alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c775b260e24ba4238b456d/teriak-hidup-ahok-sambil-mabuk-iwan-disebut-kafir-dikeroyok-hingga-bonyok
Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Iwan (43) dikeroyok massa karena berteriak "Hidup Ahok" di depan rumah warga Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/3/2017) malam.

Seusai minum alkohol sekitar pukul 22.00 WIB, Iwan melintas di depan rumah seorang warga bernama Nena Zaenab (58) Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat. Iwan pun berteriak tanpa alasan yang jelas.

"Korban (Iwan) teriak, 'Hidup Ahok'. Sehingga membuat Ibu Zaenab kaget," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius melalui keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2017).

Dengan spontan, Zaenab mengucap makian terhadap Iwan. Tak terima, Iwan membalas makian Zaenab. Anak dari Zaenab, Idam Topan (30) tak terima orang tuanya diejek. Idam bersama kedua rekannya, Rubi Pegi (25) dan Angga (23) mengejar Iwan.


"Bersama-sama memukuli korban. Selanjutnya dipisahkan oleh warga. Namun para pelaku masih belum puas dan selanjutnya mencari korban," ujar Antonius.

Pada jam 23.15 WIb para pelaku menemukan korban di RT 9 RW 11 Jalam Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat. Para pelaku memukuli kembali hingga korban luka.

Saksi Yanto Herwanto selaku Ketua RT 9 yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambora. Lanjut korban oleh piket buser di bawa ke Rumah Sakit Tarakan guna pengobatan.

"Antara pelaku dan korban sebelumnya saling ejek dengan menyebut korban pemilih kafir dan dibalas 'Lo yang kafir'," ujar Antonius.

Polisi Tambora telah mengamankan Rugi Pegi. Sementara, Idam Topan dan Angga masih dalam pencarian.

"Kita membuatkan visum luka. Kemudian, mendatangi TKP dan mengamankan pelaku atas nana Ruby Pegi. Saat ini, kami mencari pelaku lain," ujar Antonius.

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...-hingga-bonyok

Lagi2 tubuh ringkih taikers tdk berimbang dgn bacot yg besaremoticon-Wakaka
Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok
Gw ga sabar gan buat liat hasilnya aja april besok
.emoticon-Embarrassment
Kita liat siapa yg mewek dah..emoticon-Big Grin
emoticon-babi & emoticon-Angkat Beer menu panastaik emoticon-Ngakak
Raja mabok, fansnya ya doyan mabok, pantes banyak yg TOLOLemoticon-Big Grin
nastaik mabok aja masih inget ahok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Iwan bopeng bukan??? emoticon-Big Grin

Nunggu panastaik yg mewek teman maboknya dizolimi

emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By adoeka
nastaik mabok aja masih inget ahok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak



Kaum bani serbet kalo sakaratul maut, ingetnya juga si mahokemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By adoeka
nastaik mabok aja masih inget ahok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak



Klo Ahok klah Pilkada bakal jadi gila mereka.
Satu lagi nastaik digebukin.


Hidup koko SENSOR
lah iwan emoticon-Wakaka
Ntar bakal muncul headline:

Warga ini dipukuli karena berani mendukung ahok,

emoticon-Stick Out Tongue
Level Panastak memang ga jauh dari lapo lovers, judi lovers, dan maksiat lovers yang lain. Ga ada adat ketimuran, ga tau sopan santun dan memang kerap bikin rusuh... meresahkan emoticon-Big Grin
ya elah, orang mabok diladenin emoticon-Embarrassment

idiot emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By dmcarthur
Ntar bakal muncul headline:

Warga ini dipukuli karena berani mendukung ahok,

emoticon-Stick Out Tongue


trus bani sarbet datang menjadi pahlawan bertopeng

Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK

Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dilaporkan Government Against Corruption dan Discrimination (GACD) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana Frankfurt Book Fair 2015. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang dibuat Direktur Eksekutif GACD Andar Mangatas Situmorang tersebut.

“Kami telaah dan kami lihat apa ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak,” kata Febri di KPK, Jumat, 10 Maret 2017.

Kemarin, Kamis, 9 Maret 2017, KPK menerima laporan dari Andar. Dalam tanda bukti penerimaan laporan, Anies dilaporkan diduga tersangkut korupsi pembiayaan proyek Frankfurt Book Fair 2015.

Frankfurt Book Fair 2015, yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2015, menghabiskan dana Rp 146 miliar. Saat itu, posisi Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam laporannya, Andar melampirkan satu dokumen kronologis laporan dugaan tindak pidana korupsi, yang diduga dilakukan Anies saat menjabat.

Febri memastikan laporan terhadap Anies akan diperlakukan sama dengan laporan-laporan lain yang masuk. Sebab, KPK tidak boleh menolak semua laporan masuk. Namun tidak semua laporan yang masuk merupakan tindak pidana korupsi. Bisa jadi laporan tentang tindak pidana korupsi, tapi bukan kewenangan KPK.

“Karena ini (laporan terhadap Anies) fase awal sebenarnya dari laporan masyarakat,” ujar Febri. Ia mengatakan butuh waktu untuk menelaah lebih lanjut. Dia melanjutkan, tidak ada batasan waktu untuk menentukan setiap laporan masuk kategori tindak pidana korupsi.

Sebab, kata Febri, banyak laporan yang diterima mengandung informasi variatif. Namun ia menjamin semua laporan yang masuk akan ditelaah lebih dulu.

Saat dikonfirmasi terkait dengan laporan tersebut, Anies enggan berkomentar banyak. "Sebenarnya lebih baik yang jelasin, yang lapor, ya," ujar Anies di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 10 Maret 2017.

