alexa-tracking

Kepastian [Chapter 40: Kepastian,End]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58838268ded77056778b456d/kepastian-chapter-40-kepastianend
Kepastian
Doa bisa mengubah segala nya. Doa adalah cara kita ber-demokrasi bersama tuhan.

Assalamualikum, Wr.Wb. sebelumnya perkenankan ane untuk sharing tentang pengalaman pribadi ane.
ini postingan pertama ane pada forum SFTH, setelah sekian lama menjadi SR emoticon-Wink


:welcome

motivasi saya untuk menuliskan kisah pribadi saya :

Quote:Saya tidak pandai bercerita dan menuangkan sesuatu moment yang tidak akan terlupakan dan masih saya perjuangkan hingga saat ini,melalui media tulisan. Tetapi mengapa saya memutuskan untuk menuliskan ini semua? Hanya karena saya ingin meluangkan segala gundah menjadi sebuah karya yang bisa disimpan atau dikemudian hari bisa saya ceritakan kepada seseorang yang sedang saya perjuangkan entah beberapa puluh tahun lagi, entah mendapatkan respon positif atau tidak dianggap sama sekali saya tidak peduli.

Ini menjadi bukti otentik komitmen saya terhadap apa yang sudah saya janjikan kepadanya. Se enggaknya saya bisa katakan kepadanya jika memang perjuangan ini berhasil. “lihat saya benar-benar mencintai anda dan memperjuangkan semuanya sejak lama, kaskus tidak mungkin meng-edit sebuah tanggal atas suatu postingan,honey”.


Prolog :
Quote:
Kepastian [Chapter 40: Kepastian,End]
Cerita ini saya awali ketika saya lulus dari SMA dan melanjutkan kuliah sambil bekerja. Jadi cerita ini adalah awal bagaimana saya meniti karir dan mengerti sebuah kehidupan yang sebenarnya bersama dia. Okay gan dia dalam cerita ini adalah hani, dan saya dalam cerita ini adalah ario. Cerita ini mungkin sangat klasik , tapi ini adalah true story yang saya alami dan masih saya alami sampai sekarang jelasnya masih saya perjuangkan.


Rules :
Quote:niat saya dari awal hanya ingin menuangkan kegundahan hati saya melalui sebuah cerita. dan akan menjadi saksi sejarah dikemudian hari bagaimana saya akan terus memperjuangkannya.emoticon-Smilie
jadi gak ada rules, cukup sopan santun saja dan saling menghargai gan. :terimakasih

saya gak berani janjiin akan update setiap hari. tapi saya pastikan cerita ini akan berlanjut setiap minggunya minimal 2 chapter.:belumtidur


Index :


Semoga suka dan dapat mengisi waktu agan sekalian dengan mendapatkan manfaat dari apa yang sudah ane share.
Walaikumsalam Wr.Wb.


Quote:Original Posted By AARMY
Akhirnya bisa tamat juga emoticon-Big Grin

terimakasih banyak untuk agan2 semua yg apricated dan udah mau meluangkan waktu ngikutin kisah ane dimari..

semoga mendapat manfaat dari apa yg udah ane share emoticon-Angkat Beer

see you in another story, wish you all the best.. emoticon-shakehand



:terimakasih

Chapter 1 : Sampai Kapan?

:welcome

Soundtrack emoticon-Wink
Spoiler for Playlist:


Setelah 5 tahun menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, saya baru sadar dan mulai melihat kedepan, bahwa ini bukanlah “cinta monyet” atau hanya nafsu yang menjadi pegangan dan kecemburuan menjadi sebuah pijakan.

Ini adalah komitmen dalam menggapai sebuah angan yang sudah kita lewati belakangan tahun ini. Namun ketakutan atas status religion yang kita imani selalu menghantui, terkadang sebagai alasan bagi sebuah pesimisme masuk dan mengusik sebuah ketenangan optimisme akan suatu impian.

Selama ini kita selalu mengesampingkan tentang kepercayaan kita, kita selalu hanya yakin dan optimis pada satu perjuangan kita untuk sama-sama terus berjalan dan menunggu sebuah miracle.
Sore itu sehabis melaksanakan shalat ashar, Lost stars-nya Maroon 5 tiba-tiba berbunyi. Nomor cantik 10 digit itu blm pernah menghubungi ku sebelumnya.


Quote:
“assalamualikum, selamat sore. Dengan siapa saya berbicara?” sap saya menjawab telepon.

“walaikumsalam, ini dengan ario tunggal muhammad” balasnya.

“betul pak, saya sendiri”

“saya deni mas,bisa datang interview hari senin besok pada jam 10 pagi ?” ujarnya kembali dengan padat dan jelas.

“oh tentu mas, saya akan datang.terima kasih atas kesempatan yang diberikan” jawab saya penuh bahagia.

“oke mas, nanti silahkan tanya pada receptionist dan bertemu dengan saya, deni sumarno” lanjutnya kembali seraya menutup telepon.



Singkat cerita saya dengan background yang hanya lulusan SMK tetapi bermodal nekat melamar kerja melalui email dengan requirements D3/S1. Sangat gila menurut saya mengingat apa yang ia sarankan benar dan menjadi kenyataan.

Bukan hanya sekedar sampai pada tahap interview bahkan sampai saya diterima kerja diperushaan tersebut. saya yang sempat frustasi ketika masa menunggu perkulihaan mulai dan mencari pekerjaan untuk lulusan SMK.

Saya tidak percaya diri karena sekian banyak lowongan kerja yang ada pada website-website pencarian kerja mencantumkan requirements setingkat D3 dan S1, sangat jarang yang membolehkan SMK dengan label fresh graduate, minimal SMK dengan pengalaman 2-3 tahun.

Namun hani memberikan saya saran untuk tidak mencari lowongan kerja dengan melihat requirements nya tetapi melihat skill yang dibutuhkan perusahaan dengans skill yang saya miliki. saya sempat tidak setuju dengan apa yang hani sarankan karena bertentangan dengan logika saya. Logika saya tidak memungkinkan bahwa HRD sebuah perusahaan melanggar requirements yang mereka iklankan sendiri.

Namun terbukti bahwa semuanya tidak harus berdasarkan logika. Saya mengalami sendiri dan saya semakin yakin bahwa hani adalah yang saya butuhkan bukan yang saya suka atau yang saya inginkan. Butuh dan ingin adalah sesuatu yang beda.

Saya menajalani pekerjaan saya dengan penuh semangat dan sangat fokus untuk terus belajar pada senior-senior saya dibidang pekerjaan telekomunikasi ini. Bisa dibilang hidup saya hampir 80 persen bekerja dan 20 persen menikmati hidup.

