alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c773141ee5dffa608b4567/anies-baswedan-dilaporkan-ke-kpk
Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK
Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dilaporkan Government Against Corruption dan Discrimination (GACD) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana Frankfurt Book Fair 2015. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang dibuat Direktur Eksekutif GACD Andar Mangatas Situmorang tersebut.

“Kami telaah dan kami lihat apa ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak,” kata Febri di KPK, Jumat, 10 Maret 2017.

Kemarin, Kamis, 9 Maret 2017, KPK menerima laporan dari Andar. Dalam tanda bukti penerimaan laporan, Anies dilaporkan diduga tersangkut korupsi pembiayaan proyek Frankfurt Book Fair 2015.

Frankfurt Book Fair 2015, yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2015, menghabiskan dana Rp 146 miliar. Saat itu, posisi Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam laporannya, Andar melampirkan satu dokumen kronologis laporan dugaan tindak pidana korupsi, yang diduga dilakukan Anies saat menjabat.

Febri memastikan laporan terhadap Anies akan diperlakukan sama dengan laporan-laporan lain yang masuk. Sebab, KPK tidak boleh menolak semua laporan masuk. Namun tidak semua laporan yang masuk merupakan tindak pidana korupsi. Bisa jadi laporan tentang tindak pidana korupsi, tapi bukan kewenangan KPK.

“Karena ini (laporan terhadap Anies) fase awal sebenarnya dari laporan masyarakat,” ujar Febri. Ia mengatakan butuh waktu untuk menelaah lebih lanjut. Dia melanjutkan, tidak ada batasan waktu untuk menentukan setiap laporan masuk kategori tindak pidana korupsi.

Sebab, kata Febri, banyak laporan yang diterima mengandung informasi variatif. Namun ia menjamin semua laporan yang masuk akan ditelaah lebih dulu.

Saat dikonfirmasi terkait dengan laporan tersebut, Anies enggan berkomentar banyak. "Sebenarnya lebih baik yang jelasin, yang lapor, ya," ujar Anies di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 10 Maret 2017.

Anies mengaku tidak tahu dia dilaporkan ke KPK terkait dengan kasus apa. "Hari gini, gitu, ya. Mau pilkada muncul laporan-laporan yang macam-macam, ya, Sandi (Sandiaga Uno). Biar deh yang menjelaskan yang lapor," kata calon Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Anies, laporan tersebut hanya sekedar "lucu-lucuan" selama pilkada berlangsung. "Selalu ada yang meriah-meriah begini. Jadi harap sabar, ini ujian," ujarnya.

sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/...aporkan-ke-kpk

Ayo jangan mau kalah sama pak ahok yg terbukti bersih dan gampang dipanggil pihak berwajib, dipanggil KPK harus langsung jalan ya pak anies, kalo bersih gak usah takut emoticon-Selamat
Mau dipanggil KPK kek, dipanggil Presiden kek, atau di panggil Tuhan sekalipun, semua akan beres dengan OKEEE OCEEEEE

Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK

Ayo pak Anies.....buktikan anda adalah orang yang patuh hukum.
Tidak perlu ngeles macam-macam seperti kemarin. emoticon-medicine
Makanya kalo mau jadi pemimpin itu tutup dulu semua lobang
Bisa baca di sini, komentar GM yang juga Ahoker

sumber

Lalu bagaimana sampai Anda ditunjuk jadi Ketua Komite Nasional?

Pada 2013 saya diminta wakil presiden saat itu, Pak Boediono, ikut rapat pembentukan Komite Nasional. Pada tahun itu, baru ditandatangani MoU dengan Direktur Frankfurt Book Fair. Kita hanya punya waktu dua tahun untuk persiapan. Saat itu Ketua Komite Nasional-nya adalah Pak Agus Maryono, insinyur lulusan Jerman yang ahli tentang sungai. Saya mengatakan tak mau jadi ketua, juga tak mau menjadi Ketua Komite Buku. Kenapa? Karena saya pengarang, nanti pasti dianggap mementingkan diri sendiri. Saya hanya minta menteri-menteri tidak usah dilibatkan dalam Komite. Tim ini dibentuk untuk membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi ini adalah proyek Kementerian.

