alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bcff9ac1cb17dd6c8b4568/wapres-ingatkan-tujuan-berpolitik-untuk-memajukan-bangsa-bukan-cari-kekuasaan
Wapres Ingatkan Tujuan Berpolitik Untuk Memajukan Bangsa Bukan Cari Kekuasaan
Wapres Ingatkan Tujuan Berpolitik Untuk Memajukan Bangsa Bukan Cari Kekuasaan


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengingatkan agar berpolitik dewasa ini janganlah bertujuan untuk mencari kekuasaan tetapi membangun bangsa.

Hal itu dikatakannya menanggapi situasi politik terkait pilkada serentak yang belum lama ini diselenggarakan di 101 daerah.

"Memang politik itu suatu cara untuk mempunyai kewenangan berbuat kemajuan bangsa. Sekarang cara berpikir bukan lagi mencari kekuasaan, sekarang kita bersama-bersama membangun bangsa siapapun yang mempimpin," kata JK saat Rakernas Institut Lembang Sembilan (IL9) di Hotel Mercure, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengatakan bahwa sesungguhnya politik Indonesia sudah tidak terlalu menjadi masalah, mengingat, iklim politik sudah sangat cair.

Buktinya, kata JK, partai politik yang berhadapan di satu daerah dalam konteks pilkada, bisa bersatu di daerah lainnya karena mengusung calon kepala daerah yang sama.

"Contohnya pilkada, pada saat pilkada pemungutan suaranya tidak ada konflik. Partai itu saling silang. Hari ini Golkar dengan PDI-P, di kabupaten sebelahnya Golkar dengan Nasdem berlawanan dengan PDI-P. Jadi tidak akan ada yang saling berlawanan. Jadi nanti pas perhitungan suara di sana masalah pribadi sudah. Jadi jangan lihat sisi politik tapi dari sisi yang beda," ujarnya.

Oleh karena itu, JK kembali mengingatkan yang terpenting adalah tujuan berpolitik memajukan bangsa dan bukan kekuasaan.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...cari-kekuasaan

---

Baca Juga :

- Sikap MK Soal Sidang Sengketa Hasil Pilkada Dinilai Kontradiktif

- Persoalan KTP Elektronik Berlanjut Hingga Pilkada 2018

- Syarat Ambang Batas Sengketa Jadi Celah Peserta Pilkada Lakukan Kecurangan Masif dan Maksimal