Anies mengaku tidak tahu dia dilaporkan ke KPK terkait dengan kasus apa. "Hari gini, gitu, ya. Mau pilkada muncul laporan-laporan yang macam-macam, ya, Sandi (Sandiaga Uno). Biar deh yang menjelaskan yang lapor," kata calon Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Anies, laporan tersebut hanya sekedar "lucu-lucuan" selama pilkada berlangsung. "Selalu ada yang meriah-meriah begini. Jadi harap sabar, ini ujian," ujarnya.

sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/...aporkan-ke-kpk

Ayo jangan mau kalah sama pak ahok yg terbukti bersih dan gampang dipanggil pihak berwajib, dipanggil KPK harus langsung jalan ya pak anies, kalo bersih gak usah takut emoticon-Selamat
Yang bener?



Quote:Original Posted By stratovarius666


Home Berita Daerah Internasional Kolom Wawancara Fokus Pilkada DKI Lapsus Tokoh Foto Most Popular Pro Kontra Suara Pembaca Opini Anda Infografis Video Indeks
Home / detikNews / Berita
Selasa 14 Mar 2017, 13:14 WIB
Polisi: Korban Pengeroyokan 3 Orang di Tambora Tidak Mabuk
Arief Ikhsanudin - detikNews
Polisi: Korban Pengeroyokan 3 Orang di Tambora Tidak Mabuk
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Iwan (43), dikeroyok oleh tiga orang di Kawasan Tambora setelah sebelumnya adu mulut dengan orang tua salah satu pelaku. Polisi menyatakan Iwan dalam kondisi sepenuhnya sadar, tidak mabuk.

"Korban tidak mabuk. Namun, terjadi adu mulut antara korban dengan ibu salah satu pelaku. Kejadian itu terjadi pada Senin (13/3) pada pukul 22.00 WIB," ujar Kanitreskrim Polsek Tambora, AKP Antonius, dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (14/3/2017).

Pernyataan Antonius ini memperbarui keterangan dia sebelumnya yang menyebut Iwan berada dalam kondisi mabuk. Keterangan itu didapatkan Iwan dari laporan awal yang masuk.
Pelaku pengeroyokan terhadap Iwan tersebut adalah ID (30), RP (25) dan AN (23). ID mendengar adu mulut Iwan dengan Zaenab (ibunda ID), kemudian mengajak RP dan AN untuk memukul Iwan.

"Kemudian ID mengejar korban dan bersama dengan RP dan AN memukuli korban," ujar Antonius.

Pemukulan bisa dilerai oleh warga. Namun para pelaku yang belum puas kembali mengejar korban dan memukulinya di tempat berbeda.

"Saksi Yanto (Ketua RT 09) yang melihat kejadian tersebut, berusaha melerai dan akhirnya malaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambora. Korban dibawa ke RS Tarakan guna pengobatan," kata Antonius.

RP telah diamankan petugas kepolisian. Sedangkan AN dan ID masih dalam pengejaran. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan di muka umum.
(aik/fjp)

https://m.detik.com/news/berita/d-3446374/polisi-korban-pengeroyokan-3-orang-di-tambora-tidak-mabuk

Gw lebih percaya polisi daripada fitnah nasbungtaik emoticon-Big Grin


Jadi iwan bonyok dong emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By adoeka
nastaik mabok aja masih inget ahok emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak



Yakin lo duk dia mabok?
Quote:Original Posted By otak.user
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Iwan (43) dikeroyok massa karena berteriak "Hidup Ahok" di depan rumah warga Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/3/2017) malam.

Seusai minum alkohol sekitar pukul 22.00 WIB, Iwan melintas di depan rumah seorang warga bernama Nena Zaenab (58) Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat. Iwan pun berteriak tanpa alasan yang jelas.

"Korban (Iwan) teriak, 'Hidup Ahok'. Sehingga membuat Ibu Zaenab kaget," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius melalui keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2017).

Dengan spontan, Zaenab mengucap makian terhadap Iwan. Tak terima, Iwan membalas makian Zaenab. Anak dari Zaenab, Idam Topan (30) tak terima orang tuanya diejek. Idam bersama kedua rekannya, Rubi Pegi (25) dan Angga (23) mengejar Iwan.


"Bersama-sama memukuli korban. Selanjutnya dipisahkan oleh warga. Namun para pelaku masih belum puas dan selanjutnya mencari korban," ujar Antonius.

Pada jam 23.15 WIb para pelaku menemukan korban di RT 9 RW 11 Jalam Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat. Para pelaku memukuli kembali hingga korban luka.

Saksi Yanto Herwanto selaku Ketua RT 9 yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambora. Lanjut korban oleh piket buser di bawa ke Rumah Sakit Tarakan guna pengobatan.

"Antara pelaku dan korban sebelumnya saling ejek dengan menyebut korban pemilih kafir dan dibalas 'Lo yang kafir'," ujar Antonius.

Polisi Tambora telah mengamankan Rugi Pegi. Sementara, Idam Topan dan Angga masih dalam pencarian.

"Kita membuatkan visum luka. Kemudian, mendatangi TKP dan mengamankan pelaku atas nana Ruby Pegi. Saat ini, kami mencari pelaku lain," ujar Antonius.

Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolit...-hingga-bonyok

Lagi2 tubuh ringkih taikers tdk berimbang dgn bacot yg besaremoticon-Wakaka
Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok


Sumber lain ada tong?
Quote:Original Posted By antiSARA93
Gw ga sabar gan buat liat hasilnya aja april besok
.emoticon-Embarrassment
Kita liat siapa yg mewek dah..emoticon-Big Grin


Siapin tissu gan emoticon-Ngakak