alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bb7539dad77051438b4567/berbagi-pengalaman-spookyyang-punya-yuk-berbagi
Berbagi Pengalaman Spooky...(Yang Punya Yuk Berbagi)
Misiii Agan-agan...
Newbie mau belajar ngekaskus lagiiii...
Setelah berbagi pengalaman di thread sebelah 'PENGALAMAN SERU SPOOKY HOTEL DAERAH BANDUNG' Ane mau ceritain lagi nih tentang PerSami
Let's The Story begin....



PerSaMi di Daerah Puncak

Cerita ini terjadi ketika kami anggota Pramuka mengadakan PerSaMi alias Perkemahan Sabtu Minggu. Ketika itu aku sudah duduk di bangku kelas 2 SMP. Singkat cerita, kala itu kami sudah bersiap untuk berangkat menaiki bus menuju perkemahan yang berada di Cibodas. Kami berangkat pukul 10 seharusnya dari pagi kami sudah berangkat, tetapi karena ada junior kami yang terlambat datang, jadi waktu keberangkatan kami tertunda kira-kira 1 jam.

Setelah junior kami sebut saja X sudah sampai, kami langsung berangkat. Ketika itu kebetulan aku sebagai salah satu panitia penyelenggara, yah walaupun tugasku di bagian seksi konsumsi dan P3K. kala itu aku terkenal sebagai salah satu kakak kelas yang lumayan galak tapi anehnya mereka tidak takut padaku, malah sering curcol kalau bertemu.

Karena saat itu adalah Weekend dan ‘tanggal muda’ bisa diprediksi bagaimana macetnya kea rah puncak. Saat itu Tol Cipularang belum ada, jadi bagi yang ingin ke Bandung dan sekitarnya kalau tidak melewati jalur puncak ya jalur cikampek.

Akhirnya kami baru tiba di tempat kami berkemah sekitar pukul 3 sore. Ternyata ketika kami sampai di tempat tersebut, tempat yang seharusnya menjadi basecamp kami masih digunakan oleh panitia ‘GADIS SAMPUL’ untuk melakukan outbond, tetapi tidak menunggu terlalu lama juga sih, sekitar setengah jam lah, sambil kami menaruh perlengkapan kami. Ketika itu bumi perkemahan tersebut masih murni seperti di hutan-hutan, belum ada warung-warung kecil di area tersebut.

Tempat kami berkemah menyeberangi sungai dan melewati terowongan Dinosaurus panjang yang kalau malam sudah pasti gelap karena tidak ada pencahayaan, lalu naik ke atas kearah deretan pohon2 menjulang tinggi (gak tau nama pohonnya hehehe..pinus atau apalah namanya). Jika ingin mandi dan buang air kecil ada toilet di bawah dekat dengan sungai dan jalan pintas (selain dari terowongan Dinosaurus) ke tempat kami berkemah.

Kami selesai membangun tenda dan membuat api unggun kira-kira sesaat menjelang maghrib tidak tahu pastinya jam berapa, tetapi saat itu cahaya matahari sudah memudar. Ada 5 kemah mengelilingi api unggun. 2 kemah perempuan, 2 kemah untuk anak laki-laki, 1 kemah senior dan alumni serta guru dan pembimbing (kemahnya lebih kecil daripada kemah lainnya). Ada beberapa kakak senior yang tidur di kemah anak-anak junior, selain untuk menjaga adik-adiknya, tenda guru dan senior tidak cukup.

Tak lama kami disuruh berkumpul mengitari api unggun untuk di informasikan mengenai kegiatan yang akan kami lakukan dan pembagian kelompok selama mengikuti PerSaMi ini. Malam pukul 10 kami harus berkumpul dan melaksanakan kegiatan jurit malam. Tidak ada hal aneh ataupun mengerikan saat kami melakukan Jurit Malam, mungkin karena kami 1 kelompok ada 5-6 orang yang jalan bersamaan dan disekitar perkemahan masih terlihat kemah - kemah lain dan nyala api unggun dari kemah-kemah lain yang berkemah disana.

