alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7c2b8ddd77034578b4576/pasang-spanduk-boikot-jenazah-pro-ahok-siap-siap-ditangkap
Pasang Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok? Siap-siap Ditangkap
Quote:
Pasang Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok? Siap-siap Ditangkap

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi sedang mengkaji kasus maraknya spanduk bertuliskan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" menjelang pilkada Jakarta. Boy menyatakan orang yang memproduksi, memasang, dan menyebarkan spanduk tersebut bisa diproses secara hukum.

"Kami tengah melakukan kajian hukum, tetapi itu mengarah pada sifatnya provokasi dan menyebar kebencian," kata Boy di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

Dia menegaskan kasus tersebut masuk kategori pelanggaran pidana tentang ujaran kebencian.

"Iya ini masuk ujaran kebencian, karena kan ini ada yang di-upload ke sosmed (sosial media)," ujar dia.

Pelaku, kata dia, dapat dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 156, Pasal 157. Selain itu, juga bisa dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 jo Pasal 45 ayat (2).

"Bisa kena UU ITE karena konten tidak hanya di tempat tertentu, tapi juga disebarluaskan melalui media sosial. Kami sedang penyelidikan tempat-tempat pasang spanduk itu termasuk penyebaran di medsos. Kami belum dapat sumbernya, tapi kami sedang petakan dimana yang paling dominan, di mana titik-titik yang banyak ditempatkan. Kami sedang usut, termasuk yangg menyebar luaskan melalui medsos," kata dia.

Pilkada Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan pada 19 April 2017. Pikada diikuti pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Spanduk berisi boikot jenazah pendukung Ahok muncul menjelang pilkada putaran kedua. Spanduk tersebut benar-benar berdampak karena semenjak beredar, terjadi beberapa kasus penolakan untuk mengurusi jenazah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sampai angkat bicara. Dia mengingatkan kepada semua pihak agar jangan memakai masjid untuk kepentingan politik praktis menjelang pilkada Jakarta putaran kedua.

"Terkait dengan semakin tingginya sensitif politik, karena kita juga sadar betul pilkada DKI (putaran kedua) semakin di depan mata, saya mengimbau semua untuk betul-betul menempatkan agama pada tempat yang sebenarnya," kata Lukman di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/3/2017).

Pernyataan Lukman terkait dengan maraknya spanduk bertuliskan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" menjelang pilkada.
Lukman mengatakan masjid merupakan rumah ibadah yang harus dijaga kesuciannya. Masjid harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi umat.

"Karena Tuhan menjamin bahwa siapa yang masuk, berada di dalamnya dijamin keamanannya dan keselamatannya. Oleh karena itu kita semua memiliki kewajiban yang sama bagaimana menjaga kesucian rumah ibadah itu, tidak justru menjadikan rumah ibadah sebagai pemicu munculnya konflik atau pemicu munculnya perselisihan di antara sesama kita. Apalagi agama itu bahasanya selalu dakwah, mengajak kan, merangkul, mengayomi, bukan malah menafikan atau menegasikan antara sesama kita," kata dia.


sumber


Harus cari ide baru lagi, jgn sampai kendor bray , usaha lebih keras lagi emoticon-Leh Uga

Pasang Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok? Siap-siap Ditangkap
Jirrrr... bakalan masuk tu barang
Ujaran kebencian coy
Bakalan di jadikan contoh kasus hukum ITE
cuman ditangkep doang kan
gag takutlah..
Nasbung mana takut klo ramean emoticon-Big Grin
"Ingin jenazah disholatkan sebelum dikubur?"

solusinya:
minum larutan OKE OCE ketika sekarat!!
Cuma gara2 intrik politik
Mayat yg udah jadi bangke pun kena imbasnya

Dusta apa lagi yg akan kau ingkari wahai nasbung ..?
apa yg ahok bilangin akhirnya terbukti juga kan.