Hani tidak pernah mempermasalahkan itu dan dia selalu mensupport apa yang saya kerjakan,sambil mengkritik dan memberikan arahan atas apa yang saya kerjakan. Mulai dari saran dia yang menurut saya impossible itu menjadi kenyataan, sekarang ketika saya dihadapkan dengan masalah kerjaan ataupun keputusan-keputusan sulit yang memerlukan sebuah keputusan adil.

Saya selalu diskusikan itu dengan hani, karena ada hal-hal yang tak bisa diputuskan hanya melalui logika. Saya tidak mempunyai kapasitas yang mumpuni akan hal itu, sedangkan hani ada dan saya menyadari itu. Kita saling melengkapi satu sama lain.

Saya berkuliah diperkuliahaan khusus karyawan, jadi tidak ada beban yang khusus untuk jadwal kuliah atau pun tugas-tugasnya. Serta tidak ada aktif-aktif dalam keanggotaan mahasiswa seperti mahasiswa lainnya. Beda dengan hani, saya memang mengenal dia sebagai seseorang yang sangat aktif untuk organisasi.

Dari semenjak SMA dia selalu aktif didalam berbagai kegiatan organisasi dan tidak hanya aktif sebagai anggota, dari kebanyakan organisasi yang dia ikuti dia selalu menjadi ketua atau bagian penting dari organisasi. Beda dengan hani yang tidak mempermasalahkan kesibukan saya bekerja.

Saya banyak mempermasalahkan kesibukannya dalam berorganisasi, tak lain tak bukan sebenarnya karena saya cemburu melihatnya sering berhubungan denga banyak laki-laki. Hani seorang wanita yang sangat tau bagaimana menarik perhatian laki-laki dengan penampilannya maupun kata-katanya. Dia seseorang yang sangat supel, cepat bergaul dan bisa beradpatasi dengan cepat disegala kalangan.

Saya banyak belajar dari hani bagaimana menarik perhatian anggota dan cara untuk menarik hati serta pikiran sebuah komunitas atau kelompok dalam mengikuti apa yang kita misikan. Hani sangat paham saya adalah seorang intervoert yang tidak terlalu banyak mempunyai teman, serta tidak terlalu pandai bergaul.

Hani sangat pintar memposisikan dirinya ketika dalam berorganisasi ataupun ketika ia sedang bersama saya. dan dia selalu berhasil meredam rasa cemburu saya yang tidak pernah saya tunjukan terlalu ekspresional, dia selalu menjelaskan sesuatu hal secara teransparan detail dan jelas.

Hani tau apa yang saya mau tau atas dirinya. hani tau cara menjelaskan sesuatu kepada saya, hani sangat paham dan mengenal saya sebagai seorang introvert yang tidak terlalu suka atas hal yang bertele-tele.

Hari ini saya ada kegiatan keluar kota bersama general manager saya.kita berangkat dari kantor menuju bandung sekita jam 10 malam untuk menghindari macet. Didalam mobil Gm saya pak irfan banyak sharing-sharing tentang kehidupan, jelasnya kita banyak membahas tentang kehidupan mulai dari cara menyikapi sesuatu sampai dengan hal cinta.

Ini yang membuat saya kagum dengan pak irfan, tidak hanya menjadi panutan dalam bekerja tetapi pak irfan sering sekali sharing tentang sesuatu yang banyak bisa kita dapat pelajaran darinya.pembahasan semakin hangat ketika pak irfan bertanya tentang hani.


Quote: “hey yo, ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar kan ya?” tanyanya santay sambil menengguk secangkir kopi.

“iya pak” jawab saya santay sambil tetap fokus menyetir.

“iya apa?” tanyanya kembali sambil senyum.

“iya ada pak pacar” jawab saya datar.

“kamu itu aneh, punya pacar kaya tidak bahagia gitu. Sudah berapa lama yo?”

“hehe ya masa mesti teriak-teriak pak. Sudah sekitar 5 tahun pak” jawab saya mencairkan suasana

“wah, itu pacaran apa kredit mobil yo?” ujarnya diikuti tawa.

“KPR pak” jawab saya membalas candanya.

“sudah serius banget ya. Orang mana yo, kok gak pernah kamu bawa kekantor” sepertinya

pak irfan mulai kepo,hehe.

“betul pak. Campuran pak, ayahnya jawa ibunya batak”

“mesti cantik ya.siapa yo namanya, biar tak follow di instagram”

“hahaha. @hanikristiani pak”

“walah, kristen toh?” pak irfan mulai serius.

“iya pak”

“orang tuamu tau yo?” perbincanga mulai serius.

“belum pak, saya belum berani. Orang tua saya sangat kental agamanya. Kakek saya salah
satu toko agama ditempat sekitar”

“sampai kapan?”


Saya terdiam, memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan pak irfan. Karena memang saya belum mempunyai jawaban akan hal itu.dia masih menunggu saya menjawabnya, dan meneruskan.

Quote:“gini yo, aku Cuma kasih kamu explain. Kamu jalan naik mobil, jalan terus.
Isi bensin iya, keluar cost kan. Capek iya. Tapi kamu gak tau mau kemana dan gak tau kapan harus berhenti?”
pak irfan memberi contoh case.

“baik pak akan saya pikirkan”
jawab saya datar mengisyaratkan tidak ingin melanjutkan pembahasan mengenai saya dan hani.


High Hopes-nya Kodaline menemaniku malam itu, sedang pak irfan sudah terlelap lelah.indahnya jalan layang pasupati sudah menyambutku dengan gundah yang dibuat oleh pak irfan dengan pertanyaannya, sampai kapan?.

Sudah hampir sekitar 60 hari saya dan hani tak bermalam mingguan ria seperti pasangan-pasangan bahagia lainnya. Seperti biasa hani dengan antusias mencoba mengkorek saya untuk bercerita tentang apa yang sudah saya capai beberapa pekan terakhir ini dalam pekerjaan. Saya mulai bercerita tentang bagaimana saya berhasil me-manage tim untuk menyelesaikan sebuah dead-line yang sangat penting dalam keberlangsungan project.

Sampai saya mengetahui hal baru tentang bagaimana sebuah project bisa didapatkan didalam sebuah perusahaan melalui proses tender dan juga sedikit entertaint kepada orang dalam yang sudah menjadi budaya kotor kita.

Awalnya saya sempat heran dengan fenomena itu, saya mengira bahwa pencapaian terdahulu perusahaan lah yang membuat mereka bisa mendapatkan tender-tender besar sebuah project yang dilelang. Ternyata keterikatan permainan orang dalam sangat besar pengaruhnya dalam men-seleksi peserta tender.akhirnya kita saling berdiskusi tentang hal itu sampai akhirnya kita melupakan keromantisan yang seharusnya kita bangun.


