alexa-tracking

Recep Tayyip Erdogan, Jembatan Timur dan Barat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c80a1114088d42038b4567/recep-tayyip-erdogan-jembatan-timur-dan-barat
Recep Tayyip Erdogan, Jembatan Timur dan Barat
Ulang tahun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang ke-63 pada 26 Februari lalu dirayakan dengan pemutaran film biopic tentang dirinya yang berjudul ‘Reis’. Film ini bercerita tentang masa kecil Erdogan dan perjalanan politiknya yang dimulai saat menjadi Walikota Istanbul.

Dalam film yang diproduksi Kafkasor Film Academy ini, Erdogan, dikisahkan sebagai seorang anak yang tumbuh di Kasimpasa, sebuah lingkungan yang sangat keras di kota Istanbul. Tempaan lingkungan itu yang kini menjadikannya pemimpin kuat di Turki dan membawanya menjadi pemain penting di kawasan.

Setelah lolos dari ujian percobaan kudeta yang gagal pada tahun lalu, kini Erdogan semakin populer dan memperdalam pengaruhnya di dalam negeri. Belakangan, ia membuat merah telinga pemimpin negara-negara Eropa dengan menyebut Belanda sebagai ‘ampas Nazi’.

Erdogan kesal dengan Pemerintah Belanda, yang baru-baru ini mengusir Menteri Urusan Keluarga Turki, Fatma Betul Sayan Kaya, yang akan berpidato di Rotterdam, Belanda. Belanda juga tidak mengizinkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mendarat di teritori Belanda.

Penolakan ini menyusul rencana pemerintah Erdogan yang akan menggelar referendum pada April mendatang. Referendum ini akan menentukan perubahan konstitusi Turki dan akan melanggengkan kekuasaan Erdogan hingga tahun 2029.

Setelah insiden penolakan ini, perwakilan Belanda di Ankara dan Istanbul ditutup sementara. Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Ankara untuk sementara tidak menghendaki Duta Besar Belanda yang sedang cuti kembali ke Turki.

Sikap keras kepala Erdogan memang dikenal sejak dulu. Dia mengawali karier politik saat bergabung dengan Partai Keselamatan Nasional, di bawah pimpinan Necmettin Erbakan. Namun Partai Keselamatan Nasional yang berhaluan Islamis dibubarkan melalui kudeta militer di tahun 1990-an, disertai larangan aktifitas berpolitik kepada Erbakan.

Kiprah politiknya semakin terlihat ketika dia terpilih menjadi Walikota Istanbul, saat itu ibukota sekaligus kota terbesar di Turki. Di Istanbul, Erdogan menunjukan kemampuannya dalam mengelola kota besar paling rumit persoalannya di dunia.

Prestasinya yang sulit dilupakan warga adalah pengadaan air bersih untuk penduduk, penertiban bangunan, mengurangi kadar polusi dengan melakukan aksi penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota. Erdogan juga memerangi praktik prostitusi liar dengan memberikan pekerjaan lebih terhormat kepada wanita muda, dan melarang minuman keras di kawasan tertentu.

Setelah dipimpin Erdogan, kini Istanbul menjadi salah satu tujuan wisata terkemuka dunia, mengandalkan keberagaman dan warisan sejarahnya. Keberhasilan Erdogan inilah menjadi modal politik yang kuat baginya untuk melenggang menjadi pemimpin paling kuat dalam sejarah Turki.

Kepemimpinan Erdogan yang kuat dan efektif memiliki sejarah panjang. Erdogan sempat dipenjara karena membacakan sebuah puisi. Dalam puisi itu Erdogan menyebut bahwa masjid adalah barak, kubah adalah helm tempyr, menara masjid adalah bayonet dan iman adalah tentaranya.

Erdogan membaca puisi karya Ziya Gokalp, seorang aktivis Pan-Turkisme awal abad ke-20. Sedangkan puisi aslinya tidak berbunyi seperti itu, kemudian pemerintah menangkap Erdogan karena dianggap memicu kekerasan serta menyuarakan kebencian rasial atau agama. Dia dianggap bermasalah karena dianggap berusaha untuk melemahkan dasar-dasar sekularitas negara Turki.

