alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bb97c896bde6f9598b456b/kesal-acara-kpu-jakarta-molor-ahok-djarot-keluar-dr-flores-ballroom
Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan Cagub dan Cawagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat secara mendadak meninggalkan acara Penetapan Pasangan Calon pada Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI.
Keduanya keluar dari ruangan Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017) secara tergesa-gesa dan dengan raut wajah menahan kesal.
Saat keluar ruangan tersebut, wajah Ahok tampak menahan amarahnya, ia mengatakan pada awak media yang mengikutinya terkait alasan dirinya meninggalkan acara tersebut.
"Kita udah tunggu dari jam tujuh, ada kimpoian. kalau jamnya pas jam delapan, kita bisa ke kimpoian dulu," ujar Ahok kesal, sambil berjalan menuju eskalator.
Ia tidak ingin terlambat dalam acara pernikahan anak dari politisi senior partai PDI Perjuangan Panda Nababan.
"Pak Panda Nababan kan nikahin anak," tegas Ahok.
Ahok pun langsung menaiki eskalator lantaran ruangan kubu Ahok-Djarot berada Sumba Ballroom yang berada di lantai atas.
Disusul Djarot yang juga memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut dan mengikuti langkah Ahok.
Sesampainya di Sumba Ballroom, keduanya pun langsung menggelar konferensi pers terkait sikap yang baru saja mereka lakukan di hadapan komisioner KPUD DKI serta tim sukses pasangan cagub dan cawagub DKI nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Source : Batam Tribun News

buat panasbung goblok yg bilang ahok sewa ruangan sendiri baca ini undangan dan baca jg itu berita biar ga goblok2 amat
Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

btw undangan aja bisa beda, maksudnya apa ini? sengaja?
emak emak aja dibilang maling coba
Mewek aje nih, babi!
Acara ginian aja dipake caper! emoticon-fuck2
Quote:Original Posted By kaskusajee
Pemimpin yang emosional

By: Edriana Noerdin

Malam ini saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta ttg penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur. Ruangan tersebut sangat besar dihiasi secara meriah dengan 2 screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan camera2 TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

1. Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada di ruang VIP sejak pukul 19.20 karena dalam undangan acara tersebut di mulai jam 19.30.

2. Sekitar jam 19.50 rombongan Pak Ahok yang cukup banyak orangnya melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room. Dan kemudian saya berjalan pelan2 di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai dan mereka mengatakan karna pak Ahok baru datang.

3. Jam 19.55 ketika saya masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata2 lainnya. Suasananya sangat tegang karena pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa dan suasana sangat crowded karena banyak sekali wartawan yg mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam....

Saya melihat pak Djarot sambil senyum-senyum dan juga anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan muka bingung.

4. Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai 2, namun ada beberapa anggota rombongannya yg tidak mau ikut keatas dan tetap berkeliaran dibawah walau teman-temannya meneriaki mereka untuk naik dan kumpul di lantai 2. Saya bertanya-tanya kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai 2? Ruangan apakah itu?

5. Kemudian saya kedepan dan menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.55. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah-marah? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu-tamu yg duduk di bangku paling depan tsb juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba-tiba keluar dengan rombongannya sambil marah-marah.

6. Jam 20.07, akhirnya setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian betawi lalu disusul dengan pembacaan doa dan kumudian pidato penetapan hasil pilkada putaran 1 dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran ke 2. Kemudian acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah ditetapkan dalam Undangan.

Note:

Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba-tiba meletup kemarahannya di depan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Persyaratan utama seorang pemimpin adalah bisa mengontrol emosinya agar tidak selalu menimbulkan masalah dan kegaduhan sosial maupun kegaduhan politik.

Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media sesudahnya saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau pada hal beliau yang terlambat mamasuki ruangan pertemuan.

Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo sliro, toleransi dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk dikemudian hari Amiin


Tolong bilang sama yang nulis ini.

Waktu 1 jam itu berharga bgt. Kalo pengangguran sih gapapa nunggu 1 jam juga

Lah ini Pejabat diharuskan nunggu 1 jam.
opini gw :

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

foto diatas adalah foto tempat dimana tempat acara akan berlangsung sesuai undangan.
tampak banyak media yang akan meliput dan tempat belum penuh, artinya paslon no 2 datang tepat waktu/kepagian.



Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


2 foto diatas adalah kejadian ketika paslon no.2 komplain dan menyatakan akan meninggalkan acara.

yang jadi pertanyaan :
- kenapa ketua KPUD menunggu nya di ruang VVIP, padahal acaranya di foto no 1 ?
- kenapa yang diundang makan cuma paslon no 3 ?
- apakah panitia KPUD cuma sumarno seorang ?


Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

kalau lihat undangan ini, seharusnya acara dimulai 19.30

diberita disebutkan anies datang sekitar 19:30.

jadi kenapa gak langsung dimulai ? tapi malah memberi kesempatan anies makan dulu ?

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


kenapa yang diundang makan cuma anies sandi ?emoticon-Stick Out Tongue


.
Dari dulu yg namanya ketua KPUD DKI, banyak yg ga beres, salah satunya mantan ketua KPUD DKI yg timses anus emoticon-Leh Uga


Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
leh uga
ayo yg jam karet
jgn dobol
Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Quote:Original Posted By SiPenembakJitu


Tolong bilang sama yang nulis ini.

