alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5894a9329e740441508b456f/over-weight-populer
Over (weight) Populer
Untuk disukai ga harus cantik atau tampan. Karna sesungguhnya orang yang tulus menyayangimu tidak akan memandang mu dari fisik, tapi dari hati.


Ga percaya? Simak cerita ini emoticon-Shakehand2

Untuk keaslian ceritanya silahkan kalian yang tentukan emoticon-Jempol

Thanks buat agan Rahmat yang udah bantu bikin Indexs emoticon-Mewek emoticon-Toast

Quote:Original Posted By rahmahidayat
I N D E K S


Prolog
Kabar Gembira
Malam Pelantikan
Kala Hujan
Awal Suka
Ketika Cewe Jatuh Cinta

Kabar Gembira

Cantik, tinggi, langsing.. Siapa sih yang ga mau?

Banyak wanita dan pria berlomba lomba diet buat ngurusin badan, walaupun akhirnya selalu gagal. Alasanya? Udah pasti tergoda sama makanan yang lezat.

Kenapa mereka ingin langsing? Karna menurut mereka dengan menjadi langsing dan cantik mereka akan disukai banyak orang, banyak teman, dan tidak dibully. Karna sudah menjadi tradisi orang overweight selalu dikucilkan dan dibully.

Awalnya akupun sangat ingin menjadi kurus, sampai sampai aku melakukan berbagai macam diet yang ujung ujungnya sudah pasti gagal. Namun..

"Gue iri sama lo!" ucap Dira ketika kami jalan berdua, dan akupun menyadari sesuatu...

***

"Syaa!! Woy budek lu ya! Lu ga denger nama lu dari tadi dipanggil panggil di speker?" teriak yoga dihadapanku

"Hah? Masasih?!" kataku panik

"Makanya jangan bengong.. Noh lu dipanggil ke aula"

"Disuruh ngapain?" tanyaku pada yoga

"Mana gua tau!" hardik yoga

"Idih gw kan nanyaa yoGAY..."  kataku dengan penuh penekanan dikata Gay

"Yaudah lu kesono aja syaDUT, gw gatau kenapa lu dipanggil" kata yoga yang mulai geram.

"Haha okedeh makasih yoGAY!!" kataku tertawa ngakak ketika melihat ekspresi jengkel di wajah yoga yang menurutku lucu

"Heh!" yoga memelototkan matanya kearahku yang kubalas dengan memeletkan lidahku. Aku  lalu berlari keluar kelas menuju aula. Diaula ada beberapa anak yang berkumpul. Aku melihat sekeliling, hanya ada beberapa saja yang ku kenal. Lalu akupun duduk disebelah gadis dengan rambut panjang terurai. Pertama yang kulihat tentang gadis itu adalah 'Cantik'. Aku tersenyum kearah gadis itu, gadis itupun balas tersenyum ke arahku.

"Ini mau ngapain ya dikumpulin?" kataku memulai pembicaraan

"Kayanya sih ngumpulin yang dipilih jadi anggota osis" katanya ramah. Mendengar itu hatiku langsung berbunga bunga

"Hah? Yang bener?!!" kataku sambil senyum senyum senang. Yaps, dari mulai masuk aku memang ingin sekali menjadi anggota osis, tapi aku tidak tahu cara untuk menjadi anggotanya, dan tau tau aku sudah terpilih.

"Hmm.." kata dia mengiyakan. Setelah semuanya yang dipanggil kumpul, kita disuruh keruangan osis. Dan benar saja disana kita diwawancara dengan berbagai macam pertanyaan. Setelah wawancara untuk menyeleksi anggota, mereka menyuruh kita untuk kekelas masing masing. Untuk info diterima atau tidaknyaa akan diumumkan besok. Aku benar benar sangat senang. Semoga saja keterima!

***ke esokan harinya***

"Sya jangan didepan apa! Udah gendut di depan lagi ngalingin tau ga!" protes vian dari belakang

"Biarin apa! Sapa suruh lu bangkunya dibelakang!" kataku sewot

"Au nih gendut ngalangin" timpal ari memanas manasi

"Makanya bangkunya didepan" kataku acuh

"Ettt.."

"Udah sya, jangan di dengerin vian emang ngeselin orangnya" kata sekar menenangkanku

"Iya kar, thanks ya" kataku yang sambil tersenyum kearah sekar

"Hehhh berisik! Ngapain sih bukanya nulis malah ngobrol! Ini lagi vian, kalo gamau di alangin ya didepan gimana sih" omel bu mida guru matematikaku dengan nada ketus

"Ett iya bu iyaa" kata vian ogah ogahan

"Permisi.." tiba tiba pintu kelas dibuka, seorang pria memasuki kelas dan menyalimi bu mida, yang ku tahu dia adalah calon ketua osis kemarin

"Bu saya mau manggil Nasya Adelia, Zidan Adrian, Limey ashary" kata pria itu dengan sopan

"Yasudah silahkan,," kata bu mida dengan wajah ketusnya

"Nasya, Zidan, Limey.." kata kakak itu sambil mengasih aba aba ke kita untuk segera mengikuti dia keluar kelas

Aku, limey dan zidan pun segera pamitan ke bu mida dan keluar kelas. Diluar kami diberi kertas tanda lulus dan kartu resmi menjadi anggota osis. Kakak itu berpesan agar kita bisa jadi contoh untuk murid lainya. Kita serempak mengangguk setuju.

