alexa-tracking

Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bce55bdcd770b45b8b457e/menanti-kejutan-kasus-ktp-el-terungkap
Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap
Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap

Metrotvnews.com, Jakarta: Tumpukan kertas setebal 24 ribu lembar di troli kuning menyita perhatian masyarakat di gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 'Mau diserahkan ke Pengadilan Tipikor,' kata orang yang membawa dokumen tersebut.


Lembaran tersebut ternyata berkas perkara dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau KTP-el Irman dan Sugiharto. Berkas itu hasil penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih tiga tahun.


Berkas atas nama Sugiharto sekitar 13 ribu lembar, sedangkan Irman 11 ribu lembar.


Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap

JPU menyerahkan berkas perkara dugaan korupsi KTP-el di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta, Rabu (1/3/2017). Foto: MI/Susanto


Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Taufik Ibnu Nugroho mengatakan, berkas cukup tebal lantaran saksi yang diperiksa sebanyak 467. 294 saksi diperiksa untuk Sugiharto dan 173 saksi dimintai keterangan untuk tersangka Irman.


'2/3 saksinya merupakan anggota Dewan,' kata Taufik.


Dengan penyerahan berkas, Sugiharto dan Irman segera disidangkan. Sidang perdana dijadwalkan Kamis 9 Maret. Majelis hakim yang akan mengadili telah dibentuk, yakni Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar Butar, dengan anggota Franki Tambuwun, Emilia, Anshori, dan Anwar.


Ketua KPK Agus Rahardjo dalam kesempatan terpisah menyampaikan, persidangan kasus dugaan korupsi KTP-el bakal mengejutkan. Para pejabat dan politikus yang pernah duduk nyaman di Parlemen terseret dalam pusaran kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.


'Nanti, Anda tunggu dan dengarkan tuntutan yang dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya akan disebutkan di sana,' kata Agus.


Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin beberapa kali bernyanyi soal proyek KTP-el. Ia menyebut pejabat yang diduga kecipratan uang proyek KTP-el, seperti Ketua DPR Setya Novanto, Ganjar Pranowo (saat ini Gubernur Jawa Tengah), Gamawan Fauzi (mantan Menteri Dalam Negeri), Olly Dondokambey (mantan pimpinan Badan Anggaran DPR), serta Agun Gunandjar (mantan pimpinan Komisi II DPR).


Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap

Sugiharto. Foto: MI/Rommy Pujianto


Akan Mengejutkan


Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hingga 10 Februari lembaga anti-rasywah itu telah menerima pengembalian uang senilai Rp250 miliar dari berbagai pihak, antara lain lima korporasi, satu konsorsium, dan 14 orang yang juga termasuk anggota DPR. Ia enggan membocorkan identitas yang mengembalikan gratifikasi tersebut.


Menurut Febri, identitas ke-14 orang tersebut bakal terungkap pada pembacaan dakwaan di persidangan perdana untuk tersangka Irman dan Sugiharto.


'Kalau dakwaan dibacakan, kita akan lihat konstruksi perkara ini. Agar masyarakat juga mengawal kasus ini hingga tuntas. Meskipun terhadap dua orang. Tapi konstruksi kita susun dari awal sampai Z,' ujar dia.


Dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP-el, KPK baru menetapkan dua tersangka, yakni Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan pejabat pembuat komitmen dalam proyek pengadaan KTP-el Sugiharto.


Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap

Gamawan Fauzi, menteri Dalam Negeri era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, usai diperiksa penyidik KPK, Kamis (19/1/2017). Foto: MI/Susanto


Irman dikenakan Pasal 2 ayat (2) subsider ayat (3), Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 dan 64 ayat (1) KUHP.


Sugiharto dijerat Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


Proses hukum kasus yang telah diusut sejak 2014 itu dipercaya tidak akan berhenti sampai persidangan Irman dan Sugiharto. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S. Langkun meyakini sidang tersebut akan menggegerkan publik. Sebab sejumlah nama tokoh besar diduga terlibat.


Tama menegaskan pihak yang mengembalikan uang itu tidak akan bisa lepas dari sanksi pidana. Sekurang-kurangnya terkena pasal gratifikasi.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/GK...p-el-terungkap

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap ICW: Sejak KPK Berdiri Belum Ada Korporasi yang Dijerat

- Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap Wow, Tebal Berkas Perkara e-KTP Capai 24 Ribu Lembar

- Menanti Kejutan Kasus KTP-el Terungkap Pengembalian Uang Dugaan Korupsi KTP-el tak akan Hapus Sanksi Pidana