alexa-tracking

Bahagia Setengah Mati

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58aa94fac1d77042568b456d/bahagia-setengah-mati
Poll: apa yang kurang dari cerpen ini?

This poll is closed - 1 Voters

View Poll
kurang mantap 0% (0 votes)
kurang ajar 100.00% (1 votes)
Bahagia Setengah Mati
Bahagia setengah mati

Kita berdua bergandengan tangan melewati tepian danau dengan beberapa angsa yang berenang ditengah danau dan ada beberapa angsa dibibir danau, angsa-angsa yang bermain dibibir danau terlihat berpasangan terlihat mereka saling bercanda satu sama lain. Bilang saja kalau aku salah, bisa jadi angsa itu sedang bediskusi atau berdebat aku tak tau pasti, aku bukan angsa.

“Angsa nya bahagia?” Tanyamu, dengan dua pasang mata yang menelanku

“Aku tidak tau, aku bisa bicara bahasa bebek bukan bahasa angsa” menjawab pertanyaanmu dengan seaadanya,sebisanya, kau mau mendengar?

Gemericik air pinggiran danau, tempat aku menenggelamkan diri dua hari lalu, samar, gelap aku tersiksa tak ada satupun udara, udaranya ada namun diikat air, yang kulihat dari bawah air seperti itu. Tubuhku dipeluk air tak bisa melawan, aku melihat bayanganmu berenang memelukku membawa ku ketepian danau, sebuah perkenalan yang buruk.

Aku bukan ikan, aku tak berinsang, bukan pula katak, aku tak bisa berenang.

Hari dimana kau hadir menarik ku keluar, sehingga aku bisa lagi mengirup oksigen memasukkannya kedalam rongga paru-paru, mengeluarkan air dari dalamnya, kehidupan ketiga, kesempatan baru. Itu hari yang harus kita rayakan, hari paling bahagia, bahagia setengah mati.
Terimakasih untuk penyelamatanmu, aku mau hidup lagi, kali ini denganmu.

*****
Aku ingin menuliskan bagaimana rasanya bahagia, bukankah bahagia itu ketika kita bisa saling mendengar, membicarakan, menatap, mencium, merasakan dan menetap, iya menetap dan tak pergi kemana-mana lagi, kalaupun pergi, dia akan kembali, karena sudah tau pasti dimana ia tinggal menetap, aku mau menetap disini, berdua denganmu, kamu mau?
Bagaimana aku tak bahagia? Malam ini saja kita menikmati aurora , tertidur diantara padang rumput dengan bau kesenanganmu.

“Sedang apa kita disini sayang?” Tanyamu

“Mengitung bintang” Jawab ku tanpa perlu menoleh ke arah mu, kamu juga sedang sibuk dengan dirimu, sibuk memandangai langit tanpa pengahalang, aku menatap barisan bintang, menghitung dengan telunjuk kanan, setelahnya aku melihat kekanan kau sedang melihat kekiri, kita bertatapan lagi, lebih lama.

“Aku mau sampai pagi disini” Pintamu

“Kalau begitu aku mau temani kamu” aku menjawab dengan sekali hembusan nafas. Kali ini biarkan aku yang memenuhi mau mu, bukan hanya kali ini tapi sampai nanti, sampai pagi, atau kalau tak ada kabut malam ini, biar saja aku temani sampai saat kita senja, menunggu senja sambil berdansa denganmu? Hal itu yang akan menjadikan aku bahagia setengah mati.

*****
Aku bukan angsa, bukan juga jenis hewan lainnya, aku hanya yang mencintaimu, mau menetap dihatimu, bukan hanya saat hujan aku berteduh tapi kapal besar yang sudah ribuan kali menantang ombak dan badai ini sudah ingin berlabuh, kuturunkan jangkar didanau kemarin, ditempat ku menenggalamkan diri. Agar kamu bisa ikut ke kapal yang telah kubawa berlayar jauh, dan lebih dekat dengan cerita-ceritaku.

