alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Mata Terkutuk - The Dark Side (REBORN) [TAMAT]
4.59 stars - based on 70 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58896257ded770c0598b4569/mata-terkutuk---the-dark-side-reborn-tamat

Mata Terkutuk - The Dark Side (REBORN)

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 3 dari 62

Part 4 - Tikus Makan Sabun

Beberapa hari kemudian, aku berencana membuat rencana bersama para perencana yang pernah direncanakan oleh para perencana di sekolah. Dan hari itu adalah hari sabtu, dimana yang menjadi tempat berkumpulku, Heri dan Anna yaitu dirumah Anna. Sabtu sore aku sama Heri nyamper ke rumah Anna. Setelah semua berkumpul, kebetulan dirumah Anna sedang tidak ada orang.

Quote:


Aku memperlihatkan foto2 yang telah aku ambil diruang wakasek tempo hari.

Quote:


Kemudian Anna kaget melihat apa yang telah kutunjukkan padanya.

Quote:


KAMI DARI BADAN INTELEJEN RAHASIA TELAH MENGETAHUI BAHWA SALAH SEORANG OKNUM DISEKOLAH INI SUDAH MELAKUKAN TINDAKAN KORUPSI TERKAIT BAJU SERAGAM OLAHRAGA. JIKA ANDA SEBAGAI PEMIMPIN TIDAK INGIN NAMA SEKOLAH INI TERCEMAR, MAKA ANDA HARUS MEMBAYAR UANG TUTUP MULUT SEBESAR 10 JUTA . . . . .


Quote:



*10 menit kemudian


Tidak ada yang berbicara satupun diantara kami, yang kudengar hanya detak dalam detik jam dinding yang ada diruang tamu ini. Tiba2


BRAKKK . . .


Quote:


Setelah diskusi pendek itu, kami semua bubar. Keesokan harinya Anna menyuruh datang kerumahnya, setibanya disana, suasana rumah cukup sepi, tapi ada satu orang sepertinya dia adalah pembantu disini.

Quote:


Anna seperti melamun saat aku mananyakan hal itu.

Quote:


Anna masuk kedalam, aku menunggunya diruang tamu, dan kemudian ia kembali membawa secarik kertas putih, dan isinya adalah surat ancaman yang kemarin kita rencanakan. Aku memperhatikan kata demi kata yang diketik oleh Anna. Dan aku rasa aku sepakat untuk membawanya ke sekolah besok pagi.


*Senin jam istirahat . . . .


Quote:


Karena ruangan ini tertutup, aku hanya menyelipkan amplop ini di bawah pintu.

Quote:



Setelah memberikan surat itu, kita hanya menunggu reaksi kepsek mengenai kasus korupsi ini.


*Sementara itu, diruang kepala sekolah


Pak Bambang (Kepsek): Saya sudah mengetahui semuanya, sebagai kepala sekolah yang normal, bisa saja saya memecat anda, namun itu akan menjadi sebuah pembicaraan yang besar dan merusak nama baik sekolah. Yang saya minta hari ini juga adalah solusi penggantian dana itu.

Quote:



*Beberapa hari kemudian . . .


Aku mendapat pengumuman dari kepala sekolah bahwa kita akan mengadakan wisata alam yang bertempat di daerah Lembang. Acara ini juga bisa disebut acara makrab yang diselenggarakan satu sekolah. Aku melihat pak Asep masih bekerja disekolah ini, namun sepertinya rencana kami berhasil, karena pak Asep sendiri yang mengatakan bahwa kegiatan ini tidak dikenakan biaya, namun tetap tidak memberitahukan tentang kasusnya saat itu.

