alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ccd34ed44f9f4e3e8b4568/i-see-a-darkness-thriller
I See a Darkness [Thriller | Crime]
I SEE A DARKNESS

Quote:
Cerita yang hampir 180 derajat berbeda dengan apa yang kita lihat dan dilihat oleh kebanyakan orang, jangan coba-coba untuk membantah apa yang ada disini ... Mungkin saja ini ADA dan NYATA


All my friends are heathens (pendosa), So? Take it Slow ...
youtube-thumbnail


Quote:
Kisah dari seorang yang bernama B_ _ _ _ , tanpa sengaja memasuki dunia yang tidak semestinya dia masuki, dunia yang hanya diketahui oleh 17 % - 38% orang di dunia, merubah sifat, pola pikir dan pandangannya mengantarkan dia jadi sesuatu yang berbeda, "The Man With 2 Smile". Be Carefull...
Genre : Thriller, Crime



--== INDEKS CERITA ==--


I See a Darkness [Thriller]

Spoiler for Secret:


JANGAN LUPA Gan & Sis emoticon-Wowcantik
Kritik dan Sarannya emoticon-Toast emoticon-Shakehand2 Rate juga yaa emoticon-Rate 5 Star

amankan
INTRODUCTION

Pertama kali aku melihat secercah kegelapan adalah ketika masih beranjak SMP, aku melihat teman-teman ku asik menonton layar Handphone, cukup aneh aku rasa karena hanya satu handphone yang aktif sedangkan yang melihat ada 5 orang. Cukup jauh jarakku dengan mereka, sebagai ilustrasi saat itu kami sedang ada jam kosong, dimana guru kami sedang sibuk dengan urusannya, otomatis para murid berkeliaran dimana-mana tak hanya mengobrol di kelas tapi ada yang pergi ke kantin bahkan bermain olahraga. Cukup sedikit orang yang tinggal dikelas termasuk aku yang saat itu sedang asik bangun dari tidur, karena tidak ada kegiatan aku lebih memilih untuk tidur apalagi dengan cuaca yang terik dan didukung AC di kelas . aku berada di bangku tengah pojok sedangkan teman-temanku yang asik menonton berjarak 3 bangku dari tempat duduk ku, munculah rasa penasaran dalam diriku, yaa namanya anak SMP rasa ingin tahu masih tinggi, gak hanya anak balita lho yang rasa ingin tahu nya tinggi hehe. Tak lama setelah itu aku pun nyeletuk

Quote:“Oi, Pada nonton apa” rame amat yang nonton, tapi gak ada suaranya
“Ada deh, sini” sahut temanku sambil melambaikan tangannya


Seketika itu pun, aku terpaku dan tak dapat berkata-kata ketika melihat sesosok wanita berparas cantik, dengan badan yang bagus, kulitnya pun putih langsat terlihat bahwa tubuhnya sangat terawat, begitu halusnya…Owhhhhhh Ya Tuhan inikah anugerah mu… terlihat sosok wanita dalam ranjang, tanpa sehelai benangpun menempel dalam tubuhnya….

Quote:“Owh jadi ini yang mereka tonton” gumamku dalam hati
“Oi, mau kemana?” sapa temanku
“Mau tiduran.. ngantuk” “Sapa tau ketemu di mimpi” jawabku
“Waduuh parah nih.. udah gak tahan aja kamu ahhaaha” ucap salah satu temanku
“hehe”
“Kalo nonton Begituan aja mah… berkali-kali, hihi” ucapku dalam hati


Benar dugaanku, jika mereka semua sedang menonton yang “iya-iya”. Sebenarnya Aku hanya penasaran saja, yaa anggap saja menjalin komunikasi dengan teman. Bahasa gampangnya adalah “BASA-BASI”. Menurutku pergaulan merupakan hal penting, walaupun hanya sekedar membuang- buang waktu tapi setidaknya yang aku dapatkan adalah “info” dan aku yakin bahwa apapun topik yang dibicarakan pasti suatu saat akan berguna, entah kita membahas dengan orang yang sama maupun dengan orang yang berbeda, dan itu PASTI terjadi.

Kegiatanku tak berbeda jauh Seperti kebanyakan anak SMP , pagi sampai siang aku sibuk di sekolah ,setelah itu pulang ke rumah dan sorenya ikut bimbel (Terpaksa), malam nonton tv dan diakhiri tidur, begitu seterusnya…

Berangkat sekolah, pulang Sekolah, Sore bimbel, Malam tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> tidur
Sekolah -> pulang -> bimbel -> Eitts
Ketipu ! Karena ini Hari sabtu, jadinya…
Sekolah -> pulang -> main PS

hal-hal yang paling menjemukan saat aku SD, maupun SMP adalah “Kerja Kelompok” hampir tiap ada kegiatan kerja kelompok aku selalu tidak hadir, Kenapa??? Jawabannya simple Karena aku MALAS dan yang paling bikin jengkel adalah, namaku ditulis “TIDAK AKTIF” di makalah. Kalian ngerasain gak sih ketika dulu pas jaman SD / SMP ada anak yang suka ngadu Mana pake dikasih tau ke guru.. “Bu ini Si A tidak aktif, Gak kerja kelompok”. Padahal di makalahnya udah ADA dan tertulis jelas di kovernya “TIDAK AKTIF”, gak usah diperjelas lagi lah dan pake nyebut nama … haduuuh aku tackle juga nih anak hahaha. Ya tapi berkat “Kerja Kelompoklah” aku mulai melihat kegelapan yang ada disekelilingku, tanpa disadari terus menerus berjalan, Aku juga tidak tahu apakah ini baik atau buruk karena tiap apapun yang aku lakukan, semua itu terasa Menantang.
Episode 1 Pintu Gerbang

Mengayuh sepeda, itulah kendaraanku ketika akan berangkat kerja kelompok. Aku tinggal di sebuah kota kecil di pulau jawa, Kota tempat tinggal ku ini bisa dibilang nyaman, tentram dan jauh dari keributan. Sore itu aku sudah berjanji dengan kawan-kawan ku, untuk kerja kelompok membuat makalah tentang pelajaran geografi, seperti normalnya anak-anak yang kerja kelompok, bermain dan mengobrol lah yang diutamakan dari pada membuat tugas, bahkan saking asiknya mengobrol kita sampai lupa waktu , lalu BAGAIMANA dengan TUGAS Makalah?? Tentu semua anggota kelompok ingat dengan tugas tapi malas mengerjakan karena asik dengan kegiatan lainnya, toh akhirnya kita akan melakukan kerja kelompok lagi 2 hari kemudian.
Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu yaitu pulang,
Quote:
”Horeeeeee, Akhirnya kelar juga. capek yaa” Dalam hatiku
Cepeknya pun karena bermain petak umpet dan main kejar-kejaran


Note :
Tahun 2000-an dulu adalah jaman yang paling indah, dimana anak-anak tidak malu dalam memainkan petak umpet, kejar-kejaran, lompat tali dan lain-lain bandingkan dengan anak jaman sekarang :v yang masih jaim memainkan hal tersebut (Kategori anak smp)

waktu sudah menunjukkan pukul jam 5 sore dan aku beranjak meninggalkan rumah temanku bersamaan dengan teman-temanku yang lain. Sebenarnya aku merasa malas apabila pulang dan pergi sendirian. rasanya lamaaaaa banget di perjalanan, karena tidak ada yang searah pulang denganku.

