alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ccf21f12e2573e1b8b456b/masyarakat-jangan-takut-konsumsi-daging-babi
Masyarakat Jangan Takut Konsumsi Daging Babi
Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk mengkonsumsi daging babi yang diisukan terinfeksi penyakit meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi. Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Ilmuan Peternakan (AIP) Universitas Udayana (Unud) Prof Komang Budarsa dalam acara diskusi kajian ilmiah streptococcus suis yang digelar Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Badung dan BEM Peternakan Unud.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan kesehatan daging babi saat ini, karena dari hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali sudah menyatakan sampel darah babi di sejumlah daerah negatif," kata Prof Komang Budarsa di Denpasar, Kamis (16/3/2017).

Lebih lanjut Komang menjelaskan, akibat maraknya isu tersebut di media sosial juga berdampak terhadap ekonomi masyakat di Bali khususnya para peternak babi dan penyedia kuliner dengan olahan daging tersebut.

Komang Budarsa juga menegaskan bahwa masyarakat harus beri pengetahuan terkait dengan penyakit MSS itu. "Tidak semua babi yang ada di Bali terjangkit atau terinfeksi MSS, sehingga masyarakat di Pulau Dewata jangan takut mengkonsumsi daging babi, karena apabila daging itu diolah dengan higenis dan benar maka kuman yang ada di dalamnya akan mati," kata Komang.

Komang menjelaskan bahwa ciri-ciri dari babi yang terinfeksi MMS itu biasanya mengalami pembengkakan pada sendi kaki, kurangnya nafsu makan pada babi, kulitnya terlihat kemerahan, terdapat ingus dan ngorok dan batuk darah pada hewan itu.

"Penularan penyakit ini dapat melalui kontak kulit babi yang terinfeksi, khusunya kulit babi yang terluka, mengkonsumsi daging babi yang masih mentah atau diolah tidak matang," kata dia.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada peternak agar rajin membersihkan kandang dengan desinfektan setiap seminggu sekali, menjaga kebersihan tempat pakan babi, tidak memberikan pakan sisa dari hewan yang sakit, jangan memotong babi yang sakit dan tidak membuang limbah secara sembarangan.

Jika hendak memasak daging babi, kata dia, harus dimasak dengan suhu di atas 56 derajat celcius agar terhindar dari bakteri penyakit itu. "Untuk masyarakat yang doyan mengkonsumsi daging babi guling tidak perlu khawatir, karena babi guling dimasak selama dua jam dengan suhu panas arang 110 derajat celcius," ujarnya.

Senada dengan Komang, Ketua DPK Paradah Badung I.B Angga Purana Pidada juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut cemas dengan daging babi yang saat ini dijual dipasaran, karena sudah dinyatakan negatif tidak terinfeksi MSS.

"Hal ini kita sudah sempat tanyakan kepada dinas terkait melalui tim peneliti kita yang menyatakan bahwa, daging babi di sejumlah daerah yang telah diambil sampel tidak terinfeksi MSS," ujar Angga dikutip dari Antara.


https://tirto.id/masyarakat-jangan-t...ging-babi-ckUq

jangan takut gan
emoticon-babi emoticon-Ngakak (S)
Coba bagiin ke daster, biar bacotnya semerbak.
Ow soal kosumsi daging babi emoticon-Leh Uga
lidah ane lebih cocok daging sapi atau ayam

kambing aja ga doyan apalagi babiemoticon-Lempar Bata
tolong digratisin aja brayy emoticon-Blue Guy Bata (L)
Daging paling enak didunia.
Baguslah diharamin kalau kaga harganya bisa naik tinggi seperti sapi
rata2 yg makan ini otaknya cerdas
masyarakat golongan pemakan babi tentunya, baru tau pemakan babi khawatir juga soal kesehatan babik emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By zhouxian
Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk mengkonsumsi daging babi yang diisukan terinfeksi penyakit meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi. Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Ilmuan Peternakan (AIP) Universitas Udayana (Unud) Prof Komang Budarsa dalam acara diskusi kajian ilmiah streptococcus suis yang digelar Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Badung dan BEM Peternakan Unud.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan kesehatan daging babi saat ini, karena dari hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali sudah menyatakan sampel darah babi di sejumlah daerah negatif," kata Prof Komang Budarsa di Denpasar, Kamis (16/3/2017).

Lebih lanjut Komang menjelaskan, akibat maraknya isu tersebut di media sosial juga berdampak terhadap ekonomi masyakat di Bali khususnya para peternak babi dan penyedia kuliner dengan olahan daging tersebut.

Komang Budarsa juga menegaskan bahwa masyarakat harus beri pengetahuan terkait dengan penyakit MSS itu. "Tidak semua babi yang ada di Bali terjangkit atau terinfeksi MSS, sehingga masyarakat di Pulau Dewata jangan takut mengkonsumsi daging babi, karena apabila daging itu diolah dengan higenis dan benar maka kuman yang ada di dalamnya akan mati," kata Komang.

Komang menjelaskan bahwa ciri-ciri dari babi yang terinfeksi MMS itu biasanya mengalami pembengkakan pada sendi kaki, kurangnya nafsu makan pada babi, kulitnya terlihat kemerahan, terdapat ingus dan ngorok dan batuk darah pada hewan itu.

