alexa-tracking

I See a Darkness [Thriller]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ccd34ed44f9f4e3e8b4568/i-see-a-darkness-thriller
I See a Darkness [Thriller | Crime]
I SEE A DARKNESS


Quote:


All my friends are heathens (pendosa), So? Take it Slow ...



Quote:


--== INDEKS CERITA ==--



I See a Darkness [Thriller]

Spoiler for Secret:


JANGAN LUPA Gan & Sis emoticon-Wowcantik
Kritik dan Sarannya emoticon-Toast emoticon-Shakehand2 Rate juga yaa emoticon-Rate 5 Star

amankan
INTRODUCTION


Pertama kali aku melihat secercah kegelapan adalah ketika masih beranjak SMP, aku melihat teman-teman ku asik menonton layar Handphone, cukup aneh aku rasa karena hanya satu handphone yang aktif sedangkan yang melihat ada 5 orang. Cukup jauh jarakku dengan mereka, sebagai ilustrasi saat itu kami sedang ada jam kosong, dimana guru kami sedang sibuk dengan urusannya, otomatis para murid berkeliaran dimana-mana tak hanya mengobrol di kelas tapi ada yang pergi ke kantin bahkan bermain olahraga. Cukup sedikit orang yang tinggal dikelas termasuk aku yang saat itu sedang asik bangun dari tidur, karena tidak ada kegiatan aku lebih memilih untuk tidur apalagi dengan cuaca yang terik dan didukung AC di kelas . aku berada di bangku tengah pojok sedangkan teman-temanku yang asik menonton berjarak 3 bangku dari tempat duduk ku, munculah rasa penasaran dalam diriku, yaa namanya anak SMP rasa ingin tahu masih tinggi, gak hanya anak balita lho yang rasa ingin tahu nya tinggi hehe. Tak lama setelah itu aku pun nyeletuk

Quote:


Seketika itu pun, aku terpaku dan tak dapat berkata-kata ketika melihat sesosok wanita berparas cantik, dengan badan yang bagus, kulitnya pun putih langsat terlihat bahwa tubuhnya sangat terawat, begitu halusnya…Owhhhhhh Ya Tuhan inikah anugerah mu… terlihat sosok wanita dalam ranjang, tanpa sehelai benangpun menempel dalam tubuhnya….

Quote:


Benar dugaanku, jika mereka semua sedang menonton yang “iya-iya”. Sebenarnya Aku hanya penasaran saja, yaa anggap saja menjalin komunikasi dengan teman. Bahasa gampangnya adalah “BASA-BASI”. Menurutku pergaulan merupakan hal penting, walaupun hanya sekedar membuang- buang waktu tapi setidaknya yang aku dapatkan adalah “info” dan aku yakin bahwa apapun topik yang dibicarakan pasti suatu saat akan berguna, entah kita membahas dengan orang yang sama maupun dengan orang yang berbeda, dan itu PASTI terjadi.

Kegiatanku tak berbeda jauh Seperti kebanyakan anak SMP , pagi sampai siang aku sibuk di sekolah ,setelah itu pulang ke rumah dan sorenya ikut bimbel (Terpaksa), malam nonton tv dan diakhiri tidur, begitu seterusnya…

Berangkat sekolah, pulang Sekolah, Sore bimbel, Malam tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> Eitts
Ketipu ! Karena ini Hari sabtu, jadinya…
Sekolah -> pulang -> main PS

hal-hal yang paling menjemukan saat aku SD, maupun SMP adalah “Kerja Kelompok” hampir tiap ada kegiatan kerja kelompok aku selalu tidak hadir, Kenapa??? Jawabannya simple Karena aku MALAS dan yang paling bikin jengkel adalah, namaku ditulis “TIDAK AKTIF” di makalah. Kalian ngerasain gak sih ketika dulu pas jaman SD / SMP ada anak yang suka ngadu Mana pake dikasih tau ke guru.. “Bu ini Si A tidak aktif, Gak kerja kelompok”. Padahal di makalahnya udah ADA dan tertulis jelas di kovernya “TIDAK AKTIF”, gak usah diperjelas lagi lah dan pake nyebut nama … haduuuh aku tackle juga nih anak hahaha. Ya tapi berkat “Kerja Kelompoklah” aku mulai melihat kegelapan yang ada disekelilingku, tanpa disadari terus menerus berjalan, Aku juga tidak tahu apakah ini baik atau buruk karena tiap apapun yang aku lakukan, semua itu terasa Menantang.
KASKUS Ads
Episode 1 Pintu Gerbang