emoticon-Leh Uga
tangkap tukang spanduknya emoticon-Marah
Klo.pengurusnya diciduk
Nanti dibilang kriminalisasi
minggu terakhir penentuan...perlu duit ekstra gede nih buat nyuruh2 piaraan nangkap ini nangkap itu..... emoticon-Wkwkwk
ntar kalo ketangkep tinggal mewek dan bilang didzolimi, dikriminalisasi....biasanya sih gitu
emoticon-Big Grin

emoticon-Big Grin

"itu bukan simpatisan!.."
emoticon-Big Grin

"saya cuma disuruh dan d kasih uang"
emoticon-Big Grin
yup harus ditelusuri itu, kalo dibiarkan bisa bahaya nanti ada orang pingsan dijalan atau kecelakaan dijalan musti ditanya dulu kamu pilih paslon yang mana?! (orang pingsan mana bisa jawab?!) kalo sama baru ditolong, bahaya kalo sampai begtu. ok.
Karungin aja pak dah!
Menyedihkan masih banyak ummat yang gampang terprovokasi dan suka ama yang namanya duittttt
Siap2 diciduk lu Nopelemoticon-Wakaka
Quote:Suara.com - Tokoh masyarakat Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mendukung sikap pengurus masjid dan musala di Jakarta menolak mengurus kematian, menolak menyalatkan, dan menolak mendoakan jenazah warga yang mendukung pemimpin yang dianggap menistakan agama. Pesan tersebut diarahkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), calon gubernur Jakarta yang kini berstatus terdakwa kasus penodaan agama.

"Ini terlepas dari ormas apapun, terlepas dari urusan pilkada, ini adalah keputusan hukum daripada syariat Islam. Jadi banyak ulama, ustadz, dai, pengurus masjid mengambil sikap, termasuk saya juga. Saya pribadi imbau teman-teman di masjid atau musala jangan salatkan orang-orang yang telah mendukung gubernur yang menista agama karena haram. Mutlak," kata Novel kepada Suara.com.

Novel menegaskan bahwa sikapnya kali ini tidak mewakili Front Pembela Islam.

Novel menambahkan pesan tersebut juga akan dia sampaikan saat nanti menjadi khatib salat Jumat siang ini. Dia menekankan sikap ini dalam konteks kenegaraan di daerah mayoritas Islam.

"Jadi mereka ulama, ustadz, kyai, memberikan imbauan itu sangat tepat. Perlu dimaklumi dan perlu diketahui. Ini adalah hukum syariat, terlepas dari pilkada," kata dia.

Salah satu masjid yang memasang spanduk berisi berisi tulisan: Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama, terdapat di Jakarta Selatan.

Novel membantah pemasangan spanduk tersebut merupakan ide FPI.



Novel mengungkapkan spanduk berisi pesan seperti itu ada di banyak masjid dan musala di Jakarta.

"Bukan di Al Jihad saja. Ada juga di daerah Jakarta Selatan, banyak. Di Jakarta Pusat di daerah Kota, Pekojan, juga," kata Novel.

Bahkan, Novel mengaku juga membuat selebaran sendiri dan menyebarkannya ke masjid dan musala.

"Saya bikin selebaran. Imbauan bahwa sanksi daripada memilih pemimpin kafir itu haram hukumnya. Dan sanksinya berat, tidak boleh disalatkan jenazahnya. Ini soal aqidah," kata dia.
Quote:Original Posted By dewars12yo
Siap2 diciduk lu Nopelemoticon-Wakaka


Nopel dah gila, wajar blom ditangkap bray emoticon-Leh Uga
Bisanya cuma ngancam2 pake hukum.
Keyakinan agama orang mau dilawan..
Lah orang mau nyolati apa gak mah itu urusan masing2, kenapa gak suruh aja tu pendukung2 mahog sendiri yg nyolatin.
Udah jadi jenazah aja masih ngotot aja nyusahin orang minta disholati.
Semoga cepet terselesaikan
ciduk si nopel tuh pak pol emoticon-Ngacir