"Yasudah, kalian boleh kembali ke kelas.." kata kakak itu yang kemudian berpamitan kepada kami. Zidan dan limey segera memasuki kelas, sedangkan aku? Sudah pasti jingkrak jingkrakan karna seneng. Ketika memsuki kelas, kelas langsung menjadi riuh..

"Cieee calon osis baru cieee nasyaaa!!" surak anak anak dikelas

"Ciee syadut jadi osis nih.." kata yoga. Aku hanya memalingkan wajah sambil tersipu malu.

"Apaan dah bukan juga!" kataku mengelak

"Ciee calon osis baru nihh.." teriak ari

"Heh bukanya ngerjain tugas malah berisik! Ini nasya juga, cepet duduk dibangkunya!" kata bu mida dengan nada ketus. Yaa bu mida ini merupakan guru ter-killer dikelas. Dia selalu memasang tampang jutek, dengan bicara yang ketus dan nyakitin ati, makanya anak cowo dikelas sangat suka membuat bu mida marah, katanya sih seru.
I N D E K S


Prolog
Kabar Gembira
Malam Pelantikan
Kala Hujan
Awal Suka
Ketika Cewe Jatuh Cinta
ikutan mantau gan/sis

Lanjut sis
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Ijin ikutan nyimak ya, btw te es nya Sista atau Agan ini ? emoticon-Malu (S)
Edit : kayak nya Sista nih te es nya emoticon-Hammer (S), cieeeee yg jadi anggota OSIS emoticon-Wink

Sista kayanya emoticon-Ngakak (S) tapi ts juga ragu emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By ucln
ikutan mantau gan/sis

Sip, tungguin ya lanjutanya emoticon-Jempol

Quote:Original Posted By jakuy28
Lanjut sis


Sip bos, nanti siang/sore dilanjutin emoticon-Traveller

Malam Pelantikan

Jam 03:15 aku sampai dipintu gerbang Smk Dandelion. Sebut saja begitu. Hari ini dan hari minggu kita disuruh untuk menginap disekolah, kita semacam mengikuti LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan Osis). Kami berkumpul di kelas XII-C. Aku duduk di pinggir -sendiri- karna aku belum mengenal orang orang disini, sekalipun kenal aku tidak terlalu akrab dengan mereka. Bangku bangku mulai dipenuhi oleh anak anak osis baru dan osis kelas 2, sedangkan osis senior sebagian berada didepan, dan sebagian sebagian entah dimana. Bahkan kakak kelas yang kukagumi karna dia pernah membebaskanku dari keterlambatan tidak terlihat disitu, yang ku tau namanya adalah ka Raffy, bila ku lihat wajahnya mirip seperti Dimas Beck, dan dia merupakan orang yang kukenal pertama saat memasuki sekolah ini karna dia yang menyelamatkanku dari hukuman terlambat di Mos pertama.

"Baiklah.. Sudah kumpul semuanya kan? Kalau begitu ..."

"Permisi" potong suara diluar, pintu terbuka perlahan, seorang pria dengan menggenakan baju kaos coklat memasuki ruangan. Senyumanya langsung terlihat ketika pintu mulai terbuka sebagian "maaf saya telat ka!" kata pria itu sambil mulai melangkah ke depan kelas

"Kenapa kamu telat? Acaranya sudah mau dimulai!" ucap kakak perempuan itu dengan tegas, yang kutahu ia bernama deisy.

"Tadi ada keperluan, makanya terlambat.." ucap  pria itu masih dengan senyumnya yang masih mengembang

"Nama kamu siapa?" tanya kakak yang lain

"Alfian Ferdiansyah" jawab pria yang kutahu bernama alfian itu, kakak itu segera mencari namanya dikertas selembar yang ia pegang

"Yasudah, cari tempat duduk!" kata kakak itu tegas, alfian memandang kesegala penjuru kelas. Tiba tiba matanya tertuju kearah bangkuku yang masih kosong. Jangan bilang dia mau duduk disini, aku menjadi sedikit gugup.

Perlahan dia berjalan kearahku, semua mata memandang kearah alfian. Dia berjalan dengan sangat 'Santai', dan kemudian berhenti tepat ditempat duduku. Aku melihat sekitar, bangku lain kan masih kosong

"Ehmm.. Permisi boleh ikut duduk?" tanya alfian sambil tersenyum

"Eh, ah em.. Iyaa silahkan.." kataku sambil bergeser ke bangku paling paling pinggir. Dia segera menaruh tas dimeja dan duduk disampingku. Jantungku langsung berpacu dengan cepat, entah kenapa setiap duduk disamping cowo yang ga dikenal atau ga terlalu kenal bakalan nerveus, gugup, gelisah dll. Padahal kalo udah akrab biasa aja.

"Cieeee... Ciee... Cieee..." tiba tiba seisi kelas riuh, kulihat wajahnya sedikit tak nyaman dengan teriakan itu. Dia saja tak nyaman apalagi aku

"Heii! Bisa diam tidak!" ucap kakak berkacamata yang merupakan ketua eskul paskibra bernama temmy didepan dengan lantang. Semua yang dikelas mendadak hening. Lalu kakak itu mulai mengasih arahan kepada kita,

Setelah memberi arahan kita mulai serempak berdiri dan latihan menyanyikan lagu mars dan hymne smk dandelion. Setelah itu kita belajar cara duduk rapih tanpa suara, walau masih ada suara bangku terseret (?)

