alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c74d1c12e25745198b4568/beda-aksi-simbolis-relawan-agus-sylvi-yang-dukung-ahok-dan-anies
Beda Aksi Simbolis Relawan Agus-Sylvi yang Dukung Ahok dan Anies
Quote:Beda Aksi Simbolis Relawan Agus-Sylvi yang Dukung Ahok dan Anies
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017, tercatat sudah banyak kelompok relawan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, yang menyatakan mengalihkan dukungan untuk Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, maupun Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pernyataan pengalihan dukungan kerap kali disertai dengan aksi simbolis. Namun, terdapat perbedaan aksi simbolis dari relawan yang mendukung Ahok-Djarot dengan yang mendukung Anies-Sandi.

Pada relawan Agus-Sylvi yang mendukung Ahok-Djarot, aksi simbolis dukungan kerap dilakukan dengan cara mengganti baju kampanye yang lama dengan kemeja kotak-kotak. Baju kampanye Agus-Sylvi adalah baju hitam lengan panjang yang dipenuhi berbagai emblem. Baju ini sering disebut dengan nama tacticool.

Aksi simbolis mengganti baju tacticool dengan kemeja kotak-kotak oleh relawan Agus-Sylvi juga terjadi saat deklarasi dukungan kelompok relawan Pemuda Agus-Sylvi Sabtu (11/3/2017).

Dalam acara tersebut, Djarot tampak mengenakan baju kotak-kotak ke beberapa anggota relawan.

Beberapa hari sebelumnya, Rabu (1/3/2017), sejumlah relawan Agus-Sylvi juga mendeklarasikan dukungan mereka untuk Ahok-Djarot. Peralihan dukungan yang dilakukan di kawasan Widya Chandra itu dilakukan dengan melepas tacticool dan menggantinya dengan kemeja kotak-kotak.

Aksi simbolis dengan cara mengganti baju kampanye yang lama dengan yang baru tidak dilakukan oleh kelompok-kelompok relawan Agus-Sylvi yang mengalihkan dukungannya untuk Anies-Sandi.

Pada banyak kesempatan, aksi simbolis relawan Agus-Sylvi yang mendukung Anies-Sandi tidak dilakukan dengan mengganti tacticool dengan baju kampanye Anies-Sandi. Tapi hanya mengganti emblem-emblem yang ada pada tacticool.

Emblem-emblem yang tadinya bertuliskan simbol dan slogan kampanye Agus-Sylvi, dicopot dan diganti dengan simbol dan slogan khas Anies-Sandi. Seperti perubahan emblem #JakartaUntukRakyat menjadi #SalamBersamaUntukJakarta, hingga perubahan emblem angka 1 menjadi 3.

Hal itu terjadi saat Sandi menghadiri deklarasi dukungan dari kelompok relawan Agus-Sylvi wilayah Kebayoran Lama Selatan, Selasa (28/2/2017). Saat itu, Sandi bahkan sempat mengenakan baju tacticool ala Agus-Sylvi, namun dengan emblem yang sudah diganti dengan simbol dan slogan khas Anies-Sandi.

Hal yang sama juga terjadi saat deklarasi dukungan tiga kelompok relawan Agus-Sylvi untuk Anies-Sandi, Selasa (7/3/2017). Kelompok relawan Agus-Sylvi yang mengalihkan dukungan masing-masing Bara (Barisan Relawan Agus-Sylvi), Baja (Barisan Anak Jakarta), dan Kompas (Komunitas Pendukung Agus-Sylvi).

Dalam kedatangannya ke posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, para relawan Agus-Sylvi datang tetap dengan mengenakan seragam tacticool. Namun, emblem pada seragam yang mereka kenakan tidak lagi bertuliskan Agus-Sylvi dan angka 1, tetapi sudah bertuliskan Anies-Sandi dan angka 3.

Meski sudah banyak kelompok relawannya yang mengalihkan dukungan, sampai saat ini belum ada peryataan resmi dari tim Agus-Sylvi mengenai dukungan yang akan mereka berikan kepada pasangan calon lain pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Juru bicara Agus-Sylvi, Rachland Nashidik, bahkan mengatakan pihaknya kemungkinan tidak akan memberikan dukungan pada pasangan mana pun pada putaran kedua.

