alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bcab341a99759e358b4580/anak-buah-aniaya-wartawan-kapolres-kupang-janji-akan-beri-sanksi
Anak Buah Aniaya Wartawan, Kapolres Kupang Janji Akan Beri Sanksi
Anak Buah Aniaya Wartawan, Kapolres Kupang Janji Akan Beri Sanksi


Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -  Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK, berjanji akan memproses hukum oknum anggota Polres Kupang, Bripda Pascal L, yang menganiaya wartawan Kilastimor.com, Christ Poto di Pos Jaga Mapolres Kupang, Jumat (3/3/2017) pagi.

"Saya minta Kris Poto lapor ke Propam. Saya tunggu ya. Saya akan gebukin anggota itu, kalo benar dia lakukan penganiayaan. Saya nggak suka kalo wartawan digituin. Saya sudah ingatkan anggota berkali-kali," kata Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK, dengan nada marah, Sabtu (4/3/2017).

Kasatreskrim Polres Kupang, Iptu Simson L. Amalo, S.H, juga mengaku kesal setelah mendengar pengaduan sejumlah wartawan.

"Saya laporkan dulu ke Propam dan Kapolres supaya ditindaklanjuti. Sangat memalukan. Wartawan adalah mitra bahkan sahabatnya polisi, kenapa ada anggota yang emosional dan arogan kayak gitu," tukas Amalo.

Baca: Polisi Selidiki Penganiayaan Wartawan Metro TV

Wartawan sering membantu baik secara langsung maupun tidak langsung tugas-tugas kepolisian sehingga  tidak etis jika ada anggota polisi yang punya temperamen tinggi dan emosional menganiaya wartawan.

Kris Poto, wartawan online Kilastimor.com kepada para wartawan menuturkan Jumat (3/3/2017) pagi ia bertandang ke Mapolres Kupang.

Di depan pos jaga, ia minta izin dan melaporkan diri lalu masuk ke dalam.

Di dalam ia bertemu dengan kerabatnya yang sedang mengurus SKCK.

Karena berkas itu harus digandakan, Kris Poto menemani kerabatnya ke toko di depan Mapolres Kupang untuk fotokopi berkas dimaksud.

"Setelah itu saya bonceng kerabat saya dengan sepeda motor masuk kembali ke Mapolres Kupang. Di depan pos jaga, saya menekan bel sepeda motor, tanda permisi untuk masuk ke dalam. Tapi kemudian saya dipanggil menghadap ke pos jaga," kisah Poto.

Baca: Dua Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan di Medan Ditetapkan Jadi Tersangka

Ketika di depan pos jaga Mapolres Kupang, oknum polisi bernama Pascal menendang paha dan memaki.

"Saya masih di atas sepeda motor, dia tendang paha saya. Dia maki saya bilang dasar manusia anjing," kata Poto.

Ia lalu turun dari motor seraya membungkuk dan meminta maaf berkali-kali namun tidak digubris.

Poto juga menjelaskan sudah melapor ke pos jaga, ketika masuk ke Mapolres Kupang, ketika tiba pagi hari.

Namun penjelasan Poto tidak digubris namun oknum anggota Polres Kupang terus memaki-makinya.

"Saya akan ambil langkah hukum agar masalah ini diproseshukum saja," kata Poto.

Baca: Menkopolhukam Dinta Tindak Tegas Oknum TNI Diduga Aniaya Wartawan

Ketua Forum Kuan Naek Pah Timor, Metu Oematan yang dimintai komentar terpisah, mengatakan sangat menyayangkan ada oknum polisi di Mapolres Kupang bergaya seperti preman.

"Kalo polisi yang emosional, cocok jadi preman. Tidak layak jadi polisi. Banyak anak muda yang pengen jadi polisi baik-baik. Copot saja itu preman," kata Oematan kesal.

Polisi, kata Oematan adalah pengayom dan pelindung masyarakat.

Polisi juga adalah manusia super, bukan warga sipil biasa.

Ia dididik jadi manusia yang mentalnya lebih bagus dari warga sipil biasa, bukan dididik jadi preman.

"Kemarin Kapolres dan Kasatlantas mencoba berkomunikasi dengan warga Kupang dengan cara memberikan bunga kepada pengendara mobil dan sepeda motor. Itu cara komunikasi yang humanis dan patut dicontohi. Sayang sekali ada anggota polisi yang merusak citra polisi yang humanis itu dengan perilaku premannya," kritik Oematan.

Ia mendesak Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma SIK untuk memberi sanksi tegas terhadap oknum polisi berperilaku preman tersebut.

"Sama wartawan saja dia sudah berperilaku preman, apalagi berhadapan dengan warga sipil biasa di pasar-pasar atau di desa-desa. Pasti lebih kejam dia," tukas Oematan kesal.

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...an-beri-sanksi

---

Baca Juga :

- Tigor: Urus Izin atau Berhenti

- KPPN Kupang Canangkan Pembangunan Zona Integritas

- Mario Balita Gizi Buruk Ingin Berjalan dan Bicara