“Bruumm bruumm broommm” dari arah kiri Cukup bising menurutku, suara motor yang sedang digeber.

Suara tersebut terdengar jelas ditelingaku saat aku melewati rumah kosong yang (mungkin dulunya : Mewah) besar dan tidak terawat, terlihat dari cat-nya yang sudah banyak mengelupas, kusam dan pintu besi yang berkarat

Quote:“Siapa yang berani-berani main di rumah itu, mana mau magrib lagi… gak takut diculik gendruwo ya” Pikirku dalam hati,
Tapi aku beranggapan bahawa disana ada sekelompok anak-anak nakal yang sedang nongkrong-nongkrong gak jelas


2 hari berikutnya saat yang ditunggu tiba, yaitu kerja kelompok yang bikin aku betah kerja kelompok disini makanannya hehe, selalu saja ada suguhan menarik, kemarin bakso dan sekarang mie ayam kalo besok-besok kerja kelompok lagi apa ya kira-kira yang disuguhi hehehe.. mungking Pizza Yess Akhirnya makan pizza langka nih makan beginian di kota kecil. “Oh iya aku baru sadar di kota ku gak ada Fitsa Hat” hehehehehehe #balik ke cerita

Aku pulang, persis seperti beberapa hari yang lalu dan melewati jalan yang sama, karena inilah satu-satunya jalan tercepat menuju rumah, jarak rumah temanku dan rumahku sekitar 2,3 km dan untuk lebih tepatnya sekitar 2,327 km.
Pandanganku masih saja melekat pada rumah tua itu, samar-samar terdengar suara rebut-ribut seperti orang yang sedang mengobrol, ramai sekali padahal rumah tersebut sepi.

SATU MINGGU KEMUDIAN

Sekitar jam 13.00 WIB aku pulang dari sekolah dengan mengayuh sepeda kesayangan (yaa gak kesayangan banget sih, BIASA aja), dan dengan disengaja aku pun lewat jalan yang biasa aku lewati saat kerja kelompok. Sebenarnya ada jalur yang lebih cepat untuk sampai ke rumah tapi sepertinya instingku berkata lain, dimana aku iseng melewati jalan tersebut. Awalnya aku tidak bermaksud melihat rumah besar tersebut, tapi pandanganku tertuju pada seorang gadis berpostur porposional sekitar 170 cm tingginya dan berat sekitar 50 an ,

“Waduhh ada cewek seksi di rumah itu, jadi rumah itu ada penghuninya” ucapku dalam hati

Terlihat dari jauh posisi gadis tersebut sedang berada di belakang rumah, Sebagai ilustrasi, rumah tersebut memiliki halaman yang memanjang kebelakang (seperti garasi) disebelah kanan, sedangkan rumahnya berada di sebelah kiri jadi bagian belakangnya terlihat dan disanalah posisi gadis tersebut, nampak bercakap-cakap dengan seseorang yang tak bisa aku lihat karena tertutup tembok.
Setelah melihat penampakan tersebut, muncul lah fikiran-fikiran yang “iya-iya” ada apakah disana???.
Episode 2 Terbuka ?? Rendahan

Mungkin kalian bertanya-tanya siapakah diriku? Namaku ? Kota Tempat Tinggalku? jenis kelamin? Bukankah bisa ditebak, Usia? Ciri-ciriku? Siapa nama teman-temanku? Ya semua itu akan terjawab di Episode terakhir emoticon-Smilie Uppps bercanda :P ..... Namaku adalah Braga, terdengar unik di telinga orang indonesia, Ya orang tuaku menamaiku begitu semenjak 5117 hari yang lalu. Aku tinggal di kota kecil di jawa tengah Bisa dibilang, orang tuaku merupakan kalangan menengah keatas dimana hampir semua kebutuhan tersier terpenuhi #upps bukannya aku sombong ya emoticon-Smilie kan tadi kalian yang pngen tau hehe dan aku merupakan Anak ke-3, aku memiliki perawakan senormalnya anak se usia itu, dengan badan kurus tapi berisi berambut pendek dan yang perlu anda catat aku sudah mengalami masa mimpi basah :v . Oh iya untuk nama teman-temanku ...

Setelah kejadian siang itu, dimana aku bertemu dengan seorang gadis seksi (Aku tidak bilang cantik lho) semakin menumbuhkan benih-benih penasaran dalam diriku,

Quote:“gak mungkin kan? Jika ada anak-anak nongkrong yang gak jelas disana? Kan rumah tersebut ada pemilik rumahnya, mana kadang ada yang ramai-ramai disana”

“Tapi bisa jadi anak-anak yang nongkrong disana, memang anak berandalan, yang sekedar nongkrong ketika pemilik rumahnya pergi. Tapi kok ya gak mungkin.”


Anehnya, semua itu aku pikirkan, padahal ini hal yang gak penting. Sesekali aku melamun dalam kelas sambil memikirkan hal tersebut, “Ya.. kapan-kapan juga tau sendiri”

Quote:“Anjriiit kampreeet, aku kalah ” ucapku dengan nada kesal

“hahahaha kamu mana mungkin bisa menang main beginian, kartu itu mainan orang gede lho. Lagian kamu yang nantang saya, jadi jangan nangis ya dek kalau uangnya aku ambil” dengan nada sombongnya orang tersebut tertawa puas telah mengalahkan seorang anak

“Wahh lumayan nih bisa buat uang rokok 2 hari hahaha”

Aku tak suka dengan nada tertawa dan dengan muka nya, selain terdengar sombong, orang tersebut juga bukan memiliki niat baik seutuhnya. Orang yang bermain denganku bernama Doel dengan perawakan tinggi, tubuh berisi dan perut buncit sedangkan teman satunya bernama Yono yang memiliki perawakan yang hampir sama tetapi tidak begitu buncit.