"Oh ya kalian bawa makanan yang suruh dibawa kan? Kalau begitu taruh dimeja kalian masing masing" kata kak temmy, kami segera menaruh  2 roti, 2 kopi capuccino grande, dan 1 botol aqua 1½ liter di atas meja. Lalu ada kakak  kakak yang membawa karung dan mengambil 1 roti dan 1 kopi   dimasing masing meja peserta.

"Nah, roti dan kopi yang 1 lagi silahkan dimakan" kata ka deisy

"Kaa ga ada aer panasnya!" teriak seorang diantara kami

"Nanti ajaa kalo mau nyeduh kalian ke kantin" kata kakak itu menanggapi

"Yaahhh" ujar penonton kecewa

**skip**

Setelah upacara peresmian osis dan ketua osis selesai kita menonton video tentang perjuangan ibu dan ayah. Musik nuansa sedih menggelegar di seisi kelas membuat semuanya larut kedalam video. Perlahan mulai terdengar suara isakan dimana mana, tanpa sadar akupun sudah mengeluarkan air mata karnanya. Dipehujung film suara isakan sudah menjadi jadi, bahkan ada yang meraung raung menangis memanggil ibunya. Osis senior segera menghampiri anak itu dan menenangkanya hingga tangisnya reda, ka raffy yang sebagai kameramen mengambil video anak yang itu menangis sampai selesai.

"Baiklah karna sudah bersedih sedih, mari kita menonton video ini.." lalu kakak itu memutar video. Iya video waktu kita Mos dan Ldks! Kontan saja kita tertawa terbahak bahak melihat diri kita sendiri dan teman teman yang ditampilkan di video. Setelah menonton video kita dipersilahkan beristirahat karna jam sudah menunjukan pukul 10 malah. Dari lantai 4 ini aku dapat melihat gemerlap lampu diluar, udara dingin berhembus kencang. Suasana malam dan gemerlapan lampu kota begitu indah dilihat.

"Nasya!!" teriak seseorang sambil menepuk pundaku

"Eh ka selly" kataku kaget

"Ngapain kamu disini?" tanyanya sambil berdiri disampingku

"Engga ka cumaa liatin pemandangan malem aja.." kataku tersenyum

"Kamu baru sekali kan malem malem dan nginep disekolah? Nanti kalo udah jadi osis kita bakal sering kesini malem malem" kata ka selly, aku cuma mengangguk mengiyakan.

"Tapi serem juga ya ka sekolah kalo malem.." kataku

"Iyaa, emang serem apalagi kalo lampu dimatiin, nanti pas ada acara biasanya kita sampe malem disini. Bahkan nginep" kata ka selly

"Woh seru dong, bisa ujinyali juga" kataku tertawa

"Haha iyalah" ka selly ikut tertawa. Malam semakin larut, kami tidur dilantai kelas yang dingin. Ruangan cewe sama cowo tidak dipisah, hanya dibatasi oleh bangku bangku dan meja. Akupun tidur disamping ka selly

***

"Sreeekk... Sraaakkk.. Praaanggg!!!" samar samar terdengar seperti suara pagar besi diseret dan ditutup dengan kencang. Jantungku berdebar kencang, suara apa itu? Ruangan disini sangat gelap. Ka selly masih tertidur pulas atau pura pura tidur, entahlah. Bulu kuduku meremang, badanku menggigil gemetaran. Aku seperti tidur diatas es balok besar. Belum lagi suara suara aneh itu masih terdengan membuat badanku semakin menggigil. Aku melihat seisi ruangan. Kemana anak anak lain? Hanya ada beberapa anak saja yang masih tertidur. Jantungku berpacu dengan cepat. Pintu dibuka, ada seseorang yang memasuki kelas dengan membawa senter. Aku pura pura terlelap. Terdengar suara bisik bisik dan langkah kaki. Setelah itu hening. Aku membuka mataku. Temanku mulai berkurang lagi, hanya ada aku, ka selly, dan entah siapa yanh tidur diujung. Aku melihat kearah tempat tidur anak cowo, untungnya disana masih banyak anak cowo yang tertidur lelap. Pintu kembali dibuka, suara langkah kaki terdengar mendekatiku lalu aku yang sudah bangun kembali dibangunkan oleh osis senior. Mereka dengan langsung menyuruhku untuk mengikuti mereka. Aku sangat lega saat itu. Ketika sampai diluar

"Eh nasya udah bangun. Sini dulu dek duduk bareng kakak" kata osis osis senior dengan ramah. Lalu mempersilahkanku duduk diantara mereka

"Yang lain pada kemana ka?" tanyaku menanyakan keberadaan yang lain

"Pada udah dibawah de" kata kakak yang tidak kuketahui siapa karna suasana sangat gelap, hanya terlihat samar samar

"Aku kebawah juga ya ka!" kataku hendak berdiri

"Eh, nanti aja de.. Sini dulu ngobrol sama kakak, sekalian kumpulin kesadarannya dulu, kan baru bangun tidur, biar ga limbung" kata kakak yang lain mencegahku kebawah. Tiba tiba dari bawah muncul kakak kakak yang menyuruhku ikut dengannya.

"Ka kebawah dulu ya!" kataku sopan sambil memberi senyum yang kutahu gabakal keliatan juga karna gelap

"Iya de.." jawab kakak kakak yang lain ramah. Lalu aku mengikuti ka tika. Kami berhenti dikoridor kelas XI yang hanya dipasang lampu kecil berwarna merah. Suasananya benar benar  mengerikan.