Quote:



*Hari wisata


Pagi ini, aku sedang bersiap2 untuk mengikuti kegiatan wisata alam dan camping di daerah Lembang. Aku berangkat menuju sekolah bareng Heri. Sesampainya disana, aku melihat beberapa bis. Dari kejauhan, aku melihat seseorang, dia . . . wanita itu, dia . . . adik kelasku. Aku menyukainya sejak SMP dulu. Hanya aku tak berani bilang padanya. Dia mengenakan kerudung berwarna merah, dengan jaket berwarna hitam dan rok putih panjang. Sungguh indah ciptaanMu namanya adalah Sari. Aku mencoba menutup mata kananku lagi, hanya sekedar ingin tau dia seperti apa. Namun sesuatu yang berbeda dari biasanya, aku melihat banyak sekali sosok manusia yang tak lain mereka adalah teman2 disekolahku, ada yang berkepala ular, ada yang kepalanya seperti batu, ada yang tangannya sangat panjang sampai kaki mereka. Namun saat aku melihat Sari, dia benar2 berbeda, disekitar tubuhnya, dia memancarkan cahaya yang sangat terang.

Part 5 - Sebuah Tugas

Namun saat aku melihat Sari, dia benar2 berbeda, disekitar tubuhnya, dia memancarkan cahaya yang sangat terang. Apa artinya, seperti apa dia? Aku tak tahu. Seketika tiba2 ia melihat kearahku, aku langsung menurunkan tanganku, dan beralih memandang sekitar.

Quote:


Setelah semua siswa berkumpul, kita naik ke bis yang sudah dsediakan. Sementara yang lain sudah naik termasuk Heri dan Anna, aku masih sibuk SMS orang tuaku, mengabarkan mereka bahwa aku akan berangkat sebentar lagi. Tiba2 pak Bambang memanggilku

Quote:


Setelah itu pak Bambang memberikan pengumuman bahwa aku akan menjadi ketua dalam kegiatan ini. Astaga . . . kenapa harus aku, aku bahkan tidak tau apa mereka mau menganggapku sebagai ketua. Aku tak tau apa yang bagus dariku, padahal menurutku aku tak pandai2 amat memimpin. Aku masuk ke dalam bis dan duduk di kursi paling depan.


*Dilokasi camping


Kita telah sampai di lokasi sekitar jam 2 siang. Aku kemudian menyuruh beberapa anak untuk berkumpul dilapangan, dan aku langsung memberikan arahan untuk shalat berjamaah dulu. Setelah itu, aku mulai mencoba membagi tugas secara adil pada teman2ku. Akupun tak hanya diam, aku ikut membantu mendirikan tenda bersama mereka. Aku kembali mengumpulkan mereka semua.

Quote:


Aku memanggil beberapa dari mereka yang telah ditunjuk sebagai ketua dari tiap kelas. Aku mengumpulkan mereka agak jauh dari para siswa.

Quote:


Aku kembali berkumpul bersama teman2ku. Mereka langsung memberikan arahan. Aku duduk bersama Heri dan Anna di dekat tenda. Yang ikut acara ini ga terlalu banyak, mungkin hanya 5 kelas yang berjumlah 100 orang saja.

Quote:


Malampun tiba, kami menyalakan api unggun yang sudah dipersiapkan sore tadi. Kami semua duduk mengelilingi api unggun besar itu sambil seseorang memainkan gitar dan kami bernyanyi bersama. Iseng aku memisahkan diri dari rombongan dan duduk didepan tenda. Aku menutup mata kananku, dan lagi2 aku melihat banyak sosok mengerikan dari teman2ku. Aku tau mereka memiliki sifat yang berbeda2. Tapi kenapa bentuk2 mereka harus mengerikan seperti itu. Aku menurunkan tanganku, seketika ada seseorang yang berdiri, dan mereka berdua berjalan kearahku.

Quote:


Aku kembali ke rombonganku, dan aku memanggil beberap ketua dari tiap kelasnya. Mereka adalah Irfan, Dina, Adit, Haikal, dan Rima. Aku menceritakan ini secara diam2 karena aku ga mau ada yang saling tuduh tanpa bukti nantinya. Jadi aku menyarankan agar acara jelajah alam dipercepat.