Waktu 1 jam itu berharga bgt. Kalo pengangguran sih gapapa nunggu 1 jam juga

Lah ini Pejabat diharuskan nunggu 1 jam.


penulisnya emng siapa sih
jgn2 nasbung dongok tebar tipu2


Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Jadi, ada Undangan Khusus buat paslon 3? Mereka diundang makan malam tapi paslon 2 nggak? emoticon-Bingung (S)
KPUD Tidak Profesional !

By Bani on March 5, 2017

Apakah KPUD DKI Jakarta Netral atau tidak? Pertanyaan ini memang menjadi suatu permasalahan bagi masyarakat Jakarta yang menilai kinerja dari KPUD ini.Kemarin terjadi aksi yang cukup bisa dinilai “Kinerja KPUD” terbukti patut untuk dipertanyakan.

Alur Cerita

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meninggalkan acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Mereka menyesalkan acara yang tidak kunjung dimulai.

Ahok sudah tiba di Hotel Borobudur sejak pukul 18.30 WIB. Awalnya Ahok dan Djarot berkumpul di Sumba Room Hotel Borobudur sebelum acara dimulai.

Kemudian sekira pukul 19.30 WIB, Ahok-Djarot memasuki ruang acara. Pasangan petahana ini sempat duduk di kursi paling depan. Awak media sempat mengabadikan momen itu. Belum terlihat pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Tiba-tiba Ahok beranjak dan diikuti oleh Djarot dan tim suksesnya. Ahok sempat menyalami anggota KPU DKI yang duduk tak jauh darinya. Sambil berjalan keluar, Ahok sempat mengutarakan kekecewaan pada tim KPU DKI.

“Terima kasih atas profesionalitasnya, kalau enggak mau urus enggak apa-apa, urus saja yang lain,” ujar Ahok di lokasi, Sabtu 4 Maret 2017.

Ahok meninggalkan ruangan. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengeluhkan manajemen waktu pelaksanaan acara.

Dalam undangan yang diterima, seharusnya acara mulai pada pukul 19.00 wib. Tapi, acara tak kunjung mulai. Kata Ahok, jika pada undangan acara dimulai pukul 20.00 wib, ia dan Djarot bisa menghadiri pernikahan anak dari politikus senior Panda Nababan di Kemayoran.

“Kita sudah tunggu dari jam tujuh, ada kawinan, kalau jamnya pas (di undangan) jam 8 kita bisa ke kawinan dulu. Pak Panda nababan kan nikahin anak,” jelas Ahok.

Sumber : http://m.metrotvnews.com/pilkada/new...ub-dki-jakarta

Pembantahan Dari Sumarno

Menanggapi hal ini, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan bahwa hal ini timbul karena adanya salah paham. Sebabnya, pihak KPU DKI tidak tahu kalau Ahok sudah datang, sehingga mereka menunggu kedatangannya.

“Ini cuma masalah miskomunikasi saja. Jadi tadi mestinya kan beliau (Ahok) hadir di tempat yang sudah disediakan. Tapi ternyata di ruangan lain. Sehingga KPU kan tidak tahu,” kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

“Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi kehadiran calon,” ujarnya.

“Tadi saya datang dan tanya, apakah sudah hadir semua, katanya belum. Jadi tidak benar bahwa kita menunggu paslon nomor urut 3. Paslon nomor urut 3 juga sudah hadir,” ujar Sumarno.

“Pasangan Pak Ahok-Pak Djarot ada di ruangan lain yang bukan disediakan oleh KPU. KPU tidak mengetahui bahwa beliau ada di situ. Kalau seandainya tadi bertemu, dan kita sudah tahu. Dan yang nomor 3 sudah hadir, kita bisa mulai dari awal,” sambungnya.

Sumarno mengatakan, dia sempat bertemu dengan Ahok. Ketika itu Ahok masuk ke dalam ruangan dan bertanya alasan acara yang belum dimulai. Pada kesempatan itu, Ahok pun izin meninggalkan acara.

“Ketemunya tadi, saya kan tunggu di sana. Cuma ada Pak Anies dan Pak Sandi. Tiba-tiba beliau masuk dan bertanya ‘kenapa tidak dimulai? Saya sudah menunggu sejak lama’. Rupanya menunggu di tempat lain,” ucap Sumarno.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3438...dan-minta-maaf

Faktanya

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot masuk kedalam ruangan pukul 19.52 dan langsung bertemu Sumarno, disaat itu juga benar adanya bahwa Ahok bertanya kenapa belum dimulai dan lalu Ahok izin untuk pergi.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Aksi pasangan petahana berbuah sorakan dari pendukung Anies-Sandi. Mereka Anies dan Sandi dikabarkan sudah hadir mepet pukul 19.29

Jadi, Ahok Djarot sudah datang pukul 18.30 sedangkan Anies Sandi diruangan yang berbeda di dalam tempat rapat pleno berlangsung hadir pukul 19.29 Ahok semasa itu berada diruangan lain.

Ada yang perlu pembaca *kura-kura* ketahui disini. Saya sangat mengkritisi sikap dari ketua KPUD ini, netral atau tidaknya dirinya dikabarkan bahwa dirinya ini merupakan mantan kader dari Gerindra, namun hal ini saya belum bisa pastikan jelas.