"De.. Ikuti kata kakak ya! Matanya jangan dibuka. Kakak hanya minta kejujurannya, nanti kakak bakal nuntun nasya ke bawah" katanya aku hanya mengangguk dan mengikuti intruksi. Setalah aku memejamkan mata, ka tika menuntunku menuruni tangga. Disana aku mendengar suara langkah kaki selain langkahku dan ka tika.

"Ka takut jatoh.." kataku ragu

"Percaya sama kakak, kakak bakal megangin kamu dan gaakan ngebiarin kamu jatoh.." kata ka tika menenangkan. Setelah menuruni tangga aku berjalan dijalan datar seperti koridor, lalu aku memasuki ruangan

GRUMBYAANGG!!!

Tiba tiba terdengar suara bangku besi dibanting, aku semakin memegang erat tangan ka tika.

HIHIHIHAHAHA

Terdengar suara tawa orang dipojokan kelas

GRUMBYAAANGGG!!!

Lagi lagi terdengar suara bangku besi di banting

"De, kamu disini dulu ya.." kata ka tika sambil melepas pegangan tangannya

"Jangan ka.." kataku makin menggenggam erat tangan ka tika, dengan halus ka tika melepas tangannya. Suara bangku dan tawa itu terus mengikutiku, aku masih menutup mataku dan berusaha mencari jalan keluar. Meski sudah beberapa kali menabrak meja, akhirnya aku sampai dipintu. Masalah baru mulai muncul

PINTUNYA DIBUKA KE ARAH MANA?!!!

Aku hanya membolak balikan pintu tanpa tau harus melangkah kearah mana. Ketika aku melangkah ke arah kiri aku malah terbentur tembok, akhirnya aku berjalan ke arah kanan.

"De mau kemana de? Buka aja matanya gapapa!" kata suara lembut didepan. Ketika aku membuka mata ... Jeng Jeng!!

Ternyata ka temmy sedang didepanku sambil membentangkan tanganya dan tersenyum yang senyumnya jarang sekali ku lihat, dia tengah menjaga jaga supaya aku tidak terjatuh. Disamping kiri ada ka selly dan pacarnya juga beberapa senior osis yang memperhatikanku sambil tersenyum. Sedangkan disamping kananku juga sama, hanya disana ada ka raffy juga sedang memegang kamera. Aku membelalakan mataku kaget, melihat ke sekeliling. Satu hal yang kurasakan saat itu..

MALUUU..!!!
ikutan nyimak ya sis/bre emoticon-Belo
Yeeeee...yg lagi uji mental malah malu emoticon-Malu (S), asal jangan malu2in ya ga Sista ? emoticon-Wink
Lanjut lagi ya cerita nya, kalo ada waktu emoticon-thumbsup
Salam kenal ya sist....
Aku juga dira namanya emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Huuuuuuuuuuuuum, izin bangun rig yah
emoticon-Malu

Aq juga dulu overwright
Tp santai ajah lah
Haha
emoticon-Ngakak (S)

Kala Hujan

"Ett nih hujan kaga berenti berenti, awet banget. Make pormalin kali ya ett dah" keluh yoga padaku

"Formalin woy bukan pormalin" timpal farhan

"Bebas, dunia luas. Mulut mulut gua ngapa lu yang protes" omel yoga

"Jih pan gue cuma ngasih tau" kata farhan tak kalah sengit

"Et beratem mulu lu pada" kataku pada yoga dan farhan

"Au tuh si fanta!" kata yoga menyalahkan farhan

"Lahh coba itu gw yang disalahin" farhan tak mau kalah

BRAAKK pintu kelas tiba tiba dibuka, Dana memasuki kelas dengan badan yang basah kuyup

"Oyyy gw berhasil bawa gitar" katanya sambil mengangkat gitarnya tinggi tinggi. Satu kelas menjadi riuh. Vian dari belakang muncul dengan kondisi yang sama

"Jiahaha lu berdua udah kaya tikus kecebur got wakakak" kata yoga ngakak

"Hett perjuangan ini bray!" kata vian sambil membetulkan rambutnya yang acak acakan karna hujan

"Ngambil dimana dan gitarnya?" tanya ari pada dana

"Nyolong gua" kata dana becanda

"Serius bege! Ga ketauan ama guru apa?" tanya ari yang masih penasaran

"Kagalah gua pan pinteran, ye ga vi!" kata dana sambil tosan ala ala sama vian

"Minggir lu dut" kata vian padaku

"Lah, lu aja cari bangku lain. Masih banyak kan" kataku yang udah pw (posisi wenak)

"Ett jangan gitu apa vi diakan cewe gua!" kata dana membelaku, vian hanya memandangku gasuka

"Apaan sih dan" kataku gasetuju. Dana hanya nyengir kearahku sambil memetikan gitarnya.

