alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58aaaa3154c07a1c558b4568/sri-mulyani-anggaran-pendidikan-naik-dua-kali-lipat-apakah-kualitasnya-juga-naik

Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?

Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Naik Dua Kali Lipat, Apakah Kualitasnya Juga Naik?

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk membuat belanja negara lebih efektif. Selama ini, publik kerap mempertanyakan efektivitas alokasi anggaran yang besar ke satu sektor namun kerap tidak diikuti oleh peningkatan kualitas sektor tersebut.

Padahal sektor tersebut adalah sektor sektor penting misalnya pendidikan dan kesehatan "Belanja pendidikan dulu Rp 200 triliun sekarang Rp 400 triliun. Pertanyaannya adalah apakah dengan belanja yang naik dua kali lipat, kualitas pendidikan naik dua kali lipat?," ujar Menkeu saat membuka seminar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017).

"Anggaran kesehatan kita naik dari Rp 50 triliun menjadi Rp 105 triliun. Apakah kualitas kesehatan naik dua kali lipat?," sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, peningkatan kualitas tidak melulu bicara soal ketersediaan uang atau besaran alokasinya saja. Ada hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan yaitu efektivitas penggunaan uang tersebut.

Sebab tutur Ani, alokasi anggaran yang besar tidak akan selalu berjalan lurus dengan peningkatan kualitas bila penggunaannya tidak efektif.

"Ini bukan masalah uang saja, ini masalah kemampuan membelanjakannya," kata Ani. Bagi perempuan kelahiran Lampung 54 tahun silam itu, efektivitas belanja adalah tantangan besar pemerintah saat ini.

Ia tidak ingin penggunaan anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat justru tidak kembali ke rakyat lantaran ketidakmampuan penyelenggara negara membelanjakan anggaran secara efektif.

Sumber
emoticon-Recommended Seller emoticon-Recommended Seller
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
scara kuantitas pasti naik..
kalo kwalitas, no komeng..
Tercermin sih, 23 T aja cuma sekali sikat ga ada yg protes
Mentri pendidikan era Jokowi nggak ada yang bener. Ancur semua!

Namanya aja bagi bagi jabatan dan jatah!

2019 gua nggak mau coblos Jokowi!
Sama aja gua coblos Mak Banteng kalau coblos Jokowi
gede duitnya doang, guru2 malah sekarang sibuk mikirin sertifikasi, padahal sertifikasi mereka cuma mau cari duitnya doang, kualitas nol, lebih rendah dibanding jaman dulu

insya Allah bu, emoticon-Traveller
judulnya anggaran pendidikan. jadi inget yg kena pecat emoticon-Leh Uga
gaji anggota DPR naik, apakah tingkat kehadiran lebih baik?
makanya buruan deh terapin pns sistem outsourcing biar klo guru guru yg kinerjanya kurang, bisa langsung digantikan karena sistemnya kontrak. klo tetep PNS susah bu mecat nya ribet klo yh outsourcing kan gampang.
satu lagi manajemen pengolahan keuangan walaupun sudah transparan dan onlen tetep aja banyak yang bocor itu.

jiah bocor bahasa gw emoticon-Malu
Diubah oleh dirtyplan
udah dinaikan tapi kualitasss justru ambrukk



hehehe makan tuhh kualitasss bobrokk...



jaman orba dana secukupnya tapi kualitasss masih baguss


emoticon-Big Grin
berat juga ya, dr ane sma aj udah ketara banyak guru yang doyan duit drpd ngajarin
yang quotes ane maho..
pinter juga si ibu emoticon-Big Grin
emang mentalitas PNS nya kayak emoticon-Tai.. dikasih naik anggaran juga buntutnya dikorup
makanya gw bayar pajak juga ga rela emoticon-Busa
Padahal menteri pendidikan yang kemaren itu ada kelebihan dana 23 trilyun dan sudah dikoreksi yah? emoticon-Bingung

Sri Mulyani: Anggaran Tunjangan Profesi Guru Kelebihan Rp 23,3 Triliun
Kamis, 25 Agustus 2016 | 20:23 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menunda pengucuran dana transfer ke daerah pada APBNP 2016 sebesar Rp 72,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp 23,3 triliun merupakan dana tunjangan profesi guru seluruh Indonesia yang merupakan dana transfer khusus (DTK).

"Kami melakukan penyesuaian untuk yang DAK non-fisik, terutama untuk tunjangan profesi guru. Ini saya mohon jangan seolah-olah (pemerintah) dibaca tidak punya komitmen ke pendidikan," ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Ia menuturkan, penundaan pengucuran tunjangan profesi guru dilakukan setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penelusuran anggaran atas dana transfer ke daerah tahun anggaran 2016.

Seperti diketahui, pemerintah sedang melakukan penghematan besar-besaran untuk mencegah melebarnya defisit dana anggaran APBN-P 2016.

Pada APBN-P 2016, total dana anggaran tunjangan profesi guru sebesar Rp 69,7 triliun. Namun, setelah ditelusuri, Rp 23,3 triliun merupakan dana yang over budget atau berlebih. Sebab, dana anggaran guru yang tersertifikasi ternyata tidak sebanyak itu.

"Jadi gurunya memang enggak ada atau gurunya ada, tetapi belum bersertifikat, itu tidak bisa kami berikan tunjangan profesi. Kan tunjangan profesi secara persyaratan (berlaku) bagi mereka yang memiliki sertifikat. Coba bayangkan sebesar itu, Rp 23,3 triliun sendiri," kata Sri Mulyani.

Ia berharap, pemerintah bisa menjadikan kejadian over budget tunjangan profesi guru sebagai pembelajaran dalam perencanaan anggaran ke depan.

"Ini barangkali pembelajaran untuk perencanaan (anggaran) yang lebih baik sehingga kita tidak membuat over budgeting yang membuat beban yang luar biasa besar," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sumber
Diubah oleh everesthome
udah tiru vietnam n negara eropah Universitas gratis iso ora ?? emoticon-Ngakak (S)

tp lulusnya bikin suseh ya emoticon-Ngacir
Quote:


ente pikir ganti mentri langsung masalah beres semua emoticon-Big Grin
itu bawahannya mentalnya udah 32 + 10, gak gampang dirubah emoticon-Big Grin
Kalo gaji dan tunjangan anggota dhewan naik apakah kualitasnya juga naik..?
Quote:


32 + 10???
Masa mak banteng jadi presiden nggak Lu itung emoticon-Big Grin
belon murni terserap
masih banyak yg bocor sana sini kok dinaikkan 2x lipat
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
Quote:


3 taon doank apalah artinya emoticon-Big Grin
Quote:


32 + 16 klo itungannya dr jamannya mbah harto sm sir beye emoticon-Leh Uga

*bner gak sih ? emoticon-Ngacir Tubrukan
tentu tidak

di indonesia, anggaran pendidikan berbanding terbalik dengan mutunya

emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di