

Quote:
Menurut Senen, selama setahun belakangan perumahan tersebut terbengkelai. Tidak ada seorang penghunipun yang tinggal di situ.
"Sempat ada kabar, orangnya (yang akan menghuni, red) ada di Dinas Sosial. Kunci rumah pun kabarnya sudah dibagikan.


Mungkin tempatnya kurang strategis jd minim peminat

Ni thread mau buat nyerang jokowi yah?emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By master.penipu


kenapa pak hab*bi n bu me*awat* ndak pernah disindir.... kan mantan jugaemoticon-Thinking


Pak habibi pinter tuh biar gak dibuli bikin pilem. Buming kan kaum bani jamban suka emoticon-Big Grin

Kalau mamak banteng mana berani. Satelit trilyunan aja dijualnya apalagi kitak-kitak yang cuma rakjat tjilik? emoticon-Mewek
lagi" mangkrak sangat disayangkanemoticon-Sorry
Gagal paham sama yg mikir pengemis=miskin

Soal duitmah mereka gampang, tp mentalnya bobrok. Bukan pekerjaan baru yg mereka butuhkan! Tapi otak sm rasa malu

Kakak gw liat nenek2 ngemis dijalan, sm dia diajak tgl d rmhnya+ bantu2 dirumah. Digaji juga, emang mau??? Pd mlengos. Gada yg mau. Goblok aja bikinin rumah+ kerja nyangkul! Mana mau mereka
Berhenti pembangunannya? (Ada yg belum ato setengah jadi gitu)

Atau ga ada yg minat nempatin?

Ada yg korupsi?
woooh uda retak gtu emoticon-EEK!
jadiin candi emoticon-Leh Uga
pst kerjaan si nganuu emoticon-Ngakak

Tak ada mangkrak yg TAK KORUPSI emoticon-Ngakak
prediksi ane, pasti ada yg korup emoticon-Wkwkwk
program bancakan lagi?
udah setahun gak dihuni, udah ada yg ngisi tuh emoticon-Takut (S)
Quote:Original Posted By cod.mw4
program bancakan lagi?
udah setahun gak dihuni, udah ada yg ngisi tuh emoticon-Takut (S)


isi hatimuu emoticon-Malu
Minta dana sama ANIES-UNO aja kan mau kasih 3M per RW. emoticon-Ngakak
×