alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cce0b7dcd770223a8b456f/icw-nama-nama-di-dakwaan-e-ktp-hanya-tinggal-tunggu-waktu
ICW: Nama-Nama di Dakwaan e-KTP Hanya Tinggal Tunggu Waktu
ICW: Nama-Nama di Dakwaan e-KTP Hanya Tinggal Tunggu Waktu

Jakarta, GATRAnews - Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto, mengatakan, pengusutan nama-nama yang dinyatakan dalam surat dakwaan bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi e-KTP hanya tinggal menunggu waktu.

"Menurut saya, ini tinggal menunggu waktu kapan pihak swasta akan dijerat," tandas Agud dalam diskusi bertajuk "Perang Politik e-KTP" di Jakarta, Sabtu (18/3).Nama-nama yang sudah masuk dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, perannya sudah sangat jelas, namun KPK menggunakan strategi makan bubur, sehingga baru mengajukan dua terdakwa dari tingkat dirjen di Kemendagri."Saya melihat ini baru awal, saya menduga mungkin KPK selama ini menggunakan strategi makan bubur dari pinggiran. Saya menduga seperti itu, karena dalam dimensi kasus korupsi barang dan jasa, umumnya kasus itu menjerat penyedia (swasta) dan pengguna (biasanya eksekutif)," ujarnya.Baik dari pihak swasta, eksekutif, dan legislatif (DPR), peran mereka sudah tergambarkan dalam surat dakwaan. "Kalau terdakwa baru di level eksekutif (Kemendagri), di dakwaan kan jelas itu peran Andi Narogong," ujarnya.Namun yang menjadi pertanyaan, lanjut Agus, bagaiamana masuk ke wilayah perencanaan anggaran karena berlipat gandanya anggaran e-KTP karena ada upaya dari kesekjenan dan swasta yang berusaha untuk melobi Komisi II DPR RI untuk menambah alokasi anggaran."Ini menurut saya jadi persolaan karena nanti bisa saja kesulitan mencari pembuktian. Karena pasal yang digunakan Pasal 2 dan 3. Artinya di sana harus dibuktikan apakah ada penerimaan uang dan lain-lain," ujarnya.Soal penerimaan uang, lanjut Agus, biasanya memakai modus cash and carry, karena kalau menggunakan transfer via bank akan mudah ditelusuri oleh PPATK. "Menurut saya, penerimaannya bukan saat negosiasi, tapi bisa saja di belakang, tidak meski di DPR, bisa saja di hotel tertentu atau di mana," ujarnya.Sedangkan soal pendangan bagaimana membawa uang suap hingga jutaan dolar Amerika Serikat, Agus berpendapat, pemberiannya bisa jadi tidak sekaligus. "Bisa saja dicicil, mislanya kasus yang terungkap kongres Demokrat, Nazaruddin pakai mobil box. Ini bisa saja ini pake kontainer. Tapi bisa saja dicicil beberapa kali. Nanti KPK membuktikan," katanya.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/250893-ic...l-tunggu-waktu

---


- ICW: Nama-Nama di Dakwaan e-KTP Hanya Tinggal Tunggu Waktu Chairul: 121 Halaman Membuat Dakwaan e-KTP Tak Jelas