alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bc00f8d44f9f0b678b4571/pasukan-fpu-viii-kebanggaan-indonesia-telah-tiba-di-tanah-air-dari-sudan
Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan
Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan
Tribratanews.polri.go.id – JAKARTA – Pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung ke dalam Formed Police Units (FPU) ke-8 telah kembali ke Tanah Air setelah melakukan misi perdaiaman selama setahun di Sudan, Afrika Utara.

Kepala Devisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Irjen Pol Saiful Maltha‎ mengatakan, FPU ke-8 telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekira pukul 12.00 WIB. Ia memastikan bahwa tidak ada masalah dalam kepulangan para Satgas Bhayangkara yang telah melaksanakan misi perdamaian dunia.

“Sejauh ini sih enjoy-enjoy saja,” kata Saiful di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/3/2017).

Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan

Saiful mengungkapkan, selanjutnya pasukan FPU ke-8 ‎akan dibawa ke Pusat Pelatihan Multi Fungsi Polri, Cikeas. “Di sana akan dilakukan pengecekan kesehatan. ,” singkatnya.

Ia menambahkan, bahwa Polri telah mengirimkan pasukan FPU ke-9 sebelum berakhirnya tugas FPU ke-8 di Sudan. Oleh karena itu, adanya tuduhan penyeludupan senjata yang dilakukan Satgas Korps Bhayangkara tidak mengurangi ‎kepercayaan United Nastions-African Union Hybrid Mission in Darfur (UNAMID) kepada Satgas Bhayangkara dalam melakukan misi perdamaian dunia.

“So far is nothing Indonesia. Kita punya ini yaang terbaik ya kita masih terbaik. FPU kita masih dapat mendali terbaik,” jelasnya.

Penulis: Tim TBL

Editor: Kang Iqbal Asik96

Publish: danielldt/ alam

Sumber berita di atas didapat dari Portal Berita resmi POLRI Tribratanews

Quote:Keberhasilan dalam Tugas, 140 Personel FPU 8 Akan Peroleh Penghargaan Santi Darma
Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan
Tribratanews.polri.go.id- JAKARTA –
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Inspektur Jenderal H. Saiful Maltha mengatakan Formed Police Unit (FPU) 8, nama tim kepolisian Indonesia yang bertugas menjaga perdamaian selama setahun di Sudan, Afrika Utara, sebagai yang terbaik. “So far FPU kita terbaik,” kata di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu , 5 Maret 2017.

Oleh karena itu, sebanyak 140 personel FPU 8 akan mendapat penghargaan Santi Darma. Penghargaan akan diberikan meski FPU 8 dirundung isu penyelundupan senjata.
Penjaga perdamaian FPU 8 seharusnya kembali ke Indonesia pada Januari lalu setelah digantikan oleh FPU 9. Namun kepulangan mereka tertunda karena diduga menyelundupkan senjata. Di dekat barang-barang mereka ditemukan senjata tak bertuan. Beberapa personel diperiksa dalam kasus ini.
Polri dan Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas telah menyatakan FPU tidak bersalah.

Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan

“Sudah clear, semua enggak ada masalah. Kalau ada masalah kami enggak bisa pulang.” Irjen Saiful mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran bagi FPU dan Indonesia.

FPU bertugas mengendalikan ketertiban umum dan perlindungan terhadap personel, fasilitas PBB, serta mendukung operasi Kepolisian yang membutuhkan bantuan FPU, termasuk melindungi warga sipil. FPU juga aktif dalam kegiatan community policing terhadap para internally displaced persons (IDPs) atau pengungsi korban konflik di Darfur, Sudan.