Setelah selesai bercerita tentang pencapaian apa yang sudah saya capai selama beberapa pekan terakhir.giliran hani menceritakan bagaimana kesibukan organisasi yang ia pimpin saat ini.

Ia bercerita bagaimana susahnya me-manage jadwal antara jam kuliah serta organisasi, belum lagi ditambah hani ditawari beberapa tawaran les untuk tingkat menengah maupun karyawan.

Background hani adalah seorang akuntant pada saat tingkat menengah, karena ketika seleksi pendaftaran kuota untuk melanjutkan apa yang sudah ia pahami sewaktu belajar ditingkat menengah sudah habis, dan ia ditawari jurusan pendidikan bahasa mandarin oleh universitas tersebut.

Setelah dengan pertimbangan yang matang serta berdiskusi dengan saya dimasa lampau, akhirnya hani mengambil chances tersebut.
Dan seiring berjalannya waktu hani menikmati jurusan itu dan mendapat banyak keuntungan,selagi SDM untuk bahasa mandirin masih minim, ia mendapat tawaran untuk les dimana-mana dengan bayaran yang tidak sedikit.

Namun saya memberikannya pilihan, fokus ke organisasi dan kuliah, atau fokus kuliah dan mengajar. Karena ketika ketiganya itu dilakukan dalam logika dan hitung-hitungan waktu saya tidak bisa terima dan melihat hani melakukan ketiga kegiatan tersebut dari mulai matahari terbit hingga sampai tengah malam.

dan seperti biasa hani yang sangat tahu bagaimana cara menghandle saya, memberikan penjelasan yang bisa saya mengerti dan dapat saya pahami. Bukan berarti hani tidak mengindahkan apa yang saya sarankan, dia selalu mendengarkan dan menjalankan apa yang saya sarankan kepadanya selagi itu untuk kepentingan kita bersama.

namun hani selalu mencari jalan tengah terbaik atas berbagai pilihan agar semuanya baik dan bisa menerima. Itulah mengapa saya sangat membutuhkannya, she is a good decision maker.
Malam semakin larut , para pasangan lain sudah mulai meninggalkan tempat kopi langganan saya dan hani.

Susana seketika hening dan mulai dingin, kita sampai lupa waktu dan tidak sadarkan diri sudah mengobrol selama berjam-jam, dengan penuh rindu dan kasih serta bangga mengetahui bahwa setiap harinya rasa cinta kita semakin menguat.

Rasa saling membutuhkan kita semakin bertambah, dan rasa ketakutan akan sebuah kata kehilangan pun semakin menguat, hari demi hari. Diperjalanan pulang menuju rumah hani, dari atas motor ia memeluk saya dengan erat penuh kelelahan. Kita tidak banyak berbincang verbal diperjalanan pulang, kita berbicara banyak tentang kerinduan dan sebuah kehangatan dalam dinginnya malam.

Setibanya dirumah hani, seperti biasa mamah papahnya menyambut hangat serta menanyakan kaba saya bagaimana sehingga jarang terlihat belakangan ini.terlebih papahnya, saya sangat akrab dan hangat dengan beliau, ada beberapa pandangan kita yang se-ideologi.

dan keluarganya hani sama sekali tidak mempermasalahkan status agama saya. dia mengetahui saya merupakan soerang islam yang taat, begitupun mereka. Saya sangat mengenal bagaimana papahnya hani adalah seorang pastur digereja yang ia bina.dan hani menjadi salah satu pengurus pemuda-pemudi kristen.

Kedua latar belakang yang sangat mencolok itu membuat berbagai kalangan, mulaid dari sahabat-sahabat terdekat saya dan hani heran serta kagum. Bagaimana background keagamaan saya dan hani yang begitu kuat bisa menjalin kasih yang begitu indah dan begitu lama.hani selalu mengingatkan saya untuk beribadah tepat waktu, sebab itu menjadi tolak ukur hani sebagai seorang yang beriman kepada tuhan, hani mengatakan.

Jika saya saja bisa melupakan tuhan saya dan tidak cinta serta kasih kepada tuhan saya, bagaimana ia yakin bahwa saya akan menjaga serta mencintainya.tidak pernah sejengkal pun saya ataupun hani mengganggu keimanan kita masing-masing yang sangat kuat, tidak pernah.

Kita selalu support satu sama lain, tidak jarang saya mengantarnya untuk beribadat ke gereja, dan tidak jarang pula hani menemani saya ketika melakukan ibadah dimasjid atau mushola ketika kita sedang jalan bersama.saya sangat nyaman atas apa yang telah terjadi dan sangat berterima kasih atas apa yang telah terjalin.

Setelah berbincang mengenai kabar masing-masing, papahnya hani memberikan waktu untuk saya dan hani berdua. Dengan alibi dirinya ingin melanjutkan acara tinju ditelevisi yang sangat ia gemari.saya sudah mempersiapkan pembahasan pokok menutup malam yang romantis ini.dan pemabahasaan pokok itu adalah buah hasil dari pertanyaan pak irfan.

Quote:“ada hal yang sangat mengganggu pikiranku belakangan ini han” ujar ku tenang menikmati teh hangat suguhan mamahnya.

“apakah itu, bukankah tadi kamu sudah ceritakan semuanya?” jawabnya memperhatikan

“belum semua”

“baiklah, I’ll be listen carefuly”

“dimulai dari perjalanan dinasku 2 hari terakhir bersama pak irfan ke bandung
pada acara gathering pimpinan pemenang tender project infrastuktur telekomunikasi regional jawa barat.
Diperjalanan pak irfan sedikit mengorek tentang bagimana kamu.
Aku menceritakan bagimana kita, lalu pak irfan sedikit memberikanku wejangan.
Belia memberikan contoh kasus, kita menaiki mobil, berjalan, mengisi bensin.
Keluar cost, lelah, tetapi kita tidak tahu akan kemana dan tidak tahu kapan harus berhenti.”
saya sedikit mengatur nafas dan menatapnya dengan penuh kegelisahaan.

“dan pernyataan yang sangat mengganggu ku adalah , Sampai kapan?.” Ujar saya melanjutkan

Hani terdiam, dan hanya menatapku. Tidak melontarkan tanggapan apapun.tidak seperti biasanya.ia seperti tidak bisa memberikan jawaban atas pernyataanku.

“lalu, bagaimana menurutmu?”saya melanjutkan bertanya seraya menggenggam tangannya.