Dengan perasaan kesal aku pun pulang dari rumah tersebut, ya pulang dari rumah yang dulu nya membuat aku penasaran. “Baru juga menang lawan anak kecil, udah seneng minta ampun, sialan ketawanya masih terngiang dipikiranku, ngeselin!!!” ucapku dalam hati saat perjalanan ke rmh

Quote:“Yess menang... aku menang.. “ ucapku dengan senyuman gembira diiringi dengan tawaan
“Kok bisa sih, beruntung aja kamu, baru juga menang sekali haha ” ucap si Doel dengan nada percaya diri
“Yakin nih? ” tantang ku sambil tersenyum
“Yeahhh kan aku bilang juga apa??!!!, menang kan akhirnya, mangkanya jangan percaya diri dulu”
“Yon, ini gak bener nih, masa dia bisa menang??” Sambut Doel dengan nada penasaran sekaligus kesal, terlihat dalam raut mukanya
“Coba ulang lagi, wah sekali lagi deh” sahut Yono sambil mendukung temannya
“Bapak aja yang main sama saya, atau kalian berdua aja yang main bareng saya??” jawabku sambil merasakan gemetaran yang luar biasa, tak kusangkan aku bisa bicara sesombong ini padahal dalam hati sudah ciut mana badan mereka besar, sedangkan aku? Tidak ada apa-apanya.
“Yuk,,, tambahin tuh sajennya” ucap Pak Doel
“Tuhh kan, 2 lawan satu.. aku bilang juga apa... Kok kita kalah ya Doel?, bangs*t nih anak” Dengan nada kesal dan penasaran Yono pun mulai memprovokasi Doel
“Pasti curang yaaa,” sahut Doel seakan mengiyakan provokasi Yono
“Curang gimana pak, perasaan main-main aja”
Sebenarnya aku cukup kesal dengan mereka yang tak kunjung menerima kekalahan, tapi yang ku tahu pasti, intinya mereka tidak mau kehilangan uang mereka. Itupun terlihat dari awal mereka mengeluarkan uangnya, di dompet hanya tersisa beberapa lembar dengan nominal yang tidak besar

“Udah ahh pak mau balik, makin sore nanti keburu magrib”
Saat aku akan mengambil semua uang tersebut, Doel merasa tidak rela tatapan kesalpun terlihat dimatanya begitupun juga dengan si Yono. Itulah mengapa aku memutuskan untuk pulang, guna menghindari hal-hal yang gak aku inginkan.

Benaaar saja hal tersebut terjadi. DAMN !
“Udah ahh sini balikin uang nya..” ucap Doel, Menurutku doel merupakan orang yang temperamen dan bisa dibilang baris terdepan apabila aka kerusuhan karna mudahnya dia terprovokasi dari kata-kata Yono

“Lhoo kan perjanjiannya kalo menang bisa dapet semua, gimana sih pak. ” jawabku dengan nada kesal dan muka yang memerah diiringi dengan degupan kencang jantung ku

Gak-gak gak bisa siniin gak? Dengan nada mengancam (Yono)

Akhirnya terjadilah pertentangan dan perebutan disana, uang yang sebenarnya sudah aku pegang akhirnya direbut oleh mereka secara paksa, apabila berdiri, posisi mereka memang lebih superior dibanding dengan diriku, tentu saja aku pun sempat menolak dengan sekuat tenaga hingga proses tarik menarik pun terjadi,
“Kreek” terdengar sobekan kain di lengan jaketku , dan pada akhirnya aku pun terjatuh dengan mata berbinar-binar sambil kutahan tangis ini. Sebenarnya lebih ke perasaan kesal dan kekecewaan yang besar serta ada rasa dendam dihati yang membuat mataku berbinar-binar,

Quote:“Nih uang mu aku kembaliin... masih baik kan aku?? dah jangan cengeng” ucap si Doel dan dia pun melempar uang 15rb ku seperti menghamburkannya, 2pecahan mata uang kertas 10rb dan 5 rb pun jatuh ke tanah

Dengan perasaan kesal aku pun mengambil uang tersebut dan langsung berjalan menuju sepedaku tanpa ada nada pamit diantara kita. Cukup kesal dan memalukan, apabila aku harus memungut uang yang jatuh, nilainya gak seberapa !!! aku mengibaratkan diriku seperti mengemis mengais uang tersebut SUNGGUH MEMALUKANNNNNNN RENDAHAAAAN AS*!
Izin baca ya gan??
woh updatenya mantabb kenceng,

ijin baca gan emoticon-Cool
Episode 3 Benih itu Muncul

Seketika itu juga aku langsung masuk ke kamar, ada rasa kecewa yang luar biasa dalam hati, benci, kesal semua menjadi satu seakan kepalaku akan meledak ,ingin kuluapkan emosi ini tapi bagaimana?? yang ada hanyalah memendamnya, berusaha untuk tidur dan berharap ketika membuka mata semua perasaan itu telah lenyap.

Quote:“Aaaahhhh aku tak bisa tidur, Sial !” ucapku dalam hati,

Kuhabiskan malam ini dengan merenung apa yang salah denganku? Ataukah karena aku masih Kecil? Sehingga tidak ada daya dihadapan orang dewasa?? Apa aku harus menunggu dewasa? Sia - sia dong? Jika kemaren-kemaren aku belajar permainan kartu ? bahkan semua uang jajan, aku habiskan untuk ke warnet ?? jadi ini hasil nya? Karena aku anak Kecil gak punya apa-apa, sehingga dengan mudahnya orang dewasa seenaknya. Esok harinya aku sekolah seperti biasa, kali ini aku tidak menggunakan sepeda lagi karena masih kesal dengan apa yang terjadi kemarin,

Quote:“Nak, mau temenin Ayah gak?” Ajak ayahku
“Mau kemana Yah?” Jawabku singkat
“Udah ikut Ayah aja, lagian kamu gak ada kegiatan kan?”
“Oke” Jarang-jarang nih ayah ngajak, memang sih dia suka keluar malam-malam karena urusan kerjaan tapi tumben banget mau ngajak. Itulah sepintas yang ada di pikiranku


