alexa-tracking

Cerita mahasiswa Teknik kuliah LJ

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5894b2edc1cb17bd6b8b4570/cerita-mahasiswa-teknik-kuliah-lj
Cerita mahasiswa Teknik kuliah LJ
kuliah lagi.. d3 ke sarjana

Perkenalan

Kuliah untuk Kedua Kalinya..
Manusia bisa memiliki kecenderungan berbeda dalam memilih sebuah tujuan dan pilihan dalam hidupnya. Bisa saja sesuatu yang dihindarinya saat ini, di kemudian hari bisa menjadi sesuatu yang sangat menarik. Yang salah belum tentu salah, yang benar belum tentu benar. Dunia ini serba dengan relatif, oleh karena itu penemu teori relatifitas, Albert Einstein menjadi orang terpandai abad 20. Hanya karena penemuannya tentang konsep relatifitas dan sundut pandang.
Surabaya, Nopember 2017
Suara sorak sorai mahasiswag dari Fakultas Teknologi Industri benar-benar membuat semua wali mahasiswa berfikir apakah ini yang mereka pelajari dari institut di bawah kementerian pendidikan dan kebudayaan ini, jika memang berteriak-teriak sambil membawa bendera berukuran 12x10 meter adalah salah satunya, Mungkin semua wali mahasiswa akan berpikir kedua kalinya untuk menyekolahkan anak mereka menjadi insinyur dan segera menyarankan anaknya untuk sekolah di fakultas ekonomi atau hukum di Universitas yang tidak jauh dari sini yang masih sama berada dibawah kementerian pendidikan dan kebudayaan.
Aplikasi peramal cuaca di Smartphone menjadwalkan hari Surabaya mendung. Tapi nampaknya teknologi masih belum bisa memberikan kepastian pada penggunanya. Terik cahaya matahari sungguh mengindikasikan bahwa ini merupakan sebuah negara Tropis dan itu berarti apa yang diajarkan guru Sekolah dasar bahwa sebuah negara yang dilewati garis khatulistiwa akan mengalami 2 musim dan matahari akan terus menyinari selama kurang lebih 12 jam dengan intensitas tinggi di siang hari. Kerumunan Mahasiswa berjaket dengen warna yang berbeda-beda mulai bergerak mengiringi senior mereka yang mengenakan toga dengan warna berbeda di lingkar lehernya yang menandakan Fakultas masing-masing. Rombongan itu berjalan searah menuju gedung bertemakan “Graha” tempat wisuda akan dilaksanakan. Sebelumnya setiap mahasiswa yang akan diwisuda berkumpul di gedung jurusan masing-masing dan akan diarak oleh adik tingkat mereka untuk dibawa menuju gedung bertemakan “Graha” tersebut.
“Masuk ! Woee Cepet !” teriak dari salah satu perempuan yang mengenakan toga dengan warna biru tua di baju toganya. Teknik Fisika.
“Bentar, Sar. Panas !” Laki-laki tersebut langsung masuk ke barisan menembus barikade adik-adik juniornya yang membentuk barisan seperti barikade iring-iringan presiden, Dia langsung masuk kedalam barikade dan berjalan bersama teman-temannya yang mengenakan toga dengan warna biru tua di lingkar leher seragam toganya.
Sementara dari kejauhan, didepan Gedung Graha sudah banyak orang yang kebanyakan dari wali mahasiswa yang ingin melihat arak-arakan dari setiap jurusan yang ada. Sebagian lainnya sudah masuk ke dalam gedung. Para wali mahasiswa ini terlihat sedikit tertegun dengan iring-iringan yang terlihat seperti kaum bar-bar atau anggota genk motor yang liar. Tapi perilaku seperti ini bisa dimaklumi mengingat ini adalah sebuah institut berlatar belakang teknik.
Laki-laki ini melihat jam tangannya, Sebuah jam tangan analog kecil dengan bahan kulit yang sudah terlihat kusam berwarna cokelat.
“Masih 10.40” dia berkara lirih, sambil mengambil tempat duduk di dalam gedung graha tersebut. Rombongan mahasiswa dari teknik fisika mendapat tempat duduk berkelompok, semuanya berjumlah 47 orang.
“Kedua kalinya ya, Wir. HAHAHA.” Kata perempuan yang tadi meneriakinya saat telat masuk ke rombongan arak-arakan.
“Gag ada yang beda !”. jawabnya dengan nada tidak antusias. Dan kembali menikmati jalannya acara wisuda hari itu.
Wira Abdi. Biasa dipanggil Wira, sesuai namanya yang berawalan huruf W selalu membuatnya berada di urutan pada absen mulai ari SD sampai SMA. Berbadan tinggi dan terlihat sedikit kurus. Wajahnya memperlihatkan pipi yang tirus rambut yang panjang menutupi leher tapi tidak terlalu panjang untuk mengenai bahu. Sempat dikira sebagai pemakai aktif obat-obatan terlarang saat mengurus surat kelakuan baik di kelurahan. Teman-teman kampusnya sering menyamakan Dia seperti Gitaris band asal inggris beraliran Psychadelic, Radio Head, Jonny Greenwood. Tapi sesungguhnya sangat berbeda dengan Jonny Greenwood. Wajahnya tidak terlihat sekurus itu dan badannya juga sedikit berisi karena tinggu badannya sekitar 176 cm sehingga dia terlihat kurus. Dan tentunya Dia juga tidak pernah sekalipun memakai obat-obatan terlarang. Biasa menggunakan Jaket Hoodie dan sepatu converse all star High Biru.
Ijin ikutan nyimak cerita mahasiswa nya ya Gan, semoga bisa terus apdet sampe selesai emoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By rahmahidayat
Ijin ikutan nyimak cerita mahasiswa nya ya Gan, semoga bisa terus apdet sampe selesai emoticon-thumbsup