Mengayuh sepeda, itulah kendaraanku ketika akan berangkat kerja kelompok. Aku tinggal di sebuah kota kecil di pulau jawa, Kota tempat tinggal ku ini bisa dibilang nyaman, tentram dan jauh dari keributan. Sore itu aku sudah berjanji dengan kawan-kawan ku, untuk kerja kelompok membuat makalah tentang pelajaran geografi, seperti normalnya anak-anak yang kerja kelompok, bermain dan mengobrol lah yang diutamakan dari pada membuat tugas, bahkan saking asiknya mengobrol kita sampai lupa waktu , lalu BAGAIMANA dengan TUGAS Makalah?? Tentu semua anggota kelompok ingat dengan tugas tapi malas mengerjakan karena asik dengan kegiatan lainnya, toh akhirnya kita akan melakukan kerja kelompok lagi 2 hari kemudian.
Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu pulang,
Quote:


Note :
Tahun 2000-an dulu adalah jaman yang paling indah, dimana anak-anak tidak malu dalam memainkan petak umpet, kejar-kejaran, lompat tali dan lain-lain bandingkan dengan anak jaman sekarang :v yang masih jaim memainkan hal tersebut (Kategori anak smp)

waktu sudah menunjukkan pukul jam 5 sore dan aku beranjak meninggalkan rumah temanku bersamaan dengan teman-temanku yang lain. Sebenarnya aku merasa malas apabila pulang dan pergi sendirian. rasanya lamaaaaa banget di perjalanan, karena tidak ada yang searah pulang denganku.

“Bruumm bruumm broommm” dari arah kiri Cukup bising menurutku, suara motor yang sedang digeber.

Suara tersebut terdengar jelas ditelingaku saat aku melewati rumah kosong yang (mungkin dulunya : Mewah) besar dan tidak terawat, terlihat dari cat-nya yang sudah banyak mengelupas, kusam dan pintu besi yang berkarat

Quote:


2 hari berikutnya saat yang ditunggu tiba, yaitu kerja kelompok yang bikin aku betah kerja kelompok disini makanannya hehe, selalu saja ada suguhan menarik, kemarin bakso dan sekarang mie ayam kalo besok-besok kerja kelompok lagi apa ya kira-kira yang disuguhi hehehe.. mungking Pizza Yess Akhirnya makan pizza langka nih makan beginian di kota kecil. “Oh iya aku baru sadar di kota ku gak ada Fitsa Hat” hehehehehehe #balik ke cerita

Aku pulang, persis seperti beberapa hari yang lalu dan melewati jalan yang sama, karena inilah satu-satunya jalan tercepat menuju rumah, jarak rumah temanku dan rumahku sekitar 2,3 km dan untuk lebih tepatnya sekitar 2,327 km.
Pandanganku masih saja melekat pada rumah tua itu, samar-samar terdengar suara rebut-ribut seperti orang yang sedang mengobrol, ramai sekali padahal rumah tersebut sepi.

SATU MINGGU KEMUDIAN

Sekitar jam 13.00 WIB aku pulang dari sekolah dengan mengayuh sepeda kesayangan (yaa gak kesayangan banget sih, BIASA aja), dan dengan disengaja aku pun lewat jalan yang biasa aku lewati saat kerja kelompok. Sebenarnya ada jalur yang lebih cepat untuk sampai ke rumah tapi sepertinya instingku berkata lain, dimana aku iseng melewati jalan tersebut. Awalnya aku tidak bermaksud melihat rumah besar tersebut, tapi pandanganku tertuju pada seorang gadis berpostur porposional sekitar 170 cm tingginya dan berat sekitar 50 an ,

