alexa-tracking

Kebangkitan trah Soeharto di jagat politik

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c7b318c0d770154f8b456b/kebangkitan-trah-soeharto-di-jagat-politik
Kebangkitan trah Soeharto di jagat politik
Kebangkitan trah Soeharto di jagat politik


Merdeka.com - Semenjak Presiden kedua RI Soeharto lengser pada 1998, tak satu pun keluarga Cendana menampakkan karir cemerlang di jagat politik tanah air. Putri pertama Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Tutut sempat mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2004, namun gagal total.

Partai Karya Peduli Bangsa milik Tutut hanya menjadi partai gurem. Meskipun, partai tersebut didukung oleh para menteri era Orde Baru. Bisa jadi, saat itu masyarakat masih trauma dengan kepemimpinan Soeharto yang terkenal otoriter.

Sementara Bambang Trihatmodjo, Sri Hutami Endang Adiningsih, Sigit Harjojudanto memilih untuk tak ikut-ikutan terjun ke dunia politik. Mereka sibuk mengurus bisnisnya masing-masing.

Trah Cendana mulai muncul di jagat politik pada tahun 2009. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang kembali mencoba mengibarkan bendera keluarga Cendana di perpolitikan Tanah Air. Tommy mencoba kembali ingin menguasai Partai Golkar dengan ikut Munaslub di Riau.

Sayang, tak satupun suara memilih Tommy. Di situ, Aburizal Bakrie (Ical) terpilih sebagai ketua umum. Di urutan kedua Surya Paloh dan ketiga Yuddy Chrisnandi. Kecewa dengan Golkar, Tommy coba membuat partai baru yakni Partai Nasional Republik. Sayang partainya tak lolos verifikasi dan gagal jadi kontestan Pemilu 2014.

Tak patah arang, Tommy kembali bikin Partai Berkarya. Partai ini akhirnya lolos verifikasi Kemenkum HAM dengan nomor M.HH/20.AH.11.01 tahun 2016. Partai Berkarya adalah gabungan dari partai nasional republik dan beringin berkarya yang sempat dibentuknya dulu.

Tak cuma Tommy, karir politik lebih cemerlang dimunculkan oleh Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Mantan istri Prabowo Subianto ini kini menjadi anggota DPR dari Partai Golkar periode 2014-2019. Bahkan Titiek sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar.

Di Pilgub DKI 2017, Titiek Soeharto secara terang-terangan mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Padahal, Golkar sendiri mendukung lawan dari Anies-Sandi yakni Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Anies pun merasa bangga mendapatkan dukungan politik dari keluarga Cendana. Dia yakin, keluarga Cendana memiliki kekuatan politik besar yang dapat membantu memenangkan pihaknya di Pilgub DKI 2017 putaran kedua yang akan digelar 19 April nanti. Anies pun tampak hadir di acara Haul Soeharto sekaligus peringatan Supersemar yang digelar di Masjid At-Tin yang dihadiri ribuan orang.

"Kita ini hanya datang ke acara. Masak enggak datang. Didukung oleh sana saja efeknya sudah luar biasa," ucap Anies saat ditemui di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Dalam acara Haul Soeharto, Anies juga tampak berfoto dengan Tommy bersama Ustaz Arifin Ilham. Menurut dia, itu foto yang biasa saja. Tidak bisa diartikan sebagai upaya membangkitkan kembali kekuatan Orde Baru melalui Pilgub DKI 2017.

"Menurut saya foto itu, jadi kita ini ingin bangun persatuan dan nuansanya bukan mengkotakkan-katakan, justru dipersatukan," kata Anies di bilangan Pulo Gadung, Jakarta, Senin (13/3).

Anies pun membantah ada kedekatan khusus dengan Tommy jika dilihat dari foto itu. Menurut dia, setiap hari bisa foto dengan ratusan orang, termasuk Tommy.

"Enggak, dari mana deket, saya setiap hari foto sama banyak orang, ratusan, setiap hari. Masak satu foto saja bikin. Saya Deket sama warga Kapuk, lalu jadi saya kembali ke Kapuk gitu? Enggak lah. Jadi menurut saya, enggak udah di lebih-lebihkan biasa saja, setiap hari saya foto ratusan kalau ada satu foto," tegas dia kembali memperdalam saat dijumpai di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/3).

Sumur: https://www.merdeka.com/politik/keba...t-politik.html

Hanya orang dongo doank yg mau milih hakim agung assasin, apalagi dibelakangnya ulama penjual agama semua...emoticon-Wakaka
image-url-apps
Tenang,orang indonesia sudah pintar! Kecuali nasbung,masih hidup di jaman batu😝
image-url-apps
Kalo ni negara di bagi 2 Kaum Nasionalis dan Kaum nasbung.

Yakin dah si tomi pasti jd presiden di kaum nasbung emoticon-Hammer
KASKUS Ads
image-url-apps
wkwkwk emoticon-Ngakak
Yuk dimulai SOP nya emoticon-Malu
Saatnya di godog emoticon-Big Grin
berpolitik itu hak setiap "warga negara indonesia". gak usah paniklah, kesan nya lebay yang dipaksakan.... Megawati aja nitipin putiri beliau jadi mentri di kabinet jokowi toh adem-adem aja....
image-url-apps
hmmmmm......
kita tunggu perkembangannya
image-url-apps
Ah tenang aja, gak bakal bs, rakyat masih trauma sama the smiling general
Paling yg milih org2 dia jg ditambah yg termakan penak jaman ku toh ntah apalah itu

emoticon-Leh Uga
image-url-apps
1... 2... 3.... neo neo neo orba emoticon-Ngakak
image-url-apps
Quote:


Sayangnya mahluk purbakala kayak begitu mayoritas di negara ini
image-url-apps
hmmm
rada gusrak gasruk kalo crndana masuk politik lv
image-url-apps
ada isu penyandang dananya si tm ternyata memang ada benarnya wkwwkwkw mrk mulai menampakkan batang hidungnya manusia2 munafik berhati iblis
image-url-apps
Didukung klan cendana berarri Anies mau membangkitkan orba di DKI kah?
emoticon-Wow

Kebayang deh PNS pemprov bakal balik lagi jadi raja.
Di kelurahan mau urus apa aja dilepeh dan diping pong
Songong banget kecuali kalo beberapa lembar Rupiah merah ditebar.
emoticon-Najis
image-url-apps
Quote:


Pembunuh asal muslim, masih lebih baik drpd kafirnyg bangun masjid dan umrohkan marbot
Begitulah kata2 mutiara dr pemilik kavling sorga
emoticon-shakehand
image-url-apps
SOEHARTO, PKI & PILPRES 2019


Saya sejak lama yakin, bahwa ruh Soeharto akan dibangkitkan kembali. Kekuasaan itu manis rasanya dan orang yang sudah pernah mencicipinya selalu ingin merasakannya lagi. Terutama dari keturunannya yang punya ambisi untuk kembali menguasai negeri ini.

Dan cara membangkitkan ruh Soeharto adalah dengan mencuci namanya. Di dunia marketing namanya re-branding.

Cara melakukan rebranding awal adalah dengan mengingatkan masyarakat bahwa "sungguh enak pada masa pemerintahan Soeharto". Harga murah, negara aman, proyek lancar dan lain-lain. Jadi wajar ketika sedang berkendara di jalan, kita menemukan gambar Soeharto di bak-bak truk dan spanduk-spanduk dengan kata, "Enak jamanku, tho".

Kata "enak" disini untuk menghapus stigma bahwa Soeharto adalah rezim yang begitu otoriter yang membungkam banyak mulut para penentangnya.

Kata "enak" dengan harga pangan dan barang murah juga untuk menghapus memori banyak orang bahwa banyaknya subsidi di era Soeharto, membuat kita sekarang sibuk membayar hutang dan akhirnya tunduk dibawah kaki IMF akibat hampir bangkrut karena KKN besar-besaran di hampir semua sektor.

Sesudah selesai melakukan langkah awal dengan "Enak zamanku, tho", baru dimulai langkah kedua, yaitu isu bangkitnya PKI.

Isu PKI sejak dulu selalu dimainkan oleh Soeharto. Dengan pasal-pasal karet yang sengaja dibuat, maka isu PKI ini sukses membungkam banyak suara. Bicara tentang PKI pada masa itu bisa hilang tak ketahuan dimana belantaranya.

Dan melalui ormas-ormas Islam, isu PKI dibangkitkan kembali hanya untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa Soeharto-lah pahlawan pemberantas PKI. Kita ditakut-takuti dengan isu itu dan bahkan seorang mantan Jenderal pernah mengatakan sudah ada 15 juta PKI di Indonesia ini.

Dan isu PKI paling cocok disandingkan dengan isu anti China. Seperti kita tahu juga, masalah SARA dengan menyudutkan etnis China adalah senjata utama rezim Soeharto untuk mempertahankan kedudukannya.

Ingat tragedi 1998?

Kental sekali isu anti China di peristiwa itu, hanya untuk menunjukkan kepada masyarakat, "Benar kataku tho..". Belum tragedi-tragedi lama bentrok antar etnis yang dipelihara, diredam dan dipakai lagi sebagai bagian dari sandiwara politik.

Dan ketika semua sudah siap, maka -Tarrrraaa- muncullah Tommy Soeharto yang diangkat sebagai reinkarnasi bapaknya. Terlalu gamblang benang merahnya. Tommy dipersiapkan sebagai Capres 2019, karena memenuhi beberapa syarat, yaitu muda, ganteng, kaya raya dan punya nama Soeharto di belakangnya.

Siapakah dibalik semua ini?

Banyak yang punya kepentingan. Terutama ketika banyak juga yang ragu bahwa Prabowo bisa menang melawan Jokowi di 2019. PKS juga punya andil besar disini, karena sejak lama merekalah selalu mendesak supaya Soeharto dijadikan pahlawan nasional.

Pilpres Indonesia kali ini akan berlangsung menarik, tapi juga keras. Untuk memenangkan Pilpres 2019, maka yang harus dilakukan adalah menguasai Jakarta dan Jawa Barat.

Jawa Barat? Kenapa begitu penting?

Nanti kita bahas di tulisan selanjutnya. Sekarang seruput kopi dulu, biar mata segar dan bisa melihat dengan jelas "gambar besar"nya.


Oke oce?
image-url-apps
Quote:


Nasbung itu mayoritas di Indo bro.
Nasbung pintar dan kaya yang lahir dan dibesarkan oleh uang korupsi.
Nasbung berbaju agama padahal sejatinya preman yang dibayar nasbung pintar untuk membodohi nasbung bodoh
Nasbung bodoh dan melarat yang jadi korban nasbung pintar dan berbaju agama.
emoticon-Cool
image-url-apps
Quote:


Uda keliatan sebenernya, dr sarwo edhie kivlan zeinturun tangan pas 4 november
Sayangnya cuma si rahmawati, kok bisa2nya khianatin bapaknya sendiri gabung sama orba yg uda bunuh bapaknya
image-url-apps
pembunuh hakim agung mau nyapres 2019 tuh kayaknya
Quote:


Pembunuh jadi presiden...emoticon-Wakaka
ingat tragedi Tanjung Priok saudara saudara
×