Quote:


Aku berjalan kembali menuju Heri dan Anna. Aku langsung duduk disamping mereka berdua

Quote:


Aku langsung berjalan ke tenda, dan aku kembali menutup mata kananku, melihat orang2 itu, siapa tau aku mendapatkan petunjuk dari kemampuanku ini seperti saat kasus korupsi dulu. Aku lagi2 melihat orang berkepala tikus, tapi disatu sisi, aku melihat seseorang yang tangannya panjang sampe kakinya. Dalam istilah, panjang tangan artinya pencuri. Apa pelakunya mereka? Aku menurunkan tanganku, dan sosok tangan panjang itu adalah Romi. Dia dari kelas sebelah. Romi memang terkenal usil disekolah, tapi aku sendiri bingung, ga sedikit cewe yang suka sama dia, hanya karena dia anak basket. Kalian tau Slenderman? Mungkin Romi seperti itu dari penglihatanku. Dan sosok berkepala tikus itu adalah Wira. Wira ini setahuku orangnya pendiam, dia jarang bergaul dengan orang lain. Apa benar salah satu diantara mereka adalah pelakunya?


Aku memanggil teman sekelas dari Romi dan Wira. Dan aku meminta izin untuk menggeledah tas mereka mulai dari kelas Wira. Aku cek satu persatu ditemani saksi dari salah satu teman sekelasnya. Dan hasilnya adalah zonk. Aku tak mendapati apapun disitu. Aku berlanjut ke kelas Romi, setelah aku mencari dan mencari, aku melihat sebuah dompet berwarna merah muda dengan gambar sapi didepannya.
Apa ini? Atau Romi suka sapi? Ucapku dalam hati


Quote:


Aku membawa Rey ke Intan

Quote:


Aku menyuruh Intan dan Rey kembali ke rombongan, karena sebelumnya mereka aku tahan hanya untuk menjadikan saksi bahwa gw menggeledah tas siswa. Sesaat aku menyusul rombongan yang melakukan jelajah alam, beberapa dari mereka melaporkan sudah sampai dengan selamat, namun dari kelas 10-A sedang dalam kesulitan. Aku langsung menyusul mereka ke TKP. Saat tiba, aku melihat beberapa orang berkumpul.

Quote:


Sari, apa yang mereka maksud adalah Sari, Sari wanita yg aku sukai?
naroh sendal dulu
Nah... Ini nih yang ditunggu... Kirain Gak Ada Kabar emoticon-Wow
Lanjut dah gan... and numpang Ndeprok di mari gan..
Keep Apdett... emoticon-Peace
Wuwuwu nongkrong sini ahhh, nunguin Sari. emoticon-Kissemoticon-Malu
Ayo lanjutken gan
Jangan kentang gosong seperti yg lain ya gan
Quote:

jangan lupa di gembok, biar ga ketuker emoticon-Ngakak (S)
Quote:

Yoman emoticon-Smilie
Quote:

siap emoticon-Smilie
Quote:

insyaAllah emoticon-Smilie
Nice Story Gan, diupdate selalu ya... emoticon-thumbsup
Quote:


oke inyaAllah emoticon-Smilie
Quote:


Mantap.. emoticon-Smilie, cek kulkas ya Gan.. emoticon-Big Grin

anjay berkepala otong emoticon-Ngakak
Wih baru ngeliat nih thread. Ini fiksi apa nyata gan? Ijin bukmark yak emoticon-Toast

Part 6 - Cerminan Diri

Aku langsung berpencar dengan kelompok kelasnya Sari. Aku bersama seseorang yang tadi, dan dia bernama Agung. Aku mencari kedalam hutan kecil ini bersama Agung. Sambil terus berteriak memanggil nama Sari. Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih 20 menit, aku menyuruh Agung untuk kembali ke rombongan dan memberitahukan peserta lain agar tetap bersama. Dan aku juga memberikan sebuah alat komunikasi HT padanya. Setelah itu aku kembali mencari Sari, melewati pohon demi pohon, bahkan sungaipun aku lewati. Sampai aku menemukan sebuah batu besar yang berada dipinggir sungai, aku melihat seseorang . . ah tidak, ada dua orang. Aku mendekati mereka berdua.