okee gan. saya usahakan
ijin mantau crita nt y bree emoticon-Angkat Beer

Btw itu salah di prolog nya edit dulu masa nopember 2017 emoticon-Bingung ini bukan story penjelajah waktu pan y

Yg penting apdet lancar ampe kelar ni trit
time traveler kek'y, november 2017.


Quote:Original Posted By elbe94
ijin mantau crita nt y bree emoticon-Angkat Beer

Btw itu salah di prolog nya edit dulu masa nopember 2017 emoticon-Bingung ini bukan story penjelajah waktu pan y

Yg penting apdet lancar ampe kelar ni trit

gak salah itu gan. emang waktunya saya cepetin. setting waktunya ane cepetin hehe emoticon-Malumalu

Perkenalan (2)

“Wira Abdi !” teriak pembawa acara di atas panggung.

“Selamat” kata-kata yang sama yang diucapkan dekan dan rektor saat menyalaminya di atas panggung. Mungkin semua mahasiswa yang wisuda hari itu juga mendapat ucapan yang sama dari dekan dan rekor. Mungkin kecuali mahasiwa dengan nilai tertinggi atau kata lain cumlaude dari setiap jurusan masing-masing.
Setelah berfoto-foto ria bersama satu angkatan yang wisuda hari ini dan bersama keluarga masing-masing, suasana di Graha ini mulai terlihat sepi karena waktu juga menunjukkan sudah mulai sore. Wira dan beberapa temannya kembali ke gedung jurusan untuk sedikit mengobrol dan berganti pakain, karena sejujurnya seragam toga ini terasa panas sekali di hari yang terik. Keluarga masing-masing sudah kembali pulang.
Kembali ke awal Februari 2 tahun yang lalu, Februari 2015. Pertama kali Dia mengikuti kelas pertama dari Kuliah metodelogi penelitian di gedung kampus ini. Setelah Wisuda bulan Oktober lalu dari kuliah diploma 3 nya di Universitas yang tidak jauh dari kampus barunya untuk menempuh jenjang sarjana saat ini. Suatu keputusan yang bahkan Dia sendiri tidak pernah pikirkan. Bukan paksaan dari siapapun sekarang dia duduk di bangku kuliah pukul 7 malam ini melainkan dari keputusannya sendiri. Iya inilah suatu langkah baru menurutnya untuk menjadi suatu individu yang dibekali akal dan pikiran untuk menentukan suatu tindakan dan langkah yang dapat membawanya pada suatu cerita lain dari kehidupan yang terlalu indah untuk selalu dijalur yang sudah ada atau takut untuk mengambil langkah yang logikanya sendiri memberitahu jangan ambil langkah tersebut.
Dalam satu kelas ini ada 34 mahasiswa baru, bukan mereka bukan mahasiswa baru yang baru saja masuk Universitas dan baru lulus dari SMA. Melainkan mahasiswa Diploma 3 yang sudah lulus dan ingin meneruskan pendidikan demi sebuah title sarjana teknik. Kebanyakan dari mahasiswa ini mempunyai background yang sama. Berawal dari jurusan elektronika, ataupun elektro arus kuat, atau dari instrumentasi maupun elektromedik. Wira sendiri lulusan dari Universitas negeri yang juga tidak jauh dari institut teknologi tempatnya meneruskan pendidikannya saat ini. Berkuliah dijurusan Instrumentasi dan Elektronika dengan IPK yang saat lulus mampu membawanya kerja selama 2 bulan selama Oktober sampai Desember disalah satu perusahaan konsultan Elektro asal Jepang di Surabaya, sampai akhirnya Dia memutuskan untuk keluar saat masih menjadi berstatus pegawai On the Job Training