“entahlah, untuk saat ini aku tidak ingin berakhir. Aku tetap ingin berjuang bersamamu. Apapun nanti hasilnya, kamu, kita mengetahui kita telah berjuang.”

Jawabnya seraya langsung memelukku dan mentiskan air mata.

“han, maafkan aku” ujar saya menangkan dan mencairkan suasana.


Malam romantis itu ditutup dengan haru. Haru akan sebuah rindu dan ketidak pastian menjadi padu.malam itu ketidakpastian menang akan suatu perjuangan yang didominasi kepesimisan.namun saya danhani selalu percaya bahwa proses tidak akan pernah membohongi hasil. Kita masih terus didalam proses, dan pertanyaan sampai kapan terus menghantui.

:terimakasih
nenda dulu gan emoticon-Toast
siap gan, semoga manfaat. emoticon-shakehand
ijin nenda bree...
sekedar saran aja bree, per paragraf nya jangan terbanyak ane yang baca liwat hp jadi keliatan mepet banget bree..emoticon-Embarrassment

maaf bree cuman saran aja emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By Bregez
ijin nenda bree...
sekedar saran aja bree, per paragraf nya jangan terbanyak ane yang baca liwat hp jadi keliatan mepet banget bree..emoticon-Embarrassment

maaf bree cuman saran aja emoticon-Malu (S)


Ikutan setuju sama Mastah Pejwan emoticon-Peace
Mungkin yang dimaksud sama Kakahanda Bregez adalah banyakin Enter aja Gan, supaya tampilan paragraf nya ga terlalu mepet emoticon-linux2
Lanjut Gan, semoga apdetan nya lancar, sampe ceritanya selesai emoticon-thumbsup
Dan mudah2an bisa lejen kayak Trit nya Gan Ndunkz emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By Bregez
ijin nenda bree...
sekedar saran aja bree, per paragraf nya jangan terbanyak ane yang baca liwat hp jadi keliatan mepet banget bree..emoticon-Embarrassment

maaf bree cuman saran aja emoticon-Malu (S)


siap bre laksanakan emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Ikutan setuju sama Mastah Pejwan emoticon-Peace
Mungkin yang dimaksud sama Kakahanda Bregez adalah banyakin Enter aja Gan, supaya tampilan paragraf nya ga terlalu mepet emoticon-linux2
Lanjut Gan, semoga apdetan nya lancar, sampe ceritanya selesai emoticon-thumbsup
Dan mudah2an bisa lejen kayak Trit nya Gan Ndunkz emoticon-Malu (S)


siapp bree :terimakasih

Dilema antara bangga dan kecewa

:welcome

Sejaak saat itu kita memutuskan untuk tidak lagi membahas pertanyaan sampai kapan-nya pak irfan. Biarlah kita nyaman berjalan dalam ketidakpastian dan kegundahan akan sebuah hasil yang masih semu.kita tetap percaya bahwa hasil tidak pernah berkhianat akan sebuah proses.


Tahun ini adalah tahun kedua saya bekerja menjadi kordinator lapangan sebuah perusahaan telekomunikasi. Banyak pelajaran yang saya dapat, mulai dari mengendalikan tim lapangan. Mendengar keluh kesah curhatan para tim field engineering. Serta para ormas-ormas yang sangat “bersahabat” ketika dilapangan. Dan sudah setahun terakhir ini pula kinerja pak wijaya supervisor project kita dipantau oleh pak deni sumarno general manager HRD.sudah menjadi isu hangat internal kita bahwa pak wijaya seperti mempunyai project lain diluar perushaan dan sangat acuh kepada tanggung jawabnya men-supervisi tim. Saya tidak pernah ambil pusing akan masalah itu, istilahnya saya tidak pernah memikirkan isu itu, tidak mau ambil pusing. Walau banyak yang bilang saya bekerja double-job.


Banyak yang mencibir saya juga bahwa saya dinilai ingin cari perhatian dan mengambil posisi pak wijaya. Saya tidak gubris semua omongan teman-teman yang mencibir, saya selalu kordinasi dengan pak wijaya dan bahkan tak jarang pak wijaya sendiri yang menyuruh saya menyelesaikan pekerjaannya, walau saya menjawab bukan kapasitas saya. pak wijaya selalu beralibi memotivasi saya disamping dia ada project diluar yang hanya saya dan dia yang mengetahui. Tapi sebagai bawahan, saya nurut saja apa perintah dia. Saya tidak pernah memberitahu siapapun tak terkecuali pak irfan, bahwa pak wijaya memang benar memiliki project sendiri diluar kewajibannya sebagai supervisor project.


namun lambat laun, bangkai tetap tercium, entah darimana isu tak sedap itu selalu menjadi topik hangat perbincangan internal, ketika terjadi case-case yang tak sesuai dengan prosedur.tak sedikit juga banyak yang iri dengan divisi saya, karena mereka menilai divisi yang saya kerjakan sekarang seakan kosong dari pantauan, gampangnya (gak ada yang mengawasi kinerja kita). Bahkan tim FI (field engineering) banyak yang sakit hati mendengar seperti itu. Mereka yang mencibir kita tidak pernah tau rasanya lelahnya menjadi bagian maintaince. Bagaimana seharusnya kita melakukan kegiatan normal jam kerja seperti kebanyakan orang dan seperti apa yang tercantum pada surat perjanjian kerja ktia langgar. Tanpa lembur tanpa memikirkan apapun, kecuali satu. Menjaga nama baik perusahaan terhadap konsumen serta tanggung jawab pekerjaan.


Saya selalu angkat jempol kepada tim, karena dedikasi mereka yang sangat loyal dan tinggi. Secara teknis dan kemampuan, mereka memang tidak teoritis seperti divisi-divis lain dikantor. Tetapi merekalah yang menjalankan apa yang para orang teoritis bicarakan. bahkan setingkat pak irfan pun tidak berani berdebat jika sudah membicarakan teknis dengan tim FI.


Saya banyak mendapat saran dari hani untuk bagaimana bersikap didalam kerjaan saya saat ini, dia menyarankan saya selalu bersikap sebagai bawahan dihadapan tim FI. Dan itu saya terapkan, hasilnya tim FI sangat respect kepada saya, saya selalu memposisikan diri saya sebagai pelajar dihadapan tim FI, walau dalam struktur organisasi mereka adalah bawahan saya. bahkan banyak dari candaan mereka yang menyindir saya. “wah saya takut nih, pak ario gantiin pak wijaya. Nanti gak ada korlap yang se-asik pak ario lagi, dan tim menjadi terasingkan seperti dulu, tak dianggap.” Saya hanya tersenyum mendengar ocehan seperti itu. Karena ada beberapa moment dimana memang saya berdebat dengan divisi lain tentang hak tim FI yang sering dikesemapingkan dan tidak dianggap saya selalu marah.