Undangan yang diterima juga berbeda

Namun saya bisa memberikan info kepada teman *kura-kura* Bahwa tidak hanya ketidakprofesionalan sikap KPUD dalam melihat pasangan lain sudah hadir atau tidak, dikabarkan bahwa Undangan yang diterima juga berbeda

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot mendapati undangan pukul 18.00 WIB foto ini saya dapati dari akun twitter Cathy Sharon @cathysaron

Sedangkan pasangan Anies Sandi mendapati undangan pukul 19.30 WIB. Dari surat yang bisa terlampir kita bisa mengetahui bahwa ada tulisan ( diawali makan malam Pukul 18.00 – 19.30 WIB )

Sangat disayangkan sekali, Sikap perlakuan KPUD sungguh berbeda, undangannya saja berbeda. Ketidak profesionalan KPUD dalam hal ini perlu sangat dipertanyakan.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Ahok tidak salah ruangan, tetapi menunggu diruangan lain dan sudah diberitahukan ke pihak penyelenggara.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


Sangat lucu sekali, Sumarso bilang dia tidak tau? Padahal Djarot sudah tiba di Hotel Borobudur, didampingi anggota partai Nasdem Menurut Cathy Sharon dirinya datang terlambat pukul 19.00 dan sudah melihat ada Pak Ahok dan Pak Djarot bersama dengan timses.

Anies – Sandi datang pukul 19.29 ( sangat molor ) dari jadwal yang diberitakan 18.00

Ini bukan hanya sebuah misskomunikasi ruangan, tapi juga misskomunikasi undangan, perbedaan telak perlakuan KPUD kepada Ahok Djarot.

Sekarang rakyat bisa menilai sendiri sikap KPUD terhadap kasus ini.

Salam 2 Jari

Berikut undangan yang berbeda

Undangan Milik Ahok Djarot

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Undangan Milik Anies Sandi

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
kaga professional emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Ahok-Djarot Walk Out, Ini Kata Anies…


By Erika Ebener on March 5, 2017

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

oh Anies Baswedan memang seorang yang sangat pintar bermain kata.

Undangan yang disampaikan oleh KPU pada ke dua Paslon untuk menghadiri Rapat Pleno adalah jam 19:00. Ahok dan Djarot datang sebelum jam 19:00 dan mereka menunggu sampai satu jam, Rapat Pleno masih belum dimulai. Konferensi Pers pun digelar oleh Paslon 2 karena mereka memutuskan untuk meninggalkan ruang rapat dan tidak mau menunggu lebih lama lagi berhubung ada acara bertemu dengan Bapak Jokowi.

Saya nonton berita “Kompas Malam” malam ini, ada yang aneh.

Reporter Kompas TV bertanya, “…Pak Anies ini gimana ceritanya kok bisa terlambat Pak, apa alasannya?” Anies terlihat tidak suka dengan pertanyaan dia sungkan menjawab, “Menurut saya Kompas TV harus lebih objektif. Kompas TV tidak fair tadi mengabarkan bahwa Anies-Sandi terlambat, saya katakan itu tidak benar” Lalu dikejar pertanyaan berikutnya, “Bapak datang jam berapa konfirmasinya?” Anies menjawab ngeles, “Jadi anda ngga boleh seperti itu. Jangan dong. Sebagai media yang berusia panjang, kompas harus bisa objektif”. Sang Reporter masih mengejar karena dia masih belum mendapat jawaban atas pertanyaan. Dan apa yang Anies bilang? KIta bisa menebaknya. Anies bilang, “Kami datang sebelum 19:30. Kemudian diatur oleh KPU. Jangan menggiring opini. Kita didalam ruang tunggu diarahkan oleh KPU. Alhamdulillah kita mengikuti semuanya dengan tertib dan baik”.

Si Reporter me-wraping up ucapan Anies, “Berarti jam 19:30 Pak Anies dan Pak Sandi sudah ada di ruang VIP. itu firmnya” Lucu, Anies gelagapan sambil terbata dia bilang, “Oh ya bahkan kita datang semua media ada kok. Jadi menurut saya ngga usah diplintir-plintir dah. Kompas ngga usah ikut-ikut mlintir”. Buset… malah balik nuduh. Jagoan kan dia?

youtube-thumbnail


Sebelum ke masalah kedatangan dia yang terlambat, Anies sempat bilang, “… Dan kami melihat persentase itu lebih dari sekedar angka. Ini soal kepercayaan. Kami merasa terhormat dengan kepercayaan yang ada dan kami yakin keinginan warga Jakarta mayoritas adalah ganti Gubernur. Itulah keinginan warga Jakarta mayoritas. Kalau anda lihat kemaren angkanya maunya ganti Gubernur…. Kita akan berjuang untuk memenuhi harapan warga Jakarta”. Weleh…

Akan ada debat lagi tidak ya? Saya penasaran program apa yang akan dipaparkan? Saya yakin program yang digadang di debat Pilkada putaran pertama kemaren semuanya pasti sudah total berubah. Bagaimana tidak, Program OK OCE yang katanya mau dihak patenkan kalah sama Creative room-nya Ahok. Program KPR nol rupiah, angkanya tidak ketemu sampai sekarang, program urban renewal secara anggaran tidak memungkinkan karena kemahalan dan Ahok pun pernah juga mencoba melakukan hal yang sama dan dibatalkan karena tidak sepadan antara input dan output. Terkait dengan peningkatan mutu birokrasi, program Open Governance dia juga gagal paham. Program peremajaan angkot dan kendaraan pribadi diatas Rp 3M, jujur yang satu ini saya tidak paham.