Spoiler for Pedih:


Quote: Engkau yang sedang patah hati

Menangislah dan jangan ragu ungkapkan

Betapa pedih hati yang tersakiti, racun yang membunuhmu secara perlahan

Engkau yang saat ini pilu, betapa menanggung beban kepedihan

Tumpahkan tangis itu dalam tangismu
Yang menusuk relung hati yang paling dalam

Hanya diri sendiri, yang tak mungkin orang lain akan mengerti


Vian menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan, ditemani suara gitar yang dimainkan oleh dana, dan aku memukul mukul bangku sehingga menciptakan irama yang indah, suara hujan diluar menambah damai suasana dikelas ini

Quote: Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cair kan, hati

Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti

Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri, Juga bagi…

Engkau yang hatinya terluka
Di peluk nestapa tersapu derita
Seiring saat keringnya air mata
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti

Di sini ku temani kau dalam tangismu
Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti

Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri
Dan tak terpungkiri

Juga bagi.. mu…


Akhirnya kita menyanyikan lagu itu bersama sama, suasana dikelas benar benar harmonis. Aku selalu merindukan suasana seperti ini. Kami semua tenggelam dalam nada dan setiap lirik lagu

"Anjuuu suara gw keren abyz"  kata vian dipenghujung lagu

"Suara gw kali yang bagus" kata yoga dengan pede'nya

"Suara gitar gw neh yang bagus, jadi lagunya juga bagus" kata dana bangga

"Vote aja kuy!" kata vian

"Kuylah"

"Weey diantara kita siapa suaranya yang bagus??!!" teriak vian didepan kelas

Krikk.. Krikk.. Krikk.. Krikk

Dan ternyata semua orang dikelas lagi tertidur dibangkunya masing masing

"Hett yaa, elah suara merdu gua kaga ada yang dengerin" kata vian kecewa.

"Wakakak" yoga tertawa sambil memukuli bangku didepannya. Kami kembali menyanyikan beberapa lagu hingga

BRAKKK

"HEIII BUKANYA BELAJAR MALAH NYANYI! INI LAGI PADA TIDUR!!" teriak bu mida yang tiba tiba muncul didepan kelas, yang kontan membuat anak anak yang tertidur terlonjak kaget dan terbangun.

"Gitar siapa itu!" kata bu mida mengambil gitar dari tangan dana

"Ett jangan apa bu gitar orang itu" kata dana berusaha mengambil gitarnya dari tangan bu mida

"Lagian sekola bukanya belajar! Malah nyanyi! Ini lagi pada tidur!"

"Yaelah bu gurunya kan lagi ga ada.." kata vian cuek

"Kalo gaada gurunya ya panggil!" kata bu mida tegas

"Udah bu tadi ga ada.." kata farhan

"Yaudah sekarang ibu yang ngajar! Gitarnya taro di belakang atau ibu sita!"

"Yaaahhh ibuuuuuuu.." teriak penonton kecewa

"Cepet!" gertak bu mida, dengan terpaksa dana menaruh gitarnya.

"Duduknya yang bener! Itu vian kenapa duduk dimeja!"

"Ett iya iya selow apa bu, sewot mulu, entar cepet tua loh" kata vian menggoda sambil mulai duduk dibangkunya

"Sekarang pelajaran apa?!" tanya bu mida didepan kelas

"Indonesiaa buu!!!"

"Yaudah pelajaran MTK yang kemarin aja terusin!"

"Laahhh????!!" anak anak pun berteriak frustasi
Quote:Original Posted By romperstomper
ikutan nyimak ya sis/bre emoticon-Belo

Siap emoticon-Jempol pantengin terus ya emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Yeeeee...yg lagi uji mental malah malu emoticon-Malu (S), asal jangan malu2in ya ga Sista ? emoticon-Wink
Lanjut lagi ya cerita nya, kalo ada waktu emoticon-thumbsup

Siaap boss emoticon-Jempol
Malu karna disorot kamera gan emoticon-Malu (S) jadi gitu deh emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By fxdiray
Salam kenal ya sist....
Aku juga dira namanya emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Wih diranya ada disini emoticon-Ngakak (S) salam kenal juga dira emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By deesanti

Huuuuuuuuuuuuum, izin bangun rig yah
emoticon-Malu


Aq juga dulu overwright
Tp santai ajah lah
Haha
emoticon-Ngakak (S)


Silahkan sis emoticon-Malu (S)
Wah sama dong kitaemoticon-Shakehand2
Bener tuh sis dibawa santai aja, emoticon-Jempol
Makasih apdetan nya Sista emoticon-thumbsup
Boleh kasih ini ya, buat peneman latest part nya emoticon-Malu (S)
Spoiler for Pedih:
jualan es dimari mak emoticon-Cool
Ijin mangkring dimari sist emoticon-Toast sambil mejeng di pejwan, keknya updatenya lancar nihh emoticon-Leh Uga

Awal Suka

Setelah beberapa minggu menjadi osis aku mulai terbiasa dengan tugas tugas ku selaku K3, K3 itu sendiri terdiri dari 4 orang, 2 orang kelas 10 -aku dan Yusuf- dan 2 orang kelas 11 -Selly dan Kevin-. Setiap istirahat aku selalu kebagian koprasi sekolah untuk melayani anak anak yang ingin membeli barang yang ada di koprasi. Tapi karna kelas 2 sedang pkl maka aku hanya berjaga dengan yusuf. Tapi hari itu aku belum melihat yusuf sama sekali

"Sendirian aja sya" kata alfian yang duduk dikursi depan koprasi

"Iyanih ucup lagi ga keliatan dari tadi" kataku lalu tersenyum

"Iya usup juga tadi gamasuk kelas, sakit katanya dia" jawab alfian yang merupakan teman sekelas yusuf

"Ohh sakit ta, pantesan ga nongol nongol" kataku

"Eh bentar ya sya!" katanya sambil pergi. Aku hanya mengangguk mengiyakan. Selang beberapa menit kemudian alfian datang dengan membawa sebungkus gorengan bu owi yang merupakan primadona disini, tidak lupa dengan 2 botol minuman dingin.