Dan bahkan mempertaruhkan jabatan saya ketika saya berdebat dengan ibu fitri selaku project manager divisi aktifasi. Dia sering marah dan mengeluh kepada kinerja tim divisi kita, karena banyaknya problem yang terjadi atas aktifasi yang tim mereka lakukan. Dan saya membeberkan beberapa fakta yang saya temukan, awalnya saya tidak mau menyudutkan tim-nya bu fitri yang memang jauh dari kapasitas rapih. Namun bu fitri yang menjual, dan saya membeli, hehe.


Setelah perdebatan itu, pak irfan mulai melihat saya dan bu fitri merasa tersaingi. Saya tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk menyaingin bu fitri. Kalau saja dia tidak memulai itu, mungkin kebobrokan tim-nya bu ftiri tidak pernah saya umbar ke management. Tetapi positifnya, sejak saat itu bu fitri bebenah, memperbaiki kinerja tim. Dan lebih galak terhadap tim intenal-nya sendiri daripada menyalahkan tim saya. dan itu memperbaiki sistem secara keseluruhan. Istilahnya sebelum terjadi perdebatan itu, tim saya selalu lembur hampir 5 kali dalam seminggu. Sejak bu fitri membenahi divisinya, tim saya hanya 2-3 kali lembur sampai malam dalam seminggu, dan itu terjadi bukan karena aktifasi baru. Melainkan user-user lama yang memang sudah sewajarnya terjadi problem jaringan.


Sejak saat itu pula saya tak mengerti, pak irfan mulai mengenali saya dengan sistemyang lebih ekslusif, seperti bagaimana cara mendapatkan project. Bagaimana mempresentasikan sebuah project. Saya seakaan dibimbing menjadi account manager sebuah perusahaan. Saya tak ambil pusing, karena orientasi saya bukan mencari jabatan ataupun uang, orientasi saya masih haus akan ilmu dan pengalaman.lagi pula jalan menuju strata satu masih lama, jadi tidak mungkin saya akan naik jabatan.


Semester satu kuartal pertama sudah menapaki minggu terakhirnya. Dan pak wijaya tidak mengubris isu yang sedang hangat di internal kita. Pak wijaya malah semakin menjadi, tidak tampak wajahnya sama sekali. Hanya by phone menghubungi saya menanyakan bagaimana kondisi tim. Saya beberkan dengan jelas tetapi beliau seperti tidak antusias. Weekly report yang saya e-mail setiap minggu pun tidak mendapat jawaban atupun koreksi darinya. Dan hari itu pak deni memanggil saya keruangannya.
Quote:“wah bagimana yo, sudah setahun lebih nih. Kerasaan kerja disini” ujarnya santay tampak gembira.

“kerasaan pak. Teman-teman sangat baik membimbing saya” ujar saya tenang

“okay, soal gaji. Cukup yo?”

“cukup pak” jawab saya penuh tanya

“ kalo dinaikan mau gak?” tanya-nya kembali dengan senyuman hangat.

“ wah mau sekali pak, siapa yang tidak mau” jawab saya nyengir polos bahagia

“kita main logika aja yo, gaji naik. Tanggun jawab naik, jobdesk naik” pak deni mulai serius

“iya pak saya paham” jawab saya bingung

“jadi siap ya?”

“siap untuk apa pak?”

“lah nanya lagi, tadi sudah saya jelaskan”

“iya saya selalu siap pak untuk apapun, tapi yang bapak maksud saya kurang paham”

“iya kamu siap menggantikan pak wijaya, karena minggu depan korlap yang baru sudah siap bekerja menggantikan kamu. Tadi saya sudah tanda tangan kontrak dengan anak itu” jawabnya tegas

“ba..baik pak” jawab saya gugup tidak percaya

“kenapa kok gemetar gitu, tak seperti biasanya. Kalo tidak siap tidak apa-apa. Tapi kordinator lapangan yang baru sama kamu tidak bisa saya batalkan. Berarti kalo kamu tidak siap ya kamu tidak ada tempat disini” jawabnya tersenyum meledekku

“Siap pakkkkk” jawab saya kembali dengan tegas dan takut

“hahahaha begitu dong. Supervisor kok lembek” pak deni menepuk pundakku

“lanjutkan sikapmu yo. Lanjutkan keluguan dan ketegasan kamu, kita bangun bersama” lanjutnya meyakinkanku.

Selepas keluar dari ruangan pak deni saya tetap tidak bisa percaya. Berkali kali saya tanya ke pada mas jaya (Ob yang biasa nongkrong dengan saya)
Quote:“mas, ini tanggal berapa ya. Beneran gak sih ini” saya mulai tidak jelas.

“tanggal 25 pak, maksudnya apa sih pak” jawabnya bingung.

“itu termos panas gak mas?, saya cobain ya” saya mendekatkan tangan saya kepada teko yang baru matang tersebut.

“silahkan” jawabnya cengar cengir

“akhhh, mantab” saya tertawa lepas

“enak pak?” tanya arya tertawa

“paten mas” jawab saya diikuti tawa juga.


Setelah tangan saya melepuh, saya tetap tidak bisa percaya. Logika saya menolak ini semua. Saya tidak bisa bayangkan betapa bangga nya ibu dan kakek saya jika ini benar terjadi. Tapi tetap pertanyaan saya, apakah ini sungguhan, bukan mimpi dan ilusi?.
Tidak seperti kebanyakan orang lainnya yang merayakan kepromosian nya. Saya justru bingung dan linglung.


Teman-teman banyak menganggap saya tak asik. Dan bu fitri mendadak menjadi sok asik kepada saya. saya tetap bingung dan linglung. Tim FI banyak yang bangga dan mendoakan saya, serta banyak juga yang becanda sedih tidak bisa bareng-bareng dilapangan lagi. Mereka sangat mendukung saya. dan saya tetap tidak bisa percaya. Saya hanya mengucapkan kata terima kasih dan akan saya pikirkan untuk acara dinnernya. Saya bilang saya masih menunggu ini menjadi kenyataan. Tetapi teman-teman menertawai saya. tetap sekali lagi saya tidak bisa percaya.


Logika saya menolak itu semua. Saya tidak pernah ada mimpi untuk naik jabatan secepat ini dengan label yang masih hanya lulusan SMK. Ambisi saya bukan itu, ambisi saya hanya ingin menjadi expert, ambisi saya adalah ilmu dan pengalaman. Saya berpikir hanya satu, dapat belajar dan mendapatkan pengalaman tetapi juga dibayar. Saya tidak pernah muluk-muluk, karena saya sadar diri. Saya siapa, dan belum apa-apa.