Kembali ke masalah Rapat Pleno KPU, yang jadi pertanyaannya, kenapa KPU meminta Anies-Sandi untuk menunggu di ruang VIP sampai jam 20:00? Apakah ini disengaja agar acara Rapat Pleno menjadi milik mereka saja? Sampai akhirnya Paslon ke 2 memutuskan untuk “Walk Out” dan diberita dikatakan bahwa Paslon 2 tidak menghadiri rapat Pleno ini.

Rapat Pleno akhirnya dimulai jam 20:30. Satu setengah jam molor dari jadwal yang ditetapkan. Dan nampak kursi Paslon 2 kosong.

Sepertinya Ada Cross Culture Disini.

Kultur Ahok-Djarot yang sudah mengadopsi budaya “Tepat Waktu” bertabrakan dengan kultur Anies-Sandi yang masih merasa bangga akan budaya “Jam Karet” nya. Dan apa yang diblow up kemudian adalah tentang “Misteri Kursi Kosong” dan ketidak hadiran Paslon 2. Sementara kalimat permintaan maaf atas keterlambatan datang ditempat tujuan tidak pernah menjadi berita dan bahkan masih berani bilang, “Kami datang tepat kok!”

Djarot menjawab pertanyaan Wartawan dari dalam mobil bahwa dia sangat kecewa dan merasa sangat tidak dihargai baik oleh KPU maupun oleh Pasangan Calon 3 yang seperti sengaja datang terlambat.

Kecurigaan saya bahwa keterlambatan ini memang disengaja untuk menggelitik Paslon 2 adalah tidak adanya kata maaf karena datang terlambat. Bahkan dengan congkak Paslon 3 mengaku datang tepat waktu.

Bagaimana kalau sudah jadi Gubernur, Orang no.1 DKI Jakarta, kalau kebiasaan datang terlambat terus dipiara?

Orang Eropa bilang, “When you respect someone, the first thing you must respect is his time!” Dan itu benar adanya. So, Warga Jakarta, KALAU Tuhan memutuskan bahwa Anies yang akan memenangkan Pilkada dan menjadi GUbernur Jakarta, coba tolong diperhatikan, kalau dia sering molor, artilya dia tidak menghargai warga.

Bagaimana mau menciptakan bahagia warganya dan mengharapkan gubernur yang mencintai warganya kalau menghargai saja tidak.
Keliatan KPUD gak profesional.. jadwal acara ns beda ama undangan..
Untuk level ahok ya wajar komplain, pasti ada kegiatan lain jg..
Quote:Original Posted By pokerstar
KPUD Tidak Profesional !

By Bani on March 5, 2017

Apakah KPUD DKI Jakarta Netral atau tidak? Pertanyaan ini memang menjadi suatu permasalahan bagi masyarakat Jakarta yang menilai kinerja dari KPUD ini.Kemarin terjadi aksi yang cukup bisa dinilai “Kinerja KPUD” terbukti patut untuk dipertanyakan.

Alur Cerita

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meninggalkan acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Mereka menyesalkan acara yang tidak kunjung dimulai.

Ahok sudah tiba di Hotel Borobudur sejak pukul 18.30 WIB. Awalnya Ahok dan Djarot berkumpul di Sumba Room Hotel Borobudur sebelum acara dimulai.

Kemudian sekira pukul 19.30 WIB, Ahok-Djarot memasuki ruang acara. Pasangan petahana ini sempat duduk di kursi paling depan. Awak media sempat mengabadikan momen itu. Belum terlihat pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Tiba-tiba Ahok beranjak dan diikuti oleh Djarot dan tim suksesnya. Ahok sempat menyalami anggota KPU DKI yang duduk tak jauh darinya. Sambil berjalan keluar, Ahok sempat mengutarakan kekecewaan pada tim KPU DKI.

“Terima kasih atas profesionalitasnya, kalau enggak mau urus enggak apa-apa, urus saja yang lain,” ujar Ahok di lokasi, Sabtu 4 Maret 2017.

Ahok meninggalkan ruangan. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengeluhkan manajemen waktu pelaksanaan acara.

Dalam undangan yang diterima, seharusnya acara mulai pada pukul 19.00 wib. Tapi, acara tak kunjung mulai. Kata Ahok, jika pada undangan acara dimulai pukul 20.00 wib, ia dan Djarot bisa menghadiri pernikahan anak dari politikus senior Panda Nababan di Kemayoran.

“Kita sudah tunggu dari jam tujuh, ada kawinan, kalau jamnya pas (di undangan) jam 8 kita bisa ke kawinan dulu. Pak Panda nababan kan nikahin anak,” jelas Ahok.