Tak lama sampailah di sebuah rumah, dari teras rumah terlihat ada seorang sedang asyik bermain catur dengan orang dewasa entah itu ayahnya atau bukan tapi jika diliat-lihat tak mungkin jika itu orang lain karena ini mungkin saja rumahnya.
Quote:
“Assalamualaikum Pak Rudi, waduuh andi makin jago aja main caturnya” ucap ayahku
“Waduuh pak, dateng juga. Iya, Ayo Di salaman dan itu pasti Braga ya pak?” Jawab Pak Rudi
“Braga kamu bisa main catur kan?, Main sama Andi ya, nanti kalo menang ayah kasih hadiah”
“Laahh ayah, hadiah apaan lagi. Bisa kok, kalo main catur aja” Jawabku
“Yaudah kamu main catur sama Andi, Ayah mau ngobrol dulu sama Pak Rudi”
“Oh ya di, kamu kalo main sama Braga yang serius ya” Sambil tersenyum ayahku meninggalkanku dengan Andi berduaan

2 jam berlalu dan tak habis pikir, kenapa andi menang mulu ya,

“Mas Andi, jago ya mainmu.. ajarin nah” ucapku
“Haha bisa aja kamu, Gini lho tips triknya ..... ” jawab Andi
.........................................................
.........................................................
.........................................................
“Ohhh gitu ya mas.. oke-oke aku paham, mas suka browsing di internet?” Aku memanggilnya Mas karena dia memang lebih Tua 2 Tahun dari ku, Saat ini dia di kelas 1 SMA
“Oalah enggak sih, paling-paling baca buku catur, dulu sih sering diajarin sama bapak udah dari kecil SD” Sahut Mas Andi
“Oke lain kali main lagi ya Mas, jangan bosen-bosen”

Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 10 malam aku dan ayahku pamit pulang ke rumah dan pulang dengan tangan kosong. Lupakan Soal hadiah, Mengimbangi saja sulit, semenjak permainan catur dan tragedi di rumah mewah itu, aku mulai rutin bermain catur dengan Mas Adi, tak hanya itu, aku pun juga sering menghabiskan waktuku di warnet untuk sekedar mencari e book mengenai catur maupun bermain catur online dan hal yang paling berat adalah memberanikan diri lagi untuk menghampiri rumah itu, tentu saja masih ada perasaan kesal, tapi entah kenapa aku begitu penasaran ingin mengetahui ada apa disana, bisakah aku masuk kesana? Niat awalku sangantlah simple “aku pngen tahu ada apa disana” aku tak peduli meskipun harus menjilat ludahku sendiri

Quote:“Pak” Sambut ku dengan senyum (walaupun dalam hati masih berasa kesal)
“Lho kamu kesini lagi, aku kira udah kapok, Maafin ya dulu soalnya banyak keperluan jadi emosi” Ucap Pak Doel sambil Tertawa kecil
“Udah lah pak jangn dibahas lagi, ”
“Kamu ngapain ada perlu apa kesini?” tanya Pak Doel
“Pengen main sama pak doel, lagi bosen aja pak di rumah, main kartu lagi yuk, tp gak usah pake uang lah, ntar ngamuk lagi ” ucapku diiringi dengan nada mengejek
“Hehe iya ayooo, Yon ikut main sini sekalian ngopi disini” Ajak Pak Doel sembari melambaikan tangannya dengan pak Yono
“Aku enggak dulu, kalian aja yang main” Jawab Pak Yono


Seperti kemarin, aku pun selalu menang ketika bermain dengan Pak Doel, perasaan bosan pun mulai muncul dan dengan isengnya aku pun bertanya tentang rumah ini kepada Pak Doel, tentang siapa pemilik rumah ini, ada apa di rumah ini hingga harus dijaga, mengapa juga rumah ini tidak terlihat mencolok, siapa gadis yang kulihat dulu dan mengapa terkadang ramai di rumah ini.

Dan Apa yang aku dapat : NIHIL
“Gak ada apa-apa disini, ini rumah majikan saya aja cuma jarang pulang” Ucap Pak Doel

Yang aku tau adalah ekspresi ketika orang berbohong, karena aku pernah membaca suatu artikel mengenai kepribadian seseorang dan aku cukup hafal. Aku tau bahwa Pak Doel menyembunyikan sesuatu yang besar ,terlihat dari lirikan matanya yang seakan mengalihkan pandangan dan seakan-akan berpikir mencari jawaban diikuti dengan gerak tubuhnya yang terlihat tidak singkron.
Quote:“Aku tak dapat ditipu, Oke kalau begitu, aku akan mencari cara agar Pak Doel dan Yono Memberiku informasi... I must Get What I Want” dan satu lagi
“Pak Yono dan Doel Punya Hutang padaku, I Will Get it, Karna hutang harus dibayar”
Menurut buku yang aku baca, jika kau ingin mendapatkan sesuatu dari orang, buatlah mereka luluh dengan mu
Quote:Original Posted By sayabaik46
Izin baca ya gan??


Silahkan Gan, semoga terhibur emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By tikus.celurut
woh updatenya mantabb kenceng,

ijin baca gan emoticon-Cool


Haha silahkan gan, Episode 3 sudah munculemoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By bayu8910


Silahkan Gan, semoga terhibur emoticon-Shakehand2


Iya gan.
Ternyata agan gambler juga ne emoticon-Smilie
Episode 4 Kubuat Kau Tunduk


Quote:“Sore Pak Doel, Pak Yono” ucapku
“Oi kayaknya kamu gak ada kegiatan terus? Tiap beberapa hari kesini” Ucap Pak Yono
“Anak SMP mah, banyakan mainnya pak, banyak waktu luang juga,” jawabku
“kamu gak main sama temen-temen mu?, main kok sama orang tua terus, awas ntar banyak pikiran” Sahut pak Doel
“Nih Pak aku bawain cemilan, yuk main kartu lagi atau main catur apapun lah pak hehe”
“Waduh kamu ini repot-repot bawa beginian nanti apa kata orang tua mu, bawa-bawa jajan trus suka main sama orang tua ??” Keluh pak Yono diiringi dengan tawaan senang
“udahlah, ayo main pak”

Tiap saat aku rutin berkunjung ke tempat tersebut bisa 3 - 4 kali dalam seminggu, itupun rutin aku lakukan selama satu bulan penuh, info yang dapat aku ambil, aku jadi tau bahwa mereka ini sebenarnya cuma penjaga dan tidak banyak yang mereka sembunyikan sebenarnya dan mereka tidak terlalu terlibat dan tidak terlalu akrab dengan penghuni rumah ini, mengingat rumah ini hanya dikunjungi sebulan sekali paling maksimal 2 kali dalam sebulan, menurut penuturan mereka wanita yang aku lihat adalah teman dari pemilik rumah dan orang-orang yang ramai mengobrol adalah teman-teman sang pemilik yang merekapun tidak begitu pengenal teman-teman dari Pemilik rumah karena mereka datang ramai-ramai dan pergi pula hari itu juga, jika dilihat dari tamu-tamu yang datang, menurut penuturan Pak Yono, mereka semua bukan berasal dari daerah sini karena terdapat logat bahasa yang berbeda tidak seperti kebanyakan orang jawa.

