alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58ccb28e529a453e128b456a/ini-solusi-anyar-kemenperin-genjot-industri-keramik-dalam-negeri
Ini solusi anyar Kemenperin genjot industri keramik dalam negeri
Ini solusi anyar Kemenperin genjot industri keramik dalam negeri

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyebut, peluang pengembangan industri keramik nasional masih sangat potensial. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat.

Selain itu, adanya program peningkatan infrastruktur serta pembangunan properti dan perumahan juga diharapkan dapat menggenjot konsumsi keramik nasional.

"Industri keramik menjadi salah satu sektor unggulan karena ditopang oleh ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia," kata Airlangga dalam keterangannya saat memuka Pameran Keramika 2017 di Jakarta, Kamis (16/3).

Prospek industri keramik nasional juga dapat dilihat dari pemakaian konsumsi keramik di Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan di negara ASEAN lainnya.

Untuk itu, produsen keramik diminta melakukan diversifikasi produk dengan berbagai desain serta menggunakan motif khas Indonesia untuk meningkatkan permintaan dari konsumen.

Sementara itu, Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, untuk mendukung penggunaan produk keramik dalam negeri, Kementerian Perindustrian juga sedang membicarakan bagaimana cara membatasi keramik impor kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan.

Sama seperti industri tekstil, Sigit juga mengungkapkan dalam rangka membatasi impor keramik, Kemenperin meminta agar memakai dua pelabuhan resmi yang digunakan untuk impor keramik dari luar negeri.

"Nanti, pelabuhan masuk impor keramik, kami ajukan hanya di Dumai atau Bitung. Supaya impor bisa terkontrol," kata Sigit.

Sigit menyebutkan, pada tahun 2016 lalu, kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional mencapai 580 juta m dengan realisasi 350 juta m.

"Dari total itu, sekitar 87 persen produksi keramik nasional diserap dalam negeri dan sisanya ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika," ujar Sigit.

Selain itu, sebagai upaya menciptakan inovasi baru terhadap industri keramik, saat ini Kemenperin juga sedang membahas kerja sama dengan Italia. Sebagai negara dengan produsen keramik terbesar di dunia, Kemenperin berharap kerja sama dengan Italia ini dapat menciptakan sejumlah inovasi-inovasi baru berbasis teknologi untuk kemajuan industri keramik nasional.

Dengan inovasi-inovasi baru itu, keramik buatan Indonesia dapat terus berkembang dan dan mampu bersaing di pasar internasional," pungkasnya.Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyebut, peluang pengembangan industri keramik nasional masih sangat potensial. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat.

Selain itu, adanya program peningkatan infrastruktur serta pembangunan properti dan perumahan juga diharapkan dapat menggenjot konsumsi keramik nasional.

"Industri keramik menjadi salah satu sektor unggulan karena ditopang oleh ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia," kata Airlangga dalam keterangannya saat memuka Pameran Keramika 2017 di Jakarta, Kamis (16/3).

Prospek industri keramik nasional juga dapat dilihat dari pemakaian konsumsi keramik di Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan di negara ASEAN lainnya.

Untuk itu, produsen keramik diminta melakukan diversifikasi produk dengan berbagai desain serta menggunakan motif khas Indonesia untuk meningkatkan permintaan dari konsumen.

Sementara itu, Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, untuk mendukung penggunaan produk keramik dalam negeri, Kementerian Perindustrian juga sedang membicarakan bagaimana cara membatasi keramik impor kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan.

Sama seperti industri tekstil, Sigit juga mengungkapkan dalam rangka membatasi impor keramik, Kemenperin meminta agar memakai dua pelabuhan resmi yang digunakan untuk impor keramik dari luar negeri.

"Nanti, pelabuhan masuk impor keramik, kami ajukan hanya di Dumai atau Bitung. Supaya impor bisa terkontrol," kata Sigit.

Sigit menyebutkan, pada tahun 2016 lalu, kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional mencapai 580 juta m dengan realisasi 350 juta m.

"Dari total itu, sekitar 87 persen produksi keramik nasional diserap dalam negeri dan sisanya ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika," ujar Sigit.

Selain itu, sebagai upaya menciptakan inovasi baru terhadap industri keramik, saat ini Kemenperin juga sedang membahas kerja sama dengan Italia. Sebagai negara dengan produsen keramik terbesar di dunia, Kemenperin berharap kerja sama dengan Italia ini dapat menciptakan sejumlah inovasi-inovasi baru berbasis teknologi untuk kemajuan industri keramik nasional.

Dengan inovasi-inovasi baru itu, keramik buatan Indonesia dapat terus berkembang dan dan mampu bersaing di pasar internasional," pungkasnya.

Sumber : www.merdeka.com
×