Polri berpartisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia sejak 1989 dengan mengirimkan 50 personel civilian police ke misi perdamaian PBB, Untag ke Namibia yang ketika itu baru merdeka. Sejak saat itu Polri selalu aktif dalam misi PBB dengan mengirim anggota ke Kamboja, Mozambik, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, Afghanistan, Haiti, Sudan, Somalia, dan Sudan Selatan. | Iswanez

Editor: Kang Iqbal Asik, 96

Sumber berita di atas didapat dari Portal Berita resmi POLRI Tribratanews


Quote: Judul Asli : Kompolnas: Tak Terbukti Selundupkan Senjata di Sudan, Kontingen FPU 8 Besok Tiba di Indonesia
Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan
Tribratanews.polri.go.id- JAKARTA -Kompolnas menyambut gembira kepulangan Kontingen FPU 8 Polri yang telah bertugas sebagai pasukan perdamaian di El Fasher, Darfur Utara – Sudan di bawah payung PBB dan Uni Afrika (UNAMID), pada hari Minggu pagi tanggal 5 Maret 2017 di Bandara Halim Perdanakusuma.

Kepulangan FPU 8 sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 27 Desember 2016, akan tetapi jadwal rotasi tersebut tertunda karena kebutuhan Unamid direncanakan menjadi pada tanggal 21 Januari 2017. Maka pada saat durasi penundaan itu kontingen FPU 8 masih bertugas sebagaimana mestinya.

Jadwal kepulangan FPU 8 mengalami penundaan kembali, kali ini terhitung selama 43 (empat puluh tiga) hari sejak seharusnya terjadwal pada tanggal 21 Januari 2017, yaitu menjadi pada tanggal 4 Maret 2017, sebagai akibat ditemukannya 10 (sepuluh) tas berisi senjata api dan amunisi di teras Bandara Udara El Fasher pada Kamis tanggal 19 Januari 2017.

Pasukan FPU VIII Kebanggaan Indonesia Telah Tiba di Tanah Air dari Sudan
Pada saat itu aktivitas Bandara Udara El Fasher sesungguhnya memang dikhususkan untuk mempersiapkan kepulangan kontingen FPU 8, tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa ada rotasi pasukan lain dan kehadiran orang-orang lainnya di bandara tersebut.

Keberadaan anggota FPU 8 di Bandara El Fasher pada saat tersebut, adalah sedang melakukan proses bongkar muat dan X-ray bagasi dalam rangka rangkaian persiapan kepulangan ke Indonesia.

Pada mulanya, dugaan aparat kepolisian Sudan dan UNAMID mengarah kepada FPU 8. Akan tetapi sejak awal FPU 8 telah membantahnya, karena tas-tas tersebut tidak beridentitas, tidak dibawa atau tidak dalam penguasaan FPU 8, tidak ada label identitas pemilik yang dimiliki FPU 8 dan tidak termuat dalam daftar manifest barang-barang FPU 8 yang sudah disetujui UNAMID.

Sedangkan semua barang yang diakui milik FPU 8 adalah barang-barang yang berada dalam penguasaan FPU 8, semua memiliki identitas dan termuat dalam daftar manifest barang-barang FPU 8 yang disetujui UNAMID.

Untuk mengusut perkara ini, Pemerintah Indonesia – dalam hal ini Polri dan Kemenlu – membentuk TBHI (Tim Bantuan Hukum Indonesia) yang kemudian bersama-sama dengan UNAMID berperanserta dalam Joint Investigation Team (JIT) dan melakukan Administrative Fact Finding selama lebih dari satu bulan, dengan memeriksa saksi-saksi yang berasal baik dari FPU 8, staf UNAMID yang mengurus pergantian kontingen (MovCon), Military Police, petugas Air Ops bandara dan staf UNAMID yang mengurus keamanan bandara (UNDSS).

Dari hasil Administrative Fact Finding tersebut tidak ditemukan bukti-bukti yang cukup akan keterlibatan FPU 8 – baik individual maupun institusi – dalam kasus penyelundupan senjata di Bandara El Fasher.

Oleh karena itu UNAMID dan kemudian Pemerintah Sudan mempersilahkan FPU 8 pulang ke tanah air.

Kompolnas sebagai lembaga eksternal yang bertugas mengawasi Polri telah melakukan kunjungan supervisi terhadap kinerja FPU 8 di Sudan pada tanggal 5-12 Desember 2016, dan melihat dengan jelas bahwa FPU 8 telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pujian dari UNAMID bahwa FPU 8 adalah FPU terbaik pada saat penyerahan medali penghargaan PBB kepada FPU 8, yang dilakukan oleh Joint Special Representative (JSR) selaku pimpinan tertinggi UNAMID dengan dihadiri para petinggi UNAMID.

