alexa-tracking

Ahli Pidana Kubu Ahok Sebut Tak Mudah Terapkan Pasal 156a

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7d43ddc06bd971d8b4575/ahli-pidana-kubu-ahok-sebut-tak-mudah-terapkan-pasal-156a
Ahli Pidana Kubu Ahok Sebut Tak Mudah Terapkan Pasal 156a
Ahli Pidana Kubu Ahok Sebut Tak Mudah Terapkan Pasal 156a
Jakarta, GATRAnews - Ahli hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Edward Omar Sharif Hiariej, berpendapat saat ini tidak mudah menerapkan pasal 156a huruf a KUHP.

"Dalam konteks sekarang pasal a quo tidak serta merta dapat diterapkan dengan mudah," demikian BAP Edward yang dibacakan anggota majelis hakim dalam sidang penodaan agama terdakwa Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (14/3).Tidak mudah menerapkan pasal ini, karena orang yang dianggap menista dan menyebabkan permusuhan tersebut harus secara obyektif bisa dibuktikan bahwa pelakunya telah benar-benar membenci agama yang dinistakan.Edward kemudian menjelaskan keterangan  di atas, bahwa itu merupakan jawaban atas beberapa pertanyaan dari penyidik Polri. Jawaban itu bersumber pada Undang-Undang (UU) Nomor 1/PNPS/1965."Penjelasan UU No 1/1965 secara ekplist begini, Pasal 4 huruf a, dipidana yang dimaksudkan di sini yang semata-mata ditutujukan kepada niat untuk dimusuhi atau menghina agama," katanya.Namun dalam praktiknya, niat dan kesengajaan itu disamakan. Padahal ini merupakan dua hal berbeda. Menurutnya, jika kita melakukan interpretasi gramatikal sistematis historikal, Pasal 165 a huruf a, huruf b, dan penjelasan sebagamana termaktub di UU Nomor 1/PNPS/1965, bahwa bukan hanya kesengajaan, tetapi pada niat. Niat ini merupakan sesuatu yang lebih dalam daripada kesengajaan."Oleh karena itu, untuk memudahkan kita melihatnya, kesengajaan ini adalah elemen-elemen obyektif berupa perbuatan nyata. Sementara niat adalah subyektif. Ini tidak mudah dibuktikan," katanya.Dalam perkara Ahok, Edward dalam pemeriksaan oleh penyidik Polri menyampaikan, bahwa untuk menjustifikasi orang telah memenuhi unsur delik Pasal 156a huruf a itu bukan hanya kesengajaan semata. tapi harus dilihat niatnya."Kalau bicara niat, itu hanya Tuhan dan pelakunya [yang tahu], kita harus melihat keadaan sehari-hari orang itu untuk sampai pada justifikasi bahwa orang itu mempunyai niat memusuhi atau menghina agama dimaksud," ujarnya.Sedangkan saat majelis menanyakan bahwa dalam rumusan Pasal 156a huruf a  KUHP tidak dicantumkan kata-kata niat, Edward mengatakan, bahwa memang tidak ada, namun adanya dalam penjelasan. "Dalam unsur tidak ada, dalam penjelasan," ujarnya.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/249837-ah...kan-pasal-156a

---


- Ahli Pidana Kubu Ahok Sebut Tak Mudah Terapkan Pasal 156a Ahli Hukum Pidana: Jaksa Ragu Dakwa Ahok