Sekularisme memang menjadi dasar dari Republik Turki Modern. Bertolak dari pembaharuan Tanzimat, Kekhalifahan Utsmani yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Atatürk. Dia juga menghapus kalimat "Islam adalah agama negara Turki" dari konstitusi pada 5 Februari 1937.

Militer Turki menempatkan diri menjadi pengawal sekularisme Turki dan ideologi Kemalisme. Ideologi ciptaan Atatürk itu pada intinya ingin memisahkan Republik Turki dengan citra Kekhalifahan Ottoman di masa lalu, serta mengadopsi cara hidup Barat untuk masyarakat Turki. Perintah tegas itu tertuang di dalam hukum militer nomor 1632 pada 22 Mei 1930.

Erdogan, dengan latar Islamisnya, berusaha mencari celah secara cerdas dan pragmatis. Kebijakannya yang mendukung aktualisasi nilai-nilai Islam dituangkan melalui perbaikan sistem ekonomi, sosial, politik, budaya bahkan agama.

Nilai keislaman diekspresikan secara substansial di dalam kinerja mereka secara profesional. Kondisi ini mendorong kubu Islamis lebih mengedepankan program dan prestasinya tanpa melekatkan simbol-simbol agama.

Politik luar negeri Turki yang makin menonjol, dinilai sebagai fenomena kebangkitan Neo-Utsmani. Dengan Neo-Utsmani ini, Erdogan ingin menempatkan Turki sebagai pemain dunia (international player). Dia menggunakan kekuatan lunak (soft power) yang berbeda dengan Kekhalifahan Usmani di masa lalu.

Neo-Utsmani ini sebagai soft power kawasan akan menjadi jembatan antara Timur dan Barat. Sebuah bangsa mayoritas Muslim, negara sekuler, demokratis, dan sebagai kekuatan ekonomi kapitalistik di kawasan.

Meskipun hingga kini erdogan berulang kali membantah tuduhan bahwa dia akan menggiring Turki meninggalkan sekularisme. Secara formal dia tidak pernah mencela atau menantang dominasi Kemalisme. Bahkan, Erdogan menyatakan menerima prinsip-prinsip sekularisme, dengan interpretasinya sendiri.

Transformasi Erdogan membutuhkan waktu satu dekade. Dalam konteks demokrasi, amandemen konstitusi bisa dibenarkan untuk melakukan perubahan. Secara prosedur dalam demokrasi Erdogan mampu melakukan tindakan yang legal. Hingga kini, Erdogan mampu merepresentasikan diri melalui retorikanya sebagai pembawa kebangkitan islam di Turki.

Seperti apa hubungan Kemalisme, Neo-Utsmani dan kebangkitan Islam di kawasan, akan ditentukan melalui referendum April mendatang. Apakah rakyat Turki akan mendukung gagasan dan kepemimpinan Erdogan, atau kembali kepada warisan formal Kemalisme dan Republik Turki Modern.

sumur : http://rilis.id/recep-tayyip-erdogan...dan-barat.html
all hail sultan cecep esdoger emoticon-Angel
Lagian juga gak mungkin sih kalo ErDOG an ini mau menghidupkan kembali Ottoman, Jawabannya sudah ada disini

Code:
Militer Turki menempatkan diri menjadi pengawal sekularisme Turki dan ideologi Kemalisme


Kecuali dia mau nyusul "sejawat" nya di Mesir sana emoticon-Embarrassment
jembatan timur dan barat
artinya
esdogan jadi pelaksana cita cita timur tengah yg ingin me newmeccakan eropa

emoticon-Angel
nasbung akan siap selalu membela erdogan emoticon-Angel
Gak bs move on
Quote:Original Posted By capcayman
Lagian juga gak mungkin sih kalo ErDOG an ini mau menghidupkan kembali Ottoman, Jawabannya sudah ada disini

Code:
Militer Turki menempatkan diri menjadi pengawal sekularisme Turki dan ideologi Kemalisme