Setelah melaksanakan shalat isya, saya mengajak kakek dan ibu saya makan diluar.mereka terlihat kaget dan aneh, padahal gajian masih lama. Tetapi ada angin apak saya mengajak mereka makan diluar. Mereka memang belum saya beritahu tentang kabar baik impossible ini kepada mereka. Ditempat makan betawi lesehan dekat rumah saya, saya mulai membuka omongan.
Quote:“mbah, mah. Saya minta doanya. Mulai hari senin saya tidak bekerja seperti biasanya lagi” ujar saya berpura sedih

“mbah selalu menyempatkan untuk mendoakanmu, disela-sela ibadah. Mbah selalu minta yang terbaik untukmu. Rejeki,jodoh, maut sudah diatur oleh allah.
Jadi kita tidak perlu khawatir ataupun takut.
Tuhan kita maha Kaya, maha segalanya” jawab kakek. Paham kakek saya telah dipecat dari perusahaan.

“mamah juga selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak” mamah pun seketika ikut paham yang sama.

“terimakasih mbah, mah. Berkat kalian aku senin tidak bekerja seperti biasanya. Senin aku bekerja menggantikan posisi atasan aku.
Pak wijaya yang pernah aku ceritakan” aku tersenyum haru

“allhamdulillah, dasar anak bandel. Mbah sudah sedih ini, jadi bahagia” kakek seraya mencium keningku.
Mamah tidak berkata-kata hanya memeluk saya dengan hangat.

“ingat yo. Semakin diatas, maka angin semakin kencang. Jangan pernah sekali-kali sombong. Tetap rendah hati. Tetap belajar, tetap berdoa mohon ditunjukan jalan yang lurus. Ini belum apa-apa yo. Semakin diatas semakin besar ujiannya” kakek meberikan wejangan

“iya mbah, aku sadar. Aku tidak ada apa-apanya tanpa allah”

“kakek bangga sama kamu” jawab kakek dengan mata bahagia bercampur sedih.



Malam itu saya telah yakin bahwa saya tidak bermimpi. saya sangat bahagia dan bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Dan hani pasti bangga ketika nanti mendengar kabar ini. Tetapi rasa bangga yang telah membuat kakek dan mamah saya bangga terhadap saya seketika dirusak oleh sebuah hubungan yang memang sudah sejak lama saya tutupi dari mereka. Hubungan saya dengan hani. Saya pernah sesekali menyinggung hubungan beda agama dengan kakek saya, dan beliau memberikan contoh kasus nyata yang terjadi dikeluarga besar kami.


Salah satu keluarga kami ada yang dahulu pernah berpacaran beda agama, lalu menikah karena istirinya bersedia masuk islam. Namun setahun pernikahan mereka berjalan, istirinya kembali memeluk agama terdahulunya. Dan keluarga mencekam apa yang dilakukan istirnya. Tetapi saudara saya tetap kekeh tidak akan menceraikan nya dengan alasan anak. Dan mereka terasingkan dari keluarga besar saya. karena menjalani kehidupan keluarga beda agama. Dan seperti tidak dianggap dalam keluarga besar saya. mendengar apa respon kakek sejak saat itu, saya menjadi takut untuk membuka rahasia yang sudah sejak lama saya tutupi dengan rapih. Saya tidak ingin melukai hati kakek dan mamah saya. terlebih saya tidak ingin mengakhiri hubungan saya dengan hani. Saya berada dalam dilema antara bangga dan kecewa.

:terimakasih
Seruuu nihh
Nenda dlu brayy emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By agungmp4
Seruuu nihh
Nenda dlu brayy emoticon-Ngakak (S)


siapp bre, kupi jgn lupa.. :nyantai

Chapter 3 : Superman Is Dead

:welcome

Hari minggu ini saya diminta menemani hani untuk menemani nya di acara rapat keanggotaan organisasi seni dan budaya yang ia pimpin. Kurang bersemangat sebenarnya karena saya memang tidak menyukai kegiatan-kegiatan seperti itu. Tapi hani memaksa dengan alasan capek sudah seminggu ini selalu pulang larut, ingin sekali-sekali diantar dan ditunggui saya. hani selalu tau bagaimana cara memaksa saya.

Singkat cerita kita sudah sampai diacara meeting yang keanggotaan itu. Saya merasa lucu, tidak seperti rapat yang biasa saya ikuti dikantor, yang terkesan sibuk dan fokus serta cemas, karena biasanya akan membahas evaluasi, dan dipaksa mengeluarkan ide-ide yang kreatif untuk kedepannya, intinya tidak pasif.

Dan apa yang saya lihat, seperti acara nongkrong-nongkorng biasa. Dan cenderung tidak sesuai dengan timeline yang sudah dijadwalkan, hani menginformasikan bahwa rapat dimulai pada pukul 10 pagi, dan ini sudah hampir jam nya orang makan siang rapat belum jug dimulai, hanya karena menunggu beberapa anggota yang masih terjebak macet dijalan.

Quote:“hey, fokus banget main HP nya yo” sapa hani sembari membawakan aku kopi.

“iya biasa lagi main catur, pinter banget ini level 9, tau aja dia aku mau jalan kemana” jawabku santay.

“gak update banget mas mainnya catur, kaya orang tua” celetuk salah satu teman hani yang menguping pembicaraan ktia.

“hehe iya mas, saya hobinya main catur” jawab saya santay

“sirik aja lo gus” hani ikut menjawab


Saya semakin tersudutkan. Teman-teman hani nampak meremehkan saya, dan tidak jarang yang melihat penampilan saya secara detail, dari mulai rambut hingga sepatu. Cukuran rambut saya memang biasa, pendek rapih standar saja. Saya memakai kaos polos berwarna abu-abu dengan jeans hitam dan sepatu casual karrimor berwarna coklat.

Memang terlihat old style, tetapi inilah style saya. mayoritas cowo disini memakai style yang lebih trendi dan hits. Dengan menggunakan kaos yang banyak tulisannya, semisal. “fuck you bitch”, “I am coolest man” dan “youtube better than television” yang cukup membuatku tertawa. Serta dengan sepatu sneakers dan adidas yezzy yang lagi trend.

Banyak yang menaruh hati dan mencari-cari perhatian hani. Saya bisa merasakan, dan respon hani pun welcome dan luwes tetapi tetap sopan. Saya tidak bisa menyalahkan hani, dan tidak bisa menyalahkan mereka juga.