“Waduhh ada cewek seksi di rumah itu, jadi rumah itu ada penghuninya” ucapku dalam hati

Terlihat dari jauh posisi gadis tersebut sedang berada di belakang rumah, Sebagai ilustrasi, rumah tersebut memiliki halaman yang memanjang kebelakang (seperti garasi) disebelah kanan, sedangkan rumahnya berada di sebelah kiri jadi bagian belakangnya terlihat dan disanalah posisi gadis tersebut, nampak bercakap-cakap dengan seseorang yang tak bisa aku lihat karena tertutup tembok.
Setelah melihat penampakan tersebut, muncul lah fikiran-fikiran yang “iya-iya” ada apakah disana???.
Episode 2 Terbuka ?? Rendahan


Mungkin kalian bertanya-tanya siapakah diriku? Namaku ? Kota Tempat Tinggalku? jenis kelamin? Bukankah bisa ditebak, Usia? Ciri-ciriku? Siapa nama teman-temanku? Ya semua itu akan terjawab di Episode terakhir emoticon-Smilie Uppps bercanda :P ..... Namaku adalah Braga, terdengar unik di telinga orang indonesia, Ya orang tuaku menamaiku begitu semenjak 5117 hari yang lalu. Aku tinggal di kota kecil di jawa tengah Bisa dibilang, orang tuaku merupakan kalangan menengah keatas dimana hampir semua kebutuhan tersier terpenuhi #upps bukannya aku sombong ya emoticon-Smilie kan tadi kalian yang pngen tau hehe dan aku merupakan Anak ke-3, aku memiliki perawakan senormalnya anak se usia itu, dengan badan kurus tapi berisi berambut pendek dan yang perlu anda catat aku sudah mengalami masa mimpi basah :v . Oh iya untuk nama teman-temanku ...

Setelah kejadian siang itu, dimana aku bertemu dengan seorang gadis seksi (Aku tidak bilang cantik lho) semakin menumbuhkan benih-benih penasaran dalam diriku,

Quote:


Anehnya, semua itu aku pikirkan, padahal ini hal yang gak penting. Sesekali aku melamun dalam kelas sambil memikirkan hal tersebut, “Ya.. kapan-kapan juga tau sendiri”

Quote:

Aku tak suka dengan nada tertawa dan dengan muka nya, selain terdengar sombong, orang tersebut juga bukan memiliki niat baik seutuhnya. Orang yang bermain denganku bernama Doel dengan perawakan tinggi, tubuh berisi dan perut buncit sedangkan teman satunya bernama Yono yang memiliki perawakan yang hampir sama tetapi tidak begitu buncit.

Dengan perasaan kesal aku pun pulang dari rumah tersebut, ya pulang dari rumah yang dulu nya membuat aku penasaran. “Baru juga menang lawan anak kecil, udah seneng minta ampun, sialan ketawanya masih terngiang dipikiranku, ngeselin!!!” ucapku dalam hati saat perjalanan ke rmh

Quote:

Akhirnya terjadilah pertentangan dan perebutan disana, uang yang sebenarnya sudah aku pegang akhirnya direbut oleh mereka secara paksa, apabila berdiri, posisi mereka memang lebih superior dibanding dengan diriku, tentu saja aku pun sempat menolak dengan sekuat tenaga hingga proses tarik menarik pun terjadi,
“Kreek” terdengar sobekan kain di lengan jaketku , dan pada akhirnya aku pun terjatuh dengan mata berbinar-binar sambil kutahan tangis ini. Sebenarnya lebih ke perasaan kesal dan kekecewaan yang besar serta ada rasa dendam dihati yang membuat mataku berbinar-binar,

Quote:

Dengan perasaan kesal aku pun mengambil uang tersebut dan langsung berjalan menuju sepedaku tanpa ada nada pamit diantara kita. Cukup kesal dan memalukan, apabila aku harus memungut uang yang jatuh, nilainya gak seberapa !!! aku mengibaratkan diriku seperti mengemis mengais uang tersebut SUNGGUH MEMALUKANNNNNNN RENDAHAAAAN AS*!
image-url-apps
Izin baca ya gan??
woh updatenya mantabb kenceng,

ijin baca gan emoticon-Cool
Episode 3 Benih itu Muncul


Seketika itu juga aku langsung masuk ke kamar, ada rasa kecewa yang luar biasa dalam hati, benci, kesal semua menjadi satu seakan kepalaku akan meledak ,ingin kuluapkan emosi ini tapi bagaimana?? yang ada hanyalah memendamnya, berusaha untuk tidur dan berharap ketika membuka mata semua perasaan itu telah lenyap.