Kapan Anda ditunjuk menggantikan Pak Agus Maryono?
Pada 2015 Mas Agus mundur dari Ketua Komite dan minta saya menggantikan dia. Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang menandatangani karena sudah ada pergantian kabinet. Kami bekerja tanpa anggaran, jadi pakai anggaran rutin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jadi Menteri, Anies Baswedan tak bisa ubah anggaran lebih cepat cair?
Dia kan baru menjabat, sementara program sudah jalan. Jadi memang tidak bisa diubah. Anggarannya sudah ditetapkan di masa Menteri Muhammad Nuh. Aturan pemerintah dan birokrasi (dalam pencairan anggaran) masih kaku. Misalnya, kita menyewa tim public relations. Mereka berbulan-bulan belum dibayar sampai kami mau diancam—tapi belum sampai disomasi. Untung bisa dibujuk.

Berapa totalnya?
Tahun 2014, bujetnya sekitar Rp 147 miliar. Pemerintah yang menetapkan anggarannya. Jadi, bukan kami yang mengajukan. Program yang kami susun menyesuaikan dengan bujet pemerintah.

Tak mencari sponsor?
Waktu itu saya mau cari sponsor, tapi dibilang jangan. Sebenarnya tidak perlu sponsor memang, kalau pembayarannya lancar. Saya terpaksa nombokin. Saya juga minta bantuan teman-teman untuk nombokin.

Resiko melawan Ahokers. emoticon-Big Grin
Ini wawancara 2015. Jadi bukan bagian dari pembelaan lho ya hehe
apa perlu waktu ntar dipanggil KPK ... dateng dikawal barisan oknum ulama2 Petamburan ? emoticon-Matabelo
Menarik ini...
Silakan hadapi pak anies,kalo bersih gak usah takut!✌️
Quote:Original Posted By KemangSPN
apa perlu waktu ntar dipanggil KPK ... dateng dikawal barisan oknum ulama2 Petamburan ? emoticon-Matabelo


denger2 dananya 100M breeeeeeeeeee

Quote:Original Posted By kampungjanis
Silakan hadapi pak anies,kalo bersih gak usah takut!✌️

Salam 2 jari? sarkas amat lo bray emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By renee.magritte
Bisa baca di sini, komentar GM yang juga Ahoker

sumber

Lalu bagaimana sampai Anda ditunjuk jadi Ketua Komite Nasional?

Pada 2013 saya diminta wakil presiden saat itu, Pak Boediono, ikut rapat pembentukan Komite Nasional. Pada tahun itu, baru ditandatangani MoU dengan Direktur Frankfurt Book Fair. Kita hanya punya waktu dua tahun untuk persiapan. Saat itu Ketua Komite Nasional-nya adalah Pak Agus Maryono, insinyur lulusan Jerman yang ahli tentang sungai. Saya mengatakan tak mau jadi ketua, juga tak mau menjadi Ketua Komite Buku. Kenapa? Karena saya pengarang, nanti pasti dianggap mementingkan diri sendiri. Saya hanya minta menteri-menteri tidak usah dilibatkan dalam Komite. Tim ini dibentuk untuk membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi ini adalah proyek Kementerian.

Kapan Anda ditunjuk menggantikan Pak Agus Maryono?
Pada 2015 Mas Agus mundur dari Ketua Komite dan minta saya menggantikan dia. Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang menandatangani karena sudah ada pergantian kabinet. Kami bekerja tanpa anggaran, jadi pakai anggaran rutin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jadi Menteri, Anies Baswedan tak bisa ubah anggaran lebih cepat cair?
Dia kan baru menjabat, sementara program sudah jalan. Jadi memang tidak bisa diubah. Anggarannya sudah ditetapkan di masa Menteri Muhammad Nuh. Aturan pemerintah dan birokrasi (dalam pencairan anggaran) masih kaku. Misalnya, kita menyewa tim public relations. Mereka berbulan-bulan belum dibayar sampai kami mau diancam—tapi belum sampai disomasi. Untung bisa dibujuk.

Berapa totalnya?
Tahun 2014, bujetnya sekitar Rp 147 miliar. Pemerintah yang menetapkan anggarannya. Jadi, bukan kami yang mengajukan. Program yang kami susun menyesuaikan dengan bujet pemerintah.

Tak mencari sponsor?
Waktu itu saya mau cari sponsor, tapi dibilang jangan. Sebenarnya tidak perlu sponsor memang, kalau pembayarannya lancar. Saya terpaksa nombokin. Saya juga minta bantuan teman-teman untuk nombokin.