Saya merasa seperti om-om yang sedang ikut acara ulang tahun keponakannya.
Rapat dimulai, hani memimpin. Saya disampingnya.

Quote:“baik guys, kita mulai ya. Karena semuanya sudah hadir disini” hani membuka rapat.

“oiya, disamping saya ini adalah ario. Pacar saya, sudah lebih 5 tahun ya kira-kira yo?” lanjut hani sambil melirik saya, dan saya hanya tersenyum.

“gue jarang dapet kesempatan bareng, jadi karena hari ini minggu dan kebetulan ario free dan ada kesempatan nemenin gue. Jadi gue ajak dia duduk bareng kita disini” lanjut hani.

“okay kita mulai membahas untuk acara pensi minggu depan aja ya, gue mau tanya persiapan dari masing-masing seksi acara.dimulai dari seksi konsumsi bagaimana persiapannya?” ujar hani melanjutkan

“seksi konsumsi sudah pada tahap 70 % han. Tinggal dipantau kesiapan catering yang kita pesan saja” jawab salah satu perwakilan seksi konsumsi

“oke gue noted. Lanjut seksi tiketing bagaimana?” lanjut hani

“untuk tiketing masih dalam tahap 60 %. Untuk tiket memang sudah habis terjual,
bahkan ada permintaan untuk menambah kuota.
Saat ini kita sedang mendata dan memikirkan cara untuk mengatur sistem masuk
yang diprediksi bisa membludak dan tidak karuan jika tidak diatur sedemikian rupa,
seksi tiketing memerlukan saran dari seksi keamanan serta para anggota disini, ada saran?”

jawab salah satu perwakilan seksi tiketing

Quote:“seksi keamanan, ada saran?” hani melirik tim seksi keamanan

“para anggota?” lanjut hani

Semua terdiam. Dan saya mulai ikut terbawa suasana dan mulai memikirkan solusinya.

“saya boleh saran?” saya membuka omongan dan teman-teman hani menatap saya sinis.

“boleh yo, apa saran kamu” jawab hani

“karena peserta utamanya adalah mahasiswa kampus, dan yang lainnya tambahan dari luar. Maka kita harus tentukan prioritas mahasiswa kampus terlebih dahulu.sistem administrasi kampus pasti punya data valid terkait NIM seorang mahasiswa.
Dan tim tiketing bisa berkordinasi dengan pihak administrasi kampus untuk meminta data tersebut dan men-searchingnya dengan sistem. Tidak lama hanya memerlukan waktu 15-30 detik.
Jadi ketika awal masuk, peserta tidak hanya menunjukan tiket pada bagian tiketing.
Tetapi mahasiswa juga menyebutkan 3 digit unik terakhir NIM mereka.
dan tim tiketing stand by dengan laptop yang sudah ada database seluruh mahasiswa.
Cukup dengan find, dan menkan 3 digit yang disebutkan mahasiswa tersebut, lalu ketemu dan titandai”


Sentak saya semakin sotoy dan mulai berdiri menjelaskan

Quote:“untuk peserta luar, tim tiketing harus sedikit ekstra.
Karena mau tidak mau harus find dengan nama bukan dengan 3 digit angka.
Jadi tugas tiketing sekarang hanya mendata mahasiswa luar / peserta luar saja.
Untuk internal tidak perlu didata lagi.
Karena tinggal di mathkan dengan database yang sudah ada di bagian administrasi kampus”


saya melanjutkan

Quote:“untuk seksi keamanan, bisa membuat proposal atau surat rujukan dari kampus yang ditandatangani oleh rektor untuk tembusan ke polsek/polres setempat.
Untuk minta dikawal jalannya acara.
mengingat guest starnya lumayan banyak fans garis kerasnya.
Fans-fansnya SID ada yang berkelas dan juga ada yang anarki.
Karena SID adalah band semua kalangan.
jadi tidak cukup hanya dengan mengerahkan mahasiswa untuk berjaga-jaga.
Saya kira itu ide saya untuk case ini”


saya menutup dan melanjutkan duduk

Hani terpukau dengan apa yang saya solusikan. Peserta lain yang didominasi wanita ikut tepuk tangan, kecuali para cowo-cowo yang menaruh hati pada hani. Pandangan mereka lebih sinis terhadap saya.

Quote:“guys, itulah mengapa saya sangat mencintai ario” hani mencium pipi saya dihadapan anggota lain.

“saya kira case closed. Ada tambahan?. Mengingat ini sudah lewat jauh dari jam makan siang. Jika tidak ada kita akhiri rapat ini.” Lanjut hani.

“tidak ada han. Saya sangat setuju dengan apa yang ario katakan. Dan saya sudah catat” ujar beberapa anggota kompak.

“saya juga, thank you yo. Berkat lu gue gak pusing lagi untuk masalah tiketing.cerdas banget lu bro”
ujar salah satu perwakilan seksi tiketing

“gue yang tadinya udah membayangkan bahwa gue bakal bonyok minggu depan.
Serasa aman sekarang setelah mengetahui apa yang harus gue lakuin kedepan”
ujar salah satu seksi keamanan.


Rapat selesai denga saya sebagai bintang, hehe. Sepanjang perjalanan keluar kampus untuk mencari makan tak henti-hentinya hani memuji saya. padahal saya saat itu Cuma sekedar ikut terbawa suasana dan ikut memikirkan saja. Itupula karena saya sudah di skak mat oleh komputer pada game chesse yang sedari tadi saya mainkan diruang rapat. Maka dari itu saya ikut fokus mendengarkan dan tiba-tiba ikut memikirkan permasalahan yang ada dirapat.

:terimakasih
Lanjut Gan, mulai menanjak ini alur cerita nya emoticon-thumbsup
walaupun agak susah bagi ane yg orang awam untuk memahami sistematis kerja perusahaan yg ada dalam cerita emoticon-Berduka (S), ga membuat antusias ane untuk mantengin ini cerita jadi berkurang, mantap lah pokok nya emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Lanjut Gan, mulai menanjak ini alur cerita nya emoticon-thumbsup
walaupun agak susah bagi ane yg orang awam untuk memahami sistematis kerja perusahaan yg ada dalam cerita emoticon-Berduka (S), ga membuat amtusias ane untuk mantengin ini cerita jadi berkurang, mantap lah pokok nya emoticon-Angkat Beer


siap thank you gan. emoticon-Shakehand2
ane coba untuk buat se awam mungin kalo lg bahas-bahas pokok kerjaan. :nyantai

Chapter 4 : Never Forgotten

:welcome

Soundtrack emoticon-Wink
Spoiler for playlist:


Inilah moment yang saya tunggu-tunggu.dimana saya akan memberitahukan hani tentang promosi jabatan yang saya dapatkan. Saya memutuskan untuk makan malam romantis disebuah rumah makan tongseng, karena itu adalah makanan favorit saya, yang selalu dibatasi oleh hani dengan alasan kesehatan. Saya hanya diberi jatah 2 kali dalam sebulan makan tongseng sama hani, dan ini jatah terakhir saya pada bulan ini.

