alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Pengusaha Keramik Keluhkan Tingginya Harga Gas Industri
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c792311a9975860f8b456b/pengusaha-keramik-keluhkan-tingginya-harga-gas-industri

Pengusaha Keramik Keluhkan Tingginya Harga Gas Industri

Pengusaha Keramik Keluhkan Tingginya Harga Gas Industri


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dibandingkan negara-negara lain yang memproduksi keramik dengan kapasitas besar seperti di Eropa, harga gas di Indonesia dianggap terlalu mahal.

Di Eropa, keramik merupakan industri uggulan sehingga gas sangat murah, yaitu sekitar 3 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU).

"Kita di indonesia, saat ini ada 3 harga variasi berdasarkan pembatasan wilayah. Di Jawa bagian barat 9,15 dollar AS, di Jawa bagian timur, 8,03 dollar AS," ujar Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Elisa Sinaga, pekan lalu.

Ia berharap, harga gas di Jawa bagian barat dan bagian timur bisa disamakan tapi dengan harga tetap rendah seperti sekarang.

Sementara itu, di Medan, Sumatera Utara, sudah diputuskan penurunan harga gas yang sebelumnya 12 dollar menjadi 9,8 dollar per MMBTU.

Meski demikian, sebenarnya para pelaku industri di Medan mengharapkan penurunan harga menjadi 9 dollar per MMBTU.

"Kami berharap sekali, karena 35 persen biaya produksi itu tergantung dari energi gas. Mampu ngga kita berjalan dengan harga segitu? Mampu, tapi daya saing tidak baik," kata Elisa.

Lebih lanjut, ia menambahkan, para pelaku industri keramik tidak meminta harga gas yang murah, tetapi lebih kepada harga yang berdaya saing.

Sebagai contoh, antara Medan dengan Malaysia, ketimpangan harga gas terlalu jauh. Di Malaysia, harga gas hanya 6 dollar per MMBTU.

Sementara di Medan, harga gas sebelum turun bisa 12 dollar per MMBTU. Elisa mempertanyakan bagaimana industri keramik bisa berdaya saing jika biaya produksi saja sudah tinggi.

"Mengapa kita tidak mau turunkan di tengah kondisi ingin ekspor, tapi kemampuan daya saing rendah, salah satunya harga energi yang demikian mahalnya," sebut Elisa.(Arimbi Ramadhiani)

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...a-gas-industri

---

Baca Juga :

- Gairahkan Pasar Keramik, Asaki Kembali Gelar Pameran Keramika 2017

- Pengusaha Keramik Keluhkan Harga Gas Industri yang Masih Mahal

- Tolak Panas, Kaca Film Berlapis Metal Lebih Baik dari Keramik



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di