"Nih sya.. Lo belum istirahatkan?" kata dia sambil menawariku gorengan bu owi dan juga 1 botol minuman dingin.

"Nanti gw istirahatnya fi kalo yang lain udah masuk kelas" kataku

"Daripada nanti makan sendirian meningan sekarang aja bareng sama gw, kan si yusuf lagi ga masuk ini.." katanya "ini udah ga usah bayar" lanjutnya lagi. Baru kali ini aku diperhatiin cowo, terharu rasanya. Dan ternyata ini adalah awal dimana perasaan itu mulai tumbuh.

"Makasih fian.." kataku tersenyum dan mulai menerima pemberian alfian

***

Keesokan harinya yusuf tetap belum masuk. Dan lagi lagi hari ini aku ditemani alfian. Dia membantuku melayani pembeli. Jadi aku tidak serepot saat melayani sendiri.

"Fian makasih ya dari kemaren nemenin mulu" kataku berterima kasih

"Gapapa sya, kalo butuh bantuan bilang aja" katanya tersenyum tulus

"Wey fian ngapain lu ama nasya berduaan aja" teriak seseorang dari kejauhan "jangan berduaan mulu, nanti yang ketiganya setan!" kata orang itu sambil tertawa

"Iya lu setannya!" kata alfian meledek aditya.  Aditya dan alfian juga merupakan anggota osis, hanya dia di bagian penayangan bukan k3 sepertiku

"Mana ada setan ganteng kaya gua, gaada sejarahnya" kata adit sambil membetulkan rambutnya

"Tumben sya sama fian, biasanya sama usup" kata adit sambil duduk di kursi yang disediakan koprasi

"Usup lagi sakit" jawab alfian

"Bisa sakit juga tu anak 😂" kata adit sambil tertawa. Sedikit. Info, adit ini sebenarnya orangnya kalem, pendiem. Tapi ketika sudah dekat dia petakilan. Jangan harap kamu bisa lepas dari keusilannya.

"Sya beli pulpen dong" kata yani padaku

"Siap.." kataku sambil tersenyum, oh yaa aku itu dikenal sebagai murah senyum. Bahkan kakak kelasku pernah bilang "sya sya, lu mah tiap ketemu orang disenyumin terus.. Dikelas gw banyak tau yang suka sama lu.." katanya padaku. Aku hanya bisa tersenyum tanpa bisa berkomentar. Masasih?

Bel berbunyi tanda istirahat sudah selesai. Anak anak mulai berhamburan memasuki kelas. Setelah dirasa sepi. Aku dibantu adit dan alfian menutup pintu koprasi. Lalu kami menguncinya.

"Mau ikut ke kantin?" kataku pada alfian dan adit

"Iyalah gw udh laper nih" katanya sambil berjalan aku mengikuti adit yang berjalan duluan. Alfian berjalan dibelakangku. Aku benar benar merasa punya pelindung saat ini. Aku tersenyum senang karna mempunyai teman seperti mereka. Sedikit info, teman dekatku kebanyakan cowo. Teman cewe yang dekat dan sering main denganku saat ini hanya sekar, ka selly. Aku lebih suka bermain bersama anak cowo karna mereka ga malu malu untuk melakuin hal konyol, lebih terbuka, dan yang pasti jarang gosipin orang. Karna jujur aja aku gasuka ngegosip. Ketika mereka menggosip aku hanya mendengarkan tanpa bisa mengasih komentar. Makanya aku jarang sekali bergabung sama cewe. Kalopun bergabung lebih suka bahas soal hal lain daripada menggosip yang tidak jelas.

"Sya lu mau pesen apa?" tanya alfian

"Soto aja sama es teh manis" kataku

"Lu dit?" tanya alfian pada adit

"Sama kaya nasya" kata adit sambil duduk dikursi

"Bu pesen soto 3 sama es teh manis 3" kata alfian pada bu owi. Memang soto ayam bu owi ga usah diraguin lagi. Karna emang paling enak. Selain jualan soto, bu owi juga jualan gorengan dan beberapa makanan lainnya yang pastinya ga kalah enak.

"Nasya tumben, kemana yusuf selly sama kevin?" tanya bu owi sambil meletakan soto dan minuman di meja. Bu owi sudah tau betul bahwa aku yusuf ka selly dan ka kevin selalu jaga koprasi makanya selalu datang paling akhir. Dan karna datang paling akhir kami selalu mengobrol dengan bu owi, makanya kami sangat dekat dengan bu owi

"Ka selly dan ka kevin pkl bu, kalo yusuf katanya sakit" kataku pada bu owi. Bu owi hanya mengangguk angguk mengiyakan

"Hey! Kalian udah bel bukanya masuk" ucap pa hisyam, guru yang selalu patroli disekolah

"Mereka abis jaga koprasi pa" ucap bu owi.

"Oh, yasudah, cepat ya istirahatnya sudah masuk soalnya" kata pa hisyam, kami hanya mengangguk mengiyakan. Setelah pa hisyam patroli kantin, ia lanjut berpatroli ketempat lain. Aku, alfian dan adit larut menikmati soto ayam bu owi. Kadang kami mengobrol sambil tertawa. Bu owi kadang ikut nimbrung di obrolan kami. Kadang juga alfian melihat kearahku sesekali. Tapi ketika aku balik melihat dia, dia malah memalingkan wajahnya. Pipiku menjadi panas karnanya

"Ngapa lu sya? Muka lu tiba tiba kaya tomat kematengan hahaha" tawa adit, aku langsung memegangi pipiku.

