alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58bb3972dcd770ff3e8b4582/nama-besar-di-troli-kpk
Nama Besar di Troli KPK
Nama Besar di Troli KPK


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada sedikit pemandangan yang berbeda di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Rabu (1/3) lalu. Tak biasanya ada troli di gedung yang setiap harinya dipergunakan untuk mengadili para koruptor itu.

Yang membuat penasaran, justru yang mendorong troli itu adalah rombongan para jaksa penuntut KPK.

Di atas troli beroda empat berwarna kuning yang biasanya digunakan mengangkut barang-barang berat, terlihat tumpukan kertas rapi sebanyak tiga lapis.

Tak ada celah sedikit pun dari troli yang memiliki lebar sekitar 40 x 80 cm. Sejumlah petugas KPK yang berpakaian rapi mengatakan bahwa tumpukan berkas itu adalah berisi berkas perkara untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Para jaksa penuntut ini ternyata sedang melimpahkan berkas perkara tersebut ke pengadilan untuk disidangkan.

Terdakwanya yakni Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman.

Anggota Tim Jaksa Penuntut Umum Taufik Ibnugroho mengatakan bahwa berkas tersebut terdiri dari 24 ribu lembar. Jumlah yang luar biasa fantastis.

Kepada Tribunnews, Taufik Ibnugroho mengatakan bahwa untuk menyusun berkas perkara tersebut, dibutuhkan tenaga sebanyak 10 orang.

Penyusunnya adalah para jaksa penuntut dan penyidik di KPK. Para jaksa dan penyidik harus berjibaku menyusun berkas-berkas dakwaan tersebut.

"Ya mesti banyak yang harus dibaca dan dipelajari. Karena itu kan berkasnya banyak saksinya. Harus baca," kata Taufik.

Taufik mengatakan untuk menuntaskan berkas-berkas tersebut butuh waktu satu minggu lebih. Untuk berkas seperti BAP, selama ini telah dikerjakan tim penyidik KPK. Sedangkan tim JPU bertugas menyusun surat dakwaan.

Untuk menyusun surat dakwaan, JPU harus membaca berkas berulangkali dan kemudian menyusunnya secara urut sesuai dengan saksi maupun ahli yang akan dihadirkan.

"Butuh waktu seminggu, itu untuk penyusunan saja, kan dari awal mulai dari disidik kita sudah baca BAP-nya," kata Taufik.
Walau sebelumnya dikerjakan penyidik, Taufik mengakui ini adalah pertama kalinya ia dan tim JPU menangani berkas hingga 24 ribu halaman.

Oleh karena itu butuh konsentrasi dan tenaga lebih untuk menyusun dakwaannya.

Menurut Taufik, berkas perkara Sugiharto sebanyak 13 ribu lembar. Sedangkan berkas perkara Irman sekitar 11 ribu lembar. Untuk berkas Irman memuat keterangan dari 173 saksi dan lima saksi ahli sementara berkas perkara Sugiharto 294 saksi.

Taufik mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah seluruh saksi tersebut dipanggil bersaksi di pengadilan. "Kita lihat nanti mana yang perlu kita hadirkan," ujar Taufik.

Berkas inilah yang nantinya akan digunakan KPK untuk mengungkap siapa saja yang terlibat kasus dugaan korupsi e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa ada nama-nama besar yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar ya, karena namanya yang akan disebutkan memang banyak sekali," ujar Agus Rahardjo.

Agus mengatakan,nama-nama besar itu dapat dilihat dan didengar langsung dalam persidangan perkara e-KTP. Sidang perkara itu akan digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dalam waktu dekat ini.

Saat ini pengadilan masih menentukan komposisi majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

"Nanti Anda tunggu. Kalau Anda mendengarkan dakwaan dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya disebut di sana. Anda akan terkejut," ujar Agus. (tribunnews/erik sinaga)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...r-di-troli-kpk

---

Baca Juga :

- Belasan Anggota DPR Kembalikan Uang ke KPK

- Ada Anggota DPR yang Kembalikan Uang Terkait KTP Elektronik, ICW: Kenapa Baru Sekarang?

- PDI-P Dukung KPK Ungkap Keterlibatan Seluruh Pihak dalam Kasus KTP Elektronik

×