"Penularan penyakit ini dapat melalui kontak kulit babi yang terinfeksi, khusunya kulit babi yang terluka, mengkonsumsi daging babi yang masih mentah atau diolah tidak matang," kata dia.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada peternak agar rajin membersihkan kandang dengan desinfektan setiap seminggu sekali, menjaga kebersihan tempat pakan babi, tidak memberikan pakan sisa dari hewan yang sakit, jangan memotong babi yang sakit dan tidak membuang limbah secara sembarangan.

Jika hendak memasak daging babi, kata dia, harus dimasak dengan suhu di atas 56 derajat celcius agar terhindar dari bakteri penyakit itu. "Untuk masyarakat yang doyan mengkonsumsi daging babi guling tidak perlu khawatir, karena babi guling dimasak selama dua jam dengan suhu panas arang 110 derajat celcius," ujarnya.

Senada dengan Komang, Ketua DPK Paradah Badung I.B Angga Purana Pidada juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut cemas dengan daging babi yang saat ini dijual dipasaran, karena sudah dinyatakan negatif tidak terinfeksi MSS.

"Hal ini kita sudah sempat tanyakan kepada dinas terkait melalui tim peneliti kita yang menyatakan bahwa, daging babi di sejumlah daerah yang telah diambil sampel tidak terinfeksi MSS," ujar Angga dikutip dari Antara.


https://tirto.id/masyarakat-jangan-t...ging-babi-ckUq

jangan takut gan


emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2
Quote:Original Posted By phenfx
rata2 yg makan ini otaknya cerdas


onde mande emoticon-Takut
Masyarakat Jangan Takut Konsumsi Daging Babi
Quote:Original Posted By zhouxian
Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk mengkonsumsi daging babi yang diisukan terinfeksi penyakit meningitis streptococcus suis (MSS) atau meningitis babi. Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Ilmuan Peternakan (AIP) Universitas Udayana (Unud) Prof Komang Budarsa dalam acara diskusi kajian ilmiah streptococcus suis yang digelar Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Badung dan BEM Peternakan Unud.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan kesehatan daging babi saat ini, karena dari hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali sudah menyatakan sampel darah babi di sejumlah daerah negatif," kata Prof Komang Budarsa di Denpasar, Kamis (16/3/2017).

Lebih lanjut Komang menjelaskan, akibat maraknya isu tersebut di media sosial juga berdampak terhadap ekonomi masyakat di Bali khususnya para peternak babi dan penyedia kuliner dengan olahan daging tersebut.

Komang Budarsa juga menegaskan bahwa masyarakat harus beri pengetahuan terkait dengan penyakit MSS itu. "Tidak semua babi yang ada di Bali terjangkit atau terinfeksi MSS, sehingga masyarakat di Pulau Dewata jangan takut mengkonsumsi daging babi, karena apabila daging itu diolah dengan higenis dan benar maka kuman yang ada di dalamnya akan mati," kata Komang.

Komang menjelaskan bahwa ciri-ciri dari babi yang terinfeksi MMS itu biasanya mengalami pembengkakan pada sendi kaki, kurangnya nafsu makan pada babi, kulitnya terlihat kemerahan, terdapat ingus dan ngorok dan batuk darah pada hewan itu.

"Penularan penyakit ini dapat melalui kontak kulit babi yang terinfeksi, khusunya kulit babi yang terluka, mengkonsumsi daging babi yang masih mentah atau diolah tidak matang," kata dia.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada peternak agar rajin membersihkan kandang dengan desinfektan setiap seminggu sekali, menjaga kebersihan tempat pakan babi, tidak memberikan pakan sisa dari hewan yang sakit, jangan memotong babi yang sakit dan tidak membuang limbah secara sembarangan.

Jika hendak memasak daging babi, kata dia, harus dimasak dengan suhu di atas 56 derajat celcius agar terhindar dari bakteri penyakit itu. "Untuk masyarakat yang doyan mengkonsumsi daging babi guling tidak perlu khawatir, karena babi guling dimasak selama dua jam dengan suhu panas arang 110 derajat celcius," ujarnya.

Senada dengan Komang, Ketua DPK Paradah Badung I.B Angga Purana Pidada juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut cemas dengan daging babi yang saat ini dijual dipasaran, karena sudah dinyatakan negatif tidak terinfeksi MSS.

"Hal ini kita sudah sempat tanyakan kepada dinas terkait melalui tim peneliti kita yang menyatakan bahwa, daging babi di sejumlah daerah yang telah diambil sampel tidak terinfeksi MSS," ujar Angga dikutip dari Antara.


https://tirto.id/masyarakat-jangan-t...ging-babi-ckUq

jangan takut gan


emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut
Quote:Original Posted By lucy...pinder
masyarakat golongan pemakan babi tentunya, baru tau pemakan babi khawatir juga soal kesehatan babik emoticon-Leh Uga


Pemakan ayam aja gak pernah pusing soal ternak ayam.
Itu ayam dikandangin dan disuntik hormon dan antibiotik terus.

emoticon-Wakaka

Quote:Original Posted By phenfx
rata2 yg makan ini otaknya cerdas


emoticon-Leh Uga
diem lue babik emoticon-Wakakaka
Ane prefer beef drpd babi
MSS dengan BSE bahaya mana ?
nanti kayak babik macam ts
Quote:Original Posted By david..wood

jd yg bukan pemakan babi tdk perlu khawatir dgn kesehatan hewan konsumsi gitu.emoticon-Big Grin


subyeknya babik. non pemakan babik ngapain mikirin kesehatan daging babik, makan aja kagak, ibarat ribut mikirin amerika bakal gempa bumi padahal tinggal di menlen emoticon-Leh Uga
al hail babik lover
emoticon-Leh Uga