alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bb6bf9dac13e681c8b4567/beda-hutang-piutang-qardh-dg-kerjasama-mudhorobah---menurut-hukum-syariat-islam
Beda Hutang Piutang (Qardh) dg Kerjasama (Mudhorobah) - Menurut Hukum Syariat Islam
Beda Hutang Piutang (Qardh) dg Kerjasama (Mudhorobah) - Menurut Hukum Syariat Islam

Quote:
Asslamualaikum Wr. Wb.

Mohon maaf sebelumnya kalo thread ini tidak pas di forum ini, sebetulnya ane mendapat ini dr grup WA, kemudian ada ide utk sharing disini, kaskus kan media besar, hampir seluruh umat Indonesia pernah membaca kaskus (hampiir lhoo ya....)

Buat yang masih bingung membedakan antara hutang piutang (qardh) & kerjasama (mudhorobah;musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut ini, nt di bawah ada penjelasannya....

Spoiler for "ilustrasi":



Quote:
Kl cuma bicara anti riba.... burung beopun juga bisa. Kl cuma diskusi masalh ekonomi umat... ngbrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik. Ayuuu hidupkan ekonomi mikro.. berikan pancingan bukan ikan.
Investasi Dunia Akhirat
Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah? Atau akad peminjaman uang. Ini 2 hukum islam yg berbeda dn efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa? Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.




Quote:
1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?


Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

>> TRANSAKSI PERTAMA RIBA
karena :

1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalaml contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-.
Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.
Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.



>> TRANSAKSI KEDUA SYARIAH,
karena:

1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.

===================================================================================================
Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Allah melarang RIBA?


Quote:
Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.
Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share kawan anda. Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA. Insya Allah.



Spoiler for "sumber":

hahahha smp skg blm ada yg pejwan, artikel spt ini emg susah digemari buat kaskuser.
KESIMPULANYA : berarti riba itu utang piutang yang ada Bunga,
Kalau akadnya bagi hasil investor harus jeli dalam melihat prospek bisnis tersebut dan harus tegas dari awal harus ada keterbukaan informasi bisnis. Seringkali bisnis hancur bahkan merusak hubungan karena pengelola bisnis salah kelola (missmanagement) atau tidak jujur. Ujung2nya investor yg rugi.

Kalau akadnya pinjam meminjam (qardh) maka peminjam juga harus jeli akan integritas si peminjam. Ditelaah rekam jejak komitmemt dan kejujurannya. Kalau meragukan atau punya track record jelek lebih baik tidak usah diberi pinjaman karena ujung2nya seperti menolong buaya kejepit, begitu lepas karena ditolong malah ngeselin yg nolong. Kalau nggak enak, beri aja bantuan seikhlasnya dengan niat shadaqah. Itu lebih aman.
Sekedar berbagi pengalaman.
Quote:Original Posted By seigadslamina
hahahha smp skg blm ada yg pejwan, artikel spt ini emg susah digemari buat kaskuser.


misalnya saya invest, saya nggak minta tapi yang bersangkutan ngejanjiin saya dapet untung kalo dia untung dan saya nggak dapet untung kalo dia rugi (tapi saya nggak menanggung kerugian) gimana?

dan kalo usahanya bangkrut modal yg saya tanam dihitung sebagai hutang (modalya aja) gimana?

keuntungan yang dikasih nggak pasti (kalo lagi untung banyak dia kasih saya lebih juga) tapi ybs menjanjikan minimal sekian %.
ga adil itu namanya
Quote:Original Posted By soujiroh
misalnya saya invest, saya nggak minta tapi yang bersangkutan ngejanjiin saya dapet untung kalo dia untung dan saya nggak dapet untung kalo dia rugi (tapi saya nggak menanggung kerugian) gimana?

dan kalo usahanya bangkrut modal yg saya tanam dihitung sebagai hutang (modalya aja) gimana?

keuntungan yang dikasih nggak pasti (kalo lagi untung banyak dia kasih saya lebih juga) tapi ybs menjanjikan minimal sekian %.


ga adil itu namanya
Quote:Original Posted By seigadslamina


ga adil itu namanya


patokan adil itu apa? adil kan nggak mesti sama gan.
dan itu setau saya juga sistem yang sama yg di pake muammalat (dgn akad modhorobah).