alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ccb575947868a6518b4578/bisakah-pelanggaran-etik-menjerat-novanto
Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto?
Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto?
Ketua DPR Setya Novanto memberikaan pidato pembukaan Masa Persidangan IV saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Kasus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang melibatkan banyak petinggi dan politisi turut menyeret Ketua DPR Setya Novanto. Politisi Partai Golkar ini disebut menerima aliran dana korupsi e-KTP di pengadilan. Di Senayan, Novanto pun dibidik dengan dugaan pelanggaran etik dan dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Mahkamah Kehormatan Dewan menerima sembilan laporan ketika DPR sedang dalam masa reses. Dari sembilan laporan yang masuk ke MKD, ada tiga laporan terhadap Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Pada Kamis (16/3/2017), lembaga swadaya masyarakat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia melengkapi laporan ke MKD karena menganggap Novanto telah membuat pernyataan bohong.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman, menuding Novanto berbohong di hadapan publik. Saat diwawancarai awak media, ia mengaku tak pernah bertemu nama-nama yang ada di dalam dakwaan persidangan kasus korupsi e-KTP, yakni Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto.

Boyamin mengaku memiliki bukti foto pertemuan antara Novanto dan ketiga orang tersebut. Foto itu didapatnya dari dokumen resmi Kementerian Dalam Negeri.

Boyamin menambahkan, pelaporan ini dilakukannya bukan untuk mencampuri proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan ini menyoroti sikap tak terpuji Novanto sebagai anggota DPR yang telah berbohong di hadapan publik.

"Seorang pimpinan kan enggak boleh berbohong dan mencla-mencle. Jadi dasar itu saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke MKD," ujar Boyamin di komplek parlemen RI, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Bisakah Novanto diseret dengan pelanggaran etik? Novanto pernah tersandung kode etik ketika melawat ke Amerika Serikat Agustus 2015. Rombongan Novanto ternyata muncul dalam kampanye bakal calon presiden Amerika, Donald Trump. Mahkamah Kehormatan Dewan menyatakan Novanto melanggar kode etik ringan.

Tak lama berselang, Novanto kembali menjadi sorotan dengan kasus Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said melaporkan Novanto dengan bukti rekamannya bersama Presiden Direktur Freeport Maroef Sjamsoedin dan pengusaha M Reza.

Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan berlangsung penuh drama dan berlarut-larut. Sebelum Mahkamah membacakan kesimpulan, Novanto menyatakan mundur sebagai Ketua DPR.

Rupanya, Novanto melakukan perlawanan melalui uji materi terhadap UU Informasi dan Transaksi Internet (ITE). Mahkamah Konstitusi menerima permohonan Novanto dan menyatakan penyadapan percakapan elektronik, tidak sah sebagai barang bukti, bila tidak dilakukan oleh aparat penegak hukum pada 7 September lalu.

Dengan bekal putusan Mahkamah Konstitusi itu, Novanto akhirnya kembali menjadi Ketua DPR. Lewat sidang tertutup 28 September, MKD menyetujui memulihkan nama baik Novanto. Padahal, MKD tak menjatuhkan vonis bersalah dan Novanto pun melepaskan jabatan Ketua DPR atas kemauan sendiri.

Dalam kasus e-KTP sekarang, meski ada tiga laporan mengadang, sidang etik Novanto diperkirakan bakal rontok. Tanda sidang MKD layu pun sudah diutarakan Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding. MKD belum akan memroses laporan dugaan pelanggaran kode etik Novanto. "MKD tidak menindaklanjuti karena kasus ini masih dalam proses hukum," kata Sudding melalui Kompas.com.

Sudding menjelaskan, kasus e-KTP masuk ke ranah hukum, sedangkan posisi Novanto saat ini masih sebatas saksi. Menurut dia, belum jelas keterlibatan Novanto pada kasus tersebut.

Kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) diduga telah menelan kerugian negara lebih dari Rp2 triliun. Duit garongan e-KTP bisa untuk 11 juta anak Sekolah Dasar. Bancakan uang sejak pembahasan, penganggaran, sampai pengadaan e-KTP telah melibatkan puluhan pejabat dan politisi.

Sidang kasus korupsi e-KTP pada Kamis (9/3/2017) telah membeberkan penerima uang haram itu melalui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Para penerima uang itu tersebutlah Novanto, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, pimpinan dan anggota lengkap komisi II DPR, politisi Anas Urbaningrum, dan lain-lain.

Tak hanya kasus e-KPT, Novanto juga beberapa kali disebut dalam kasus hukum tetapi tetap melenggang di kancah politik. Novanto beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena dikaitkan dengan kasus suap PON Riau dan kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.
Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto?


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...njerat-novanto

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto? Bunuh diri Indra dan sisi gelap siaran langsung Facebook

- Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto? Vonis ringan pengikut Dimas Kanjeng

- Bisakah pelanggaran etik menjerat Novanto? Memprediksi untung rugi Kanal Kra bagi Indonesia

ternyata dan ternyata ya gan emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
proyek bancakan emoticon-Wow

nunggu kepastian saja emoticon-Traveller