"Engga sih yeuh.." kataku mengelak, alfian langsung melihatku sambil tersenyum. Hiah atmosfernya kenapa jadi makin panas gini. Aku langsung meminum es teh manisku dan berusaha menutupi mukaku yang semakin memanas. "Eh udah kan makannya? Ke kelas yu" kataku mencoba melupakan yang terjadi barusan

"Bentar dulu, minuman gw beloman abis" kata adit sambil meminum es nya.

"Iya ntaran aja kekelasnya. Males gue sekarang pelajaran bu mida. Paling nanti kalo kekelas diomelin" kata alfian, aku hanya dapat mengiyakan. Semenjak itu, aku alfian dan adit semakin dekat, bahkan mereka jadi sering membantuku menjaga koprasi walaupun yusuf sudah masuk. Biasanya diantara mereka aditlah yang paling usil. Alfian jadi lebih perhatian. Sedangkan yusuf tetap dengan gaya coolnya.
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Makasih apdetan nya Sista emoticon-thumbsup
Boleh kasih ini ya, buat peneman latest part nya emoticon-Malu (S)
Spoiler for Pedih:


Wah makasih gan emoticon-Malu (S)
Nanti dicantumin buat part 3 emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By mgna84
jualan es dimari mak emoticon-Cool


Silahkan, pesen ininya satu ya emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Original Posted By andrimtc
Ijin mangkring dimari sist emoticon-Toast sambil mejeng di pejwan, keknya updatenya lancar nihh emoticon-Leh Uga


Doain ya gan biar updatenya lancar emoticon-Cendol (S) jangan lupa kasih emoticon-Rate 5 Star biar semangat updatnya emoticon-Kiss
Aw aw aw, ada yg lagi SalTing sambil liat2an neeehh emoticon-Malu (S), apakah bakal ada Romansa bersemi dari Koperasi Sekolah? emoticon-Wowcantik
Kita nantikan pada apdetan berikutnya emoticon-thumbsup

Ketika Cewe Jatuh Cinta

Semakin lama mengenal alfian, aku jadi semakin menyukainya. Bahkan aku kini berniat untuk merubah penampilanku. Benar ya kata orang, kalo cewe lagi jatuh cinta, dia bakalan lebih memperhatikan penampilannya. Dan cewe lagi jatuh cinta bakalan lebih cantik dari biasanya. Hari ini aku terus saja memikirkan tentang kedekatanku dengan alfian, tanpa sadar aku sudah senyam senyum sendiri.

"Oii kesambet ya lu? Senyam senyum sendiri.." kata reynaldi

"Apaan sih di ngerusak kesenengan orang aja" kataku cemberut

"Haha lagian lu bengong mana sambil senyam senyum lagi, noh kasian tahu bulat lu anggurin" kata didi sambil mengunyah tahu yang dimakannya

"Buat lu aja di.." kataku

"Tumben.. Biasanya lu paling seneng kalo ada tahu bulat.." kata didi

"Di gue cakep ga sih?" kataku murung kepada reynaldi

"Jeleek.. bangeeet,,, tumben lu nanyain, biasanya aja cuek" kata renaldi curiga

"Hmm.. Gw ga pede nih di,," kataku masih murung

"Ga pede palalu. Mana ada ga pd bisa joget joget dipanggung pas lagi hajatan kemaren. Amnesia lu ya" kata renaldi yang asik menyantap tahu bulat yang tadi kita beli. Aku mengingat ingat sejenak, iya juga ya kemaren pas hajatan didepan rumah dan nyuguhin pedangdut, aku diajak kepanggung sama penyanyinya dan dengan pedenya aku nyanyi bareng pedangdut itu

"Tapi ini beda lagi dii.." kataku pada reynaldi

"Apa bedanya?" tanya reynaldi

"Gue kayanya, suka deh sama alfian.." kataku malu malu

"Jiahaha Lu.. Lu suka ama cowo? Gua kira lu lesbi hahaha.." kata reynaldi sambil tertawa terpingkal pingkal

"Serius didi!" kataku menjitak kepala reynaldi

"Wahaha iya iya.. Aduh abis gue baru tau kalo lu suka ama cowo.." katanya masih cekikikan "cowo mana sih yang bisa bikin lu suka, penasaran gw.." kata reynaldi masih tertawa

"Diaa.. Anak sekolah gw di.." kataku malu malu

"Yang mana sih orangnya?" kata renaldy mulai tertarik. Akupun lalu memperlihatkan foto alfian yang aku simpan di hpku

"Ini di.." kataku pada didi (renaldy) sambil menunjuk foto alfian

"Jiah, cakepan juga gue.." kata didi. Memang sih reynaldi itu lebih cakep. Dia kaya bule, tinggi putih pirang. mamahnya orang sulawesi. Ayahnya orang sunda. Tapi reynaldi lebih mirip mamahnya. Banyak anak cewe yang naksir didi. Bahkan pernah pas didi menjemputku ketika eskul, teman temanku langsung menyerbuku dengan pertanyaan bertubi tubi. Ketika tau didi single mereka langsung menjadikanku pengantar surat untuk didi. Yang paling enak kalo penggemar didi memberikan didi makanan. Pasti didi akan menyuruhku untuk memakan makanan itu bersama.