Cerita itupun dimulai setelah kami selesai melakukan kegiatan Jurit Malam, Kira-kira pukul setengah 1 malam. Setelah Satu per satu anak masuk ke kemah masing-masing. Malam itu dua orang kakak alumni kami memutuskan untuk tidur di luar menggunakan Sleeping Bag sambil berjaga-jaga katanya. Aku sendiri mendapatkan kemah untuk anak kelas 2 ada tambahan 3 orang junior di kemah ini. Kemah itu cukup menampung 10 orang anak (dengan tidur zigzag kepala ketemu kaki). Tidak ada kakak senior yang tidur di tenda kami jadi.
Udara dingin mulai turun saat itu, kabut sudah mulai bermunculan. Aku yang tadinya memilih tidur di paling ujung tenda, akhirnya harus rela mengalah untuk temanku yang takut tidur di pinggir tenda tempat pintu masuk, karena pintu tidak bisa di retsleting alias di tutup. Kami pun bertukar tempat. Sebut saja ‘Sasa’ sahabatku akhirnya memilih tidur di sebelahku. Malampun semakin larut.. keheningan mulai terasa. Saat itu gerimis kecil turun.bau tanah tersiram hujan menyeruak masuk tercium olehku.

Ketika sayup-sayup aku ingin terlelap, tiba-tiba 3 orang adik seniorku sebut saja “ lala, lili, dan lulu” membangunkanku untuk menemani mereka buang air kecil.

“ Kak..Kakak..aku pengen p*p*s nih kak..” ujar lala seraya menggoncang-goncangkan tubuhku.

“ Iya nih kak, aku juga kak..temenin kita dong..”timpal lili

“ Aduuuh..kenapa sama kakak sih??” ujarku yang masih setengah tersayup-sayup.

“ Karena kakak deket pintu..” Ujar lulu dan lala berbarengan.

“ Yaudah deh ayo!” kataku seraya mencari senter yang kutaruh di bawah tasku yang kujadikan bantal.

“ Sa..Sasa…Sa…temenin gw yuk nganterin nih anak-anak ini mau p*p*s katanya..” ujarku sambil menepuk-nepuk kakinya.
“ hoaaahmmm…di tahan aja deh..sampe pagi ya…” ucap sasa dengan masih melanjutkan tidurnya.

“ udah kebelet nih kak..” Kata Lili.

Akhirnya aku cubit paha Sasa agar terbangun. Merasakan cubitanku akhirnya dengan kesal Sasa terbangun juga.

“ Iiiihhh…! Yaudah yaudah ayo!!” ujar sasa kesal.

Akhirnya kami pergi menuju toilet di samping sungai dengan berbekal 3 buah senter. Di dekat kemah senior dan guru. Kami melihat 2 orang kakak senior kami, yang 1 tertidur terbungkus oleh SleepingBag, dan yang satu hanya beralaskan tikar dan meringkuk dengan selimut. Ternyata kakak senior yang meringkuk itu belum tertidur pulas, karena mendengar suara kami, dia membuka selimut yang menutupi wajahnya dan bertanya kami ingin kemana.

“ Nih pada mau ke toilet dulu kak..” jawabku.

“ Mau ditemenin gak??” ujarnya sambil terduduk dari tidurnya.

“ Semangat bener kak..? Udaaahh lanjut tidur aja kak..” Ujar Sasa.

Sasa berjalan paling depan dengan Lala. Lili dan Lulu di tengah, dengan lili yang memegang senter. Aku berjaga dan mengikuti mereka di belakang…


**********

Apa Yang Dialami kami Saat Mengantar Junior ke Toilet?
Apa Yang terjadi sama kakak senior yang tidur di luar kemah??

