alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58aab014dcd770802f8b4586/desas-desus-maklumat-masjid-untuk-pemilih-pemimpin-non-muslim

Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim

Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim
Masa penentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sebuah aksi di Jakarta, Indonesia, Jumat, 4 November 2016. Mereka menuntut Ahok ditangkap dalam kasus dugaan penodaan agama. Sejak kasus penodaan agama ini mengemuka, sentimen identitas dalam Pilkada DKI 2017 juga ikut mengeras.
Dua hari terakhir, perhatian khalayak internet tertuju pada foto surat edaran yang mengatasnamakan Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Salemba Bluntas, Jakarta Pusat.

Surat edaran itu memuat maklumat seputar konsekuensi bagi warga yang memilih pemimpin non-Muslim dalam Pilkada DKI 2017 (15 Februari).

Antara lain, disampaikan bahwa Pengurus Masjid Al-Waqfiyah tidak akan melayani permintaan syukuran atau selamatan dari "para pemilih pemimpin kafir".

Pelayanan juga tidak akan diberikan dalam hal pengurusan jenazah, pemberian hidangan berbuka, pembagian zakat, dan hal-hal lain yang lazim dikelola pengurus masjid.

Foto surat edaran itu menyebar melalui linimasa Twitter dan aplikasi berbagi pesan--macam WhatsApp--sejak Minggu siang (19/2).

Penulis veteran, Goenawan Mohamad (@gm_gm, 887 ribu pengikut) adalah salah satu yang sempat berkicau ihwal surat itu.

Dalam kicauannya, Goenawan mempertanyakan apakah surat edaran itu adalah salah satu cara memenangkan Pilkada DKI 2017 dengan menggunakan isu agama.

Kicauan itu menjadi viral dengan menuai lebih dari 860 retweet, hingga Senin ( 20/2).
Beginikah cara menggunakan agama utk memenangkan pillkada? pic.twitter.com/VGlDXXQds9
— goenawan mohamad (@gm_gm) February 19, 2017
Menyusul beredarnya foto tersebut, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (@LukmanSaifuddin, 252 ribu pengikut), mengklarifikasi dengan menyebut bahwa surat edaran itu sekadar hoax (kabar bohong).

Klarifikasi disampaikan, setelah Menteri Lukman mendapat informasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Abdurrahman--yang telah berkomunikasi dengan Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Muh. Shodikin.

Dalam kicauannya, Lukman juga menyertakan foto surat bantahan Pengurus Masjid Al-Waqfiyah.

"Kami Pengurus Masjid Al-Waqfiyah tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut seperti yang tersebar di sosial media," demikian bunyi bantahannya.
Konfirmasi Ka. Kanwil Kemenag DKI nyatakan bantahan langsung dari Muh. Shodikin, Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah terkait isu yg HOAX.. pic.twitter.com/bOczSQFysc
— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) February 19, 2017 Goenawan jadi bulan-bulanan
Di sisi lain, malang menimpa Goenawan Mohamad. Walau sekadar mengirim kicauan dengan kalimat tanya--nan skeptis--Goenawan malah jadi bulan-bulanan.

Sejumlah pengguna Twitter menganggap, penulis yang masyhur lewat kolom "Catatan Pinggir" (Tempo) itu telah menyebar kabar bohong.

Situs-situs yang kerap mengatrol sentimen agama juga ikut memojokkan Goenawan.

Untuk menyebut contoh judul artikel: "Tragis! Editor kawakan Tempo sebarkan hoax" (Tarbawia.com); atau "Waduh! Goenawan Mohamad, tokoh pers dan jurnalis senior sebar hoax" (Portal-Islam.id). Di Facebook, tautan artikel macam itu terpantau ramai dibagikan.