Quote:“Pak Yono sama Pak Doel sudah lama dong ya jadi penjaga di rumah ini, apa gak takut pak? Kan bentuk rumah nya kayak angker gitu, warnanya kusam” Ucapku
“Wahh kita baru kok disini, itupun masuknya sama-sama.” jawab pak Yono
“Maksudnya?”
“Kita baru sekitar 2 tahunan, jadi katanya dibutuhkan 2 orang penjaga rumah ,Ya dari pada kita nganggur gak jelas, yakita terima,” jawab Pak Doel sambil memakan cemilan
“Dulunya kita nganggur Ga, Suka nongkrong di warung kopi, suka “main” juga, yaaaa macem-macem lah” Sambung Pak Yono
“Lahh dulu, penjaganya siapa emangnya Pak?” Tanyaku penasaran
“Menurutku kerjaannya enak, tinggal jagain rumah, Ngopi, makan Cemilan ehhhh digaji .. hehehe enak ya nyari uang”
“Wah kalo itu kita gak tanya-tanya, kata pemilik nya sih pulang kampung. Saya juga dari lahir dikota ini dan rumah ini juga udah berdiri lama menurut bapak, ada beberapa renovasi lah. Jadi ini termasuk rumah tua, Toh saya juga gak mau terlalu tau soalnya Pemiliknya Galak, orangnya tegas ” cerita pak Doel sambil menyeduh kopi
“Nama Pemilik rumahnya, siapa Pak? Trus Kerja dimana? Tanya ku seperti menginterogasi
“Kalo kami sih panggil nya Pak Bos Hadi, ” Jawabnya
“Udah magrib pak, saya pamit ya”
“Iya hati-hati, makasih cemilannya” sambut pak yono dan Doel sambil melambaikan tangan

“Yah, Ayah.. malem ini mau keluar gak?, aku mau ke tempat Mas Adi” Tanyaku
“Kamu minta tolong sama, Ncep aja... Minta dianterin naik motor, ayah malas keluar” Jawabnya


Ncep ini merupakan orang yang suka membantu bantu di rumah, dan rumahnya tidak jauh dari rumahku yaitu ada di desa sebelah. Sebenarnya aku tidak enak dengan mas Ncep kalau harus nganter tapi mau gimana lagi selama dia bilang “Iya , gak apa-apa mas” aku anggap itu ucapan persetujuan. Sesampainya di rumah Mas Adi akupun melanjutkan bermain catur dengannya, dan kali ini kubuat dia tak berkutik, tentu saja aku sangat senang apabila melihat ekspresi muka orang bingung, seakan tak percaya dengan apa yang aku lakukan.

Quote:“Wahh kamu banyak latihan ya... aku aja belajar dari SD lahh kamu udh mahir aja ” ucap Mas Adi sambil menggaruk-garuk kepalanya
“Yuk Main lagi” jawabku sambil tersipu


Ya aku berlatih keras untuk yang satu ini, selain mengamati cara bermain mas Adi dari waktu ke Waktu aku juga sempatkan membaca referensi tentang permainan catur dan permainan catur online lah yang membantuku mempelajari pola-pola gerakan catur, sebenarnya apabila adalam permainan catur di game banyak sekali pola yang digunakan, misalkan kita menggerakkan pion paling kiri, otomatis sang lawan akan menggerakkan pasukannya. Dan jika kita menggerakkan pion yang lain, kemungkinan besar lawan akan menggerakkan pasukan yang berbeda. Apa yang akan terjadi apabila kita bermain secara terus-menerus? Pola inilah yang aku pelajari hingga akhirnya aku tau harus melangkah kemana.

Keesokan harinya di sore hari yang cerah, akupun iseng mengayuh sepeda ku ke rumah tersebut, dan apa yang aku lihat dan dengar, rumah tersebut berasa ramai, tapi ada yang aneh kenapa semua kendaraan terparkir dibelakang? Dan malah daerah belakang rumah lah yang ramai bukannya jika ada tamu biasanya sang pemilik rumah membuka lebar-lebar pintunya???
Ilustrasi : rumah ini memiliki halaman luas di sebelah kanan memanjang kebelakang seperti garasi tapi memanjang kebelakang, sedangkan bangunannya ada disebelah kiri

Quote:“Pak Yono, yang punya rumah dateng ya.. rame juga ya..” ucapku
“Iya nih, kamu pulang aja, besok lagi mainnya, aku kira kamu besok kesininya, biasanya 2 hari sekali, Lhaa ini tiba-tiba nongol” jawab Pak Yono
“Yon, sapa anak kecil itu?”
Dengan suara serak bahas laki-laki ini menghampiri kami , Baru kali ini aku melihat orang itu... cara bicaranya tegas, cukup membuat jantung berdegup kencang..
“Oh ini Pak, emmm nganu, biasa anak daerah sini lagi sepedahan” Jawab Yono sesekali membungkukkan badannya dihadapan Laki-laki ini
“Kalo gak ada keperluan suruh pulang” itulah bisikan Laki-laki ini terhadap Pak Yono dan langsung meninggalkan kami


Setelah mendengar penjelasan dari Pak Yono aku pun langsung pulang sambil menitipkan cemilan untuk mereka, akhirnya aku pun meninggalkan rumah tersebut sambil mengayuh sepedaku “Dapet nih” dalam hati ku dan kucatat ini adalah tanggal 5 di bulan ini. Jadi aku berfikir bahwa keramaian ini akan datang pada tanggal-tanggal muda. Keesokan hari kemudian Pak Doel dan Pak Yono menjelaskan bawa yang aku temui kemarin adalah sang pemilik rumah, seperti yang dia katakan sebelumnya bahwa dia datang membawa teman-temannya dan esok nya langsung pergi dari rumah tersebut, tak banyak yang diketahui Pak Yono dan Pak Doel karena Pemilik rumah sangatlah tertutup sempat sekali Pak Doel menanyakan tentang Kedatangan Pak Hadi dan teman-temannya untuk sekedar memastikan saja, tapi jawaban dari beliau “Urusan Pribadi, Kamu Fokus Jaga Ya” dengan logat khas tegasnya. Setelah itu merekapun tak berani menanyakan lagi, mereka cuma disuruh menjaga rumah dan bersih-bersih itupun gak semua rumah yang mereka bersihkan, karena ada daerah tertentu yang tidak boleh dimasuki alias dikunci bakhan digembok. Tapi cukup aneh menurutku, karena menurut penuturan Pak Yono di dalam rumah terdapat 3 kamera CCTV di tiap penjurunya. Kenapa bagian luar rumah gak ada Kameranya?? itulah yang aku bingung.

