alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cd34029252337c7a8b4569/lucunya-spanduk-protes-pencopotan-baliho-penolakan-jenazah-ini
Lucunya Spanduk Protes Pencopotan Baliho 'Penolakan Jenazah' Ini
Quote:
Lucunya Spanduk Protes Pencopotan Baliho 'Penolakan Jenazah' Ini
Lucunya Spanduk Protes Pencopotan Baliho 'Penolakan Jenazah' Ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar merazia serta menyita spanduk-spanduk yang dianggap provokatif, jelang pelaksaan putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 19 April 2017.

Banyak warga Jakarta yang mengapresiasi aksi razia tersebut. Namun, ternyata, ada pula yang memprotes pencopotan spanduk-spanduk propaganda tersebut. Salah satunya, tentu saja, kelompok-kelompok yang memajang spanduk itu.

Uniknya, mereka tidak menggelar aksi massa atau mengganggu proses razia. Kelompok-kelompok tersebut, justru kembali memasang spanduk bernada protes, persis di tempat spanduk-spanduk provokatif itu sebelumnya dipasang.

Spanduk protes yang terbilang unik itu lantas difoto dan diunggah ke media-media sosial. Kontan, spanduk tersebut mengundang banyak komentar netizen yang menganggap konyol spanduk tersebut.

"Mengambil Barang Tanpa Izin = Mencuri," begitu tulisan di salah satu spanduk protes yang dipotret warga dan menjadi viral setelah diunggah ke salah satu laman komunitas di Facebook, Sabtu (18/3/2017).

Ada pula spanduk yang memuat kalimat "Spanduk Kami Hilang!!!". Tampaknya, spanduk-spanduk itu dibuat terburu-buru. Sebab, tidak seperti spanduk provokatif yang tampak dibuat secara rapi memakai mesin pencetak, spanduk-spanduk protes itu tampak ditulis tangan.

"Itu (spanduk protes) yang ada di masjid dekat tempatku bekerja, di daerah Jamblang, Tambora, Jakarta Barat," jelas netizen bernama Sunandar, mengomentari unggahan foto.

Sunandar lantas mengunggah foto spanduk provokatif di tempat yang sama sebelum dicopot dan dirazia pemprov.

"Pengurus, Jamaah, dan Remaja Islam Masjid Jami Al Ulama Tidak akan Mensolatkan Jenazah, Mentahlilkan dan Menyalurkan Zakat maupun Daging Qurban, kepada Pendukung dan Pembela 'Penista Agama'" begitulah bunyi spanduk yang dinyatakan hilang tersebut.

Namun, kebanyakan netizen justru menjadikan spanduk protes tersebut sebagai sasaran sindiran maupun lelucon.

"Sedal, toa, sampai kotak amal masjid hilang saja tidak seribut ini," sindir akun Tyo.

"Hilang 1 spanduk, tumbuh 1000 spanduk. Yang maha kuasa, turunkanlah azab bagi mereka yang sudah berani mencuri spanduk," tulis akun Martina.

"Sendal ane sudah berapa kali hilang di masjid, tapi tidak ada spanduk protes sendal sering ilang. Ternyata spanduk mayat lebih berharga daripada sendal-sendal yang hilang," tutur akun Hendry, menimbrung.

Untuk diketahui, razia spanduk provokatif itu digelar setelah Pelaksana Tugas Gubernur DKI Sumarsono mengambil langkah tegas,yakni menerbitkan Surat Edaran Nomor 7/SE/2017 tentang Seruan Bersama Menjaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban.

Setidaknya, setelah mengintensifkan razia spanduk provokatif di seluruh wilayah, terdapat 293 spanduk bernada provokatif dicopot dan disita, hingga Kamis (16/3).

sumber


Hmmmm muncul dagelan baru emoticon-Big Grin


Kemarin dulu ada menteri nyuri bikin malu, lu kicep pada emoticon-Mad (S)
Ngoahahaha kocak emoticon-Wkwkwk
Si ts bijinya serta hatinya dicuri janda aja ga seribut ini..
Spanduk nya ganti versi emoticon-Ngakak
Bego banget yang nulisnya
Kalo paslon2 beda agama di daerah lain yg didukung partai agama, dikasih spanduk jg ga?