Berikut sejumlah sindiran dari pengguna Twitter untuk Goenawan.
@gm_gm @bambangelf @panca66 @Darmaningtyas @mrshananto HOAX itu, Mbah. JANGAN ulangi lagi kasus Hoax Wayang. Ini klarifikasinya ???? pic.twitter.com/uFfKCoeofs
— Heine Nababan (@Heine_Nababan) February 19, 2017 @gm_gm bilang dong, mohon maaf atas kecerobohan saya menyebarkan info hoax. Akan segera saya hapus.
— Harumanist (@hazbyihsany) February 19, 2017 Selevel Goenawan Mohamad saja gatel pengen nyebar berita yang belum diklarifikasi. Bayangkan dengan kita yang ilmunya cuma sekuku irengnya. pic.twitter.com/zIvVTFMDSZ
— Zaki (@wazzaki_aliyun) February 20, 2017
Belakangan, Goenawan merespons komentar-komentar macam itu lewat kicauan pendek. "Syukurlah bila ini (surat edaran) tidak benar."
Syukurlah jika ini tidak benar https://t.co/XITUH7dNaR
— goenawan mohamad (@gm_gm) February 19, 2017
Catatan lain, dalam kasus ini, ada pula sebuah video yang dikirimkan akun Twitter @FahleismeReza.

Rekaman itu memuat suara pengumuman dengan gambar latar kubah masjid. Pengumuman itu terdengar senada dengan informasi dalam foto surat edaran yang disebut sebagai kabar bohong di muka.

"Dua, pengurusan Jenazah, baik pemandian, pengkafanan, menyalatkan, maupun menyediakan ambulans jenazah, warga yang nyata-nyata pilih Ahok. Tiga, pembagian hidangan berbuka puasa maupun pembagian hewan kurban, bagi warga yang nyata-nyata memilih penista Al-Quran," demikian kutipan pengumuman itu.

Pada pengujung video, disebut bawa permakluman itu datang dari Wakil Ketua RT 06, Abdul Kohar. Namun tidak ada penjelasan detail ihwal lokasi penyampaian pengumuman itu.

Meski demikian, video tersebut telah menjalar di linimasa Twitter. Hingga Senin siang (12/2), tercatat ada 980-an akun yang sudah membagikannya (retweet). Bahkan, video itu telah dilihat lebih dari 80 ribu kali.
Hoax apaan, udah keluar dari toa mesjid kok itu. @habibthink pic.twitter.com/nya5EHBSbH
— Ejak (@FahleismeReza) February 19, 2017
Beritagar.id mencoba menghubungi @FahleismeReza melalui Twitter, guna mendapatkan informasi ihwal video unggahannya. Namun, sampai artikel ini ditulis, pesan kami belum berbalas.

Menteri Lukman, dalam salah satu kicauan, terdengar meragukan keaslian video itu:
Tanpa wujud masjid dan alamat jelas, bagaimana bisa diklarifikasi dan dikonfirmasi kebenarannya? https://t.co/rFp7Hupk6c
— Lukman H. Saifuddin (@lukmansaifuddin) February 19, 2017
Isu agama memang tengah menguat dalam Pilkada DKI 2017, yang diprediksi bakal memasuki putaran kedua. Merujuk Situng KPUD DKI Jakarta, putaran kedua bakal diikuti dua kandidat dengan perolehan suara teratas: Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sejumlah pengamat politik, menyebut isu agama dipakai sebagai serangan oleh para pesaing Ahok-Djarot.

Isu agama memang tak menguntungkan Ahok, mengingat latar belakangnya sebagai pemeluk Kristen--dan keturunan Tionghoa--di wilayah dengan persentase Muslim mencapai 83 persen.

Terlebih, Ahok kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan penodaan agama, imbas perkataannya seputar surat Al Maidah ayat 51.
Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pin-non-muslim

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim Rencana PHK karyawan dan posisi tawar Freeport

- Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim Dihukum 4,5 tahun penjara, hak politik Irman juga dicabut

- Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim Normalisasi belum maksimal, banjir masih terjadi di sekitar Ciliwung

Urutan Terlama
cuma mau tanya...... taunya itu orang milih ahok dari mana ya...??? yahh.... namanya jg hoaxemoticon-Cool
makan agama tu banyak banyak emoticon-Big Grin
sudah jamak dilakukan, ngapain malu2 ?

Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim


emoticon-Ultah
Desas-desus maklumat masjid untuk pemilih pemimpin non-Muslim

emoticon-Matabelo sebelah kanan bawah itu manusia ?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di