alexa-tracking

Mantan Hakim MK: Surat Dakwaan e-KTP Gambarkan Tindak Pidana

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cce0b1642eb6a0508b4568/mantan-hakim-mk-surat-dakwaan-e-ktp-gambarkan-tindak-pidana
Mantan Hakim MK: Surat Dakwaan e-KTP Gambarkan Tindak Pidana
Mantan Hakim MK: Surat Dakwaan e-KTP Gambarkan Tindak Pidana
Jakarta, GATRAnews - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan menilai tebalnya surat dakwaan jaksa penuntut umum KPK mencapai 121 halaman terhadap Irman dan Sugiharto sudah menggambarkan tindak pidana yang didakwakan dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

"KUHAP itu, pasal 183 dakwaan itu harus menguraikan secara jelas menguraikan perbuatan-perbuatannya. Kalau kita lihat ruang lingkup e-KTP ini dahsyat betul. Oleh karena itu bisa melihat bahwa satu dakwaan yang panjang itu bisa menggambarkan orang yang terlibat," kata Maruarar dalam diskusi bertajuk "Perang Politik e-KTP" di Jakarta, Sabtu (18/3).Luasnya ruang lingkup perkara e-KTP, yakni mulai dari pengajuan anggaran hingga pelelangan serta banyaknya pihak yang terlibat, menjadikan harus digambarkan dalam satu surat dakwaan yang lengkap."Ruang lingkung tapi yang menggambarkan itu luas dan membutuhkan dakwaan yang panjang. Memerlukan kesabaran hakim untuk melihatnya," ujar Maruarar.Sedangkan soal pihak-pihak penikmat duit e-KTP yang mengembalikan uang ke KPK tidak masuk bersama-sama melalukan tindak pidana, Maruarar mengaku tidak mengetahui tingkat kesulitan KPK dalam menyidik perkara ini."Saya kurang tahu tingkat kesulitan KPK, itu sudah pasti bisa dikatakan tinggi di sini. Tetapi strategi yang dipakai, jikalau dia kekurangan bukti, mereka menunggu berita acara ini sebagai alat bukti yang sah karena keterangan di bawah sumpah yang bisa dibawa alat bukti kepada peserta-peserta lain," katanya.Sedangkan apakah tidak masuknya pihak-pihak yang mengembalikan uang e-KTK ke KPK, dinyatakan bersama-sama dalam surat dakwaan, Maruarar menilai KPK masih kekurangan bukti, sehingga mengajukan dua orang terlebih dahulu sebagai terdakwa."Karena saya melihat hanya dua dulu yang diajukan. Begitu banyak peserta atau yang sudah kembalikan. Tadi kan tidak menghapus tindak pidana, kenapa dia tidak masuk bersama-sama, pasti dengan skup dari tindak pidana korupsi begini luas, kalau tidak berjamaah, dugaan saya, zaman dulu kekurangan bukti, dulu jaksa gunakan strategi saksi mahkota dipecah untuk jadi alat bukti," katanya.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/250887-ma...-tindak-pidana

---


- Mantan Hakim MK: Surat Dakwaan e-KTP Gambarkan Tindak Pidana ICW: Nama-Nama di Dakwaan e-KTP Hanya Tinggal Tunggu Waktu
×