Sumber : http://m.metrotvnews.com/pilkada/new...ub-dki-jakarta

Pembantahan Dari Sumarno

Menanggapi hal ini, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan bahwa hal ini timbul karena adanya salah paham. Sebabnya, pihak KPU DKI tidak tahu kalau Ahok sudah datang, sehingga mereka menunggu kedatangannya.

“Ini cuma masalah miskomunikasi saja. Jadi tadi mestinya kan beliau (Ahok) hadir di tempat yang sudah disediakan. Tapi ternyata di ruangan lain. Sehingga KPU kan tidak tahu,” kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

“Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi kehadiran calon,” ujarnya.

“Tadi saya datang dan tanya, apakah sudah hadir semua, katanya belum. Jadi tidak benar bahwa kita menunggu paslon nomor urut 3. Paslon nomor urut 3 juga sudah hadir,” ujar Sumarno.

“Pasangan Pak Ahok-Pak Djarot ada di ruangan lain yang bukan disediakan oleh KPU. KPU tidak mengetahui bahwa beliau ada di situ. Kalau seandainya tadi bertemu, dan kita sudah tahu. Dan yang nomor 3 sudah hadir, kita bisa mulai dari awal,” sambungnya.

Sumarno mengatakan, dia sempat bertemu dengan Ahok. Ketika itu Ahok masuk ke dalam ruangan dan bertanya alasan acara yang belum dimulai. Pada kesempatan itu, Ahok pun izin meninggalkan acara.

“Ketemunya tadi, saya kan tunggu di sana. Cuma ada Pak Anies dan Pak Sandi. Tiba-tiba beliau masuk dan bertanya ‘kenapa tidak dimulai? Saya sudah menunggu sejak lama’. Rupanya menunggu di tempat lain,” ucap Sumarno.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3438...dan-minta-maaf

Faktanya

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot masuk kedalam ruangan pukul 19.52 dan langsung bertemu Sumarno, disaat itu juga benar adanya bahwa Ahok bertanya kenapa belum dimulai dan lalu Ahok izin untuk pergi.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Aksi pasangan petahana berbuah sorakan dari pendukung Anies-Sandi. Mereka Anies dan Sandi dikabarkan sudah hadir mepet pukul 19.29

Jadi, Ahok Djarot sudah datang pukul 18.30 sedangkan Anies Sandi diruangan yang berbeda di dalam tempat rapat pleno berlangsung hadir pukul 19.29 Ahok semasa itu berada diruangan lain.

Ada yang perlu pembaca *kura-kura* ketahui disini. Saya sangat mengkritisi sikap dari ketua KPUD ini, netral atau tidaknya dirinya dikabarkan bahwa dirinya ini merupakan mantan kader dari Gerindra, namun hal ini saya belum bisa pastikan jelas.

Undangan yang diterima juga berbeda

Namun saya bisa memberikan info kepada teman *kura-kura* Bahwa tidak hanya ketidakprofesionalan sikap KPUD dalam melihat pasangan lain sudah hadir atau tidak, dikabarkan bahwa Undangan yang diterima juga berbeda

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot mendapati undangan pukul 18.00 WIB foto ini saya dapati dari akun twitter Cathy Sharon @cathysaron

Sedangkan pasangan Anies Sandi mendapati undangan pukul 19.30 WIB. Dari surat yang bisa terlampir kita bisa mengetahui bahwa ada tulisan ( diawali makan malam Pukul 18.00 – 19.30 WIB )

Sangat disayangkan sekali, Sikap perlakuan KPUD sungguh berbeda, undangannya saja berbeda. Ketidak profesionalan KPUD dalam hal ini perlu sangat dipertanyakan.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Ahok tidak salah ruangan, tetapi menunggu diruangan lain dan sudah diberitahukan ke pihak penyelenggara.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


Sangat lucu sekali, Sumarso bilang dia tidak tau? Padahal Djarot sudah tiba di Hotel Borobudur, didampingi anggota partai Nasdem Menurut Cathy Sharon dirinya datang terlambat pukul 19.00 dan sudah melihat ada Pak Ahok dan Pak Djarot bersama dengan timses.

Anies – Sandi datang pukul 19.29 ( sangat molor ) dari jadwal yang diberitakan 18.00

Ini bukan hanya sebuah misskomunikasi ruangan, tapi juga misskomunikasi undangan, perbedaan telak perlakuan KPUD kepada Ahok Djarot.

Sekarang rakyat bisa menilai sendiri sikap KPUD terhadap kasus ini.

Salam 2 Jari

Berikut undangan yang berbeda

Undangan Milik Ahok Djarot

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Undangan Milik Anies Sandi

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


Quote:Original Posted By kaskusajee
Pemimpin yang emosional

By: Edriana Noerdin

Malam ini saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta ttg penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur. Ruangan tersebut sangat besar dihiasi secara meriah dengan 2 screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan camera2 TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

1. Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada di ruang VIP sejak pukul 19.20 karena dalam undangan acara tersebut di mulai jam 19.30.

2. Sekitar jam 19.50 rombongan Pak Ahok yang cukup banyak orangnya melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room. Dan kemudian saya berjalan pelan2 di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai dan mereka mengatakan karna pak Ahok baru datang.

3. Jam 19.55 ketika saya masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata2 lainnya. Suasananya sangat tegang karena pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa dan suasana sangat crowded karena banyak sekali wartawan yg mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam....