Pujian kepada FPU 8 juga diberikan oleh Pemerintah Sudan, serta Pemerintah Daerah dan masyarakat Darfur. Bahkan beberapa waktu sebelum FPU 8 diijinkan pulang pada Sabtu 4 Maret 2017, beberapa pejabat tinggi UNAMID kembali menegaskan bahwa FPU 8 adalah “The Best Contigent”.

Kompolnas hadir kembali di Sudan sejak 31 Januari 2017 hingga 4 Maret 2017 bersamaan kepulangan FPU 8, guna mengawasi proses Administrative Fact Finding serta memberikan dukungan kepada FPU 8 dan TBHI.

Adanya pemberitaan dari media Sudan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pasukan perdamaian Indonesia ditahan karena menyelundupkan senjata, adalah berita yang tidak benar dan telah mencemarkan nama baik, khususnya FPU 8, institusi Polri, bangsa dan negara Indonesia.

Sesungguhnya kontingen FPU 8 adalah pahlawan perdamaian yang menjadi korban fitnah dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini kemudian juga terbukti dari beberapa temuan dari Joint Investigation Team (JIT) bahwa diantaranya terdapat kelemahan protokol keamanan bandara El Fasher yang dapat dengan mudah dimasuki orang beridentitas atau berseragam, atapun dibawa oleh “aparat”, serta tidak adanya CCTV di bandara dan keluar-masuk kendaraan yang tidak selalu terdata.

Oleh karena itu, Kompolnas berharap Pemerintah Sudan dapat menemukan pelaku yang sebenarnya dan memproses sesuai dengan hukum pidana yang berlaku.

Kompolnas berharap Polri dapat memberikan perhatian kepada FPU 8, khususnya bagi keberlanjutan pembinaan karier dan pendidikannya.

Kompolnas memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian beserta jajaran, Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi beserta seluruh staf terkait, Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea Bapak Burhanuddin Badruzzaman beserta para staf KBRI, Perwakilan Tetap RI di PBB Duta Besar Dian Triansyah Djani beserta para staf PTRI, Tim Bantuan Hukum Indonesia (TBHI), dan Kontingen FPU 9 yang saat ini sedang bertugas di Sudan, atas seluruh kerja keras dan kerjasamanya.

Tidak lupa juga Kompolnas mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan UN/UNAMID Civillian, IPO Indonesia, MilOps/Staf Indonesia, yang selama ini dengan ikhlas memberikan dukungan moril dan materil kepada kontingen Indonesia, khususnya FPU 8.|Bekto Suprapto-Andrea Hynan Poeloengan

Editor : Kang Iqbal Asik , 96

Sumber berita di atas didapat dari Portal Berita resmi POLRI Tribratanews
selamat datang kembali ke tanah air
Mantab emoticon-Recommended Seller
Yang nyelundupin senjata kah? emoticon-Amazed
Welkambek bre emoticon-Toast
FPU ya bukan FPI emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By b3jo.asoy
Yang nyelundupin senjata kah? emoticon-Amazed


Tak Terbukti Selundupkan Senjata di Sudan, Kontingen FPU 8 Besok Tiba di Indonesia
https://kask.us/inNyH
#ForumKaskus via @KASKUS

Dibaca ya gan

Bonus beberapa dokumentasi kedatangan FPU VIII tadi siang di bandara Halim

Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


Spoiler for Kedatangan FPU VIII di Bandara Halim Perdana Kusuma:


BRAVO POLRI emoticon-Cool
Selamat datang kembali.. emoticon-Angkat Beer
Masih ada aja yg nyinyir, semakin meyakinkan saya bahwa manusia2 yg dikatakan Nasbung adalah manusia2 nir prestasi.
Welcome back, semoga menambah kekuatan Polri ke depannya dalam melakukan tugas2nya yg benar