Mau tahu kelanjutannya??? Tunggu Upadetnya yaaa... ASAP

emoticon-Toast emoticon-Toast
Mana cerita lanjutannya
Thread ente
Lanjutkan sis emoticon-Cool
Pengalaman horror ane yg baru saja ane alamin, yaitu ketika tanggal 1 gajian, tanggal 5 dah kosong tu dompet
Quote:Original Posted By low.end
Pengalaman horror ane yg baru saja ane alamin, yaitu ketika tanggal 1 gajian, tanggal 5 dah kosong tu dompet


njirrr terharu ane ganemoticon-Beloemoticon-Belo
lanjuttttt


Quote:Original Posted By low.end
Pengalaman horror ane yg baru saja ane alamin, yaitu ketika tanggal 1 gajian, tanggal 5 dah kosong tu dompet

ane sampe keluar aer mata gan, sedih bgt ceritanya..
Sepertinya menarik...
Ditunggu lanjutannya sist emoticon-Toast
Quote:Original Posted By takutstress
Thread ente


Waaahh...tks banyak gan ilmunya... emoticon-Imlek
Wahhh horror banget tuh gan..Ane ngeri ngedengernya ...emoticon-Takut
'dompet kosong glondangan..'

UPDATE

Memang Ada Yang Ikut

Sasa berjalan paling depan dengan Lala. Lili dan Lulu di tengah, dengan lili yang memegang senter. Aku berjaga dan mengikuti mereka di belakang…

Ketika kami hendak turun melewati tangga batu dari tanah, tiba-tiba seseorang memanggilku.

“ Kak, mau kemana? “ ucapnya sambil berlari kecil padaku. Aku berhenti sebentar. Ternyata adik kelasku yang ada di kemah satunya.

“ Tuh anterin temen2 kamu ke toilet.” Ujarku kepada adik kelasku.
“ Mau ikut dong kak..” ucap Reva.

“ Yaudah ayo..tuh udah pada turun..”

Akhirnya kami menyusul mereka berempat yang ternyata sudah sampai duluan di depan toilet. Toilet disana berjejer 3. Kulihat sasa masih di depan sendiri.

“ Gw juga mau p*p*s deh ra..lu tungguin bentar yaaak noh yang bertigaan masuk barengan noh..” ucap sasa padaku sebelum aku sampai di depan toilet, dan berlari masuk ke dalam toilet di tengah.

Karena udara dingin, ternyata membuatku ingin buang air kecil juga. Tapi ketika aku lihat toilet paling ujung kanan pintunya tertutup. Aku pikir mungkin Reva yang sudah masuk duluan.

Tak lama . Sasa keluar dari dalam toilet. Aku sudah k*be**t banget juga. Akhirnya aku langsung masuk saja.

“ itu yang bertigaan belom selesai juga??lama amat…” ujarku dari dalam toilet sambil p*p*s, karena mendengar kegaduhan mereka.

“ Pintunya gak bisa di tutup nih kaaaak..lagian lobangnya kan cuman satuuu.. masa iya mau jongkok rame-rame…” ujar salah satu dari mereka.

“ lagian nih pintunya gak ada selot kak, jadi gentian jagain pintu.” Sahut yang lain.

Keadaaan toilet itu sama sekali tidak ada penerangan. Tidak ada keran disana, hanya seperti pipa atau bamboo yang mengalirkan air. Bak mandi 3 toilet itupun menjadi satu. Tak berlama-lama setelah bersih-bersih aku keluar. Kulihat bersamaan mereka bertiga juga keluar dari toilet sebelah.

“ Udah ra?” Tanya sasa padaku.

“Iya udah,” jawabku.

“ Yuk kak, udah dingin banget nih.” Ujar lala sambil memeluk tubuhnya sendiri seraya mengusap-usap lengannya dengan kedua tangannya itu.

“ Bentar, gw nungguin Reva dulu, “ jawabku sambil melihat pintu toilet ujung kanan. Tetapi kulihat ternyata pintu itu sudah terbuka.

“ Laaahh??Udah duluan yah tuh anak?” ucapku seraya bertanya pada Sasa yang tadi ketika kami di dalam, dia yg di luar.

“ Aaauuuk…kagak ada sape-sape yang keluar dari tadi.” Jawab sasa.

Aku tak berpikir apapun saat itu. Anggap saja si reva sudah balik duluan ke kemahnya saat itu.

“ Aaaahh yaudah lah..paling dia udah balik kali..Yuk balik!” kataku

Akhirnya kami kembali menuju kemah kami. Ketika sudah sampai di atas, kami berpapasan dengan kakak senior kami Aulia dan Reva sedang berjalan menuju ke bawah.