Saya melihat pak Djarot sambil senyum-senyum dan juga anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan muka bingung.

4. Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai 2, namun ada beberapa anggota rombongannya yg tidak mau ikut keatas dan tetap berkeliaran dibawah walau teman-temannya meneriaki mereka untuk naik dan kumpul di lantai 2. Saya bertanya-tanya kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai 2? Ruangan apakah itu?

5. Kemudian saya kedepan dan menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.55. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah-marah? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu-tamu yg duduk di bangku paling depan tsb juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba-tiba keluar dengan rombongannya sambil marah-marah.

6. Jam 20.07, akhirnya setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian betawi lalu disusul dengan pembacaan doa dan kumudian pidato penetapan hasil pilkada putaran 1 dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran ke 2. Kemudian acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah ditetapkan dalam Undangan.

Note:

Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba-tiba meletup kemarahannya di depan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Persyaratan utama seorang pemimpin adalah bisa mengontrol emosinya agar tidak selalu menimbulkan masalah dan kegaduhan sosial maupun kegaduhan politik.

Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media sesudahnya saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau pada hal beliau yang terlambat mamasuki ruangan pertemuan.

Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo sliro, toleransi dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk dikemudian hari Amiin


asyik
klonengan baru korban banned menyodorkan klipingan nya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kaskusajee
Pemimpin yang emosional

By: Edriana Noerdin

Malam ini saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta ttg penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur. Ruangan tersebut sangat besar dihiasi secara meriah dengan 2 screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan camera2 TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

1. Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada di ruang VIP sejak pukul 19.20 karena dalam undangan acara tersebut di mulai jam 19.30.

2. Sekitar jam 19.50 rombongan Pak Ahok yang cukup banyak orangnya melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room. Dan kemudian saya berjalan pelan2 di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai dan mereka mengatakan karna pak Ahok baru datang.

3. Jam 19.55 ketika saya masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata2 lainnya. Suasananya sangat tegang karena pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa dan suasana sangat crowded karena banyak sekali wartawan yg mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam....

Saya melihat pak Djarot sambil senyum-senyum dan juga anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan muka bingung.

4. Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai 2, namun ada beberapa anggota rombongannya yg tidak mau ikut keatas dan tetap berkeliaran dibawah walau teman-temannya meneriaki mereka untuk naik dan kumpul di lantai 2. Saya bertanya-tanya kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai 2? Ruangan apakah itu?

5. Kemudian saya kedepan dan menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.55. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah-marah? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu-tamu yg duduk di bangku paling depan tsb juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba-tiba keluar dengan rombongannya sambil marah-marah.

6. Jam 20.07, akhirnya setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian betawi lalu disusul dengan pembacaan doa dan kumudian pidato penetapan hasil pilkada putaran 1 dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran ke 2. Kemudian acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yang sudah ditetapkan dalam Undangan.

Note:

Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba-tiba meletup kemarahannya di depan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Persyaratan utama seorang pemimpin adalah bisa mengontrol emosinya agar tidak selalu menimbulkan masalah dan kegaduhan sosial maupun kegaduhan politik.

Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media sesudahnya saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau pada hal beliau yang terlambat mamasuki ruangan pertemuan.

Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo sliro, toleransi dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk dikemudian hari Amiin


tolong omongin ke penulisnya kalo mo ngarang disertakan gambar ya, emangnya lagi lomba cerpen ya emoticon-Ngakak tolol
Quote:Original Posted By pokerstar
KPUD Tidak Profesional !

By Bani on March 5, 2017

Apakah KPUD DKI Jakarta Netral atau tidak? Pertanyaan ini memang menjadi suatu permasalahan bagi masyarakat Jakarta yang menilai kinerja dari KPUD ini.Kemarin terjadi aksi yang cukup bisa dinilai “Kinerja KPUD” terbukti patut untuk dipertanyakan.

Alur Cerita

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meninggalkan acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Mereka menyesalkan acara yang tidak kunjung dimulai.

Ahok sudah tiba di Hotel Borobudur sejak pukul 18.30 WIB. Awalnya Ahok dan Djarot berkumpul di Sumba Room Hotel Borobudur sebelum acara dimulai.

Kemudian sekira pukul 19.30 WIB, Ahok-Djarot memasuki ruang acara. Pasangan petahana ini sempat duduk di kursi paling depan. Awak media sempat mengabadikan momen itu. Belum terlihat pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Tiba-tiba Ahok beranjak dan diikuti oleh Djarot dan tim suksesnya. Ahok sempat menyalami anggota KPU DKI yang duduk tak jauh darinya. Sambil berjalan keluar, Ahok sempat mengutarakan kekecewaan pada tim KPU DKI.

“Terima kasih atas profesionalitasnya, kalau enggak mau urus enggak apa-apa, urus saja yang lain,” ujar Ahok di lokasi, Sabtu 4 Maret 2017.

Ahok meninggalkan ruangan. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengeluhkan manajemen waktu pelaksanaan acara.

