alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bb5144162ec2d61b8b458e/bagaimana-modus-kartel-membuat-harga-cabai-melonjak
Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak
Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak
Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Antam Novambar (kedua kanan) memberikan keterangan pers mengenai pengungkapan kasus penimbunan cabai di Jakarta, Jumat (3/3).
Cabai ternyata tak hanya membuat pedas lidah. Tapi juga bisa membuat gelap mata.

Di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, seorang pria nekat mencuri cabai 38 kilogram. Sebabnya, dia tergiur dengan harga yang sedang melambung tinggi.

NS, 32 tahun, mengaku itu sudah tujuh kali mencuri cabai yang sedang dibongkar dari muatan di Pasar Kliwon, Purwokerto.

"Cabai itu mau saya jual lagi ke Pasar Paing," ujar NS seperti dikutip dari Antaranews.com, Minggu (26/2). Pasar Paing jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari Pasar Kliwon.

Di Solo, ratusan kilometer dari pasar itu, modusnya lain lagi. Pengepul cabai di kota itu mengumpulkan cabai dari para petani. Harga dari petani Rp10 ribu per kilogram.

Namun, pengepul menjualnya ke pasaran hingga Rp160 ribu per kilogram. Bahkan hingga mencapai Rp181 ribu per kilogram.

Menurut pengamatan polisi, modus itu sudah dilakukan sejak Desember lalu. Karena harganya yang melonjak tinggi, pasokan cabai di pasaran berkurang hingga 80 persen.

Menurut salah satu bandar cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, normalnya pasokan cabai sehari mencapai 40 ton. "Sekarang rata-rata 12 ton per hari," ujarnya.

Pengepul menjualnya ke perusahaan yang membutuhkan cabai dalam jumlah besar.

Perusahaan sasaran pengepul berada di sekitar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Harga cabai untuk kalangan industri itu dipatok seragam, Rp181 ribu per kilogram.

Harusnya, cabai itu seharusnya dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati sebagai patokan harga harga pasar.

"(Tapi malah) Kami temukan lari ke beberapa perusahaan," kata Kepala Subdit III (Industri dan Perdagangan) Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Hengky Haryadi, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (3/3).

Polisi lalu menetapkan, SJN dan SNO sebagai tersangka. Dua pengepul asal Solo, Jawa Tengah itu disangka menaikkan harga cabai rawit merah hingga berkali-kali lipat untuk dijual di pasaran.

"Kami periksa saksi dan ahli, mengadakan pemeriksaan kepada tersangka. Sementara kami tentukan dua tersangka," ujar Hengky.

Dua tersangka ini, belum ada klarifikasinya di media karena masih dalam perjalanan dari Solo.

Hengky memastikan akan ada tersangka lagi dalam kasus ini selain dua pengepul itu. Ia mengatakan, masih banyak distributor yang masih ditelusuri keterlibatannya.

"Jadi ibaratnya satu baris ada pengepul besar, ada pengepul bawahnya. Mereka sepakat ada penentuan harga lalu dijual ke perusahaan," kata Hengky.

Setidaknya ada enam perusahaan yang terdeteksi menjadi pembeli "Sementara yang terdeteksi enam perusahaan. Ada di Jakarta dan sekitarnya," ujar Hengky seperti dinukil dari Tribunnews.com.

Sementara dari pengepul, ada sembilan pihak yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. "Itu yang kontrak dengan industri," kata Spudnik Sujono, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, seperti dipetik dari detikFinance.

Para pengepul besar itu telah memiliki kontrak dengan perusahaan-perusahaan pengolah makanan.

Spudnik heran, kenapa perusahaan itu menetapkan harga tinggi di kontraknya, Rp181.000 per kilogram "Dan ini pemicu yang akan diselidiki oleh KPPU," ujarnya.

Untuk memerangi kartel, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga dilibatkan. Pemerintah menduga ada yang tak sehat dalam persaingan usaha sektor cabai ini.

Jika NS hanya dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tentang pencurian, SJN dan SNO bakal dijerat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Bahkan, kemungkinan penyidik juga mengenakan pasal lainnya, seperti UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Antam Novambar menyebut, selain sanksi kurungan penjara, pelaku nantinya bisa juga kena sanksi lain. "Berdasarkan UU, kalau ada denda ya kena denda," ujar Antam seperti dikutip dari Jawapos.com.
Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...cabai-melonjak

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak Jakarta kembali tanpa Ahok-Djarot

- Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak Bank Dunia sokong tiga destinasi pariwisata prioritas

- Bagaimana modus kartel membuat harga cabai melonjak Teka-teki nama besar yang terlibat dalam dugaan korupsi e-KTP