alexa-tracking

Mentan Apresiasi Kerjasama Japfa-Vasham Guna Penuhi Stok Jagung

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58aa93fbd675d4d7208b45c4/mentan-apresiasi-kerjasama-japfa-vasham-guna-penuhi-stok-jagung
Mentan Apresiasi Kerjasama Japfa-Vasham Guna Penuhi Stok Jagung
Mentan Apresiasi Kerjasama Japfa-Vasham Guna Penuhi Stok Jagung


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guna memenuhi kebutuhan jagung bagi industri pakan ternak, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PT Vasham melakukan kerjasama.

“JAPFA telah berkomitmen dengan VASHAM  untuk menyerap hasil jagung lokal,”ujar External Relations Director PT Japfa, Rachmat Indrajaya dalam siaran persnya, Senin(20/2/2017).

“Vasham menjadi pihak yang akan melakukan pendampingan dengan petani serta memastikan kualitas produksi jagung sesuai dengan standar pabrik pakan,” lanjutnya.

PT Vasham merupakan sebuah inisiatif wirausaha sosial yang dilahirkan oleh Irvan Kolonas untuk mendampingi dan membantu petani jagung.

Sejak tiga tahun  lalu,  Vasham mulai melakukan pendampingan petani terutama di Lampung untuk menghasilkan jagung yang bisa diserap industri.
Upaya yang dilakukan mulai dari memberikan bantuan permodalan dalam bentuk bibit, pupuk, dan biaya operasional.

Tak hanya disitu, Vasham juga membantu menangani pascapanen dengan basis kelompok tani untuk pemipilan hingga siap kirim ke pabrik pakan ternak.

“Awal tahun ini kami mulai mengoperasikan corndryer untuk mampu menyerap varian kualitas produksi petani,” ujar CEO PT Vasham, Irvan Colonas.

“Hasil panen jagung pipil dari petani meskipun sudah dikeringkan seringkali masih memiliki kadar air tinggi sehingga perlu dikeringkan kembali untuk diterima pabrik pakan,” lanjutnya.

Kerja bareng antara PT Vasham dan PT Japfa tersebut mampu membangun jembatan untuk menutup gap antara petani dan industri selama ini. 

Tuntutan industri untuk menerima jagung dengan kadar air 15% tidak mampu dipenuhi petani karena proses pengeringan mereka hanya mengandalkan sinar matahari.

Di pihak lain, petani juga mengalami kesulitan permodalan dengan tingginya harga bibit dan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi.

Hal tersebut akan diperparah jika mereka tidak mampu menghasilkan jagung dengan tingkat kekeringan sesuai standar perusahaan.

Komitmen antara Japfa dan Vasham tersebut mampu membangun sistem yang terintegrasi dari masa tanam hingga pengelolaan pascapanen dan langsung diserap industri.   

"Yang dilakukan JAPFA sudah baik. Karena membangun (corn) dryer, jadi ada processing (untuk jagung basah),” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke Corndryer milik Vasham di Kecamatan Katibung, Lampung Tengah.  

“Hal ini luar biasa, karena (JAPFA) membuat solusi permanen untuk petani jagung,” lanjutnya.

Selain itu, kamampuan Vasham untuk menerima jagung dengan kadar air masih tinggi dengan harga yang kompetitif.

“Vasham masih menerima jagung dengan kadar air tinggi semisal 32% sehingga dengan seperti ini petani juga diuntungkan. Dengan model seperti ini petani dan pengusaha saling diuntungkan. Saya juga berterimakasih kepada VASHAM dan JAPFA,” lanjutnya.

Selain meninjau corndryer, Amran Sulaiman juga melakukan panen raya di lokasi kemitraan Vasham di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Di lokasi tersebut dengan dukungan dari Japfa dan Vasham bekerjasama dengan UNILA (Universitas Lampung) untuk mendampingi petani jagung dalam sejak masa tanam hingga panen.

Kerjasama kemitraan Vasham dengan petani saat ini telah mampu merangkul sebanyak 6.428 petani tersebar di Lampung dan Jawa Tengah.

Guna menyerap hasil petani dampingan dan petani jagung lainnya, Vasham membangun corndryer dengan kapasitas 400 ton per hari dan memiliki gudang yang mampu menampung hingga 24.000 ton jagung. 
 

Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...hi-stok-jagung

---

Baca Juga :

- Gempa Berkekuatan 4,9 SR Melanda Tasikmalaya

- Melihat Vila yang Didiami SBY dan Keluarga Selama di Tawangmangu

- Naik Kereta, SBY dan Keluarga Berlibur ke Tawangmangu

×