alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dwi Soetjipto Dicopot Dari Dirut Pertamina, Ini Rekam Jejaknya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5894429b1ee5dfa83c8b4568/dwi-soetjipto-dicopot-dari-dirut-pertamina-ini-rekam-jejaknya

Dwi Soetjipto Dicopot Dari Dirut Pertamina, Ini Rekam Jejaknya

Dwi Soetjipto Dicopot Dari Dirut Pertamina, Ini Rekam Jejaknya
Dwi Soetjipto. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JITUNEWS.COM - Dwi Soetjipto menjabat sebagai orang nomor satu di Pertamina selama kurang lebih tiga tahun. Di Pertamina, Dwi menggantikan Karen Agustiawan yang mengundurkan diri pada tahun 2014. Dwi Soetjipto menjabat direktur utama terlama kedua setelah Karen Agustiawan pada era reformasi. Tidak sedikit prestasi yang berhasil ditorehkan oleh mantan Direktur Semen Indonesia tersebut.

Dirut Pertamina Dicopot, Pengamat: Tidak Fair

Pemegang saham pengendali PT Pertamina yang diwakili oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, mencopot Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama Pertamina pada hari Jumat, tanggal 3 Februari 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di kantor Kementerian BUMN. Keputusan tersebut diambil untuk mendorong Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia namun banyak pihak yang menduga pencopotan tersebut sebagai tekanan dari berbagai pihak. Berikut ulasan prestasi Dwi Soetjipto dikutip dari berbagai sumber:

1. Pembubaran Petral

Rencana Sertifikasi Khatib Jumat Menuai Penolakan dari Ulama di Madura

Pertamina menyelesaikan proses likuidasi Pertamina Energi Trading Limited (Petral) Group pada bulan Februari 2016. Proses likuidasi tersebut lebih cepat dibandingkan dengan target pada bulan Juni 2016. Petral Group merupakan anak usaha Pertamina yang mulanya menjadi perantara Pertamina untuk pengadaan Pertamina di luar negeri. Kasus Petral sendiri merugikan negara hingga puluhan milyar dollar Amerika dan melibatkan sejumlah pejabat penting. Petral sendiri terdiri atas Petral Hong Kong, Pertamina Energy Services Pte Ltd, dan Zambesi Investment Limited. Pembubaran Petral menjadikan Pertamina mendirikan Integrated Supply Chain (ISC) untuk memotong perantara dari rantai suplai, peningkatan pemanfaatan dan fleksibilitas dari armada laut Pertamina. Keberadaan ISC sangat penting untuk membuka transparansi seluas-luasnya supaya banyak mitra yang terpilih ikut serta. Dengan demikian, ada perubahan yang signifikan berupa penghematan.


2. Peluncuran Pertalite

Pertamina meluncurkan produk bahan bakar minyak baru dengan Ron 90 bertajuk Pertalite pada awal tahun 2016. Produk ini diluncurkan untuk mengurangi kerugian Pertamina dari penggunaan Premium yang saat itu masih disubsidi pemerintah dan menyediakan pilihan jenis bahan bakar minyak untuk masyarakat. Inovasi produk ini terbukti sukses besar setelah enam bulan diluncurkan, dengan turunnya konsumsi premium dari 75.000 kilo liter per hari menjadi 68.000 kilo liter per hari. Pertalite sampai saat ini masih menjadi produk yang banyak digunakan masyarakat umum karena memiliki kualitas RON 90 yang tidak jauh dari Pertamax dengan RON 92


3. Revitalisasi Kilang Minyak

Dwi Sotjipto, selain berhasil memutus mata rantai pengadaan juga berhasil merevitalisasi kilang minyak yang akan dimulai pada tahun ini yakni Kilang Cilacap, Balongan, Dumai, Balikpapan, dan Plaju. Revitalisasi kilang minyak ini mencatatkan investasi mencapai Rp 210 triliun, dan prosesnya sendiri ditargetkan rampung pada tahun 2021. Program revitalisasi ini nantinya akan memungkinkan produksi minyak Pertamina meningkat 150 persen.


4. BBM Satu Harga

Presiden RI, Joko Widodo, menetapkan BBM Satu Harga di tanah Papua. Meski diluncurkan pada bulan Oktober 2016, namun kebijakan ini baru berlaku pada tanggal 1 Januari 2017. Kebijakan ini dibuat untuk memberikan keadilan bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah terpencil, terluar dan terjauh khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini mendapatkan harga bahan bakar minyak lebih tinggi daripada harga di pulau Jawa. Kebijakan satu harga ini mengakibatkan Pertamina harus mensubsidi Rp 800 miliar per tahun. Dwi Soetjipto mengatakan kebijakan tersebut bukan masalah bagi Pertamina untuk keadilan masyarakat Indonesia.


5. Ungguli Laba Petronas

Perolehan laba Pertamina pada tahun 2016 lebih besar daripada Petronas milik Malaysia. Dwi Soetjipto mengatakan, ‎nilai efisiensi yang bisa diraih Pertamina meningkat signifikan. Jika pada tahun 2015 hanya US$ 800 juta, pada bulan November 2016 naik mencapai US$ 2,8 miliar. "Dalam dua tahun fokus dan bisa meningkatkan efisiensi. Tahun lalu US$ 800 juta, sampai bulan November 2016 US$ 2,8 miliar," kata Dwi. Pada tahun 2017, Pertamina menargetkan mampu meraih laba US$3 Milyar.

Dia melanjutkan, dampak dari langkah efisiensi itu Pertamina mampu mendongkrak laba pada akhir tahun diperkirakan mencapai di atas Rp 40 triliun. Perolehan laba tersebut diklaim jauh lebih tinggi daripada Petronas untuk pertama kalinya. Program efisiensi merupakan salah satu program awal yang dijanjikan oleh Dwi Soetjipto pada saat terpilih menjadi Dirut Pertamina pada tahun 2014 lalu.

Pencopotan Dwi Soetjipto Sarat Unsur Politik

Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq

Sumber berita
Berita Indonesia - JITUNEWS.COM
Thread Sudah Digembok
Urutan Terlama
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 12
buset emoticon-Traveller
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di