"Bila minta pendapat saya, akan saya jawab kalau serahkan saja kepada warga Jakarta pendukung Agus-Sylvi untuk memilih berdasar keyakinan dan hati nurani masing-masing," kata Rachland, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/3/2017).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menyebutkan hal senada Menurut Roy, kemungkinan besar partainya akan nonblok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kemungkinan besar (Partai Demokrat) akan memberikan sinyal untuk nonblok. Nonblok dengan catatan, tidak boleh golput, tetap memilih, karena ini hak politik dan demi kemajuan Jakarta," kata Roy.

SUMUR


bebaslah gimana aja enaknya
emoticon-Cool
cuman simbol doang
gag penting itu
yg penting kan suaranya
nyoblos di tps itu yg utama
Selama azas luber jurdil berlangsung mah
Mana ada yang tau dia coblos siapa emoticon-Shakehand2
demokrat salah posisi, mending gabung aj ama gerinda biar lebih jelas posisinya...

2019 sapa tau prabowo naik, demokrat bisa nebeng jadi mentri...
hoax kompas lagi?
asal jangan buka baju ame celana trus lari2an ke tengah jalan...
Quote:Original Posted By ganros
asal jangan buka baju ame celana trus lari2an ke tengah jalan...


emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
sok2an nonblok lo roy emoticon-Wakaka
Nah lho.....baju kotak-kotak berbalik arah emoticon-Wkwkwk
youtube-thumbnail
Politik tidak ada kawan dan lawan abadi.
Tinggal lihat aja hasil akhirnya nanti spt apa.
Quote:Original Posted By ariodwiponco
Selama azas luber jurdil berlangsung mah
Mana ada yang tau dia coblos siapa emoticon-Shakehand2

tapi kalau mati ntar ditanya loh kemarin nyoblos siapa (khusus KTP DKI)
Politik namanya
Quote:Original Posted By juliuskidd
tapi kalau mati ntar ditanya loh kemarin nyoblos siapa (khusus KTP DKI)


buset emoticon-Ngakak
Setelah menimbang, yang paling banyak positifnya ternyata paslon 2 dibanding paslon 3
jadi semoga paslon 2 menang
Quote:Original Posted By ganros
asal jangan buka baju ame celana trus lari2an ke tengah jalan...


emoticon-Ngakak
emoticon-Leh Uga
dasar tukang jiplak ga punya pendirian ga punya integritas, pelacur politik,.apapun dilakukan asal menang,.ga heran program punya paslon lain juga diambil asal bisa tarik pendukungnya,.sampe baju khas sendiri juga diganti pake baju paslon lain, asal bisa tarik dukungan,.emg layak klo disebut lonte nya pilkada ya ASU, suruh baik jg mau mgkn asal dpt dukungan emoticon-Mad
Gak terbayang apa saat ngantri di Siratal mustaqim...emoticon-Bingung
beliin baju baru kek

emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By sir_bayou
demokrat salah posisi, mending gabung aj ama gerinda biar lebih jelas posisinya...

2019 sapa tau prabowo naik, demokrat bisa nebeng jadi mentri...


Masalahnya sesama jendral2 peninggalan era ncank harto skrg pada gak akur

Prabowo >< SBY >< Wiranto
Quote:Original Posted By aris_wahyu


Masalahnya sesama jendral2 peninggalan era ncank harto skrg pada gak akur

Prabowo >< SBY >< Wiranto


Ya memang begitulah caranya kerja Soeharto. Dia punya prinsip agar masing² bawahannya lapor sendiri². Karena lapor masing², jadinya di depan Soeharto mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Dan sebagai pemegang komando tertinggi, dia ya cuma santai aja. Karena dengan begitu dia bisa pegang semua kartu anak buahnya.

Kalo di Samkok, cara kerja gini mirip CaoCao. Anak buahnya ga bisa bekerja sama untuk melawan karena sibuk menjatuhkan satu sama lain.