“ Lhaaa ini dia si Reva ra…” Ujar Sasa..

“ Iiihh.. Kakak mah, tadi aku bilang tungguin tungguin sambil mau ambil sandal malah di tinggalin..” Ujar Reva.

“ Yeeee kamu tuh, orang kakak tungguin di depan toilet malah balik duluan ke kemah.” Ujarku kesal.

“ Apa sih kak..orang aku belum ke toilet..ini makanya aku bangunin kak Aulia buat temenin aku.” Ujar Reva.

Aku hanya melongo dan tidak menjawab apa-apa. Aku yakin banget si reva itu tadi memang ikut di belakangku kok. Tapi ya sudahlah.

“ Ra temenin yuk..” Ajak kak Aulia.

“ Ahhh.. aku baru dari sana kak..Kakak aja yaaa..tuh bangunin kak Niko aja tuhh” Ujarku sambil berlalu berlari menyusul 3 teman sekemahku. Ogah bangettt di suruh nemenin ke toilet lagi, orang spooky kayak gitu.. kalo emang tuh orang dua bener manusia..Kalo tau-taunya aku ternyata di tinggalin lagi…

Tapi kok si kak Niko sendirian di luar? Perasaan tadi ada bang Dharma nemenin deh..kemana tuh orang pikiriku dalam hati yang melihat Kak Niko tertidur pulas sendiri di depan kemah senior dan guru.

Akhirnya aku masuk ke dalam kemahku. Kupasang lagi kaos kaki yang sebelumnya aku lepas. Kulihat Lala, Lili dan Lulu sudah tertidur saja lagi..Sasa menepuk lenganku..

“Ra, panas bener di dalem pengap nih..itu buka setengah aja ra..” Ujar Sasa sembari menunjuk pintu kemah.
“Klo dibuka ada binatang masuk gimana??” Ujarku

“Kagaaak..Daripada gw mati pengap..udah kaki lu kan pas di samping muka gw Ra.”

“ Sialan Lu Sagantian deh lu yang disini!Jadi kalo ada binatang lu duluan yang di hinggapin!” ujarku sambil menepuk kakinya.

Dan akhirnya aku membuka sedikit agar ada udara masuk. Kulihat si Sasa sudah pulas tertidur. Kurebakan lagi badanku, kutaruh kepalaku di atas tasku. Pemandanganku saat tidur pas banget ke lapangan kosong kayak hutan dengan pohon-pohon tinggi yang batang dan rantingnya tipis-tipis (gak kayak pohon mangga yang batangnya gede). Kalau si Sasa mungkin bisa lihat api unggu dan deretan kemah lainnya. Pemandanganku tidur gak enak banget..Lumayan lama juga aku baru bisa tertidur.

Belum lama aku tertidur, angin dingin berhembus masuk, suaranya terdengar sekali ‘wuzzz..wuzzz..wuzz..’ disertai dengan kabut putih tipis. Suara daun-daun bergesek karena tertiup angin.

Udaranya semakin dingin saat itu, kulihat jam tanganku pukul 2 lewat. Tak lama aku dengar seperti ada benda jatuh dari menghantam tanah. Berkali kali aku dengar. Ternyata memang benar seperti ada yang melempar sesuatu ke bawah tanah yang ada tepat di bawah pohon seberang pintu kemah ini. Kulihat ke atas.

Hmmmm….Sungguh pemandangan yang gak enak di lihat banget. Di salah satu ranting pohon itu ada perempuan ( bisa kubilang karena rambutnya panjang dan pakai baju putih lusuh gitu) dengan asyiknya seperti menggoyang-goyangkan kakinya (karena roknya seperti terkibas-kibas gitu) sambil memlempar sesuatu ke bawah. Saat itu posisi tuh perempuan membelakangiku.