Quote:


Aku langsung menghampiri mereka berdua. Syukurlah Sari tidak apa2. Tapi kenapa perasaanku menjadi tidak nyaman seketika melihat mereka berdua, dan hanya berdua saja di gelap malam ini. Aku melihat Sari dalam keadaan menangis disitu.

Quote:


Sari tersenyum, melihat kearahku dan ke Leo, dan dia kembali tertunduk

Quote:


Aku tak nyaman dengan hal ini, apa benar aku cemburu? Aku merasa sedih, entah hati ini seperti menangis saat melihat kedekatan mereka berdua.

Quote:


Aku berjalan menuju arah sungai, sambil terus memikirkan hal tadi, mungkin aku sedikit terlambat, aku rasa Sari memang akan sulit aku perjuangkan, karena mungkin aku bukanlah kriterianya. Kalau dibandingkan Leo, yang berkulit putih bersih, rambut lurus dan tinggi sekitar 165cm, aku rasa dia memang laki2 yang pantas didekati oleh seorang perempuan.


Aku memandang sungai yang airnya benar2 bening ini, dan bercahaya karena pantulan sinar rembulan yang begitu indah. Langitpun dihiasi oleh banyak sekali bintang yang setia menemani rembulan ditiap malam. Jarang ada banyak bintang seperti ini. Aku melihat diriku sendiri di air, dari pantulan air. Aku ingin tau, seperti apa aku sebenarnya. Aku mengankat tangan kananku dan menutup mata kananku, kemudian aku melihat diriku sendiri.


Aku melihat sosok laki2 normal, ya itu diriku, tak ada yang spesial dariku. Saat aku sedang menatap diriku di sungai, aku melihat sebuah pantulan cahaya yang sedikit menyilaukan mata, aku sedikit lebih condong kedepan, dan aku melihat sebuah cermin di dada bagian kiriku. Aku melihat lebih jelas ketika air itu sudah berhenti bergelombang karena tetesan dari pergerakanku. Dan cermin itu ternyata retak. Aku kembali melihat lebih jelas lagi, dan aku melihat seperti ada mahkota emas yang terpakai diatas kepalaku, entah warna emas atau hitam, penglihatanku sedikit buram.


Aku berjalan kembali ke perkemahan, dan ternyata sudah banyak teman2 disini, apa yang jelajah alam sudah selesai? Mereka semua terdiam begitu melihatku datang menghampiri mereka.

Quote:


Aku kaget begitu mendengar itu, aku memang lupa mengabarkan mereka, tapi aku tau bahwa waktu yang kulalui tadi tidaklah lama, mungkin hanya sekitar 15 menit saja, tapi semua mengatakan bahwa aku sudah lama pergi.

Quote:



*BUGGGHH


Sebuah pukulan mendarat di pelipis mata kiriku, tapi kalian tau apa yang kurasakan? Aku tak merasakan sakit, aku hanya merasa seperti ada angin yang meniupku secara paksa.

Quote:



*BUGGGHH Romi kini memukul pelipis kananku


Kali ini aku benar2 merasakan sakit, sambil bisa membuatku terjatuh.

Quote:


Kemudian Romi pergi, aku berdiri kembali dibantu Anna yang berlari menghampiriku

Quote:


Aku kembali berjalan ke tenda, sambil menyuruh anak2 yang lain bubar. Saat aku di tenda, aku bisa mendengar orang2 diluar ada yang sedang membicarakan aku dan Romi. Dan ada dari mereka yang bertanya pada Intan. Namun aku tak mempedulikan mereka, selama mereka tak berbuat hal yang menyimpang. Aku terlelap dalam tidurku, hingga aku mendengar suara Adzan dari HPku, menandakan bahwa subuh telah tiba. Aku langsung mengambil air wudhu dengan satu botol besar yang kugunakan sebagai air wudhu. Setelah itu aku melaksanakan shalat subuh dengan agak terpisah dari tenda. Setelah shalat, aku melihat seseorang yang sedang duduk di depan api unggun yang masih menyala sedikit. Dan tak salah, bahwa itu adalah Sari