Bulan-bulan berikutnya aku tetap rutin berkunjung ke tempat mereka, sebenarnya yang aku tunggu adalah bulan pertama, karena dibulan ini sang pemilik rumah kemungkinan besar tiba, dan bisa dibilang aku ini “Sok Tau, hal-hal yang bukan urusanku”, maafkan aku pak Yono dan Doel bukannya aku memanfaatkanmu tapi kalian memang pintu gerbangnya.

Benar digaanku sang pemilik rumah hadir di awal bulan dengan perasaan gemetaran, dengan sengaja aku selalu menghampiri Penjaga rumah itu, entah itu Pak Yono Maupun Pak Doel karena ketika sang pemilik rumah datang, entah kenapa salah satu diantara mereka pasti sedang tidak ditempat, semakin kau banyak terlihat maka semakin familiar pula dirimu dikenal dengan orang. Sudah 4 kali berturut turut aku bertemu dengan sang pemilik rumah, selalu sama yaitu aku diusir bahkan yang lebih ekstrim bahwa Sang pemilik rumah pernah bilang ke Pak Doel “ anak itu jangan kesini sering-sering,kamu kan satpam harus tegas”, tapi apa boleh buat Pak Doel dan Pak Yono telah jatuh hati pada ku, selama Sang Pemilik rumah tidak tau jika sebenernya aku main sering bermain dihalaman, "Its Fine"emoticon-Wink

-------------------------------
Quote:“Tiiiiin Tiiiin ” Suara bel mobil seakan ingin masuk ke dalam rumah
Dari kejauhan terlihat 3 jejer mobil secara berurutan Avanza, APV dan Innova dan mobil barisan paling depan adalah Sang pemilik Rumah , dengan nada kasar membuka kaca mobilnya
“Wooi ngapain km masuk disini !! pulang sana” perasaan kaget akibat bentakan beliau cukup membuatku tersentak
“Yono Bukain Pintu !”

Yono, Doel dan Aku “Panik”

Bersambung --

Note :
Untuk yang Penasaran bagaimana Aku bisa kenal dan bermain kartu (Episode 2) dengan Pak Yono dan Pak Doel, Ada Story Tersendiri emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By sayabaik46


Iya gan.
Ternyata agan gambler juga ne emoticon-Smilie


Walaahhhh emoticon-Wink Anggap saja itu ilusi gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By bayu8910


Walaahhhh emoticon-Wink Anggap saja itu ilusi gan emoticon-Big Grin


Siap gan emoticon-Jempol
Nangkring
Episode 5 Awal yang Buruk

Seketika itupun Pintu Pagar dibuka oleh Pak Yono, dan mobil langsung masuk ke arah belakang tanpa ada kata-kata lanjutan. Tapi bisa kulihat, bahwa mereka semua tampak terburu-buru dan anehnya lagi Pemilik rumah datang di akhir bulan.
Quote:
“Doel Sini bantuin” Ucap Pemilik Rumah

Tampak dari kejauhan mereka sedang mengangkat seperti peti kemas berwarna coklat, disaat yang bersamaan pak Yono pun ikut kebelakang untuk membantu, dan berpesan kepadaku

“kamu pulang aja, besok-besok kesini lagi”
“Oke Pak” Jawabku, tapi yang benar saja disaat-saat penting kenapa harus balik

Seketika itu juga aku melangkahkan kaki ku dengan menuntun sepeda ke arah keluar sambil ku menoleh kebelakang “Yes Pak Yono lagi sibuk” Kutaruhlah sepedaku di luar gerbang agak menyamping agar tak terlihat dari dalam, dengan gaya seperti seorang detektif, akupun mengendap-endap berjalan meuju belakang.... perlahan-lahan berjalan menyusuri halaman, aku menyandarkan tubuhku ditembok sambil berjalan miring agar tidak ketahuan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 17.35 “Sial aku telat pulang, tapi nanggung kalau pulang”. Terjadi lah perdebatan dalam diriku, jika tidak pulang ,maka orang rumah akan khawatir, tapi kalau aku pulang, aku tak akan beranjak lebih jauh.

Quote:“Bruuuuk. . ............. Bruuuukk,” terdengar suara barang yang seakan ditumpuk

Ada sekitar 7 orang disana termasuk Pak Yono dan Pak Doel, mereka seakan sibuk menaruh barang-barang untuk dimasukkan ke dalam rumah, semua kulihat saat aku berusaha mengintip dari ujung tembok.

Gawat !!!

“Mau ambil handphone dulu di mobil” ucap salah satu rekan Pak Hadi (Pemilik Rumah)
“Udah dapat belum? ” Terdengar suara dari dalam rumah
“Udaah, di Handphone ku nih ada nomornya” Orang tersebut pun segera beranjak dari mobil untuk menuju ke rumah

“Haduuuh untung aja udah pindah tempat, coba kalo masih di tembok, pasti ketauan” ucapku dalam hati.

Dengan perlahan aku berpindah dari mobil satu ke mobil lainnya, untuk melihat apa yang mereka lakukan di dalam rumah. Sebagai ilustrasi dihalaman belakang ini ternyata luas, cukup untuk masuk 3 mobil, dan terdapat pintu geser untuk masuk kedalam rumah, pintu gesernya cukup lebar ada 2 pintu jika diibaratkan pintu tersebut seperti pintu masuk Mall.