Temui aku lagi sore ini, kita mengukur bulan, karna bintang sudah habis kita hitungi malam tadi, jumlahnya sebanyak detik yang akan aku beri untukmu.

“Ganteng kamu sore ini, kita ke Danau lagi?” gadis dengan gaun putih menatap kemeja lengan panjang ku, kemejaku berwarna putih juga, mencocokkan dengan gaun putih terusannya itu.

“Kalau kamu tak berkeberatan” kusambut lembut tangannya dalam genggamanku.

“Aku tak ingin sore yang terlewati tanpa kamu, aku tak mau pagi hadir tanpa kamu, aku takut malam tanpa kamu” mata sang gadis menyiratkan ketakutan, melukiskan kalau hari-hari tak mau dilewati dengan menanti, dia mau aku, pasti !
“Aku takkan pergi, karna di sampingmu, aku bahagia setengah mati” menenangkan kah jawabanku ini? Kalau tidak mari bersimpuh dengan tangan memohon kepada pencipta kita, berdoa.

*****

Mengukur bulan.

“Bagaimana caranya?”

“Kita ukur dengan tali ini” aku menunjukkan tali laso yang sudah kugulung sedemikian rupa, dia tertawa, katanya aku orang gila.
Tali laso kuikatkan diantara kami berdua, mengikat kamu dan aku semakin erat, sudah kita tak bisa saling lepas. Bulan telah kami ukur sebelumnya, diameternya selebar piring makan kami sore tadi.

*****
“Kenapa kamu tenggelam di danau?”
“Aku? aku menghindari badai kemarin hari”
“Kamu menghindari badai, menenggelamkan diri, tapi Sekarang sudah tak badai, sudah berlalu”
“Iya air danau sudah tenang, tak ada gelombang, seperti kemarin”

Kamu sudah memperbaiki semuanya, kamu seperti montir yang merakit ulang bagian-bagian hatiku, merapikan nya kembali, mengganti bagian yang rusak dengan hal-hal baru, ketika kamu membongkar jantungku aku juga memperhatikanmu, bius nya tak bekerja baik, kulihat kau menjahit beberapa bagian, dan meredam segala sakit hanya dengan kedipan mata, kamu selalu seajaib itu?

Kamu sudah hadir menyelamatkan, menemani, dan minta ditemani, minta ditinggali lebih lama, tenang aku akan bersarang disana dengan rumput dan daun kering yang kupunguti dijalan pagi tadi sebelum berpuisi, kau yang beruntung menemukanku? Atau aku yang tengah bahagia di temukanmu? Kita didalam keduanya kita bisa bahagia dengan irama dan waktu yang sama.

Apa lagi ?
Menghitung bintang sudah
Mengukur bulan sudah
Mengikatkan dirimu lebih dekat sudah
Yang belum
Melukis mimpi
Mencium nada musik
Menangkap mitos
Menggauli cinta
Membukukan udara
Memotret rasa bahagia
Apa lagi?
Bantu aku, kita punya seumur hidup untuk melakukan banyak hal.


Bagaimana aku tak bahagia setengah mati, dalam penulisan ini pun aku bahagia, seseorang paling bahagia didunia, melakukan banyak hal berdua, aku bukan orang gila, bukan orang dengan jiwa terluka, aku orang tua dengan kau yang menemani menunggu senja.

Menolak pagi

Mengingat senja

Menidurkan malam denganmu

Aku bahagia setengah mati setelah sebelumnya hampir mati, terimakasih sudah hadir dan menemani, aku selalu mengingat semuanya, mengingat apapun tentangmu yang menyelam menyelamatkanku dari kematian.

Hari ini, besok dan seterusnya aku orang paling bahagia mati.

https://www.wattpad.com/user/SulaimanAdiWijaya
hmmmmmm
Ga ada lanjutan'y lagi ne gan cerita'y??