alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cd392e98e31b78408b4568/ahok-sebut-anies-sandi-menghina-soeharto-yang-membuat-reklamasi
Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi
http://www.lensapost.com/17302/ahok-...uat-reklamasi/

Lensapost.com – Calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan bahwa ketidaksinkronan antara dukungan Titiek Soeharto kepada pasangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan sikap mereka terhadap reklamasi Teluk Jakarta.

Awalnya para wartawan menanyakan pendapat Ahok terkait putusan PTUN Jakarta yang memenangkan gugatan nelayan terkait pembatalan izin reklamasi Pulau K, F, dan I. Ahok menjelaskan bahwa aturan reklamasi tidak dibuat saat pemerintahnya. Aturan sudah ada pada masa pemerintahan Soeharto.

Aturan yang di maksud Ahok tersebut adalah Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang reklamasi Pantai Utara Jakarta dan Perda Nomor 8 Tahun 1995. Dalam sesi pertanyaan tersebut, Ahok menyatkan bahwa Soeharto merupakan pengembang di proyek tersebut.

“Pak Harto sudah mengkaji dengan baik. Mau reklamasi siapa? Pak Harto. Tahun 90-an, Pak Harto (mengeluarkan aturan) reklamasi,” kata Ahok seperti dilansir oleh Kompas.

“Kamu bicara ‘Keluarga Cendana’ toh, yang punya PT pertama (pengembang) siapa? Anak Pak Harto. Perusahaannya dia. Gimana mau jelasinnya?” ujar Ahok.

Cagub DKI nomor urut 2 tersebut juga mempertanyakan sikap Anies-Sandiaga yang dengan tegas akan menghentikan reklamasi jika terpilih sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Sekarang keluarga cendana dukung nomor tiga, sementara nomor tiga nggak setuju reklamasi. Berarti menghina Pak Harto dong yang membuat reklamasi,” jelas Ahok.

Lah !!!
Bijimane kalo begitu ???
Ditentang tpi minta dukungan ???
Aneh !!!

Melupakan sejarah ???
tunggu revisi(seperti biasa) dari paslon ASUUUUUU
DOPOST bre . . . .
LensaPost cuma copas . . . .
sosis asli dari KOMPOS
—► https://www.kaskus.co.id/thread/58cc...uat-reklamasi/

emoticon-Traveller
sby dan wowo
jg pernah dihina anies
emoticon-Big Grin
Anies berani melawan calon majikan.
emoticon-Blue Guy Bata (L)
ga yakin klo jadi berani tangguhkan reklamasi emoticon-Traveller
emoticon-Repost
yg katanya nolak reklamasi di dukung sama pengembang. sama aja dua2 nya. tolak reklamasi stay golput emoticon-Cool
Quote:Original Posted By extraspicy
DOPOST bre . . . .
LensaPost cuma copas . . . .
sosis asli dari KOMPOS
—► https://www.kaskus.co.id/thread/58cc...uat-reklamasi/

emoticon-Traveller


Nice sumur gan emoticon-Angkat Beer
politik ruwet banget yak emoticon-Big Grin
segitunya si hoak menjilat suharto dan orba, nih org gak bisa move on.. dah ada aturan baru emoticon-Leh Uga
Anis aza masih plin plan....
Kemaren2 bilang bulat akan menyetop reklamasi bila terpilih, tp baru2 ini bilang akan mengikutin aturan mengenai reklamasi emoticon-linux2
Pemimpin yg bijaksana akan memikirkan visi kota jakarta untuk beberapa dekade ke depan.. spt pak Harto.. Bung Karno... Jokowi... Ahok... dsb...

Reklamasi akan sangat bermanfaat bagi Jakarta di masa yg akan dtg...
anies uno juga gak bakal berani berhentiin reklamasi, liat aja emoticon-Big Grin
Menteri Susi: Tata Kelola Air Salah Bikin Jakarta Banjir