Dalam undangan yang diterima, seharusnya acara mulai pada pukul 19.00 wib. Tapi, acara tak kunjung mulai. Kata Ahok, jika pada undangan acara dimulai pukul 20.00 wib, ia dan Djarot bisa menghadiri pernikahan anak dari politikus senior Panda Nababan di Kemayoran.

“Kita sudah tunggu dari jam tujuh, ada kawinan, kalau jamnya pas (di undangan) jam 8 kita bisa ke kawinan dulu. Pak Panda nababan kan nikahin anak,” jelas Ahok.

Sumber : http://m.metrotvnews.com/pilkada/new...ub-dki-jakarta

Pembantahan Dari Sumarno

Menanggapi hal ini, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan bahwa hal ini timbul karena adanya salah paham. Sebabnya, pihak KPU DKI tidak tahu kalau Ahok sudah datang, sehingga mereka menunggu kedatangannya.

“Ini cuma masalah miskomunikasi saja. Jadi tadi mestinya kan beliau (Ahok) hadir di tempat yang sudah disediakan. Tapi ternyata di ruangan lain. Sehingga KPU kan tidak tahu,” kata Sumarno di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

“Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi kehadiran calon,” ujarnya.

“Tadi saya datang dan tanya, apakah sudah hadir semua, katanya belum. Jadi tidak benar bahwa kita menunggu paslon nomor urut 3. Paslon nomor urut 3 juga sudah hadir,” ujar Sumarno.

“Pasangan Pak Ahok-Pak Djarot ada di ruangan lain yang bukan disediakan oleh KPU. KPU tidak mengetahui bahwa beliau ada di situ. Kalau seandainya tadi bertemu, dan kita sudah tahu. Dan yang nomor 3 sudah hadir, kita bisa mulai dari awal,” sambungnya.

Sumarno mengatakan, dia sempat bertemu dengan Ahok. Ketika itu Ahok masuk ke dalam ruangan dan bertanya alasan acara yang belum dimulai. Pada kesempatan itu, Ahok pun izin meninggalkan acara.

“Ketemunya tadi, saya kan tunggu di sana. Cuma ada Pak Anies dan Pak Sandi. Tiba-tiba beliau masuk dan bertanya ‘kenapa tidak dimulai? Saya sudah menunggu sejak lama’. Rupanya menunggu di tempat lain,” ucap Sumarno.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3438...dan-minta-maaf

Faktanya

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot masuk kedalam ruangan pukul 19.52 dan langsung bertemu Sumarno, disaat itu juga benar adanya bahwa Ahok bertanya kenapa belum dimulai dan lalu Ahok izin untuk pergi.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Aksi pasangan petahana berbuah sorakan dari pendukung Anies-Sandi. Mereka Anies dan Sandi dikabarkan sudah hadir mepet pukul 19.29

Jadi, Ahok Djarot sudah datang pukul 18.30 sedangkan Anies Sandi diruangan yang berbeda di dalam tempat rapat pleno berlangsung hadir pukul 19.29 Ahok semasa itu berada diruangan lain.

Ada yang perlu pembaca *kura-kura* ketahui disini. Saya sangat mengkritisi sikap dari ketua KPUD ini, netral atau tidaknya dirinya dikabarkan bahwa dirinya ini merupakan mantan kader dari Gerindra, namun hal ini saya belum bisa pastikan jelas.

Undangan yang diterima juga berbeda

Namun saya bisa memberikan info kepada teman *kura-kura* Bahwa tidak hanya ketidakprofesionalan sikap KPUD dalam melihat pasangan lain sudah hadir atau tidak, dikabarkan bahwa Undangan yang diterima juga berbeda

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Ahok Djarot mendapati undangan pukul 18.00 WIB foto ini saya dapati dari akun twitter Cathy Sharon @cathysaron

Sedangkan pasangan Anies Sandi mendapati undangan pukul 19.30 WIB. Dari surat yang bisa terlampir kita bisa mengetahui bahwa ada tulisan ( diawali makan malam Pukul 18.00 – 19.30 WIB )

Sangat disayangkan sekali, Sikap perlakuan KPUD sungguh berbeda, undangannya saja berbeda. Ketidak profesionalan KPUD dalam hal ini perlu sangat dipertanyakan.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom
Ahok tidak salah ruangan, tetapi menunggu diruangan lain dan sudah diberitahukan ke pihak penyelenggara.

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


Sangat lucu sekali, Sumarso bilang dia tidak tau? Padahal Djarot sudah tiba di Hotel Borobudur, didampingi anggota partai Nasdem Menurut Cathy Sharon dirinya datang terlambat pukul 19.00 dan sudah melihat ada Pak Ahok dan Pak Djarot bersama dengan timses.

Anies – Sandi datang pukul 19.29 ( sangat molor ) dari jadwal yang diberitakan 18.00

Ini bukan hanya sebuah misskomunikasi ruangan, tapi juga misskomunikasi undangan, perbedaan telak perlakuan KPUD kepada Ahok Djarot.

Sekarang rakyat bisa menilai sendiri sikap KPUD terhadap kasus ini.

