alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bd0972c1cb17dd6c8b4572/petani-menebang-pohon-di-lahan-sendiri-kok-dipolisikan
Petani: Menebang Pohon Di Lahan Sendiri, kok Dipolisikan
Petani: Menebang Pohon Di Lahan Sendiri, kok Dipolisikan
Cilacap, GATRAnews - Lima petani di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dipanggil Polres Cilacap, dituduh menebang pohon dan melakukan pengrusakan di kawasan Perhutani di Desa Jambu Kecamatan Wanareja. Pahadal menurut petani, mereka menebang pohon di lahannya sendiri.

Saat ini kelima petani itu dalam tahap dimintai keterangan sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana 'Melakukan Penebangan pohon dalam kawasan hutan secara sidak syah' sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) huruf C undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.Lima orang yang dipanggil polisi tersebut, yakni Sudjana, Tursino, Tono, Raskamto, dan Karpin.  Direktur LSM Serikat Tani Mandiri (SeTAM) Cilacap Petrus Sugeng mengatakan lima petani tersebut dimintai keterangan oleh polisi pada  27 Febaruari lalu. Pihaknya mengadvokasi kasus tersebut lantaran menduga ada upaya kriminalisasi petani. Pasalnya, seperti pengakuan petani, mereka menebang pohon di tanahnya sendiri.“Lahan tersebut merupakan milik salah satu petani yang dipanggil polisi, yakni Sudjana. Tanah seluas 4,5 hektar  merupakan warisan dari orang tua Sudjana,” tegas Petrus Sugeng, Minggu malam (5/3).Sugeng mengungkap, kasus ini bermula pada tahun 1987 ketika Perhutani Banyumas Barat melakukan tukar guling tanah seluas 8,5 hektar milik sejumlah warga di Desa Jambu ke Desa Ciwalen Kecamatan Dayeuhluhur. Namun, tukar guling tersebut urung dilakukan lantaran tanah yang akan diberikan ke petani belum disediakan. “Akhirnya, petani tetap menggarap lahan tersebut. Karena tukar guling dianggap batal,” jelasnya.Namun, karena saat itu sudah ada rencana tukar guling Perhutani mulai menanam pohon pinus di tanah seluas 8,5 hektar itu. Perjanjiannya, petani yang akan menyadap atau mendapat hasilnya jika sudah berproduksi. “Perjanjiannya petani akan mendapat hasilnya. Artinya disadap sendiri oleh petani,” ujarnya.Kemudian pada tahun 2010-an, petani pemilik lahan seluas 8,5 hektar, termasuk Sudjana mengajukan serifikasi lahan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Seluruh sertifikat keluar pada 2015, kecuali milik Sudjana. Dari informasi yang didapat Sudjana, Perhutani keberatan dengan  munculnya sertifikat tanah milik Sudjana. Anehnya, pada tahun 2016 lalu, Sudjana sudah tidak mendapatkan SPPT lagi.“Pemilik tanah tersebut, termasuk Sudjana, sejak 1987 juga sudah mendapatkan Surat Pembayaran Pajak Tanah (SPPT),” jelas Sugeng.Menurut Sugeng, Sudjana yang meyakini bahwa tanah tersebut miliknya, pada awal 2017 kemarin berencana mengganti tanaman pinus menjadi tanaman produktif lainnya. Sebab, sejak berpoduksi, dia tak pernah mendapat hasilnya. Getah pinus disadap oleh pekerja Perhutani. Sudjana tidak pernah mendapat bagian hasil.Petrus Sugeng menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengumpulkan berbagai data yang bisa dijadikan bukti bahwa tanah tersebut merupakan milik Sudjana. Antara lain, SPPT tanah seluas 4,5 hektar, surat keterangan Kepala Desa Jambu, dan saksi-saksi lain yang menyatakan bahwa tanah tersebut memang milik Sudjana.“Yang jelas, semenjak itu sah, sebelum dilakukan oleh BPN, itu sudah (ada) C Desa. Yaitu dipajaki sampai tahun ini, tahun 2016 tidak keluar itu tidak keluar SPPT-nya. Selain bukti pembayaran pajak, juga ada surat keterangan dari Kepala Desa bahwa tanah tersebut merupakan milik Pak Sudjana,” ungkapnya.Petrus Sugeng menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) dan Dewan Kehutanan Nasional (DKN). Kata dia, kedua lembaga tersebut mensupport penuh agar kasus ini diselesaikan.“Selain itu, dari observasi lapangan yang dilakukan oleh LSM SeTAM, diketahui masih terdapat batas lahan Perhutani yang berada di luar lahan milik Sudjana,” imbuhnya.

Reporter: Ridlo SusantoEditor: Rosyid

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/247845-pe...ok-dipolisikan

---


- Petani: Menebang Pohon Di Lahan Sendiri, kok Dipolisikan Ibu Hamil Korban Longsoran Sindanghayu Cilacap Menolak Diungsikan