Oleh Oscar Ferri pada 04 Okt 2016, 22:34 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti mengatakan program-program penanggulangan banjir di Jakarta tidak tepat. Sebab, bukan mengurangi banjir Jakarta, namun sebaliknya, program-program yang ada justru mengundang banjir yang lebih besar.Karenanya, dia tak heran dengan masih kerap terjadinya banjir di Ibu Kota. Karena tata kelola air di Jakarta malah menyebabkan Jakarta makin banjir."Kita bilang Jakarta banjir, ya tidak aneh. Wongmemang the way it's designed and constructed right now adalah it's a flood in program," kata Susi dalam diskusi publik 'Kebijakan Reklamasi: Menilik Tujuan, Manfaat, dan Efeknya' di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Salah satu program penanggulangan banjir yang digarisbawahi Susi adalah terkait dengan daerah aliran sungai (DAS). DAS-DAS yang ada di Jakarta diluruskan untuk menghindarkan kelokan-kelokan. Tujuannya agar aliran air sungai mengalir langsung dan cepat ke pantai. Kemudian, kedua pinggiran sungai dibendung yang membuat air sungai tidak meresap ke tanah.Di satu sisi, lanjut Susi, proyek reklamasi di kawasan Pantai Utara Jakarta menjadi bagian proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau giant sea wall(tanggul laut raksasa). Proyek itu justru menjauhkan air sungai dengan laut."Sungai diluruskan, ditanggul, jadi air tidak ke mana-mana. Kencang dari hulu ke hilir. Jadi air dipercepat turun ke bawah, tapi pantainya dijauhin. It's flood in project. Bukan membendung, mempercepat air hulu, lalu memperlambat air keluar dari daratan Jakarta," ujar Susi.Susi menambahkan, permasalahan itu makin diperparah dengan disedotnya air tanah di Jakarta. Tentunya hal tersebut membuat pori-pori tanah kian keropos. Dampaknya, permukaan tanah di Jakarta terus menurun yang membuat air laut masuk ke daratan."Jadi tidak ada komprehensif pembangunanwater set di mana DAS diperbaiki, sungai direnaturalisasi, dikembalikan belok-belok supaya lambat lagi. Kalau (DAS) dilurusin erosinya juga akan lebih kencang. Sedimentasi tidak keluar karena kanan kirinya ditanggul. Jadi ke mana itu lumpur yang menaikkan permukaan dasar sungai?" ujarnya.Belum lagi, Susi menjelaskan, permasalahan itu juga ditambah dengan persoalan naiknya permukaan dasar sungai. Dengan naiknya permukaan dasar sungai, membuat daya tampung air menjadi berkurang. Di sisi lain, volume air di sungai tiap tahunnya hampir sama."Memangnya air berkurang setiap tahun? Tidak. Air tetap sama tiap tahun. Tapi permukaan dasar sungai naik, yang berarti daya tampung air berkurang. Tanggulnya ditinggiin lagi dan suatu saat tidak kuat, jebol. Banjir bandang. Itu yang terjadi," ujar Susi."Tapi itu semua pendapat saya sebagai orang yang peduli kepada lingkungan, bukan sebagai menteri (Menteri KP). Saya komentar saja tentang Jakarta banjir," tegas Susi.


http://m.liputan6.com/news/read/2618...jakarta-banjir

Reklamasi Artinya kawasan eksklusif bagi para taipan cs yg setara dgn singapore. Pulau2 tsb berpotensi menganggu aktivitas di pelabuhan tanjung priok dan bandara soeta. Dan yg pasti jkt akan makin tenggelam krn sekalipun semua sungai di normalisasi tp di muara akan mengalami pendangkalan krn tumpukan endapan dan aliran sungai ke laut lepas dihalangi pulau2 buatan.
emoticon-DP

Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Iklan reklamasi teluk jkt podomoro di menlen

youtube-thumbnail


Beķing ahog raja hutan satpamnya galak emoticon-Hansip

youtube-thumbnail


Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Yasudahlah, sama sama deketan sama trah cendana juga hahahaa
Quote:Original Posted By desoros
http://news.detik.com/berita/d-3444136/bila-menang-sandi-janji-kembalikan-uang-pembeli-tanah-reklamasi

Antara cagub ama cawagub kok beda pendapat yah? Kmaren anies vokal banget mau hentikan reklamasi kok skrg beda lagi? emoticon-No Hope


Nah lo nah looooo
Quote:Original Posted By sharkcheat
sby dan wowo
jg pernah dihina anies
emoticon-Big Grin


anies dikelilingin orang2 yang sudah pernah dihina-nya. bakalan diiris pelan2 ini si anies. emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Ahok Sebut Anies-Sandi Menghina Soeharto Yang Membuat Reklamasi

Yg penting OKEh ngOCEh.. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By saeqeiyah
Menteri Susi: Tata Kelola Air Salah Bikin Jakarta Banjir



Menteri Susi tidak menolak reklamasi.