Quote:


Aku melihat wajahnya yang mulai memerah lagi

Quote:


Aku berlari menjauh dari Sari dan menuju sungai. Kali ini semua rasa cemburu itu telah terganti menjadi rasa bahagia karena untuk pertama kalinya, Sari mau ngobrol denganku, setelah sekian lama entah kenapa tadi aku merasa ringan untuk menyapa Sari. Aku sampai di sungai dan iseng2 aku menatap diriku dariu pantulan air. Aku pun mencoba menutup mata kananku lagi. Dan aku melihat kini cermin itu telah kembali utuh, apa ini merupakan perasaanku? Aku melihat lebih jelas bahwa mahkota itupun kini tepat ada diatas kepalaku dengan berwarna emas mengkilap. Dalam cermin itu tak hanya utuh, di cermin itu aku melihat sesosok wanita yang bercahaya, tapi siapa dia? Cahaya itu begitu terang sampai aku kesulitan mengenalinya, tapi aku mendekati wajahku, melihat bahwa bayang2 itu seperti Sari.
menarik ni critanya
Quote:

oke emoticon-Big Grin nuhun emoticon-Big Grin
Quote:

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:

baca aja gan emoticon-Smilie
Quote:

semoga terhibur emoticon-Smilie

Part 7 - Teka Teki

Dalam cermin itu tak hanya utuh, di cermin itu aku melihat sesosok wanita yang bercahaya, tapi siapa dia? Cahaya itu begitu terang sampai aku kesulitan mengenalinya, tapi aku mendekati wajahku, melihat bahwa bayang2 itu seperti Sari.


Acara camping ini telah selesai, aku sedang mempacking barang2ku, dan bersiap2 untuk kembali pulang. Yang menjadi tujuan kami selanjutnya adalah sekolah, agar lebih mudah mengkoordinasinya. Kami semua berangkat sekitar jam 11 siang. Selama perjalanan aku mendengarkan radio dari HP menggunakan headsetku. Tiba2 aku kembali terfikirkan mengenai pandangan diriku. Saat aku melihat diriku memiliki cermin dengan ada bayang2 seorang wanita di cermin itu yang agak sulit aku lihat.


Saat aku sedang mendengarkan radioku. Ceramah ini membahas tentang hadist2. Sampai suatu ketika di radio aku mendengarkan bahwa "Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: lemah lembutlah, berjalanlah, giringlah dengan pelan-pelan bersama gelas-gelas kaca. (Hr. Bukhari muslim) arti gelas2 kaca disini adalah wanita. Krn perasaan mereka itu sensitif. Hati mereka mudah sakit dan pecah. Para wanita disamakan dengan gelas kaca karena cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, mudah fikirannya berubah. Layaknya gelas kaca mereka sangat cepat pecah dan tidak dapat menerima perlakuan kasar dan keras"


Sesampainya kami disekolah sekitar jam 12:30 siang. Dan waktu itu sudah menunjukkan waktu dzuhur telah terlewat. Aku langsung berjalan ke masjid untuk melaksanakan ibadah shalat dzuhur. Banyak siswa juga yang memilih shalat berjamaah disekolah. Setelah shalat, aku kembali melihat sekeliling menggunakan mata kiri. Aku menutup mata kananku. Beberapa sosok baru yang aku lihat saat ini, ada yang berkepala seperti keledai, ada yang kakinya terbakar dan sepertinya dia sedang menghampiriku. Aku melihat bahwa dia adalah Leo. Apa maksud dari pandanganku tengan Leo? Aku tak mengerti.

Quote:


Singkat cerita Leo pergi meninggalkanku, aku tak mengerti apa yang dimaksud Leo. Memang kenapa jika aku dekati Sari? Toh ga ada rumor bahwa Sari tengah memiliki pacar. Sudahlah, lebih baik aku juga pulang kerumah.


*Beberapa hari kemudian


Aku terbangun dari tidur lelap semalam. Badan ini terasa pegal karena wisata kemarin, dan sepertinya efeknya baru terasa sekarang. Aku langsung mandi dan shalat subuh, setelah itu aku bersiap2 untuk berangkat sekolah.