Quote:


Kuhabiskan malam ini dengan merenung apa yang salah denganku? Ataukah karena aku masih Kecil? Sehingga tidak ada daya dihadapan orang dewasa?? Apa aku harus menunggu dewasa? Sia - sia dong? Jika kemaren-kemaren aku belajar permainan kartu ? bahkan semua uang jajan, aku habiskan untuk ke warnet ?? jadi ini hasil nya? Karena aku anak Kecil gak punya apa-apa, sehingga dengan mudahnya orang dewasa seenaknya. Esok harinya aku sekolah seperti biasa, kali ini aku tidak menggunakan sepeda lagi karena masih kesal dengan apa yang terjadi kemarin,

Quote:


Tak lama sampailah di sebuah rumah, dari teras rumah terlihat ada seorang sedang asyik bermain catur dengan orang dewasa entah itu ayahnya atau bukan tapi jika diliat-lihat tak mungkin jika itu orang lain karena ini mungkin saja rumahnya.
Quote:

Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 10 malam aku dan ayahku pamit pulang ke rumah dan pulang dengan tangan kosong. Lupakan Soal hadiah, Mengimbangi saja sulit, semenjak permainan catur dan tragedi di rumah mewah itu, aku mulai rutin bermain catur dengan Mas Adi, tak hanya itu, aku pun juga sering menghabiskan waktuku di warnet untuk sekedar mencari e book mengenai catur maupun bermain catur online dan hal yang paling berat adalah memberanikan diri lagi untuk menghampiri rumah itu, tentu saja masih ada perasaan kesal, tapi entah kenapa aku begitu penasaran ingin mengetahui ada apa disana, bisakah aku masuk kesana? Niat awalku sangantlah simple “aku pngen tahu ada apa disana” aku tak peduli meskipun harus menjilat ludahku sendiri

Quote:


Seperti kemarin, aku pun selalu menang ketika bermain dengan Pak Doel, perasaan bosan pun mulai muncul dan dengan isengnya aku pun bertanya tentang rumah ini kepada Pak Doel, tentang siapa pemilik rumah ini, ada apa di rumah ini hingga harus dijaga, mengapa juga rumah ini tidak terlihat mencolok, siapa gadis yang kulihat dulu dan mengapa terkadang ramai di rumah ini.

Dan Apa yang aku dapat : NIHIL
“Gak ada apa-apa disini, ini rumah majikan saya aja cuma jarang pulang” Ucap Pak Doel

Yang aku tau adalah ekspresi ketika orang berbohong, karena aku pernah membaca suatu artikel mengenai kepribadian seseorang dan aku cukup hafal. Aku tau bahwa Pak Doel menyembunyikan sesuatu yang besar ,terlihat dari lirikan matanya yang seakan mengalihkan pandangan dan seakan-akan berpikir mencari jawaban diikuti dengan gerak tubuhnya yang terlihat tidak singkron.
Quote:
Quote:


Silahkan Gan, semoga terhibur emoticon-Shakehand2
Quote:


Haha silahkan gan, Episode 3 sudah munculemoticon-Shakehand2
image-url-apps
Quote:


Iya gan.
Ternyata agan gambler juga ne emoticon-Smilie
Episode 4 Kubuat Kau Tunduk


Quote:

Tiap saat aku rutin berkunjung ke tempat tersebut bisa 3 - 4 kali dalam seminggu, itupun rutin aku lakukan selama satu bulan penuh, info yang dapat aku ambil, aku jadi tau bahwa mereka ini sebenarnya cuma penjaga dan tidak banyak yang mereka sembunyikan sebenarnya dan mereka tidak terlalu terlibat dan tidak terlalu akrab dengan penghuni rumah ini, mengingat rumah ini hanya dikunjungi sebulan sekali paling maksimal 2 kali dalam sebulan, menurut penuturan mereka wanita yang aku lihat adalah teman dari pemilik rumah dan orang-orang yang ramai mengobrol adalah teman-teman sang pemilik yang merekapun tidak begitu pengenal teman-teman dari Pemilik rumah karena mereka datang ramai-ramai dan pergi pula hari itu juga, jika dilihat dari tamu-tamu yang datang, menurut penuturan Pak Yono, mereka semua bukan berasal dari daerah sini karena terdapat logat bahasa yang berbeda tidak seperti kebanyakan orang jawa.

Quote:


Ncep ini merupakan orang yang suka membantu bantu di rumah, dan rumahnya tidak jauh dari rumahku yaitu ada di desa sebelah. Sebenarnya aku tidak enak dengan mas Ncep kalau harus nganter tapi mau gimana lagi selama dia bilang “Iya , gak apa-apa mas” aku anggap itu ucapan persetujuan. Sesampainya di rumah Mas Adi akupun melanjutkan bermain catur dengannya, dan kali ini kubuat dia tak berkutik, tentu saja aku sangat senang apabila melihat ekspresi muka orang bingung, seakan tak percaya dengan apa yang aku lakukan.

Quote:


Ya aku berlatih keras untuk yang satu ini, selain mengamati cara bermain mas Adi dari waktu ke Waktu aku juga sempatkan membaca referensi tentang permainan catur dan permainan catur online lah yang membantuku mempelajari pola-pola gerakan catur, sebenarnya apabila adalam permainan catur di game banyak sekali pola yang digunakan, misalkan kita menggerakkan pion paling kiri, otomatis sang lawan akan menggerakkan pasukannya. Dan jika kita menggerakkan pion yang lain, kemungkinan besar lawan akan menggerakkan pasukan yang berbeda. Apa yang akan terjadi apabila kita bermain secara terus-menerus? Pola inilah yang aku pelajari hingga akhirnya aku tau harus melangkah kemana.

Keesokan harinya di sore hari yang cerah, akupun iseng mengayuh sepeda ku ke rumah tersebut, dan apa yang aku lihat dan dengar, rumah tersebut berasa ramai, tapi ada yang aneh kenapa semua kendaraan terparkir dibelakang? Dan malah daerah belakang rumah lah yang ramai bukannya jika ada tamu biasanya sang pemilik rumah membuka lebar-lebar pintunya???
Ilustrasi : rumah ini memiliki halaman luas di sebelah kanan memanjang kebelakang seperti garasi tapi memanjang kebelakang, sedangkan bangunannya ada disebelah kiri

Quote:


Setelah mendengar penjelasan dari Pak Yono aku pun langsung pulang sambil menitipkan cemilan untuk mereka, akhirnya aku pun meninggalkan rumah tersebut sambil mengayuh sepedaku “Dapet nih” dalam hati ku dan kucatat ini adalah tanggal 5 di bulan ini. Jadi aku berfikir bahwa keramaian ini akan datang pada tanggal-tanggal muda. Keesokan hari kemudian Pak Doel dan Pak Yono menjelaskan bawa yang aku temui kemarin adalah sang pemilik rumah, seperti yang dia katakan sebelumnya bahwa dia datang membawa teman-temannya dan esok nya langsung pergi dari rumah tersebut, tak banyak yang diketahui Pak Yono dan Pak Doel karena Pemilik rumah sangatlah tertutup sempat sekali Pak Doel menanyakan tentang Kedatangan Pak Hadi dan teman-temannya untuk sekedar memastikan saja, tapi jawaban dari beliau “Urusan Pribadi, Kamu Fokus Jaga Ya” dengan logat khas tegasnya. Setelah itu merekapun tak berani menanyakan lagi, mereka cuma disuruh menjaga rumah dan bersih-bersih itupun gak semua rumah yang mereka bersihkan, karena ada daerah tertentu yang tidak boleh dimasuki alias dikunci bakhan digembok. Tapi cukup aneh menurutku, karena menurut penuturan Pak Yono di dalam rumah terdapat 3 kamera CCTV di tiap penjurunya. Kenapa bagian luar rumah gak ada Kameranya?? itulah yang aku bingung.

