alexa-tracking

Selama 40 Hari Santri Bacakan Al Quran Tanpa Putus di Makam Hasyim Muzadi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58cc609c6208813a098b459b/selama-40-hari-santri-bacakan-al-quran-tanpa-putus-di-makam-hasyim-muzadi
Selama 40 Hari Santri Bacakan Al Quran Tanpa Putus di Makam Hasyim Muzadi
Selama 40 Hari Santri Bacakan Al Quran Tanpa Putus di Makam Hasyim Muzadi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lantunan surah AR-Rahman mengalun dari mulut Aulia Rahman (24), santri Pondok Pesantren Al Hikam.

Berada di depan makam Kiai Hasyim Muzadi di kawasan Pondok Pesantren Al Hikam, Kukusan, Depok, Jawa Barat, sekitar satu setengah jam Aulia membaca ayat-ayat suci Al Quran di depan pusara sang guru.

Aulia Rahman tidak sendiri. Ia ditemani seorang kawan yang mengenakan baju takwa. Karibnya di Ponpes Al Hikam ini menanti giliran membaca ayat-ayat suci Al Quran.

Aulia sendiri tercatat sebagai mahasiswa jurusan tafsir Ponpes Al Hikam.

Ia mengaku mendapat instruksi dari keluarga dan pengurus pesantren untuk membacakan ayat-ayat suci Al Quran di pusara Hasyim Muzadi.

"Jadi sesuai instruksi keluarga dan dalem kami santri mengajikan selama 24 jam hingga 40 hari tanpa putus," ujar Aulia kepada Tribun.

Sebelum meninggal, Hasyim Muzadi juga pernah meminta kepada para santri untuk mengaji di sampingnya saat dirinya dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Sekitar 22 santri didatangkan dari Pondok Pesantren Al Hikam, Depok untuk mengaji hingga akhir hayat sang kiai.

"Yang diberangkatkan angkatan ketiga waktu itu. Mereka mengaji 30 juz nonstop," tambah Aulia.
Santri Pondok Pesantren Al Hikam saat ini berjumlah sekitar 300 orang dari tujuh angkatan.

Nantinya seluruh santri akan bergantian mengaji di depan makam Hasyim Muzadi.

Pondok Pesantren Al Hikam Depok merupakan pondok pesantren dengan nama sama yang terletak di Malang.

Lembaga pendidikan yang dikhususkan untuk mahasiswa ini didirikan pada 2011.

Tanah untuk pesantren telah dimiliki oleh Hasyim Muzadi sejak tahun 1999. Namun dirinya membangun masjid lebih dulu pada 2005.

Menurut menantu Hasyim Muzadi, Arif Zamhari, hal ini dilakukan sesuai dengan tradisi pesantren, Masjid adalah pusat kegiatan.

Dalam pembangunan pesantren tersebut, Hasyim menggunakan dananya sendiri.

"Abah membiayai pesantren ini dari dana pribadi dia. Dia pakai gaji dia sendiri," ujar Arif.

Kecintaan Hasyim Muzadi terdapat santri dan pesantrennya disebut oleh orang terdekatnya sangat besar.

Hal ini dibuktikan oleh wasiat dirinya yang ingin dimakamkan di wilayah pondok pesantren Al Hikam.

Wasiat ini diberikannya saat beberapa pekan dirinya sebelum meninggal.

Saat itu dirinya dibawa berkeliling menggunakan kursi roda oleh anaknya, Yusron Shidiq. Dirinya menunjuk sebidang tanah yang berada di samping bangunan Pesantren Mahasiswa.

"Abah mau dimakamkan di sini," ujar Arif menirukan pernyataan Hasyim Muzadi saat itu.

Keinginan tersebut akhirnya dikabulkan oleh keluarga setelah dirinya meninggal dunia sekitar pukul 06.15 WIB di kediamannya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (17/3/2017).

Meski dibawa ke Malang, akhirnya Hasyim Muzadi diterbangkan dan dikebumikan di Depok.

Kecintaannya terhadap santrinya ditunjukkan ketika dirinya masih sempat mengajar kitab Al Hikam kepada para Santrinya meski dirinya telah sakit.

Hingga masa terakhirnya, Hasyim Muzadi masih menyempatkan mengajar para santri angkatan ketiga Pondok pesantren Al Hikam.

Guru Tegas

Sebagai seorang pengajar, Hasyim Muzadi merupakan sosok guru yang tegas dan disiplin.

Dirinya tidak segan-segan menegur muridnya yang tidak mampu menguasai ajaran dengan teguran keras.

Ketegasan sosok Hasyim Muzadi dirasakan oleh salah satu muridnya, Wan Safawi Halimi Zamzami.

Dirinya merasakan gemblengan Hasyim Muzadi kala mondok di Mahad Ali Pondok Pesantren Al Hikam, Malang.

Mahad Ali merupakan lembaga pendidikan untuk para lulusan pondok pesantren.

"Abah orangnya keras, di luar dakwahnya ya jenaka. Tapi kalau untuk kami bawaannya salah terus," ujar Wan.

Wan mendapatkan pengajaran kitab Ihya Ulumudin karya Imam Ghazali dan kitab Al Hikam langsung dari Hasyim Muzadi. Dirinya mengajar setiap hari seusai solat subuh.

Dalam mengajar, Hasyim Muzadi kerap menegur para santrinya dengan nada keras.

Namun menurut Wan, hal ini dilakukan agar para santri selalu mengintrospeksi diri. Serta tidak terbuai dengan kesuksesan sementara.

Kini Wan menjadi tenaga pengajar di Pondok Pesantren, Darul Marhamah, Aceh Singkil. Dirinya mengaku selalu menerapkan cara yang diterapkan oleh sang guru. (fahdi Fahlevi)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...-hasyim-muzadi

---

Baca Juga :

- Hingga Kini Masih Banyak Orang Berdatangan ke Makam Hasyim Muzadi

- Gereja Katolik Kota Batu Persembahkan Misa Mendoakan Arwah KH Hasyim Muzadi

- Usai Salat Jumat, Warga Berdatangan Panjatkan Doa di Makam Hasyim Muzadi