"Apaan cakepan dia" sahutku

"Apasih yang lo suka dari dia? Cakepan juga gue." kata reynaldi agak sewot

"Gatau ya.. Tiba tiba suka aja gitu.. Semakin deket dia gue semakin suka.." kataku jujur "mulai sekarang gw pengen diet di.." lanjutku

"Haha ngapain sih sya lo diet. Nih ya, kalo orang itu bener bener sayang sama lo dia bakal nerima lo apa adanya!" kata didi tegas

"Tapi di.." kataku tertunduk

"Udah sya.. Lo jadi diri lo aja.. Gausah diet dietan segala.." kata didi tersenyum tulus

"Makasih di" kataku tersenyum

"Nih yakin lo gamau tahunya? Enak loh!" kata didi sambil memakan tahu bulat bak artis artis di tv

"Yee maulah.." kataku mengambil tahu bulat

"Mana boleh! Lu kan lagi diet" kata didi merebut tahu bulatku

"Gajadi dietnya di.. Haha" kataku sambil mengambil tahu bulat yang direbut didi dan memakannya dengan lahap. Didi lalu tersenyum ke arahku

"Inget kata gw sya. Kalo cowo itu tulus, dia bakal nerima lo walaupun lo gimanapun juga, dia bakal nerima kekurangan lo," kata didi masih dengan senyumnya

"Iyaa didiku yang cantikk.." kataku tertawa

"Cantik your head!" kata didi cemberut,

"Ih gitu aja ngambek. jangan ngambek dong di,, nih" kataku sambil menyuapi didi dengan tahu bulat. Didi langsung menarik tanganku dan memakan tahu bulatnya. Lalu ia mengunyah tahu bulat itu sambil tersenyum. Aku baru mengenal didi sejak aku pindah ke sini 2 tahun yang lalu, awal perkenalanku dengan didipun akibat kecerobohanku, pagi itu..

***flasback***

"Nasya, kamu ga sarapan dulu?" ucap ibuku didapur

"Engga mam, nasya berangkat ya!" kataku sambil berlari, aku membuka pintu dengan sangat kencang

BRAAKKK!!!

"Aduh.." ucap seseorang dibelakang pintu, aku langsung melihat keasal suara. Disana terlihat seorang pria dengan rambut pirang dengan kemeja berwarna putih dengan lengan merah dan celana lepis pendek mengaduh sambil memegang kepalanya yang terbentur pintu

"Upss.." kataku sambil menutup mulutku dengan kedua tangan "maa.. Maaf" kataku yang merasa bersalah. Lalu aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri

"Terimakasih" katanya setelah ia berdiri. Lalu ia tersenyum "Reynaldi" katanya masih dengan senyumnya

"Nasya" kataku membalas senyumnya "maaf ya" kataku sambil melepas pegangan tangannya

"Iya gapapa ko.." katanya tersenyum "oh ya ini buat ibumu dari mami, tadi mami membuat kue, gw disuruh mengantarkannya kesini" kata didi sambil menyerahkan kotak yang berisi kue bolu ketan

"Wah makasih.." kataku sambil menerima pemberian didi, "masuk dulu" kataku mempersilahkan didi masuk.

"Iya" katanya sambil memasuki rumahku

"Maaa.. Nih ada tamu" teriaku ketika diruang tamu. Mamah muncul dari dapur menghampiri kami. Aku langsung memberikan kotak kue ke mama

"Ma, ini dari maminya rendaldy" kataku menyerahkan kotak kue. Mamahku menerimanya

"Selamat pagi tante" sapa didi sopan

"Pagi.. Eh nak naldy, ya ampun repot repot segala bawa kue. Mari duduk, maaf ya dirumah ini gaada bangku, jadi duduknya geletakan" kata mama ku mempersilahkan renaldy duduk. Renaldy segera duduk dikarpet berwarna cream dengan motif polkadot perpaduan hitam dan merah.

"Ah gapapa ko tan, itu mamah kebetulan bikin kue. Karna ada lebih jadi disuruh kasih ke sini, sekaligus ucapan selamat datang buat keluarga tante" ucap didi tersenyum manis,

"Oh begitu ya, bilang mama mu terimakasih banyak ya.. Kayanya enak nih kuenya. Oh ya jangan sebut tante ah, sebut ibu aja" kata mamaku tersenyum.

Reynaldi ini merupakan anak pemilik kontrakan mamaku. Rumah reynaldi sebenarnya dipekomplekan daerah c*****, sedangkan sekolah didi berada didaerah k*****. Rumah dan kontrakanya itu satu kabupaten tapi beda kecamatan. Hanya saja karna kontrakannya dekat dengan sekolah renaldy, makanya didi lebih memilih tinggal dikontrakannya supaya menghindari telat. Hanya weekend saja reynaldi pulang kerumahnya. posisi kontrakan reynaldi tepat disebelah kontrakanku. Waktu aku kelas 2 smp reynaldi sudah kelas 1 sma.

"Oh ya, Nasya kamu gajadi pergi? Bukanya sudah telat?" tanya mama

"Ahhh iya.. Aduh lupa ma!" kataku yang teringat bahwa hari ini aku ada acara disekolahku "aku pergi dulu ya maa!! Rey!!" kataku segera berlari keluar tanpa mengucapkan salam

"Hati hati, jangan lari gitu! Nanti jatuh! Ya ampun anak itu.." kata mamahku menggeleng gelengkan kepalanya

***flasback off***