“Sial gak keliatan, mana pintunya ditutup lagi, udah gitu pintunya kaca burem” ucapku dalam hati


Akupun tak patah arang semakin lama semakin mendekat kearah pintu tersebut, di sebelah kanan pintu terdapat pot bonsai yang besar, menurutku bisa dijadikan sebagai tempat untuk bersembunyi walaupun harus menunduk, tapi tetap saja “Pasti Ketahuan” dan tempat paling aman bersembunyi adalah di belakang mobil. Adzan magrib pun berkumandang tanda malam akan tiba, dengan perasaan gusar akupun setia menanti walaupun ada rasa cemas apabila orang tuaku mencari, Bisa Bahaya ! gak dibolehin keluar rumah lagi !!

Cukup lama mereka didalam, aku juga bingung apa yang mereka lakukan samar-samar terdengar suara Pak Yono dan Doel seperti sedang berbincang dengan seseorang sekedar obrolan biasa. Dan anehnya lagi tak terdengar suara Sang Pemilik Rumah, kemanakah dia? Padahal dia memiliki suara Tegas dan cukup kencang menurutku, tapi dia seakan tidak ada disini !

Tak lama Pak Yono dan Pak Doel keluar, saat mereka keluar bersamaan otomatis 2 pintu mereka geser dan TERLIHAT !!! isi dalam rumah tersebut, TAPI ANEHHH !! kemana semua orang? Seketika itu juga pintu tertutup diikuti dengan langkah Pak Yono dan Doel menuju ke gerbang rumah

SIAL !!! sepeda ku, aku taruh di pinggir depan rumah ! ketauan dong ! Gawat !!
“OK aku masuk sebentar buat ngecek, trus pulang, paling habisin 5 menit !” Ucapku dalam hati

Seketika itu aku pun langsung membuka pintu secara perlahan, ada perasaan was-was diiringin dengan degupan jantung yang luar biasa. Sedikit demi sedikit aku langkahkan kaki ku , akupun sempat melepas sandalku agar tidak ada suara tertinggal...
“Sepi ya, ternyata dalam rumah ini cukup terawat tidak seperti bagian luar” ucapku dalam hati

Saat akan memasuki rumah kita akan langsung disuguhkan dengan luasnya ruang keluarga / ruang tv lengkap dengan sofa yang berjajar, terdapat pula meja makan terletak di ujung kanan dari arah tempatku masuk, ada 3 ruangan disini dan semuanya tertutup, yang membuatku bingung mengapa disini terasa sepi ? seharusnya ada suara-suara mengingat mereka ada berlima.

“Ok sepertinya gak ada yang mencurigakan disini. Biasa saja.... Pulang ahhh sepertinya gak ada hal-hal gak menarik” ucapku dalam hati.

Saat aku beranjak keluar dari rumah.. TIBA- TIBA “Bruuukkkk” Seperti ada yang melemparkan sesuatu kearah ku “SAKIIIT SAKITTTTT sekali punggungku” Nyerinya sangat terasa bahkan kepalaku merasakan pusing, aku tak tahu apakah ada darah yang berkucur. Ketika aku menoleh kebelakang, TERNYATA Laki-laki itu yang melemparkannya !!!! SIAL KETAHUAN !!!!

Quote:“Siapa yang Suruh Kamu???? Jawab” bentak laki-laki tersebut

Seketika itu aku hanya terdiam, ingin rasanya diriku keluar dari rumah ini, hanya 3 langkah lagi menuju pintu !!! Saat aku mengusap kepalaku dengan tangan,, DARAAAHHHHHH !!!
Aku langkahkan kakiku untuk segera beranjak keluar dengan berlari, Semua itu sia-sia, laki-laki itu ternyata lebih sigap, dengan posisi membelakangiku dia menangkapku dan membelenggu kedua tanganku ibarat seorang polisi yang menangkap maling
MAAAATTTTTIIII AKUUUU !!! aku tak kuasa untuk melepaskan badanku, aku masih kurang kuattt

Dibawanya aku ke sebuah ruangan, persis disebelah ruangan TV, saat itu aku hanya bisa pasrah, detik demi detik terasa lama bagiku, aku takuut merasakan TAKUUUT yang luar biasa saat laki-laki itu menggendongku dan mendekapku secara paksa untuk . apakah ini akhir hidupku, di gorok? Disiksa? Disayat? Dimutilasi?? atau dipukuli hingga mati????
Saat itu aku merasakan bahwa mereka bukanlah orang baik, bisa dilihat dari reaksi orang tersebut saat melihatku, bukan memperingatkan, tapi malah langsung melemparkan kursi kayu kearahku

Quote:“Plaaakk” Tamparan mendarat dipipiku
“Ayoo ngaku siapa yang suruh kamuu????” “Plaaak”
“Gak ada yang nyuruh Pak” Jawab ku dengan rintihan sakit yang masih membekas
“Plaaak” tamparan demi tamparan bertubi tubi menghantam
Dengan posisi terikat diatas kuri aku pun menjawab
“Gak ada yang nyuruh paaak, ammpuuun pak sakiiiit hu hu hu hu hu” kali ini isak tangis keluar dari mataku, seakan tak sanggup menghadapi semua ini ,,
“aku ingin pulangggg aku kapokk main kesini”
“Bapaaak ibuuuu tolooong tolooong sakiiit ” dalam hati nuraniku
“Kamu ini masih gak ngaku?? siapa yang suruh kamu kesini?” Sahut laki-laki tersebut
Akupun hanya menangis tanpa tau apa maksud yang dia bicarakan
“Tok Tok Tok” diiringi suara ketukan pintu, laki-laki itu pun menghampiri sambil keluar ruangan.


Sakit sakit sakit sekali aku hanya dapat menangis merasakan kesakitan yang hampir diseluruh tubuhku, selain rasa sakit bekas tamparan diwajah, punggung dan pusing dikepala bagian belakangpun tak kunjung hilang, aku merasakan ada kucuran darah mengalir tapi ku tak kuasa untuk mengusapnya dengan posisi terikat aku hanya bisa berdoa dan menyesali apa yang telah aku lakukan, keingintahuanku membawaku pada penyesalan terburuk.

“Cekleeek” Suara pintu terbuka

Dengan sigap laki-laki tersebut membawaku, akupun memberontak aku teriak sekuat tenaga tapi apa yang kudapat??? tamparan demi tamparan bahkan ada pukulan mengarah ke mulut ku AAAaaaaakkkkkkkkkk “Diam kamu !!” dengan cepat dia mengangkat dan membawaku ke ruangan lainnya. MAAAATTTIIIII AKUU ! Ibuuu Bapaaak Tolong

Laki-laki itupun melepaskan ikatanku, aku merasa sedikit lega, tapi ini hanya lah awal, awal penyiksaan yang lainnya !!! digendongnya diriku lalu dia menjungkirbalikkan badanku dan dengan ditolong oleh rekannya, dia mengikat kaki ku “YA !!! Posisiku digantung tetapi dengan posisi kepala dibawah”, PUUSIIING PUUUSIIIIING yang kurasakan,, darah pun mengalir kebawah tetes demi tetes...