Quote:


Aku duduk dimeja makan bergabung bersama ayah dan Karna. Ayah sedang sibuk2nya membaca koran sedangkan Karna sedang sarapan dengan lahapnya. Iseng2 aku membuka HP dan login facebookku. Aku melihat grup sekolahku, dan banyak yang memposting foto2 saat camping kemarin. Dan aku melihat satu foto yang menarik perhatianku. Dimana terdapat foto Leo dan Sari berdua. Tanganku mulai terasa lemas melihat foto itu. Dan ternyata seseorang menandai Leo, aku membuka profilnya.

Quote:


Aku menutup HPku dan belum sempat melihat beberapa foto Leo. Aku berangkat ke sekolah dengan jalan kaki. Singkat cerita aku sudah disekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Selesai jam pertama, aku mulai melanjutkan perjalanan di jam kedua. Jam kedua ini tidak ada guru yang datang. Siswa2 dikelasku berdiri dibalkon melihat orang2 yang sedang berolahraga.

Quote:


Aku langsung beranjak berangkat ke masjid yang ada disekolahku. Dan langsung melaksanakan shalat sunnah. Setelah shalat, aku melihat kembali keluar dengan mata kiriku. Astaga ! ! ! kenapa jadi seperti ini, aku melihat beberapa sosok manusia berkepala keledai, kemarin aku hanya melihat satu orang, apa mereka memiliki kepribadian yang sama? Tak mungkin, tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda2. Aku mulai bingung apa artinya. Kebetulan dimasjid ada guru agamaku yang sepertinya baru selesai juga melaksanakan shalat sunnah. Aku tanyakan saja pada beliau

Quote:


Aku berjalan keluar dan menemani Anna di kantin seperti yang tadi kubilang. Anna memesan makanan di kantin, aku hanya terdiam menunggunya dimeja.

Quote:


Selang waktu berlalu, aku terus mengobrol dengan Anna dikantin. Ternyata Anna suka baca buku, apalagi buku2 novel, dia suka banget. Aku perhatikan Anna tak kalah manis dan cantik dengan Sari. Bukan maksudku untuk membandingkan mereka berdua. Anna adalah sahabatku. Anna dan Heri lah sahabat dekatku.


*Malam harinya setelah shalat Isya


Aku sedang mengikuti pengajian di madrasah dekat rumah. Acara ini dihadiri oleh beberapa orang, ada juga remaja yang memang selalu mengikuti pengajian disini. Aku mendengarkan ceramah di masjid itu. Beliau membicarakan tentang shalat, dimana beliau menjelaskan apa arti dari manusia berkepala keledai itu. Dan aku mendengarkannya.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ أَوْ أَلَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يَجْعَلَ اللهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ أَوْ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ

Artinya : Bersabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam : “Tidakkah salah seorang dari kamu takut atau hendaklah salah seorang dari kamu takut apabila mengangkat kepalanya mendahului imam bahwa Alloh akan mengubah kepalanya seperti kepala keledai (Himar) atau mengubah rupanya menjadi rupa keledai (Himar).” [HR. Bukhori (No.650) & Muslim (No.647)]

Ah sekarang aku mulai mendapat sebuah pengetahuan baru, mungkin sosok2 itu adalah benar seperti apa yang telah diceritakan oleh pendakwah. Aku harus lebih berhati2 dalam melaksanakan shalat berjamaah. Setelah acara selesai, aku tengah bersiap untuk pulang, saat aku sedang berjalan, aku melihat Sari yang baru saja keluar dari masjid.
Wah gan netra balik lagi, ijin nenda gan...
Quote:


yoi emoticon-Big Grin
Oowwhhhh ga ada yg nggembok nih page, pantesan belom update2
oke lah ane yg gembok klik....
Silahken dilanjutken gan....
Kemampuan penglihatan mata indigo beda2 y..nice share Gan Netra..d lanjut ceritanya y..
Halaman 3 dari 62
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di