Susi Pudjiastuti tidak pernah menyatakan menolak 100% terhadap reklamasi, yang dikuatirkan adalah degradasi lingkungan di teluk Jakarta. Kerumitan dan tarikan kepentingan bisnis dan politik semakin kentara saat masuknya Bos baru semacam Tommy Suharto dan Hary Tanoe. Gerbong politik yang awalnya hanyalah kelompok agamamis berubah menjadi kawanan pebisnis.

Isu reklamasi menjadi menarik karena kontradiksi antara suara nelayan dan besarnya uang yang beredar. Suka tidak suka harus ada penyesuaian skenario pemenangan dan pengerukkan potensi bisnis di proyek reklamasi Jakarta. Hal ini terlihat jelas saat Anies-Sandi mulai melihat reklamasi sesuai aturan hukum yang ada, tidak lagi 100% menolak. Sebuah kenaifan yang terlambat.

Permainan kata-kata berpijak didua kaki mulai dijalankan saat ini, pada saat bertemu audience nelayan maka bersikap 100% menolak reklamasi, saat bertemu audience pengusaha maka bersikap seolah-olah memahami mereka kekhawatiran mereka dengan memberikan solusi yang tidak jelas.

Kemarin ini sikap Sandi diperlihatkan berbeda lagi, seolah-olah menolak reklamasi atas dasar penyataan Susi Pudjiastuti, malah bu Susi ikut diseret kembali pilkada DKI Jakarta. Keyakinan Sandi muncul setelah adanya keputusan PTUN memenangkan gugatan nelayan.

“Bu Susi katakan, ‘Saya pribadi menolak reklamsi dan itu sudah nyatakan di DPR’,” kata Sandiaga menirukan ucapan Susi di Kamal Muara, Jakarta Utara, Minggu (19/3/2017).

Kalimat ajaib yang dipakai oleh Sandi adalah “Saya pribadi menolak reklamasi dan itu sudah nyatakan di DPR”. Sandi jelas berlindung dari perkataan Susi yang notabene memang ahli kelautan, padahal dia lupa kalau pendapat Susi adalah reklamasi untuk pembangunan adalah hal yang sah, sejauh tidak bertentangan dengan aturan yang ada, inti utamanya adalah proyek ini mengambil sebagian wilayah perairan.

Jadi wilayah air yang sudah berubah menjadi daratan harus digantikan dalam wujud danau atau tampungan air yang jumlah dan luas air yang sama. Jikalau Pemprov DKI Jakarta belum mampu membangun banyak tampungan air, sebaiknya reklamasi pulau itu ditunda pelaksanaannya, bukan dibatalkan.

“Jadi, kalau ambil wilayah air, ya harus diganti!” ucap Susi.

reklamasi itu sah-sah saja, diperbolehkan untuk tujuan pembangunan, pariwisata, dan menambah wilayah ruang. Tetapi, wilayah air yang ditutup itu harus dapat ganti yang sama, equalluasnya, dan kubikasinya sama. Pak Gubernur suruh bikin waduk ada tanah (kepemilikan) KKP (Kementerian Kelautan Perikanan), satu hektar Rp 1 triliun, ha-ha-ha,” kata Susi tertawa, di Balai Kota, Selasa (21/4/2015).

http://megapolitan.kompas.com/read/2...i.Pantai.Utara

Sandi mendadak lupa dan sok berempati saat bertemu dengan para pengusaha yang sudah menanamkan uangnya di proyek reklamasi. Wajar saja apabila para investor pembeli properti ini kuatir, jelas saja mendapatkan pertanyaan mereka Sandi menjadi mati kutu. Kemunafikan Sandi jelas terbukti padahal hari Sabtu sudah menggunakan Susi sebagai tameng menolak reklamsi, hari ini bersikap abu-abu menunggu keputusan hukum yang ada.

“Kami sebagai pengusaha ada investasi (di pulau reklamasi). Kami ambil ruko-ruko di sana untuk investasi. Kami punya rencana untuk apa, ciptakan lapangan kerja. Maksudnya selanjutnya kalau Bapak jadi wakil gubernur, menurut pandangan Bapak mau diapakan?,” kata Herman salah satu investor pulau reklamasi, Jakarta Utara, Minggu.