Resiko melawan Ahokers. emoticon-Big Grin
Ini wawancara 2015. Jadi bukan bagian dari pembelaan lho ya hehe

Mantap,,,
emoticon-Traveller
mungkin minta diundur macam si Uno

emoticon-Wkwkwk
Taik ni dosen asu emoticon-Traveller
Buktikan kalau dirimu bersih!!!
Quote:Original Posted By bohrauger
mungkin minta diundur macam si Uno

emoticon-Wkwkwk


Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK
Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK

semua gara2 ahok emoticon-Mewek

Ahok Diproses, Kapolri Instruksikan Usut Semua Kasus Peserta Pilkada

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, Polri terpaksa mengesampingkan Peraturan Kapolri yang diterbitkan Kapolri sebelumnya, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, yang menyatakan pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses pilkada selesai.

Menurut Tito, kasus yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi referensi Polri untuk melanjutkan kasus-kasus lain yang menyeret peserta pilkada.

"Kalau ini digulirkan, akan membawa konsekuensi. Siapa pun yang dilaporkan, semua dilaporkan sama, harus diproses," ujar Tito di Kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (25/1/2017).


(Baca: Senyum yang Hilang dari Wajah Agus Ketika Ditanya soal Sylviana...)

Padahal, Perkap tersebut diterbitkan agar tidak terjadi politisasi dan muncul kesan kriminalisasi dengan memanfaatkan penegakan hukum. Namun, karena desakan masyarakat yang kuat, Polri melanjutkan laporan itu.

Aksi saling lapor terhadap peserta pilkada tak hanya terjadi di DKI Jakarta. Di daerah pun banyak ditemukan kasus serupa.

Tito mengatakan, kasus Ahok menjadi preseden untuk menindaklanjuti laporan tanpa harus menunggu pilkada selesai.

"Jangan dihentikan prosesnya karena referensinya adalah kasus Ahok yang diajukan pada saat tahapan pilkada. Yang otomatis membawa konsekuensi hukum asas equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak ada bedanya," kata Tito.

(baca: Bareskrim: Status Kasus Masjid Al-Fauz Naik ke Penyidikan)

Belakangan, Polri mengusut dua kasus yang menyeret calon wakil gubernur DKI nomor urut dua, Sylviana Murni.

Pertama, yakni dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bansos Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

Kedua kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan dan tetap bergulir. (baca: Bareskrim: Kasus Korupsi Bansos Kwarda Pramuka DKI Naik ke Penyidikan)

"Jadi, kalau ada laporan kepada paslon lainnya, termasuk di Jakarta, ya kita proses. Itu konsekuensinya, tidak ada penundaan," kata Tito.

Calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya menyinyalir ada motif politis di balik mencuatnya dua kasus itu.


"Inilah yang sangat saya sayangkan. Rasa-rasanya aroma politiknya terlalu tinggi. Mencari-cari suatu yang tidak ada," kata Agus.

(baca: Kabareskrim: Spesifikasi Masjid Al Fauz Berbeda dengan Kontrak)

Agus menilai dua kasus yang ikut menyebut nama Sylvi merupakan upaya memojokkan dirinya dan Sylvi dalam kapasitas mereka sebagai pasangan cagub dan cawagub yang tengah mengikuti Pilkada 2017.

"Dengan seolah-olah menimbulkan, mencari-cari kesalahan-kesalahan yang tidak terjadi," ujar Agus.
modyaremoticon-Traveller
AHOKERS PANIKK..
AHOKERS GELISAH..
makanya di laporin sekrang2 ini..



logika panasbung,yang salah ga boleh di laporin..

dunia ini cuma boleh satu orang yang salah,yaitu AHOK..
spt biasa
jawabannya gak tegas dan ngeles

anis gak berani ngomong kayak anas
kalo saya korupsi, gantung di monis
emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By aingbau
AHOKERS PANIKK..
AHOKERS GELISAH..
makanya di laporin sekrang2 ini..



logika panasbung,yang salah ga boleh di laporin..

dunia ini cuma boleh satu orang yang salah,yaitu AHOK..



gue ke panasbung: kaca mana kaca emoticon-Wakaka
Yang GIF uno itu pesan yg mau disampaikan apa coba...?
Aneh2 aja