Kok bisa tuh perempuan duduk di ranting itu. Padahal rantingnya tipis banget..kucing aja mungkin bisa jatoh kali kalau jalan di situ. Gak beres ini mah. Pikiranku sudah semakin ngawur. Aku berpikir kalau-kalau dia turun dan menghampiri kemah ini, apa kubalikkan saja pandanganku?Tapi kalau nanti dia colek-colek aku dari belakang gimanaa…?? Perasaanku sudah semakin gak karuan. Akhirnya aku memejamkan mataku sepejam-pejamnya berusaha menganggap tak ada apa-apa di pohon itu. Sambil berdoa dalam hati, surat apa aja yang penting doa..
Entah kapan akhirnya aku telah tertidur. Sampai suara riuh dan sepakkan kaki mengenaiku.

“ Eh sorry Ra..” ucap teman satu kemahku yang tidak sengaja menyepakku.

Aku pun terbangun dan terduduk sambil melipat kakiku.

“ Jam berapa sih?” Ujarku.

“ 6.47 Ra…Ayooo lu mau ikut hiking ke air terjun gak??” Jawab Sasa.

“ Sapiiii lu kenapa gak bangunin gw dari tadi Sih?!?” Ujarku pada Sasa yang ternyata sudah rapi dan berganti pakaian.

“ Bentar Ah! Gw rapi2 dulu!!”Sambil mengikat rambutku ke atas dan pergi keluar. Ketika kepalaku kukeluarkan ‘Duk!’ kepalaku terantuk dengan kepala bang Dharma.

“ Aduuuhhh..!” teriak kami bersamaan.

“ Ihh bang! Mau ngapain ke tenda cewek??” Ujarku sambil masih mengusap2 keningku karena terasa sakit.

“ Mau ngingetin bentar lagi berangkat! Sekalian mau minta kotak P3K, katanya lu yang pegang.” Ujarnya

“ Mang mau buat apaan? Nyari apa?” Ujarku.

“ Nih..!” katanya seraya menunjukkan kaki kananya yang kuku jari kakinya berdarah, kukunya hampir terlepas.

“ Iiiihh…kok bisa begitu kak..?bentar aku ambil kotaknya dulu.” Ujarku sambil masuk dan mengambil kotak P3K.

“ M*m**s Luuuu!!!Ninggalin gw sih tadi malem tidur depan sendirian…Wakakakak!!!” Ujar kak Niko sambil menoyor kepala bang Dharma.

“ Sini kak tuh duduk di situ dulu “ Ujarku menunjuk tikar yang masih terhampar depan kemah senior dan guru.

“ An***g lu kampret!! Kalo gw kagak ngeliat si poci sok imut ikutin dia gw kagak bakal kabur masuk ke tenda anak laki-laki…!!” Ujarnya sambil menunjukku.

“ Poci?apaan sih bang maksudnya??” tanyaku bingung.

“ Tadi malem kan lu pada pergi berempat noh..” kata bang Dharma

“ berlima” ujarku

“ Iyalah ber berapa kek! Gw liat lu abis ngomong ama si Reva maen pergi aja, gak lama si reva balik ke kemahnya tau nyari apaan, gw liat tuh poci jalan ujat ujet di belakang lu ra!!!Lha gw kabuuurrr…Pas gw kabur, gw kesandung batu gede itu tuh gw gak liat!!” ujar bang dharma.

“ Poci apaan sih?” tanyaku santai

“ POCOOOONG Ra!!!terlalu pinter nih anak!” Jawab kak Niko sambil menoyor kepalaku dengan telunjuk dari belakang.

“ Ceritanya mau nakutin?!” Ujarku kesal.

“ Serah dah! Ngapain gua boong ampe kuku kaki gw begini..?!?”

“Jadiii…..yang kemaren ikut ama gw….” Ujarku sambil merinding ketakutan..

“ Pociiiii…!!!” Ujar mereka berbarengan..

Kakiku langsung lemas dan akhirnya aku terduduk lemas (dari posisi Jongkok). Ternyata emang bener, yang ikut kemarin memang ada..tapi bukan Reva.. melainkan….

POCONG!!!!!

Pantesan aja si reva ngotot katanya aku tinggalin dia. Padahal aku pikir malah dia yang ninggalin..Gak Lucu Banget Tuh POCI!!!!

