alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7e3b4d44f9ff82f8b458b/dihajar-warga-fifi-terus-peluk-kekasihnya
Dihajar Warga, Fifi Terus Peluk Kekasihnya
Dihajar Warga, Fifi Terus Peluk Kekasihnya


Laporan Tribunnewsbatam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Gara-gara memindahkan sepeda motor yang hendak dilalui mobilnya, pasangan muda Fifi dan Hidayat sempat diamuk massa.

Keduanya sempat dituduh hendak mencuri sepeda motor di kawasan Bengkong, Batam, Selasa (14/3/2017).

Wibowo (47) ketua RT Bengkong Swadaya dan Junaidi (50) pemilik Motor yang diduga akan dibawa oleh Hidayat dan pacarnya Fifi dimintai keterangan di polsek Bengkong.

Junaidi mengatakan, jika memang niat Hidayat ketika itu hendak menggeserkan sepeda motornya, mengapa harus menghidupkan mesin. Saat itu kunci sepeda motor masih berada di motor tersebut.

"Dia bilang kalau mau geserkan motor. Tapi dihidupkan motor saya. Kemudian dia lari saat diterikan maling," sebutnya

Bahkan Hidayat lari sampai ke atas rumah warga. Oleh karena itu, warga yang mendengar teriakan Junaidi langsung berbondong-bondong mengejar pelaku.

Awalnya, kedua pelaku yakni Fifi dan Hidayat mengaku sebagai pasangan suami istri, namun setelah didesak, pelaku malah mengatakan kalau mereka masih berpacaran.

Warga yang kepalang emosi berebut hendak memukul pelaku.

Namun saaat hendak dipukul, mencoba memeluk Hidayat. Disana ia diteriaki dan dibilang maling.

Warga juga meminta Fifi untuk membuka isi tasnya. Ternyata didalam itu ada bungkusan kecil seperti sabu. Setelah diperiksa ternyata garam.

Selan garam yang dibungkus menyerupai sabu, di dalam tas Fifi juga ditemukan pipa kaca yang biasa digunakan orang untuk mengkonsumsi sabu.

Tidak bisa melampiaskan emosinya kepada kedua pelaku, warga lantas merusak mobil Avanza yang dikendarai Fifi.

Kaca belakang mobil dipecahkan dengan menggunakan Pavling block.
Dihajar Warga, Fifi Terus Peluk KekasihnyaMobil yang ditumpangi pasangan kekasih yang diketahui bernama Fifi dan Hidayat dirusak warga (TRIBUN BATAM / EKO SETIAWAN)
Pantauan Tribun, pavling block masih berada di dalam mobil.

Warga bersikukuh bahwa keduanya hendak melancarkan aksi kejahatan. Pasalnya, didalam mobil ada helm. "Dia ambil motor. Kemudian helm dipakai untuk mengelabui. Kan bisa saja," sambungnya.

Namun para warga disana menyerahkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Menurut mereka, biar polisi yang menetapkan pelaku bersalah atau tidak.

Fifi yang ditemui di Polsek Bengkong terlihat menanagis tersedu-sedu.

Menurutnya, apa yang disangkakan kepadanya tidak benar. Ia menjelaskan bahwa ketika itu ia hendak mencari sebuah alamat.

Karena jalan di kawasan tersebut sempit, Hidayat turun untuk mengangkat sepeda motor.

Namun aksi hendak memindahkan sepeda motor itu langsung diteriaki maling oleh warga.

Keduanya langsung dilempar botol dan nyaris jadi bulan-bulanan warga.

"Saya enggak salah apa-apa. Saya cuma mau lewat cari alamat, tetapi malah diteriaki maling," sebutnya

Kaki dan tangan fifi terlihat luka diduga karena serpihan kaca dari lemparan botol warga.

Ia terlihat terus menangis sambil meringis dan mengatakan kalau dirinya tidak bersalah. "Saya enggak salah, orang-orang itu saja yang bilang kami maling," tambahnya.

Menurutnya, saat warga hendak memukul kekasihnya, ia terus memeluk dan menghalang-halangi sang kekasih sehingga diapun terkena pukulan warga.

"Saya bingung kok kami yang disalahkan," sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa mengaku kalau dua orang yang diduga mencuri dikawasan bengkong tersebut sudah diamankan oleh warga. "Terkait dia salah atau tidak masih kita dalami dulu," tegasnya.

Selain kedua orang terduga maling motor ini, polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi lainya seperti pihak warga, pemilik motor serta ketua RT yang ada dikawasan tersebut.

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...luk-kekasihnya

---

Baca Juga :

- Sepasang Kekasih Nyaris Diamuk Warga saat Pindahkan Sepeda Motor

- Satnarkoba Polres Bulungan Musnahkan 50 Gram Sabu

- Investasi Sinopec Macet, Pokja IV Coba Intervensi Kasus Hukum