Bulan-bulan berikutnya aku tetap rutin berkunjung ke tempat mereka, sebenarnya yang aku tunggu adalah bulan pertama, karena dibulan ini sang pemilik rumah kemungkinan besar tiba, dan bisa dibilang aku ini “Sok Tau, hal-hal yang bukan urusanku”, maafkan aku pak Yono dan Doel bukannya aku memanfaatkanmu tapi kalian memang pintu gerbangnya.

Benar digaanku sang pemilik rumah hadir di awal bulan dengan perasaan gemetaran, dengan sengaja aku selalu menghampiri Penjaga rumah itu, entah itu Pak Yono Maupun Pak Doel karena ketika sang pemilik rumah datang, entah kenapa salah satu diantara mereka pasti sedang tidak ditempat, semakin kau banyak terlihat maka semakin familiar pula dirimu dikenal dengan orang. Sudah 4 kali berturut turut aku bertemu dengan sang pemilik rumah, selalu sama yaitu aku diusir bahkan yang lebih ekstrim bahwa Sang pemilik rumah pernah bilang ke Pak Doel “ anak itu jangan kesini sering-sering,kamu kan satpam harus tegas”, tapi apa boleh buat Pak Doel dan Pak Yono telah jatuh hati pada ku, selama Sang Pemilik rumah tidak tau jika sebenernya aku main sering bermain dihalaman, "Its Fine"emoticon-Wink

-------------------------------
Quote:

Bersambung --

Note :
Untuk yang Penasaran bagaimana Aku bisa kenal dan bermain kartu (Episode 2) dengan Pak Yono dan Pak Doel, Ada Story Tersendiri emoticon-Smilie
Quote:


Walaahhhh emoticon-Wink Anggap saja itu ilusi gan emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Siap gan emoticon-Jempol
image-url-apps
Nangkring
Episode 5 Awal yang Buruk


Seketika itupun Pintu Pagar dibuka oleh Pak Yono, dan mobil langsung masuk ke arah belakang tanpa ada kata-kata lanjutan. Tapi bisa kulihat, bahwa mereka semua tampak terburu-buru dan anehnya lagi Pemilik rumah datang di akhir bulan.
Quote:

Seketika itu juga aku melangkahkan kaki ku dengan menuntun sepeda ke arah keluar sambil ku menoleh kebelakang “Yes Pak Yono lagi sibuk” Kutaruhlah sepedaku di luar gerbang agak menyamping agar tak terlihat dari dalam, dengan gaya seperti seorang detektif, akupun mengendap-endap berjalan meuju belakang.... perlahan-lahan berjalan menyusuri halaman, aku menyandarkan tubuhku ditembok sambil berjalan miring agar tidak ketahuan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 17.35 “Sial aku telat pulang, tapi nanggung kalau pulang”. Terjadi lah perdebatan dalam diriku, jika tidak pulang ,maka orang rumah akan khawatir, tapi kalau aku pulang, aku tak akan beranjak lebih jauh.

Quote:


Akupun tak patah arang semakin lama semakin mendekat kearah pintu tersebut, di sebelah kanan pintu terdapat pot bonsai yang besar, menurutku bisa dijadikan sebagai tempat untuk bersembunyi walaupun harus menunduk, tapi tetap saja “Pasti Ketahuan” dan tempat paling aman bersembunyi adalah di belakang mobil. Adzan magrib pun berkumandang tanda malam akan tiba, dengan perasaan gusar akupun setia menanti walaupun ada rasa cemas apabila orang tuaku mencari, Bisa Bahaya ! gak dibolehin keluar rumah lagi !!

Cukup lama mereka didalam, aku juga bingung apa yang mereka lakukan samar-samar terdengar suara Pak Yono dan Doel seperti sedang berbincang dengan seseorang sekedar obrolan biasa. Dan anehnya lagi tak terdengar suara Sang Pemilik Rumah, kemanakah dia? Padahal dia memiliki suara Tegas dan cukup kencang menurutku, tapi dia seakan tidak ada disini !

