alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bcda5eddd7701a068b456c/wow-kasus-korupsi-e-ktp-menyeret-nama-nama-besar-siapa-saja-mereka
Video & Image 
Wow, Kasus Korupsi e-KTP Menyeret Nama-nama Besar, Siapa Saja Mereka???
Quote:Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap tidak terjadi guncangan politik akibat perkara dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP).

Sebab perkara korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 2 triliun itu diduga kuat melibatkan nama-nama besar.

"Mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar ya, karena namanya yang akan disebutkan memang banyak sekali," ujar Agus di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (3/3/2017) sore.

Selama tiga tahun ini, KPK telah memeriksa 283 orang sebagai saksi. Mereka terdiri dari politisi, pengusaha, hingga pejabat dan mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri.

Mantan anggota DPR RI Muhamad Nazaruddin, yang jadi wistleblower kasus ini, menyebut sejumlah nama yang terlibat.

Yakni mantan Menkeu Agus DW Martowardojo (kini Gubernur BI), mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Ketua DPR Golkar Setya Novanto, mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Komisi II DPR yang kini menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Muhammad Jafar Hafsah.

Politikus PDIP, yang kini Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly juga pernah dua kali dipanggil untuk diperiksa penyidik KPK.


Namun, Laoly berhalangan dalam dua kali pemanggilan itu.

Nama-nama besar itu, kata Agus, dapat publik lihat dan dengar langsung dalam persidangan perkara itu.

Sidang perkara itu akan digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dalam waktu dekat ini.

Saat ini pengadilan masih menentukan komposisi majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

"Nanti Anda tunggu. Kalau Anda mendengarkan dakwaan dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya disebut di sana. Anda akan terkejut," ujar Agus.

Bagi KPK, penyebutan nama-nama besar yang terlibat perkara itu berarti juga akan membuka kembali penyelidikan yang baru.

"Nanti secara periodik. Kami (laksanakan) secara berjenjang, ini dulu, habis ini siapa, (proses) itu ada ya," ujar Agus.

Perkara dugaan korupsi E-KTP yang akan masuk persidangan ini terdiri dari dua tersangka, yakni mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman.

Keduanya dikenakan Pasal 2 atau 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHAP. Menurut KPK, proyek pengadaan E-KTP senilai Rp 6 triliun.

Namun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 2 triliun.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, nama-nama yang muncul dalam indikasi korupsi proyek E-KTP akan disampaikan lengkap di pengadilan.

"Akan kami lihat apa perannya dan apakah ada aliran dana, karena dalam kasus ini kami mulai melakukan penelusuran mulai dari tahap perencanaan," ujar Febri, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Sebelumnya, KPK menyerahkan berkas penyidikan setebal 24.000 lembar untuk dua tersangka dalam kasus E-KTP. Berkas diserahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kedua tersangka tersebut adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman.

KPK menduga kerugian negara tersebut tidak hanya ditimbulkan oleh Irman dan Sugiharto.

Dalam proses penyidikan, KPK menerima penyerahan uang sekitar Rp 220 miliar dari pihak korporasi. Uang tersebut berasal dari 5 perusahaan dan 1 konsorsium.

Selain itu, KPK juga menerima penyerahan uang senilai Rp 30 miliar dari 14 orang.

Menurut Febri, sebagian dari 14 orang tersebut adalah anggota DPR yang pernah terlibat dalam proyek pengadaan E-KTP.

"Kasus sudah mulai, dakwaan akan dibacakan, dan kami akan jalankan terus penanganan perkara ini," kata Febri.


www.tribunnews.com



Isinya para pentolan petinggi partai Demokrat, PDIP dan Golkar yang sekarang sudah jadi gubernur dan ketua DPR emoticon-Takut (S)
KPK bisa kena cicak vs buaya jilid 3 kalau begini.
Golput is the way of my life emoticon-Shakehand2
astaga, menkumham juga terlibat dan sudah mangkir 2 kali panggilan kpk ?

emoticon-norose
sadis juga ya....
nama besar semua tuh
Nggak ada nama Ahok
Ini bancakan multi partai
Mana mungkin diusut semua
proses semua sampai tuntas
jgn ada yg ketinggalan.
ini dia yg buat e-ktp bini gw br keluar bulan mei,, padahal ngurus dr bulan oktober 2016.. bapet emang bawa tuh duit korupsi sampe mati emoticon-Marah :dor:
Quote:Yakni mantan Menkeu Agus DW Martowardojo (kini Gubernur BI), mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Ketua DPR Golkar Setya Novanto, mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Komisi II DPR yang kini menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, Muhammad Jafar Hafsah.

Politikus PDIP, yang kini Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly juga pernah dua kali dipanggil untuk diperiksa penyidik KPK.


yg namanya Besar gak ada tuh
ga ada ahok jadi ga rame tridnyaa
waduh papa masuk list emoticon-Belo
Bakal tamat riwayat komisioner KPK kalo ngotot beresnin nie kasus,,,,
Buahayaaaa....!!!! Klo ganti rezim 2019 nanti bakal jadi tersangka semua tuhhh....
id TS jorok ih masak serbapel!mu


homok emoticon-Leh Uga

kasus ini terlalu lama digoreng, efek ke blanko, didisduk daerah ane ngurus mulai pertengahan bulan kemaren tetep aja bilangnya blangkonya kosong
Quote:Original Posted By jengkoldisemur


yg namanya Besar gak ada tuh


olly itu eks bendahara pdip skrg gubernur. yasonna menteri kumham. belum setnov ketua dpr sama gajar gubernur
Nasbungers, nastakers, noh lihat bos2 kelian bagi2 kue. Kalian teriak2 aja ga dikasi minum sama mereka.
Tribun tidak berani menulis si Hoktod

emoticon-Wkwkwk
ada nama yg sengaja gak ditulis emoticon-Traveller
pemanggilan KPK belum tentu sebagai tersangka..
bisa juga sebagai saksi/saksi ahli..
ditunggu saja kelanjutannya bagaimana..
Korupsi adalah warisan budaya Indonesia
Oli pembangunan
Gimana mau ngga maju kalo ngga korupsi emoticon-Shakehand2