alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bd5f625074106e7e8b456a/lagi-adik-ipar-jokowi-disebut-dalam-korupsi-pajak
Lagi, Adik Ipar Jokowi Disebut Dalam Korupsi Pajak
Rimanews - Sidang Pengadilan Tipikor hari ini menyebut adik ipar Presiden Joko Widodo, Arief Budi Sulistyo membantu mengurus masalah pajak PT EK Prima Ekspor dan terlibat dalam pembicaraan antara Kepala Subdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno dan Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, Wahono Saputro, pada 10-20 Oktober 2016.

Bersaksi di persidangan, Wahono ditanya oleh jaksa KPK Ali Fikri tentang siapa Arief yang dimaksud. "Kalau menurut penjelasan Pak Handang, masih saudaranya presiden kita," kata Wahono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

Peran Arief dalam kasus ini, sebelumnya terungkap dalam dakwaan Ramapanicker Rajamohan Nair, Direktur PT EKP. Arief disebut bertemu dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi pada 23 September 2016 dengan bantuan Handang Soekarno.

Rajamohanan juga meminta bantuan Arief terkait penyelesaian masalah pajak PT EKP dengan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut melalui WhatsApp yang diteruskan oleh Arief kepada Handang dengan kalimat, "Apapun Keputusan Dirjen. Mudah2an terbaik buat Mohan pak. Suwun." Dalam dakwaan itu, Arief juga disebutkan berperan menyampaikan masalah pajak Rajamohanan kepada Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.

Wahono menjelaskan, Arief kenal dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Muhammad Haniv. Wahono adalah bawahan langsung Haniv yang menangani permasalahan pajak PT EKP, yang dipimpin oleh Ramapanicker Rajamohanan Nair, di Kanwil DJP Jakarta.

"Saya menganggap Pak Haniv dan Arief itu sudah kenal. Artinya, saya tidak tahu kenyataanya bagaimana karena saya juga tidak ada di (dalam pertemuan Haniv dan Arief) di situ tapi saya suka berinteraksi dengan Pak Haniv," ungkap Wahono.

"Mengenai masalah pencabutan pembatalan PKP (Pengusaha Kena Pajak) dan STP PT EKP apa yang disampaikan Haniv?" tanya jaksa Ali Fikri.

"Jujur Pak Haniv tidak pernah menyampaikan apa pun ke saya mengenai PT EKP," jawab Wahono.

"Lalu dari mana bisa menyimpulkan Pak Haniv tahu urusan Pak Mohan tapi Saudara tadi mengatakan Pak Haniv tidak tahu mengenai EKP?" tanya jaksa Ali.

"Itu pendapat saya saat berkomunikasi dengan Pak Handang, tapi Pak Haniv tidak pernah menyampaikan tentang EKP. Hanya kalau tidak salah Pak Haniv pernah mengatakan kalau Pak Arief minta Pak Haniv dikenalkan dengan Pak Dirjen," jawab Wahono.

Namun, Wahono mengaku tidak tahu isi pembicaraan dalam pertemuan antara Haniv, Arief dan Direktur Jenderal Pajak tersebut.

"Itu cuma Pak Haniv yang berhubungan langsung dengan Pak Dirjen atau Pak Handang, cuma intinya saya dengar dari Pak Haniv, kalau Pak Arief minta dikenalkan dengan Pak Dirjen, karena Pak Haniv mengatakan Pak Arief itu mau berkenalan dengan Pak Dirjen, tapi saya sudah lupa bagaimana Pak Haniv mengatakannya," jawab Wahono.

"Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No 4 saudara mengatakan ini: 'Jadi Arief juga ngomong ke Haniv kalau saya sudah dikasih tahu Haniv kalau Mohan ketemu Haniv untuk membicarakan mengenai masalah Mohan dan Haniv juga memberitahkan ke saya kalau Arief pernah bertemu Dirjen mengenai masalah Mohan', apakah keterangan ini benar?" tanya jaksa Ali.

Menurut Wahono, keterangan dalam BAP itu benar.

"Jadi masalah Mohan yang dibicarakan dengan Dirjen Pajak ini maksudnya masalah pajak terdakwa?" tanya jaksa Ali.

"Harusnya iya," jawab Wahono.

Terdakwa dalam perkara ini adalah Country Director PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair, yang menyuap Handang Soekarno sebanyak 148.500 dolar AS (Rp1,98 miliar) dari komitmen Rp6 miliar untuk Haniv dan Handang.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar Surat Tagihan Pajak Pajak Pertambahan Nilai (STP PPN) masa pajak Desember 2014 sebesar Rp52,364 miliar dan Desember 2014 sebesar Rp26,44 miliar atau total Rp78,8 miliar dihapuskan.