Tak lama Pak Yono dan Pak Doel keluar, saat mereka keluar bersamaan otomatis 2 pintu mereka geser dan TERLIHAT !!! isi dalam rumah tersebut, TAPI ANEHHH !! kemana semua orang? Seketika itu juga pintu tertutup diikuti dengan langkah Pak Yono dan Doel menuju ke gerbang rumah

SIAL !!! sepeda ku, aku taruh di pinggir depan rumah ! ketauan dong ! Gawat !!
“OK aku masuk sebentar buat ngecek, trus pulang, paling habisin 5 menit !” Ucapku dalam hati

Seketika itu aku pun langsung membuka pintu secara perlahan, ada perasaan was-was diiringin dengan degupan jantung yang luar biasa. Sedikit demi sedikit aku langkahkan kaki ku , akupun sempat melepas sandalku agar tidak ada suara tertinggal...
“Sepi ya, ternyata dalam rumah ini cukup terawat tidak seperti bagian luar” ucapku dalam hati

Saat akan memasuki rumah kita akan langsung disuguhkan dengan luasnya ruang keluarga / ruang tv lengkap dengan sofa yang berjajar, terdapat pula meja makan terletak di ujung kanan dari arah tempatku masuk, ada 3 ruangan disini dan semuanya tertutup, yang membuatku bingung mengapa disini terasa sepi ? seharusnya ada suara-suara mengingat mereka ada berlima.

“Ok sepertinya gak ada yang mencurigakan disini. Biasa saja.... Pulang ahhh sepertinya gak ada hal-hal gak menarik” ucapku dalam hati.

Saat aku beranjak keluar dari rumah.. TIBA- TIBA “Bruuukkkk” Seperti ada yang melemparkan sesuatu kearah ku “SAKIIIT SAKITTTTT sekali punggungku” Nyerinya sangat terasa bahkan kepalaku merasakan pusing, aku tak tahu apakah ada darah yang berkucur. Ketika aku menoleh kebelakang, TERNYATA Laki-laki itu yang melemparkannya !!!! SIAL KETAHUAN !!!!

Quote:

Seketika itu aku hanya terdiam, ingin rasanya diriku keluar dari rumah ini, hanya 3 langkah lagi menuju pintu !!! Saat aku mengusap kepalaku dengan tangan,, DARAAAHHHHHH !!!
Aku langkahkan kakiku untuk segera beranjak keluar dengan berlari, Semua itu sia-sia, laki-laki itu ternyata lebih sigap, dengan posisi membelakangiku dia menangkapku dan membelenggu kedua tanganku ibarat seorang polisi yang menangkap maling
MAAAATTTTTIIII AKUUUU !!! aku tak kuasa untuk melepaskan badanku, aku masih kurang kuattt

Dibawanya aku ke sebuah ruangan, persis disebelah ruangan TV, saat itu aku hanya bisa pasrah, detik demi detik terasa lama bagiku, aku takuut merasakan TAKUUUT yang luar biasa saat laki-laki itu menggendongku dan mendekapku secara paksa untuk . apakah ini akhir hidupku, di gorok? Disiksa? Disayat? Dimutilasi?? atau dipukuli hingga mati????
Saat itu aku merasakan bahwa mereka bukanlah orang baik, bisa dilihat dari reaksi orang tersebut saat melihatku, bukan memperingatkan, tapi malah langsung melemparkan kursi kayu kearahku

Quote:


Sakit sakit sakit sekali aku hanya dapat menangis merasakan kesakitan yang hampir diseluruh tubuhku, selain rasa sakit bekas tamparan diwajah, punggung dan pusing dikepala bagian belakangpun tak kunjung hilang, aku merasakan ada kucuran darah mengalir tapi ku tak kuasa untuk mengusapnya dengan posisi terikat aku hanya bisa berdoa dan menyesali apa yang telah aku lakukan, keingintahuanku membawaku pada penyesalan terburuk.