Salam 2 Jari

Berikut undangan yang berbeda

Undangan Milik Ahok Djarot

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom

Undangan Milik Anies Sandi

Kesal Acara KPU Jakarta Molor, Ahok-Djarot Keluar dr Flores Ballroom


kuot ini deh...biar pada baca...
KPUD Jakarta semakin kelihatan tdk profesional saja. Sebelumnya memasang photo aksi 212 di profile WhatsApp-nya, kemudian bertemu Anies di TPS saat pencoblosan ulang, adanya salah hitung dan banyak warga tdk memilih karena ketidakprofesionalannya..

emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak



Masalah acara KPUD Jakarta telat dan Basuki-Djarot walk out:


Fakta:
1. Diundangan KPU yg ditujukan kepada Anies-Sandi, disebutkan acara dimulai pukul 19.30 WIB di Ruang Flores. KPU menyediakan makan malam sebelum acara, mulai pukul 18.00-19.30 WIB.
2. Dari Youtube, terlihat acara baru dimulai pukul 20.28 (waktunya TVOne).
3. Menurut pengakuan Djarot, bahwa Ahok-Djarot sdh datang jam 18.30 dan menunggu di Ruang Flores.
4. Pukul 19.52, Ahok menjumpai Ketua KPU dan menanyakan alasan acara belum dimulai. Terlihat kemudian Basuki-Djarot meninggalkan Ruang Flores.
5. Pukul 20.00, Basuki-Djarot keluar ruangan karena acara belum dimulai.
6. Menurut pengakuan Anies-Sandi kepada KompasTV bahwa Anies-Sandi datang pukul 19.30 WIB dan diarahkan ke ruang VVIP. Wawancara Anies dgn KompasTV lebih kurang 5 menit.
7. Sumarno (Ketua KPU), kepada media menyatakan acara belum dimulai karena tdk mengetahui kedatangan Ahok sementara Djarot terlihat sudah berada di Ruang Flores.


Analisa:
1. Faktor telatnya acara dimulai karena:
- Anies-Sandi datang telat, namun masih sempat-sempatnya makan malam di ruang VVIP.
- KPU tdk langsung membuka acara karena masih menunggu Anies-Sandi sampai ke hotel tempat acara berlangsung dan kemudian menunggu Anies-Sandi dan teamnya selesai makan malam.

2. Untuk alasan dari Ketua KPUD yg tdk memulai acara karena Ahok salah ruangan dan tdk mengetahui keberadaan Ahok, adalah tdk masuk akal dan bohong karena:
- Namanya hotel, tidak ada istilah salah ruangan. Jika ruangan tidak dipakai, pasti ruangan tersebut akan dikunci. Ada-ada saja.
- Dari liputan beberapa stasiun Teve, terlihat persiapan dari media sudah dari jam 5 sore, kemudian live di beberapa teve sampai Ahok-Djarot yg datang juga disorot. Jadi tdk mungkin Ahok salah ruangan, karena wartawan baik itu wartawan media cetak, online, dan Teve, sudah banyak menunggu di dalam maupun di luar ruangan utk meliput berita.
- Ini sama saja dgn mengatakan KPU tdk menyambut kedatangan Ahok, padahal Ahok itu, selain Cagub juga berstatus seorang Gubernur. Sekelas pesta kimpoian di tingkat RT saja, pasti ada namanya "penerima tamu". Artinya, KPUD Jakarta tdk profesional dalam menjamu undangan.
- Tdk mungkin pegawai hotel, resepsionis, dan tamu hotel tdk mengenal namanya Ahok, gubernur Jakarta. Jadi kecil sekali kemungkinan Ahok salah ruangan.
- Semakin menegaskan bahwa KPU sdh memperlakukan Ahok dgn tdk adil. Padahal kedatangan Anies-Sandi, menurut Sumarno, justru disambut dan diarahkan oleh KPUD Jakarta ke ruang VVIP.
- Kehadiran Ahok sebenarnya bisa dikonfirmasi kepada Djarot. Artinya, Ketua KPUD Jakarta bisa dianggap manusia paling goblok sedunia karena tdk menanyakan keberadaan Ahok pada Djarot yg justru menurut Soemarno sedang berada di depan matanya.
- Ahok-Djarot bertanya kepada Sumarno terjadi pukul 19.52 WIB sementara acara dimulai pukul 20.28 WIB. Artinya masih ada sekitar 36 menit sebelum acara dimulai.


Kesimpulan:
1. Acara telat sebenarnya disebabkan tidak profesionalnya KPU. Apapun yg terjadi, seharusnya KPUD Jakarta memulai acara tepat pada pukul 19.30.
2. Sudah tahu datang telat, namun Anies-Sandi masih sempat-sempatnya makan malam.
3. Ahok-Djarot itu selain sebagai cagub dan cawagub, adalah Gubernur dan Wakil Gubernur. Tentu saja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur punya banyak acara dan kesibukan, namun karena menghargai KPUD Jakarta otomatis mereka lebih mementingkan acara KPUD Jakarta dgn datang lebih awal dgn harapan acara berlangsung tepat pada waktu yg sdh ditentukan.


Rekomendasi:
Sebaiknya Ketua KPUD Jakarta diusulkan dipecat saja karena terbukti sdh beberapa kali bersikap tdk netral dan profesional.


emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
Ane malah br tau ada kejadian ginian, haha
Quote:Original Posted By kaskusajee


Mau argumen atau meracau,
orang gila juga pintar meracau


lu sendiri dapat cerpen darimana?
sumber aja gak ada