alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bbddeed9d770a0498b457d/139-anggota-polri-langsung-sujud-syukur-saat-injakan-kaki-di-tanah-air
139 Anggota Polri Langsung Sujud Syukur Saat Injakan Kaki di Tanah Air
139 Anggota Polri Langsung Sujud Syukur Saat Injakan Kaki di Tanah Air


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 139 anggota Polri yang tergabung Satgas  Formed Police Unit (FPU) 8 tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (5/3/2017) siang.

Sebelumnya mereka tertahan 43 hari di Sudan karena tuduhan penyelundupan senjata api.

Mereka langsung melakukan sujud syukur di landasan begitu turun dari pesawat.

Beberapa anggota menitikkan air mata melampiaskan kebahagiaanya bisa kembali ke Tanah Air.

"Kontingen Garuda FPU 8 tadi langsung sujud syukur di landasan," ucap Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum (Karosunluhkum) Divisi Hukum Polri, Brigjen Pol Agung Makbul, melalui pesan singkat, Minggu (5/4/2017).

Baca: 139 Anggota Polri Akihirnya Tiba di Tanah Air Setelah 43 Hari Tertahan di Sudan

Agung yang ikut dalam rombongan sebagai tim Bantuan Hukum Indonesia (TBHI) untuk Satgas FPU 8 menyatakan, pesawat pengangkut Satgas FPU 8 mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 11.00 WIB.

Pesawat tersebut sebelumnya berangkat dari Sudan, Sabtu (4/3/2017) siang.

Sebanyak 139 anggota Polri yang tergabung dalam Satgas FPU ke-8 dilarang meninggalkan bandara Al Fasher, Darfur, Sudan, seusai melaksanakan misi penjaga perdamaian PBB, pada 21 Januari 2017 lalu.

Mereka dituduh otoritas setempat berupaya menyelundupkan senjata api dan amunisi karena temuan 10 koper berisi 29 pucuk senapan Kalashnikov, 4 senjata api, 6 senjata tipe GM3, 61 pistol berbagai jenis, serta sejumlah amunisi.

Baca: Pelaku Pengedit Wajah Presiden Jokowi Ditangkap di Padang

Koper-koper itu ditemukan beberapa meter dari tumpukan koper FPU 8.

Meski pihak FPU 8 maupun Mabes Polri memastikan senjata tersebut bukan milik mereka, pihak otoritas Sudan tetap memproses dan melarang mereka meninggalkan Sudan.

Pihak otoritas Sudan dan United Nations Missions di Darfur (Unamid) PBB melakukan investigasi atas temuan senjata dan amunisi itu.

Hasil investigasi, bahwa benar temuan senjata api ilegal tersebut bukan milik FPU 8.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mensinyalir pihak pemerintah Sudan sengaja menuduh pihak FPU 8 menyelundupkan senjata.

Karena faktor ketidaksukaan kehadiran para petugas penjaga perdamaian Unamid PBB.

Disinyalir kehadiran pasukan yang berada di bawah bendera Unamid PBB membuat pemerintah Sudan tidak leluasa memerangi kelompok pemberontak di Darfur.

"Persoalan yang ada di sana memang dari pemerintah Sudan, mereka ini kurang happy dengan adanya Unamid di sana, karena sudah terlalu lama," katan Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-di-tanah-air

---

Baca Juga :

- 139 Anggota Polri Akihirnya Tiba di Tanah Air Setelah 43 Hari Tertahan di Sudan

- Pernah Ngelamar jadi Pasukan Oranye tapi tak Lolos Tes, Reja Serahkan Miniatur Monas ke Ahok

- Pesona Kecantikan Pramugari Pesawat Arab Saudi yang Bikin Gagal Fokus

×