“Cekleeek” Suara pintu terbuka

Dengan sigap laki-laki tersebut membawaku, akupun memberontak aku teriak sekuat tenaga tapi apa yang kudapat??? tamparan demi tamparan bahkan ada pukulan mengarah ke mulut ku AAAaaaaakkkkkkkkkk “Diam kamu !!” dengan cepat dia mengangkat dan membawaku ke ruangan lainnya. MAAAATTTIIIII AKUU ! Ibuuu Bapaaak Tolong

Laki-laki itupun melepaskan ikatanku, aku merasa sedikit lega, tapi ini hanya lah awal, awal penyiksaan yang lainnya !!! digendongnya diriku lalu dia menjungkirbalikkan badanku dan dengan ditolong oleh rekannya, dia mengikat kaki ku “YA !!! Posisiku digantung tetapi dengan posisi kepala dibawah”, PUUSIIING PUUUSIIIIING yang kurasakan,, darah pun mengalir kebawah tetes demi tetes...

Ya Tuhaaaaannn
Quote:


Bangun tenda sekalian Gan hehe emoticon-Shakehand2
Episode - 6 Aku Ingin Pulang


“Buuug..... Buuuug” sudah dua kali perutku dipukul , sampai saat inipun aku tak tahu kenapa masih tersadar. “TIDAK SADARKAN DIRI” itulah yang aku harapkan, hanya dengan begitulah aku tak akan merasakan sakit. Tak lama kemudian datanglah seorang yang kukenal “YA itulah sang pemilik rumah”

Quote:


“Aku hanya terdiam tak dapat berkata-kata, pasrah... itulah yang aku lakukan, meskipun aku memohon, semua itu percuma dan semua sia-sia, mungkin saja esok hari aku tinggal nama. Jangankan nama bahkan orangpun tak akan ada yang mengenaliku

GELAP GELAP SEKALI itulah yang aku rasakan selain itu, sempit, sempit sekali.. ini seperti sebuah kotak “siaaaaaaaal” “aku tak dapat bernafas”
“Dook duuuk ..................... duuuk.............. duuuk ” aku mencoba untuk mengeluarkan diriku dari kotak , aku pun berteriak sekencang mungkin, menggoyangkan badan ke kiri kekanan , aku melakukan apapun yang bisa aku lakukan untuk bebas dari sini. Segala upaya dan daya yang aku lakukan seakan percuma, bahkan semakin menambah parah !!!! aku makin tak bisa bernafas, nafasku terengah-engah.... Baru kali ini aku merasakan sakit yang luar biasa.. dadaku terasa sesak.. aaaaaaaaaahhhhhhh,
“Dook duuuk ..................... duuuk.............. duuuk ”
“Akhirnyaaaaaa aku bisa bernafas,” dengan samar-samar, sambil mengumpulkan penglihatanku yang masih buram, aku melihat ada sesosok laki-laki yang membukakan kotak ini.... “SSSSttttttttttttt Diam !!”

Quote:


Hampir selama 3 jam aku berada di mobil ini, nampak ada 2 orang disini, driver dan satunya lagi adalah laki-laki yang sempat menolongku. Diam Diam dan Diam hanya itulah yang aku lakukan. Aku Takut takut takut sekali.

Quote:

--------
--------
--------
Quote:


Kata-kata itulah yang aku dengar saat aku berada di peti, seketika itu aku pun memakan roti pemberian dari pria tersebut, tak sanggup diriku menahan rasa sakit ini, aku tak peduli meskipun aku di dalam peti, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan lega.. LEGA KARENA sudah bisa lepas dari semua ini, Akhirnya SELESAI !!!!! AKU MAU PULAAAAANGGGG

DIMANA AKU????????? KANAN KIRI SEMUA POHON !!!!!! , JALAN RAYA ?? MANA JALAN RAYANYA????
image-url-apps



lanjooot teroos, gan...

ceritamu akan selalu aku ikuti... emoticon-Toast

image-url-apps
nyimak trus bang.
udah bangun tenda nih persiapan untuk menjamah cerita ente lagi emoticon-Big Grin
×