Ya Tuhaaaaannn
Quote:Original Posted By jamil.galipat
Nangkring


Bangun tenda sekalian Gan hehe emoticon-Shakehand2
Episode - 6 Aku Ingin Pulang

“Buuug..... Buuuug” sudah dua kali perutku dipukul , sampai saat inipun aku tak tahu kenapa masih tersadar. “TIDAK SADARKAN DIRI” itulah yang aku harapkan, hanya dengan begitulah aku tak akan merasakan sakit. Tak lama kemudian datanglah seorang yang kukenal “YA itulah sang pemilik rumah”

Quote:“Berhenti dulu .... Cukup” ucapnya
“Maaf ya dek, kamu jadi kayak gini... saya mau tanya, siapa yang nyuruh kamu?”
“Maaf pak, saya gak tahu apa-apa ” dengan posisi menggantung akupun menjawab sambil merintih
“Yakin ???” tanya Pak Hadi
“Iya Pak, saya cuma iseng Pak, maaf pak, saya gak akan ngulang lagi” jawabku
“Mas kalo dilepasin nanti dia bisa lapor dong?? bisa bahaya bisnis kita, apalagi anak kecil gini” Sahut laki-laki tersebut
“Aku tahu, mangkanya aku lagi mikir enaknya ditaruh dimana ya anak ini.... ”
“Maksudnya Mas Hadi, anak ini di buang ?”
“Gak usah diperjelas ..... ” ucap Pak hadi
“Ide bagus, kebetulan besok kita ke Jogja... selama perjalanan kita drop aja anak ini disana .... banyak hutan-hutan juga kan yang kita lewati??? hahahha” ucap laki-laki misterius tersebut
“Yaudah turunin anak ini, ikat aja dia..... toh meskipun dia tak bersalah, kita tetep harus hati-hati semakin sedikit yang tahu , semakin bagus bisnis kita” Ucap Pak hadi
“Trus kenapa gak DI BUNUH SEKARANG???”
“Jangan kotori tangan, untuk hal sepele... ” Sambungnya Pak Hadi sambil keluar dari ruangan


“Aku hanya terdiam tak dapat berkata-kata, pasrah... itulah yang aku lakukan, meskipun aku memohon, semua itu percuma dan semua sia-sia, mungkin saja esok hari aku tinggal nama. Jangankan nama bahkan orangpun tak akan ada yang mengenaliku

GELAP GELAP SEKALI itulah yang aku rasakan selain itu, sempit, sempit sekali.. ini seperti sebuah kotak “siaaaaaaaal” “aku tak dapat bernafas”
“Dook duuuk ..................... duuuk.............. duuuk ” aku mencoba untuk mengeluarkan diriku dari kotak , aku pun berteriak sekencang mungkin, menggoyangkan badan ke kiri kekanan , aku melakukan apapun yang bisa aku lakukan untuk bebas dari sini. Segala upaya dan daya yang aku lakukan seakan percuma, bahkan semakin menambah parah !!!! aku makin tak bisa bernafas, nafasku terengah-engah.... Baru kali ini aku merasakan sakit yang luar biasa.. dadaku terasa sesak.. aaaaaaaaaahhhhhhh,
“Dook duuuk ..................... duuuk.............. duuuk ”
“Akhirnyaaaaaa aku bisa bernafas,” dengan samar-samar, sambil mengumpulkan penglihatanku yang masih buram, aku melihat ada sesosok laki-laki yang membukakan kotak ini.... “SSSSttttttttttttt Diam !!”

Quote:“Sebenarnya aku kasihan sama kamu, tapi apa boleh buat.” ucapnya
“Aku gak bisa nafass” itulah kalimat yang aku ucapkan saat laki-laki itu membuka kotak ini
“Kamu diam aja... Gak seharusnya kamu di rumah itu, dan gak seharusnya aku membuka peti ini, “Dia” pingin kamu di dalam selamanya, tapi aku gak tega” itulah kalimat terindah yang aku dengar semenjak hari kemarin, bahkan aku sudah tak dapat mengingat hari apakah ini, bagaimana keluargaku, kehidupanku, hari-hariku, sudah makan kah diriku,.
Yang ku ada dipikiranku adalah aku hanya ingin semua ini “SELESAI”


Hampir selama 3 jam aku berada di mobil ini, nampak ada 2 orang disini, driver dan satunya lagi adalah laki-laki yang sempat menolongku. Diam Diam dan Diam hanya itulah yang aku lakukan. Aku Takut takut takut sekali.

Quote:“Cepat masuk kotak lagi, dan jangan bergerak !! ingat kata-kataku... Setelah kamu dilempar, kamu jangan langsung membuka peti ini, tunggu lah beberapa menit lalu kamu bisa kabur. SELAMATKAN DIRIMU dan anggap semua ini tak pernah terjadi”
“Kamu ngerti Nak???? jawab” ucap pria itu
“I i i i iyaaa pak” Jawabku
“Oke kamu masuk lagi. Ini aku ada roti makanlah nanti. Dan DIAM !!!”
“Jbrruuuuk” Peti pun mulai tertutup

--------
--------
--------
Quote:“Dibuang disini aja, mumpung sepi cepat”

“Bruuuuk Bruuuk” Dilempar ... itulah yang aku rasakan

“udah Ayoo Kita pergi”


Kata-kata itulah yang aku dengar saat aku berada di peti, seketika itu aku pun memakan roti pemberian dari pria tersebut, tak sanggup diriku menahan rasa sakit ini, aku tak peduli meskipun aku di dalam peti, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan lega.. LEGA KARENA sudah bisa lepas dari semua ini, Akhirnya SELESAI !!!!! AKU MAU PULAAAAANGGGG

DIMANA AKU????????? KANAN KIRI SEMUA POHON !!!!!! , JALAN RAYA ?? MANA JALAN RAYANYA????



lanjooot teroos, gan...

ceritamu akan selalu aku ikuti... emoticon-Toast

nyimak trus bang.
udah bangun tenda nih persiapan untuk menjamah cerita ente lagi emoticon-Big Grin