Kecuali dia mau nyusul "sejawat" nya di Mesir sana emoticon-Embarrassment


Masalahnya pemimpin militernya orang dia semua
Quote:Original Posted By capcayman
Lagian juga gak mungkin sih kalo ErDOG an ini mau menghidupkan kembali Ottoman, Jawabannya sudah ada disini

Code:
Militer Turki menempatkan diri menjadi pengawal sekularisme Turki dan ideologi Kemalisme


Kecuali dia mau nyusul "sejawat" nya di Mesir sana emoticon-Embarrassment


Yg anti sama dia (dri kalangan militer) udh disikat duluan pasca kudeta yg direkayasa dia sendiri. Tujuannya ya untk bulan April besok.
DOGan pahlawan islam kalo kata aktivis partai kancud sapi emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By gigiemaskeren


Masalahnya pemimpin militernya orang dia semua


Quote:Original Posted By bibirtembem


Yg anti sama dia (dri kalangan militer) udh disikat duluan pasca kudeta yg direkayasa dia sendiri. Tujuannya ya untk bulan April besok.


dan turki akan kembali jd monarki absolut........ emoticon-Smilie
ya kelebihan dogan mampu menyusup di tengah2 nilai sekulerisme turki
sehingga nasibnya beda dengan sejawat mesirnya si mursi

klo sejawat di Indo, bani sapier kyknya juga lebih niru ke si dogan
terbukti bani sapi tidak terang2an menolak pancasila, tapi mendukung pancasila sesuai interpretasinya sendiri emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dwiatmaja
ya kelebihan dogan mampu menyusup di tengah2 nilai sekulerisme turki
sehingga nasibnya beda dengan sejawat mesirnya si mursi

klo sejawat di Indo, bani sapier kyknya juga lebih niru ke si dogan
terbukti bani sapi tidak terang2an menolak pancasila, tapi mendukung pancasila sesuai interpretasinya sendiri emoticon-Big Grin


Sejarah selalu berulang gan. Moga kejadian di Turki ga berulang di Indo emoticon-Takut (S) emoticon-Takut (S)
Quote:Original Posted By p0congkaskus
Ulang tahun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang ke-63 pada 26 Februari lalu dirayakan dengan pemutaran film biopic tentang dirinya yang berjudul ‘Reis’. Film ini bercerita tentang masa kecil Erdogan dan perjalanan politiknya yang dimulai saat menjadi Walikota Istanbul.


Dalam bahasa Jerman judulnya diterjemahkan jadi ... "Fuhrer" ............................ emoticon-Ngacir




Recep Tayyip Erdogan, Jembatan Timur dan Barat
esdogerr. . .emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By gigiemaskeren


Masalahnya pemimpin militernya orang dia semua


apakah Er Dog an mau mendirikan kekhalifan Ottoman? ga ada tanda tandanya sampai sekarang
Quote:Original Posted By bibirtembem


Yg anti sama dia (dri kalangan militer) udh disikat duluan pasca kudeta yg direkayasa dia sendiri. Tujuannya ya untk bulan April besok.

bukannya itu hal yg wajar pada setiap kudeta gagal?
disurvey dulu, apa rakyat turki suka dgn erdogan?

kalo surveynya negatif udah pasti dicap musuh dan digulung
Boo!!! emoticon-fuck

Go to hell turkroach!
Quote:Original Posted By bigbullshit
dan turki akan kembali jd monarki absolut........ emoticon-Smilie



Recep Tayyip Erdogan, Jembatan Timur dan Barat
Quote:Original Posted By capcayman


apakah Er Dog an mau mendirikan kekhalifan Ottoman? ga ada tanda tandanya sampai sekarang

bukannya itu hal yg wajar pada setiap kudeta gagal?


Iya wajar, tapi kalau lu liat pola pergerakannya apa lu masih pikir nih kudeta beneran kudeta atau bikinan alias rekayasa?
Sebelum kudeta, media dan jurnalis yg mengkritik kebijakan erdogan ditangkep dan dipenjara semua. Politisi yg oposisi juga sama. Padahal kudeta aja belum.

Kudeta rekayasa ini cuman jadi ajang legitimasi bagi erdogan untk memenjarakan semua yg bertentangan dgn dia.