alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bc6e84d9d770332e8b4576/catatan-annisa
CATATAN ANNISA
Memiliki anggota keluarga yg utuh, menyaksikan wajah lelah ayah saat ia pulang mencari nafkah, melihat ibu yg semakin hari semakin terlihat tua namun cantik karna lelah, mendengar celetukan celetukan yg memancing tawa renyah yg membuat suasana rumah benar benar hidup dan memiliki warna, mengejek mereka yg tertunduk saat dapat nasihat dari ayah atau ibu atau bahkan diri sendiri mengalami hal tersebut, menjunjung tinggi makna "makan ngga makan asal kumpul", memiliki kerabat yg akur kesana kemari.

Penggalan diatas mungkin sebagian kecil dari banyak nya contoh keluarga harmonis, keluarga yg diimpikan setiap jiwa yg hidup, setiap jiwa yg mendambakan ketenangan saat menjadi khalifah dalam hidup.
Beruntung mereka yg memiliki nya, tak sedikit juga yg kurang beruntung mungkin termasuk saya.
Tak jarang seorang anak menangis karna perpisahan orang tua nya padahal hal tersebut sudah berlalu sejak belasan tahun lama nya.
Kadang takdir hidup memaksa ku berpikir untuk bertukar kehidupan dengan mereka yg beruntung meski hanya 1 menit lama nya. Tapi saat pikiran itu datang,saat itu juga wajah ibu lebih dominan di otak, terucaplah kata syukur dari bibir ini. Meski tidak seberuntung mereka setidak nya saya tidak semalang yatim piatu yg hidup dijalan yg pernah saya lihat di televisi.
Teriris saat ibu kecewa dengan masalalu nya hingga tibatiba ia bersikap tidak mengenak kan padaku padahal yg aku tau aku bukanlah penyebab terciptanya masa lalu kelam itu.
Sering mebayangkan wajah ayah dan ibu, entah apa yg membuat ku berpikir "jika bisa kuulang waktu, akan kutarik mereka hingga bersatu" namun pikiran itu sirna karna kenyataan sangat tidak sinkron dengan semua mimpi telat ini.
Aku berharap semua ini adalah tidur panjang nyenyak dengan mimpi buruk, saat aku bangun aku berharap ada ayah yg baru pulang kerja dan ibu yg menyiapkan makan. Tapi, ini bukan mimpi! Ini jelas terjadi, ini sudah berlangsung lama dan aku tau aku menjalani semua dalam keadaan sadar.
Menjadi anak broken home bukan lah hal yg menyenangkan, karna apa? Mereka sering berhalusinasi tentang indahnya kehidupan orang lain dan jelas mereka tidak akan memiliki hal tersebut, hati mereka gampang teriris atas perlakuan orang tua nya meski perlakuan orang tua sudah pasti demi kebaikan putra putri nya, tidak tega melihat orang tua kerja sendiri sementara diri sendiri belum bisa membantu.
Perih saat tahu bahwa kini ibu memiliki pujaan hati baru. Tidak terima saat kasih cinta ibu terbagi oleh saudara dan saudari baru, terbagi juga oleh lakilaki yg bukan sedarah denganku, harus nya ayah tidak boleh tergantikan! Mencoba menerima karna tahu bahwa ibu butuh perawat, pencari nafkah, dan kini aku membiarkan mereka datang ke kehidupan ku dan menjadi ladang pahala bagi ibu.
Masih teringat harum tubuh ayah, peluh peluh di kening saat ia lelah. kini aku tau bahwa cinta ayah jelas bukan hanya aku, ayah juga mencari sosok pengganti ibu, ayah punya anak baru dan bukan dari ibuku! dia siapa? adikku juga? baiklah aku coba terima.
Dan yg paling menyakitkan adalah saat aku tumbuh besar ternyata aku dibesarkan oleh tangan ibu kandung dan tangan ayah tiriku, sedangkan ayah kandung sibuk membesarkan anak nya.
Harus nya aku bercanda dengan saudara yg sedarah denganku, tapi kenyataan nya mereka yg tiri lah yg menjadi teman tertawa ku.
Ayah tiri susah payah membesarkan dan memberi bekal pendidikan demi menjadi kan aku manusia sesungguh nya, ayah kandung ku menghilang belasan tahun membesarkan siapalah entah~
Lama tak bertemu sosok ayah, hingga suatu hari aku berhasil menemui nya dan ayah baru tahu bahwa akun media sosial anak berjilbab yg sering ia abaikan itu adalah anak nya. sempat kudengar juga ayah jg tidak sadar dengan keberadaan putra kecil dihadapan nya adalah darah nya. Tega! ayah tidak kenal kami karna terlalu sibuk dengan kehidupan baru nya. Cerita ibu tentang ayah dimasa lalu semakin mebuat aku kesal, jika aku ada di masa itu mungkin aku sudah mencaci makin ia dengan kata kasar yg tidak layak diucapkan gadis terhadap ayah nya. Tapi ia tetap ayahku, ribuan kali aku mencacipun tetap saja ia adalah sumber dari kehidupanku. Aku tetap mencintai nya, aku tetap menghormati nya, aku tau ia tak tega melakukan semua ini, ia mungkin tidak ingin mengabaikan ku, ia pasti selalu rindu aku hanya saja cuma hati nya yg tau, pasti ayah juga ingin yg terbaik untuk putra putri nya meski ia jauh. aku yakin, ayah matimatian mebesarkan anak nya sekarang, karna ia pernah gagal mebahagia kan ku dan adik ku. ayah... percayalah, hanya aku yg tak akan pernah membencimu meski aku pernah merasa disia-sia kan olehmu.
Ayah ibu, kalian emang ngga barengan lagi sekarang. tapi pasti kalian ngga tau deh kalo di anagan angan ku tuh kalian selalu gandengan, ditengah ada aku dan anak kalian lain nya.
Dan ayah tiri, aku bersyukur karna ibu menemukan mu, aku banyak berhutang padamu, terimakasih atas ilmu dan semua jerihpayahmu, aku bisa tumbuh sebesar karna campur tangan mu dengan ibu.
Ayah kandung, ayah tiri, ibu kandung, ibu tiri, saudara kandung, saudara tiri. Semua itu warna berbeda, jalani dengan rasa syukur dan insya allah tuhan jamin kita bahagia. amiin

-Catatan annisa sapiy, anak dari banyak ayah dan banyak ibu, 18th
×