alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cc9074e0522794058b456c/cerita-korban-banjir-di-tenda-pengungsian-kalajengking-hingga-ular-pun-masuk-rumah
Cerita Korban Banjir di Tenda Pengungsian: Kalajengking hingga Ular Pun Masuk Rumah
Cerita Korban Banjir di Tenda Pengungsian: Kalajengking hingga Ular Pun Masuk Rumah


Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Bencana Banjir terus meluas hingga ke Kota Jambi. Sekitar 100 warga Kelurahan Legok, Kecamatan Broni, Kota Jambi, Jumat (17/3/2017) sore terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Jumat malam, di posko pengungsian korban banjir di kawasan Danau Sipin mulai ramai didatangi warga yang tinggal di kawasan Danau Sipin, Kelurahan Legok.

Tanpa membawa perlengkapan para korban banjir duduk dan beristirahat di dalam tenda yang baru didirikan pada Jumat sore.

Lismawati (22) warga Rt 21 Kelurahan Legok terpaksa mengungsi karena rumahnya sudah tak lagi bisa ditempati.

Luapan air Sungai Batanghari juga mengakibatkan naiknya volume air di Danau Sipin.

Akibatnya air masuk hingga ketinggian 30 cm di dalam rumah panggung yang ditempatinya bersama anak dan suaminya.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak satu pekan terakhir.

"Sebelumnya dari kemarin mau ngungsi tapi posko belum ada, jadi pas tahu sore tadi sudah disiapkan posko makanya langsung kemari," kata Lisma.

"Kalau di jalan depan rumah air dua meter lebih, itu aja rumah kami panggung, di dalam rumah air sampai lutut," katanya.

Baca: Sandiaga Rogoh Kocek Pribadi Rp 7 Miliar Biayai Kampanye Putaran Kedua

Lisma mengaku khawatir akan meningkatnya debit air yang bisa menenggelamkan rumahnya. Karena itu ia memilih mengungsi demi kebaikan anaknya yang masih bayi.

"Kemarin sempat demam, karena basah terus, kalau dibiarin anak maunya main air terus, takut jadi tambah sakit," katanya.

Belum lagi kondisi sampah yang masuk ke dalam rumah membuatnya kian khawatir akan kesehatan anaknya.
Cerita Korban Banjir di Tenda Pengungsian: Kalajengking hingga Ular Pun Masuk RumahSebanyak 33 KK warga Legok, Kecamatan Broni, Kota Jambi mulai mengungsi akibat meluapnya Sungai Batanghari, Jumat (17/3/2017). TRIBUN JAMBI/DEDI NURDIN (Tribun Jambi/Dedi Nurdin)
Selama satu minggu terakhir, ia sempat bertahan di rumah dengan hanya membuat panggung di dalam rumah untuk menyimpan barang berharga dan tempat tidurnya bersama keluarga.

Namun ia sempat kesulitan memperoleh air bersih. Terutama untuk keperluan membuat susu untuk anaknya.

"Kalau sudah banjir seperti ini air bersih susah, karena kendaraan dak bisa keluar. Air dari danau kan keruh dan banyak sampah," katanya.

"Takut juga karena di rumah selama banjir pacet (lintah) banyak. Kalajengking, lipan, tikus berkeliaran semua," ujarnya.

"Takutnya lagi ular, karena selama banjir, ular masuk ke dalam rumah. Lagi tidur aja ular ada di bawah tempat tidur, jadi dak betah. Dari pada berisiko mending ngungsi, untuk kebaikan anak juga," ungkapnya.

M Urip (59) menuturkan hal sama. Meski banjir sudah menjadi hal biasa bagi mereka yang tinggal di sekitaran Danau Pipin.

Tetap saja mengkhawatirkan bagi keluarganya. Terutama hewan berbisa yang masuk ke dalam rumah.
Cerita Korban Banjir di Tenda Pengungsian: Kalajengking hingga Ular Pun Masuk RumahSebanyak 33 KK warga Legok, Kecamatan Broni, Kota Jambi mulai mengungsi akibat meluapnya Sungai Batanghari, Jumat (17/3/2017). TRIBUN JAMBI/DEDI NURDIN (Tribun Jambi/Dedi Nurdin)
Belum lagi jika sewaktu-waktu hujan dan air meninggi yang bisa membuat rumah terendam.

"Perahu ada, tapi yang kita takutkan pas malam tiba-tiba air naik. Kalau sudah seperti itu tengah malam kita tidak bisa kemana-mana," katanya.

"Yang kami takutkan kalau air kiriman dari hulu Sungai Batanghari, seperti dari Batanghari, Tebo, Bungo. Pasti air naik kalau disana naik, karena ngalirnya ke sini juga," sambungnya.

Ia berharap banjir yang melanda kali ini tak sampai seperti pada tahun 2004 lalu yang mengakibatkan rumahnya tenggelam.

"Barang-barang masih di dalam rumah, sewaktu tahu air mulai naik dibuat panggung dalam rumah. Tapi tetap saja khawatir, semoga saja cepat surut," harapnya.

Terpisah, Benny Syafri, Koordinator Tagana Kota Jambi mengatakan, saat ini baru satu posko yang aktif khusus di wilayah Danau Sipin, Kelurahan Legok.

Kebanyakan warga Legok masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air kembali surut.

"Hampir semua sudah terdampak banjir, terutama di Legok ini. Tapi yang mau diungsikan baru 33 KK. Yang lain masih memilih bertahan di rumah," katanya.

Di posko tersebut kata Benny pihaknya sudah menyiagakan 18 anggota. Selain melakukan patroli, juga menyiapkan keperluan bagi para pengungsi dari Legok.

Seperti air bersih, makanan dan keperluan lainnya termasuk tim kesehatan.

"Kita coba bujuk mereka untuk diungsikan, sampai saat ini kita masih awasi terus pergerakan ketinggian air dan jika ada yang minta dievakuasi segera kita lakukan," katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, banjir sudah terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Saat ini meluas hingga ke Kota Jambi setelah kiriman air dari hulu Sungai Batanghari mengakibatkan Sungai Batanghari dan anak sungai meluap ke pemukiman warga.

Hingga 13 Maret 2017, tercatat 254 desa dan keluahan di 52 kecamatan terdampak banjir.

Sebanyak 34.781 rumah terendam banjir dan 104.343 jiwa terdampak banjir.

11 fasilitas kesehatan, 68 fasilitas pendidikan dan 22 fasilitas ibadah tak dapat difungsikan dengan maksimal akibat terendam banjir.

Banjir juga mengakibatkan tujuh jembatan rusak dan 16 akses jalan tak bisa dilalui.

"Korban jiwa ada tiga, dua meninggal satu hilang," kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jambi, Dalmanto beberapa waktu lalu. (dedi nurdin)

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...un-masuk-rumah

---

Baca Juga :

- Dubes Inggris ke Jambi Khusus Bicara Peran Hutan di Indonesia sebagai Paru-paru Dunia

- Zumi Zola Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Muaro Jambi

- Lebih dari 100 Ribu Jiwa Warga Jambi Terdampak Banjir