karena diterima untuk meneruskan pendidikan sarjana di kampus ini. Beberapa dari anak yang ada di kelas ini sudah ada yang dia kenal saat daftar ulang mahasiswa lintas jalur 2 minggu kemarin. Ramadhan dan Sari, 2 mahasiswa ini yang paling dekat. Wira bertemu dengan 2 anak ini saat daftar ulang bulan januari kemarin. Ramadhan dan Sari adalah salah satu lulusan politeknik di Surabaya jurusan pembangkit Energi dan ingin meneruskan ke teknik fisika karena sialnya pada tahun ini lintas jalur Jurusan teknik elektro tidak dibuka. Teknik Fisika yang menjadi pilihan 2 anak ini, karena di Teknik Fisika ada bidang minat Energi Terbarukan. Ramadhan sendiri adalah pribadi yang terlalu rapi dan necis sebagai mahasiswa lulusan politeknik jurusan pembangkit energi menurut Wira, memakai kaca mata dengan rambut sedikit panjang rapi. Tampilannya mengingatkannya akan mahasiswa hukum atau ekonomi di kampusnya dulu. Tapi itu juga bukan sesuatu yang salah, seseorang boleh berpakaian seperti apapun menurut seleranya, tidak berdasar dari jurusan apapun Dia sekolah. Lain lagi Sari, teman Ramadhan ini terlihat santai dengan kemeja berwarna hitam polos. Jujur, saat pertama kali melihat Sari, Wira tahu wanita ini masuk kategori cantik. dan itu bukan Wira saja yang beranggapan seperti itu, karena teman barunya yang juga mahasiswa lintas jalur lainnya dari jakarta yang bernama Ade mengatakan hal yang sama tentang Sari. Sari biasa menggunakan kemeja polos dengan jeans warna biru atau hitam dan juga memakai Converse All Star. Rambut panjangnya selalu dikuncir kuda, dan mengenakan tas ransel bermotif zig zag bertuliskan “Jansport” di sisi tengah atas.
“Wir, minta pin bbm atau line dong? Masa smsan, jaman sekarag sms udah jarang dipake.” Ucap Sari
“Oiyaaa Sar. Kemarin juga mau minta pin Bbm kamu. Nih !” sambil memberikan handphone-nya.
“Aku juga sekalian!” kemudian Rama –Ramadhan biasa dipanggil Rama- langsung mengeluarkan handphonenya.
Hari-hari kemudian berjalan seperti mahasiswa biasa walaupun kuliah mereka sebagai mahasiswa lintas jalur baru mulai pukul 5 sore. Tapi tentunya tidak ada perbedaan mencolok dari kehidupan kampus yang dialami, karena kampus ini hidup dalam dua waktu yang berbeda sekaligus, Siang dan malam. Entah mengapa walaupun kuliah di waktu sore sampai malam hari sekalipun kampus ini selalu terasa tidak pernah terasa sepi. Satu persatu mereka mulai mengenal satu sama lain. Satu dua anak dari teknik fisika juga sudah mulai mendekati Sari. Rama juga sudah memulai pendekatan bergerilya ke salah satu anak teknik kimia. Semua berjalan lancar.
bisa pesan cerita tentang dosen teknik industri. Pak Stefanus?


Quote:Original Posted By curahtangis
bisa pesan cerita tentang dosen teknik industri. Pak Stefanus?

maksudnya gan?
Quote:Original Posted By grandcanyoonn



maksudnya gan?


hehe iseng aja usul
baca critanya tentang anak TI
jadi inget kenal dosen TI ITS


Quote:Original Posted By curahtangis
Quote:Original Posted By grandcanyoonn



maksudnya gan?


hehe iseng aja usul
baca critanya tentang anak TI
jadi inget kenal dosen TI ITS

ohhh hahaha

ini bukan TI gan tapi teknik fisika