Menurut sumber suci sih banyak yg kaya gitu
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/04/23/24125/haleluyah-pks-usung-caleg-pendeta-kristen
makin lucu aja nih pola pikir kaum minor...
emoticon-Wakaka
Sudah jelas melanggar peraturan masih saja ngotot emoticon-Embarrassment
Duit buat nyetak spanduk yg baru blom cair

Jadi minjem kain kafan jemaah dulu emoticon-Big Grin
protesnya jg sembunyi2
takut klo nongol malah dikarungin
kkkkkkkkkk.........
ga mau sholat sampe bikin spanduk. klakuan udik
sebenarnya peluang buat proposal lagi ngajuin anggaran baru emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By fad86
Kalo paslon2 beda agama di daerah lain yg didukung partai agama, dikasih spanduk jg ga?


maaf, agama kami hanya mengatur khusus untuk Jakarta, terimakasih emoticon-Malu
Wong pekok butuh piknik neh emoticon-Big Grin
emoticon-Wkwkwk lebay amat segitunya
Iyain aja
Udah sara ngeyel pula...

Dasar goblok...
lelucon terbaru nasbung pentol korek emoticon-Betty
"umat" sampah

ngartiim ayat cuma berdasar terjemahan bebas doang, ga ngerti asbabun nuzul serta aspek antropplogis sosiologisnya. plus dipanasim kompor2 ulama bejat ama tim hoax mereka.

Ini yg merusak citra agama. Penista sesungguhnya.


Quote:Original Posted By nineveh123


blok awliya itu maknanya apa lo paham ga?

kalo sahabat umar waktu mecat sekertaris gubernur kristen pake dalil al maidah 51 itu aspek antropologis sosiologisnya gimana blok?

gw ga tau agama lo apa tapi kalo goblok plis jangan sok2 an oke emoticon-Leh Uga


Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat antara Umar bin Khatab RA dg Abu Musa Al Ashari RA (Abdullah bin Qays). Umar punya pendapat, Abu Musa juga punya pendapat. Satu melarang, satunya membolehkan. Pendapat keduanya bisa2 sama2 jadi rujukan, sama2 qaul sahabat. Bahkan akhir cerita apakah sekertaris tersebut jadi dipecat atau tidak masih tanda tanya. Mengingat Abu Musa RA ngeyel juga dan sempat adu argumen dengan Umar RA.

Oleh karena itu perlu kajian lebih dalam lagi yaitu dg melihat aspek2 lain bisa antropologis, politis, ekonomis, budaya, historis atau aspek2 lainnya. Dalam hal kasus tersebut bisa kita lihat bahwa dalam historis politis pada saat itu kekhalifahan Islam dalam fase pengemebangan wilayah ke daerah2 sekitar jazirah yg notabene dihuni masyarakat non-Islam. Umar RA dalam hal ini lebih mengambil sikap hati2 dalam bertindak. Dalam hal ini saat beliau mendapati sekertaris Abu Musa RA yg ternyata Nasrani. Dalam kasus tersebut ane juga lebih condong kepada pendapat Umar RA.

Tapi disaat lain kemudian saat kekhalifahan Islam sudah lebih kokoh pengangkatan pejabat non Islam dalam tubuh kekhalifahan bukan suatu hal yg dilarang. Baik dari bani Ummayah dan bani Abbasyiah dalam sejarahnya sering kali memiliki pejabat tinggi yg beragama non Islam.
Quote:Original Posted By juraganciu


maaf, agama kami hanya mengatur khusus untuk Jakarta, terimakasih emoticon-Malu


kurang spesifik bre.. emoticon-Big Grin