alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bfdc3bdad770ea6f8b4582/jaksa-ungkap-cara-atut-chosiyah-peras-dan-paksa-bawahannya-manut
Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut
Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut
Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berada dalam mobil tahanan ketika meninggalkan Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Kisah dinasti politik dan korupsi di Indonesia sudah identik keluarga mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah. Perkara korupsi pun terus berderet di pengadilan tindak pidana korupsi. Atut masih menjalani masa tahanan 7 tahun penjara usai vonis Mahkamah Agung pada Februari 2015 lalu, harus menghadapi kasus lain yaitu suap pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten 2012.

Atut Chosiyah menjalani sidang perdana dalam kasus dugaan korupsi dan suap pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten 2012, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (8/3/2017). Atut didakwa telah merugikan negara Rp79,7 miliar.

Selain didakwa korupsi Alkes, Atut didakwa dengan dugaan pemerasan yang dilakukannya semasa menjadi Gubernur Banten. Jaksa mengungkapkan Atut mengangkat dan memberhentikan bawahannya, seperti Kepala Dinas di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten dengan meminta komitmen loyalitas dan patuh atas segala perintahnya.

"Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri," kata Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Afni Carolina melalui Detikcom.

Atut pernah memaksa Kadis Kesehatan Djadja Buddy Suhardja menyetor Rp100 juta; Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Hudaya Latuconsina diminta Rp150 juta; Kadis Sumber Daya Air Iing Suwargi Rp125 juta; dan Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten, Sutadi Rp125 juta. Atut memaksa para kepala dinas itu menyetor uang dengan dalih menggelar beberapa kali acara istighosah atau doa bersama.

Sejak awal dilantik, keempat pejabat tersebut telah diminta untuk memenuhi beberapa syarat. Keempat kepala dinas tersebut diminta untuk loyal dan taat kepada permintaan Atut.

Atut memerintahkan kepala dinas agar setiap proses pengusulan anggaran maupun pelaksanaan proyek pekerjaan di masing-masing kedinasan, dikoordinasikan dengan adik kandungnya, yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang merupakan pemiliki dan Komisaris PT Balipasific Pragama.

Dalam kasus pengadaan alat kesehatan, Atut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi dan suap pengadaan alat kesehatan Banten sejak 2014. KPK juga telah menetapkan adik kandung Atut, Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka.

Menurut jaksa, Atut Chosiyah diduga telah melakukan pengaturan dalam proses pengusulan anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012, dan APBD Perubahan 2012.

Atut juga diduga melakukan pengaturan pelaksanaan anggaran pada pelelangan pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Rujukan Pemprov Banten. Atut dinilai memenangkan pihak-pihak tertentu untuk menjadi rekanan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Atut diduga menyetujui penambahan anggaran yang ditetapkan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS), serta anggaran belanja yang tidak didukung dokumen Analisis Standar Biaya atau Rencana Anggaran Biaya.

Kasus demi kasus telah menyeret Atut ketika Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar praktik rasuah yang melibatkan mantan Hakim Konstitusi Akil Mochtar. Operasi tangkap tangan Akil awalnya dalam perkara sengketa Pilkada Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Dari pengembangan KPK, Akil ternyata menadah belasan perkara Pilkada, termasuk Kabupaten Lebak Banten. Di sinilah nama Atut dan adiknya mulai terseret dan menjadi tersangka.

Di saat yang hampir bersamaan, KPK menemukan kasus lain, yaitu korupsi pengadaan alat kesehatan. Atut dan Chaeri ditetapkan menjadi tersangka dalam pengadaan alat kesehatan pada Januari 2014.

Di kasus Pilkada Lebak, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Atut empat tahun penjara karena terbukti bersalah memberikan suap Rp1 miliar kepada Akil melalui pengacara Susi Tur Andayani pada September 2014. Mahkamah Agung memperberat hukuman Atut menjadi tujuh tahun penjara pada Februari 2015.
Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...wahannya-manut

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut Berencana sergap Raja Salman, WNI ditangkap di Malaysia

- Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut Pajak barang mewah, selalu ada harga untuk kemewahan

- Jaksa ungkap cara Atut Chosiyah peras dan paksa bawahannya manut Bali petik laba dari perpanjangan liburan Raja Salman

Sip... penjarain aja terus
buruan ajuin PK biar nambah hukuman nya
gila, aturan hukum mati itu orang
lepas aj hijabnya, trus paksa jadi therapist spa ++emoticon-Cool