alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58c742741ee5df68738b4573/pecat-lulung-partai-persatuan-yang-tak-kunjung-bersatu
Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu
Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berjabat tangan dengan Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana di Klender, Jakarta, Minggu (12/3/2017).
Perpecahan dan aksi saling pecat selalu mewarnai perjalanan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak Pemilihan Presiden 2014 sampai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI jakarta 2017. Menjelang putaran kedua Pilkada DKI itu, PPP versi Ketua Umum Djan Faridz memecat Abraham Lunggana alias Lulung karena beda pilihan.

Djan memecat Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana dan sembilan kader partai karena terang-terangan mendukung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjelang putaran kedua Pilkada DKI. Djan menyebut pemecatan itu merupakan upaya terakhir untuk menyatukan suara.

Djan menyatakan sebelumnya sudah tiga kali pihaknya memberikan surat peringatan terhadap kadernya. Namun, karena respons yang diberikan tidak sesuai dengan harapan, pemecatan tidak bisa dihindari. "Kami sudah mencoba menemui, membujuk, tapi imbauan tersebut tidak diindahkan. Akhirnya kami sepakat memecatnya," kata Djan dikutip Detikcom, Senin (13/3/2017).

Djan Faridz pun menjelaskan kontrak politik yang ditandatangani pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Kontrak politik antara pasangan petahana dengan PPP terjadi pada 17 Oktober 2016. Dalam nota kesepahaman itu, Ahok wajib menjalankan sejumlah program kerja yang berdampak langsung terhadap umat Islam jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Beberapa di antara poin penting dari nota kesepahaman itu adalah pengembangan Jakarta Islamic Center, membangun masjid raya di setiap wilayah Provinsi DKI Jakarta, dan meningkatkan kesejahteraan imam, muadzin, ustadz, serta marbut masjid di wilayah DKI Jakarta.

"Berdosa saya kalau tidak dukung, karena seumur-umur belum ada paslon yang memberikan tunjangan kepada marbut dan lain-lain," kata Djan melalui Metrotvnews.

Aksi saling pecat dan klaim sebagai partai sah di PPP belum jua berakhir sejak Pemilihan Presiden 2014. PPP terbelah menjadi kubu Djan Faridz versus kubu Romahurmuziy.

dengan pemecatan itu, Pilkada DKI memperpanjang kisruh di tubuh partai berlambang kabah ini. Pada putaran pertama, PPP kubu Djan Faridz bermanuver dengan menyatakan dukungan kepada pasangan calon Ahok-Djarot. Berbeda dengan PPP kubu Romahurmuziy yang telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Kubu Romi menganggap dukungan Djan ke Ahok ilegal. PPP kubu Romi mengantongi Surat Keputusan Kemenkum HAM sehingga menjadi partai yang diakui Komisi Pemilihan Umum.

Konflik internal yang berujung pada dualisme kepemimpinan terjadi di PPP menjelang Pemilihan Presiden 2014. Konflik bermula pada Musyawarah Kerja Nasional di Lirboyo, Jawa Timur. Saat itu PPP akan memetakan dukungan pada Pemilihan Presiden 2014 dan Ketua Umum Suryadharma Ali menyatakan maju sebagai calon Presiden.

Partai ini kian terbelah ketika calon presiden mengerucut ke dua pasangan, Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla. Suryadharma dan Djan Faridz muncul dalam kampanye Prabowo meski PPP belum menyatakan sikap.

Sekjen PPP Romahurmuziy memecat Ketua Umum Suryadharma Ali kemudian menggelar Muktamar di Surabaya, Jawa Timur. Muktamar Surabaya yang secara aklamasi memilih Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP dan daftar kepengurusannya disahkan Menteri Hukum dan HAM.

PPP kubu Suryadharma pun tak tinggal diam. Mereka masih menganggap sebagai pemilik sah partai dan memecat Romahurmuziy sebagai Sekjen. Djan Faridz diangkat sebagai Ketua Umum menggantikan Suryadharma dengan Sekjen Dimyati Natakusuma.

Kubu Djan Faridz juga melakukan gugatan ke PTUN. Di tingkat pertama, kubu Djan Faridz menang hingga menganulir Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laloly yang mengesahkan kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy. Di tingkat banding, giliran kubu Romahurmuziy menang dan kemudian berbalik lagi di tingkat kasasi.

Pada November 2014, Romahurmuziy memecat Lulung karena tak mau bergabung dalam kepengurusannya. Lulung memilih berada di kubu Djan. Lulung pun absen dalam Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan memilih Romahurmuziy sebagai ketua umum periode 2016-2021.

Lulung kini tak berada di dua kubu PPP. Lulung Lunggana meminta agar tidak dipaksa untuk mendukung Ahok. Lulung mengatakan, banyak pihak yang memintanya agar mendukung Ahok-Djarot. "Jangan paksa saya untuk mendukung Ahok, karena saya bertanggung jawab kepada umat dan Allah SWT," kata Lulung.
Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...unjung-bersatu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu Ridwan Kamil dan kelakar merendahkan transgender

- Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu Warga Buddha yang dicambuk, dan Qanun Jinayat Aceh

- Pecat Lulung, Partai Persatuan yang tak kunjung bersatu Jaksa ungkap aliran suap sampai pucuk pejabat Bakamla