Berikut percakapan Handang dengan Wahono mengenai pengurusan pajak itu:

Handang: Keberatan STP (Surat Tagihan Pajak)-nya belum slesai malah di-bukper (bukti permulaan) yah oom

Wahono: Itu gara-gara Kakap PMA (Penanaman Modal Asing) 6 ngadu ke Dirjen usul bukper ndak direspon

Handang: Hadew

Wahono: tks ya bos

Handang: Siap Komandan... Anggota di lapangan yang lagi turun di ksh tau aja oom, yang soft komunikasinya. Biar orangnya tidak semakin tertekan.Tks yah om

Wahono: Ya WP (Wajib Pajak)-nya suruh terima dengan baik. Nanti di belakang biar diselesaikan Mas Handang

Handang: Sudah oom, sudah aku kasih tau orangnya tadi. Titipan adiknya RI 1 oom

Wahono: Siap Komandan laksanaken. Apapun keputusan Dirjen, mudah-mudahan terbaik buat Mohan Pak. Suwun

Wahono: Siapa dia boss? Apa ndak kita ketemu berdua dulu bos?

Handang: Si Mohan. Dia minta dianterin ketemu tapi kalau di kantor aku nggak enak nganterinnya

Wahono: Mohan melalui situ aja boss, nanti kalau sudah mau selesai baru ketemu saya boss, tks. Ini Arif ternyata kawannya Pak Haniv juga mas Handang. Jadi Arif juga sudah ngomong ke Pak Haniv masalah Mohan ini

Handang: Siap oom

http://m.rimanews.com/nasional/hukum/read/20170306/319076/Lagi-adik-ipar-Jokowi-disebut-dalam-korupsi-pajak

Calon thread sepi emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment
Korupsi dimana mana
tenang pasti di usut gk akan ada intervensi apalagi kriminalisasi
emoticon-Big Grin
katanya
Quote:Original Posted By not.secure
tenang pasti di usut gk akan ada intervensi apalagi kriminalisasi
emoticon-Big Grin
katanya


hohohoho....kita lihat nanti bro....waktu akan menjawab emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By bakatru


hohohoho....kita lihat nanti bro....waktu akan menjawab emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


waduh gk bakal cepet kasus gini mah emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By not.secure


waduh gk bakal cepet kasus gini mah emoticon-Ngakak


keberanian KPK menyeret si itu uda patut kita apresiasi...tinggal lihat sejauh mana KPK berani emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
duh adik ipar pula lagi
terkait dgn anaknya pula
wah mustahil lah di republik ini
tidak ada intervensi emoticon-Malu (S)
bukan hanya dlm kasus ini
penyelesaian yang halus
kasusnya dilama-lamain
pas lengah, nanti tautau kasus selesai
Quote:Original Posted By bakatru


keberanian KPK menyeret si itu uda patut kita apresiasi...tinggal lihat sejauh mana KPK berani emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


belum menyeret sih kalo baru di sebut , kecuali udah di panggil (udah apa belum ? emoticon-Bingung (S))
Quote:Original Posted By not.secure


belum menyeret sih kalo baru di sebut , kecuali udah di panggil (udah apa belum ? emoticon-Bingung (S))


sudah dipanggil
tapi ga dikasi tau sama kpk emoticon-Malu (S)
media aja ga tahu emoticon-Big Grin
aneh kan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By music9000


sudah dipanggil
tapi ga dikasi tau sama kpk emoticon-Malu (S)
media aja ga tahu emoticon-Big Grin
aneh kan emoticon-Big Grin


yg boneng gan ? emoticon-Bingung
asli gk ada desas desusnya emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By not.secure


yg boneng gan ? emoticon-Bingung
asli gk ada desas desusnya emoticon-Hammer2


googling aja gan
ada tuh beritanya emoticon-Big Grin
berani senggol adik first lady
emoticon-Cool
Quote:Original Posted By music9000


googling aja gan
ada tuh beritanya emoticon-Big Grin


aneh kgk masuk bp emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By not.secure


aneh kgk masuk bp emoticon-Hammer2


bp kan sumbernya dr media
medianya saja tidak tahu ada pemeriksaan gan emoticon-Big Grin
bagaimana orang tidak curiga
kepala daerah korupsi kecil saja
pasti pemberitahuan dan dimuat
kesannya saja sudah disembunyikan gini emoticon-Big Grin
siapapun kamu emoticon-fuck koruptor
Dag Dig Dud Dhuer!
Ditunggu candi hambalang resmi dibuka!
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Sudahlah nasbung ga usah ngeyel, sudah terbukti ga ada niat jahat
Case closed
emoticon-Cool
klo terbukti bersalah pasti di proses jugag
Cuma disebut aja kan?
mungkin diperiksanya sama kpk pas tengah malam bray
atau mungkin diperiksanya lewat video call
atau bisa juga penyidik kpk nya yang sowan ke tempat adik ipar ri-1

aneh juga ya bray, padahal gedung kpk selalu ditongkrongin wartawan

tapi ngga heran juga sih, yang namanya mobil terano segede gaban aja disibak pakai taplak ajaib bisa ngilang. apalagi apalagi adik ipar ri-1, bisa jadi keluar masuk gedung kpk tanpa terlihat oleh awak media