*****
Usut usut, ternyata kata Kakak-kakak senior guru pendampingku karena aku lagi Dapet ketika itu. Jadi makhluk halus seneng banget ngedeketin..Nah..Ini Nih Yang tambah gak lucu…!!!!Bukannya nenangin atau apa kek..Malah buat hari hariku berikutnya setelah PerSami Ini dipenuhi rasa Parnooo…

Bagitulah agan2 / wati semua pengalaman waktu PerSaMi. Mudah-mudahan bisa menghibur, moon maaf kalau tulisannya kurang berkenan. Karena ane masih orok a.k.a newbie.

Klo ada yang punya cerita seru boleh juga nih berbagi di thread ini..

Oh iya, TS gak memaksa agan2 untuk percaya sama cerita TS dan berpersepsi.. TS hanya berbagi pengalaman-pengalaman TS aja..Karena juga udah terlalu lama terjadinya, jadi TS juga lupa-lupa inget..Jadilah cerita ini dikemas apa adanya..maafin TS kalau masih banyak kekurangan dalam menulis dan bercerita ye agan2..Maklum baru belajar...

emoticon-Toast emoticon-Imlek
Nendaa dulu ah asik nih kayanyaaa
ane kalo ditampakin kayaknya cuma pas SD deh, itu juga gak yakin demit apa bukan emoticon-Big Grin Ceritanya habis magrib ane ngaji dimasjid, aturan sih kita ngaji dari habis magrib sampe adzan isya, tapi berhubung waktu itu mati lampu, sekitar setengah tujuh udah pada miber kelayapan itu anak-anak emoticon-Ngakak (S) nah disamping kanan masjid itu ada jalan umum yang sampingan juga sama kebun jati. FYI, jaman ane dulu kalo udah mati lampu, desa udah kek mati, gak ada yang pakek genset, masih pada pakek lampu teplok. Termasuk masjidnya, jadi keadaan halaman dan jalan waktu itu gelap gulita gan, bulan juga gak cukup penuh karena ketutupan awan. Ada 3 bocah yang masih nongkrong disitu selain bapak-bapak yang didalem. Nah waktu itu feeling ane gak enak gan, parno gak jelas gitu emoticon-Takut (S) ane ngeliatin kebun jati diseberang terus, kek ada magnet yang muter arah kepala ane kesana. Gak lama ada truck lewat dijalan itu gan, gak ada yang aneh sampe ane ngeliat sesuatu diatas truck itu, gimana jelasinnya ya.. kek ada orang merayap tapi melayang diatasnya, pakek baju/daster warna putih ngibar-ngibar. Itu truck jalannya lambat gan, jadi ane bisa liat jelas itu "layangan" ngikutin diatasnya. Insting gw waktu itu bilang "Lari bego!" Gw langsung ngibrit masuk masjid terus duduk disamping bokap gw, ninggalin dua temen gw dihalaman (gak lama nyusul ngibrit juga tu anak bedua, gak tau liat juga apa cuma gara-gara liat gw lari) Saking takutnya gw gak ngomong apa-apa gan, diem aja gemeteran sampe pas pulang kerumah sepanjang jalan gw tutup mata divespa bokap gw. Besoknya gw meriang seminggu emoticon-Betty (S) cemen banget yak wkwkwk emoticon-Big Grin
emoticon-Takut emoticon-Takut
Karena TS dapat info dari salah seorang Master, kalau hanya boleh memiliki 1 thread active dan Thread TS salah satunya harus di closed, jadi untuk cerita "Pengalaman Seru Spooky Hotel Di Bandung" TS pindahin aja tulisannya kemari yaaahhh....
cekidot..

emoticon-Toast
pocongnya serem banget uyyy emoticon-Takut

dulu pernah di lampu merah didatengi waria bray

sumpah horor banget emoticon-Takut
Quote:Original Posted By semprot.crooot
pocongnya serem banget uyyy emoticon-Takut

dulu pernah di lampu merah didatengi waria bray

sumpah horor banget emoticon-Takut


apalagi kalau tuh waria pakek nyolak nyolek nyubit gemez yaaa gaaan...tambah horror deehh lu gaan..emoticon-Takut
Ane pengen sharing juga... Tp ntar ajalah nunggu mood nulis
Lanjutkan
Gembok ya emoticon-Cool