Susi Pudjiastuti dan Ahok

Susi sikapnya jelas bahwa reklamasi harus sesuai dengan peraturan dan prasyarat lingkungan yang ada. Ahok sebagai Gubernur hanya melaksanakan segala proses proyek tersebut karena semua perijinan sudah berjalan maka mencoba untuk melihat dari sisi keuntungan bagi Pemprov DKI Jakarta atas pengembang.

Sandi mencoba mengadu dua sudut pandang yang berbeda ini sebagai pembenaran atas penolakan proyek reklamasinya. Padahal Ahok sedang berusaha menyingkirkan para benalu DPRD DKI dan pengusaha yang suka atau tidak suka ada main mata dengan oknum anggota DPRD. Hasilnya sudah jelas Ahok memperjuangkan tambahan kewajiban dari 5% menjadi 15%, yang nilainya mencapai Rp 150 triliun.

Uang tambahan yang diperjuangkan Ahok adalah Rp 100 triliun, lha ini kan bukan nominal kecil, makanya Cendana dan Hary Tanoe melihat peluang ini. Coba bayangkan kalau secara hukum nantinya tetap bertahan diangka 5%, apa modal kampanye Rp 100 miliar itu tidak tertutup.

Susi Pudjiastuti memahami situasi tersebut makanya tidak mau berkomentar diluar ranah resmi, bisa-bisa komentarnya dipelintir untuk konsumsi pilkada kembali.

Fakta Kondisi DKI Jakarta

Permasalahan banjir, keterbatasan lahan serta kerusakan lingkungan di DKI Jakarta sudah menjadi satu paket yang saling terkait.

Jakarta dari sisi hulu mendapatkan gelontoran air dari atas yang debitnya besar
Fakta kalau tinggi muka tanah Jakarta mengalami penurunan bervariasi 5 – 32 cm pertahun, dengan penurunan tertinggi di Jakarta Utara
Jakarta dihilir seringkali terjadi rob dan faktanya tinggi muka air laut selalu meninggi karena pengaruh global warning.
Melihat kondisi diatas apabila Jakarta dibiarkan saja maka potensi Jakarta tenggelan hanya masalah waktu dan apabila semakin ditahan terlalu lama maka biaya pengembangannya semakin mahal.

Pakde Jokowi dan Ahok melihat permasalahan ini, tetapi situasi hukum dan prosedur yang sudah berjalan saling semrawut dan tumpang tindih. Makanya yang dilakukan Jokowi adalah membiarkan proses hukum yang berlaku sedangkan Ahok bertugas meminta jatah maksimal kepada pengembang.

Skenario yang dibangun adalah dengan reklamasi, biaya reklamasi sangat mahal makanya harus menggunakan uang dari investor. Sedangkan tanggul pengendali sistem air Jakarta akan dibiayai oleh uang pengembangan dari pemanfaatan lahan di lahan reklamasi. Dengan modal Rp 150 triliun , maka teluk Jakarta dapat dibenahi baik masalah pencemarannya, atau masalah penataan mulai dari kawasan nelayan atau pariwisata dan bisnis.

Sedangkan skenario untuk masalah banjir adalah saat kondisi rob atau banjir maka tanggul dapat ditutup sehingga teluk Jakarta dan laut lepas mejadi system yang terpisah. Pada saat inilah pompa dalam skala masif dapat berkerja dengan memompa air dari sisi dalam teluk Jakarta untuk dibuang di laut lepas. Hasilnya kan jelas air dari sisi hulu dapat mengalir ke teluk Jakarta dengan cepat.

Sedangkan penggusuran dan penataan dilakukan supaya aliran air dari hulu ke hilir menjadi lancar. Dikembalikan fungsi awal DAS sungai yang selama ini sudah beralih fungsi diduduki secara “legal: dan ilegal.

Hal yang sederhana ini saja, tidak dapat dilihat Anies-Sandi, bagaimana mau menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ? Bisa-bisa Jakarta kembali menjadi daerah autopilot yang APBD-nya habis untuk belanja rutin pegawai. Tipikal Anies yang penting budget habis 100%, terkait kualitasnya tidak penting, yang penting everyone happy bung.

Sepertinya hal seperti ini tidak akan pernah dipikirkan oleh Anies-Sandi, karena pikiran mereka sangat sempit dan jangka pendek yang penting mendapatkan dukungan suara, terlepas Jakarta akan tenggelam. Emang gue pikirin bro, yang penting pilih gue ntar loe masuk surga ?