alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7c62edc06bd931c8b4575/taksi-online-bikin-petisi-ini-kata-sultan-yogya
Taksi Online Bikin Petisi. Ini Kata Sultan Yogya
Taksi Online Bikin Petisi. Ini Kata Sultan Yogya

Yogyakarta, GATRAnews - DI Yogyakarta berencana melarang taksi online melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta pun meminta Pemda untuk taat pada UU Nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan umum. Pelaku taksi online pun siap menaati berbagai kebijakan agar bisa tetap beroperasi. Melalui petisinya di change.org, Daniel Victor Agustinus salah satu pelaku transportasi online meminta Pemda DI Yogyakarta membatalkan Pergub.

Menurut dia, kehadiran armada taksi online berbasis aplikasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kehadiran kami mampu melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi yang nyaman dan murah yang selama ini belum dirasakan dari transportasi resmi yang ada. Ini juga merupakan tuntutan akan perubahan jaman yang sudah tidak bisa dihindari,” jelasnya. Dalam petisi itu, Daniel siap untuk memenuhi aturan dan regulasi yang nanti akan diterapkan asalkan memenuhi asas keadilan bagi semua pelaku transportasi di Yogyakarta. Dia juga meminta kepada semua pelaku transportasi resmi untuk meniru sistem transportasi online agar tidak ditinggal penggunanya. Hingga Selasa pukul 15.00 WIB petisi yang dibuat oleh Daniel telah mendapatkan dukungan dari 3.352 orang. [column_item col="3"]
Baca juga: Yogyakarta Larang Transportasi Online
Baca juga: Cegah Meluasnya Konflik Ojek Online dan Angkutan Umum, Pemerintah Harus Turun Tangan[/column_item]Merespon petisi itu, Fokki Ardiyanto, anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, menyatakan sudah saatnya Pemda DI Yogyakarta kembali fokus mengamanatkan kententuan yang tercantum di UU nomor 22 tahun 2009. “Munculnya petisi dari taksi online menunjukan kebutuhan mendesak sistem transportasi perkotaan yang murah dan handal,” jelasnya, Selasa (14/3). Sesuai pasal 3 UU 22 Tahun 2009, pemerintah, baik pusat mapun daerah, harus mewujudkan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.
Tweets by GATRA_News
Fokki melihat polemik antara transportasi konvensional dan online secara hukum. Penegakan hukum ada di kepolisian, sementara untuk pengembangan sistem transportasi dikerjakan bersama-sama tingkat pusat hingga daerah. “Kehadiran transportasi online ini merupakan penanda bahwa sudah waktunya Pemda DI Yogyakarta untuk mewujudkan transportasi publik yang mudah diakses dan bersifat massal. Kemudian memiliki banyak titik pemberhentian dan jalur yang menghubungkan sekolah, pasar, tempat wisata dan kantor pemerintahan, agar pelayanan lebih optimal, terintegrasi,” kata anggoata dewan dari Fraksi PDIP ini. Sebelumnya, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Bawono X menyatakan taksi online akan dilarang selama mereka tidak mengikuti regulasi yang saat ini sedang digodok bersama dengan pemerintah pusat untuk dijadikan Pergub. “Pergub yang akan kita keluarkan nantinya akan mengatur keadilan aturan main yang harus dipenuhi untuk bisa melayani masyarakat. Jika selama ini transportasi resmi berplat kuning memenuhi regulasi dengan membayar pajak dan aturan lainnya, kami harap pengelola transportasi online juga melakukan hal yang sama,” jelas Sultan kepada wartawan di Kantor Gubernur. 

Reporter: Arif Koes
Editor: Nur Hidayat

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/jawa/...a-sultan-yogya

---


- Taksi Online Bikin Petisi. Ini Kata Sultan Yogya Yogyakarta Larang Transportasi Online