Quote:“udah habis ya makan jatah tongsengnya minggu ini” ujar hani mengingatkan dengan tatapan tajam.

“siap honey” jawabku meyakinkan

“jumat sore minggu ini setelah makan siang, aku dipanggil keruangannya pak deni” ujar saya memulai percakapan

“pak deni GM HRD kamu itu?” jawab hani

“yes, aku tidak tauh salah aku apa” lanjut saya ber-akting sedih

“lalu apa yang terjadi? Bukankah kamu bekerja sangat giat yo?” hani mulai terbawa suasana

“ya entahlah, pak deni punya pandangan sendiri mungkin” jawab saya semakin hopeless

“apa yang pak deni katakakn?” tanya hani tak sabar

“sambil makan dulu” jawab saya santay

“tidak, aku mau mendengarkannya dul” hani sedikit memaksa

“yah, mulai senin aku tidak bekerja sebagai kordinator lapangan seperti kemarin-kemarin.
Pak deni sudah menandatangani kontrak kerja dengan yang akan menggantikan ku.
Dan mulai senin korlap baru sudah mulai aktif” ujar saya menjelaskan.

“kok tega banget ya pak deni, jahat banget. Aku gak habis pikir” hani mulai emosi

“makan dulu sayang, nanti keburu dingin” saya mencoba mencairkan suasana

“aku jadi tidak nafsu makan. Kamu yang sabar yo.
Aku yakin masih banyak perusahaan yang mau menampung kamu.
Kamu punya potensi yang hebat” hani memegang tangan saya untuk memotivasi saya.

“hahahaha” saya tidak bisa menahan tawa

“loh kok kamu tertawa? Hemmmm aku curiga. Kamu ngerjain aku yaaaaaa, jawab” hani menyubit perutku

“aduh, aduh sakit.hehehe. iya aku dapet promosi dari pak deni untuk menggantikan pak wijaya, yang pernah aku ceritakan itu.
Aku gak bohong kan, memang benar mulai senin aku tidak bekerja seperti kemarin-kemarin” jawab saya sambil melahap tongseng

“wowwww, selamatttttt. Suapin aku dong, sebagai rasa terimakasih” hani mengelus lembut pipi saya.

“ loh terimakasih untuk apa?” ujar saya tersenyum

“hemm, siapa dibalik kesuksesan kamu emang?” hani mulai menyombongkan diri

“hahahaha iya dehhhh, ini aaaa” saya mengerjai hani dengan pura-pura menyuapi tetapi saya makan sendiri

“huhuhu udah mangap2 gak taunya dimakan sendiri. Aku ngambek” hani manyun

“hahaha, aku baru nemu loh, ada orang ngambek bilang-bilang” jawab saya sambil menyuapi hani dengan benar kali ini.


Tampak lengkap kebahagiaan ini saya rasakan, melihat raut bahagia dan bangga diwajah hani yang tak bisa ia tutupi. Terima kasih ya allah, atas semua yang engkau berikan, hidup saya terasa lengkap. Hanya dengan mukjizatmu kebahagian saya yang satu ini bisa terwujud. Menikah bersama hani.

sungguh saya tidak ingin terus-terusan berbuat dosa dengan berbohong atau menutupinya dengan keluarga saya. saya ingin terbuka, namun takut.tetapi saya sadar, serapih dan sepintar-pintarnya saya menyembunyikannya. Pasti akan ketahuan, dan saya sendiri pun pasti akan capek untuk merahasiakan semua ini.

Always baby-nya mariah carey menemani makan malam romantis kita malam itu yang diputar oleh warung makan sate dan tongseng favorit saya dan hani.setelah makan habis, raut wajah hani berubah dari bahagia menjadi cemas.

Quote: “aku takut kamu berubah yo” ujar hani memegang tangan saya dengan lembut

“saya tidak akan pernah melupakan seseorang yang menjadi alasan mengapa saya memulai semua ini”
jawab saya membalas memegang tangannya

“I love you” ujar hani

“I love you” balas saya dengan mata berbinar-binar.


Malam romantis itu ditutup dengan kebahagiaan dua pasang kekasih yang sedang dalam cemas akan masa depan yang tidak bisa dipastikan.

Masa depan yang tidak muluk atau tidak banyak angan yang ingin kita capai, hanya satu.kita bersatu, semua setuju. saya mulai memikirkan cara untuk memberitahukan hubungan ini kepada keluarga saya, tetapi terbesit pertanyaan menakutkan dikepala saya. akankah saya sudah siap menerima semua respon yang keluarga saya berikan nantinya?.

:terimakasih
Ikut baca gan sekali2 ganti suasana dengan aroma masa kehidupan sewaktu bekerja

Quote:Original Posted By e601st
Ikut baca gan sekali2 ganti suasana dengan aroma masa kehidupan sewaktu bekerja


monggo gan..:nyantai

Chapter 5 : Awal masalah

:welcome

Cantik, berpendidikan, seorang sarjana pendidikan,muslimah yang taat, bertutur kata lembut,sopan dan sangat lembut. Sekilas terlihat perfect untuk seorang pendamping hidup. Lia, kakak kelas saya sewaktu menengah pertama. Awal kenal saya berhubungan lagi dengan lia adalah saat saya sedang iseng melihat laman facebook saya yang sekitar 2 bulan terakhir saya lihat dan share tentang teknik-teknik bermain catur professional. Lalu ada pesan pribadi dari lia, (“hi, ario. Apa kabar, masih ingat gak?”) begitu isi pesan lia terhadap saya. singkat cerita kita bertukar nomor HP. Sering mengirim pesan tentang kegiatan sehari-hari, sampai pada masalah percintaan.saya banyak menceritakan tentang hani, dan hubungan yang sudah kita jalani selama 5 tahun.tetapi entah mengapa ketika saya menceritakan tentang hani, lia tampak tidak begitu interest.

Dan ia tidak bisa menutupi bahwa ia cemburu mendengar bagaimana romantisnya hubungan saya dan hani. Dan tentang asmara lia, dia belum berpacaran lagi semenjak dikecewakan oleh mantan nya yang sebelumnya. Obrolan dengan lia bertambah seru, ketika saya mengetahui bahwa lia paham tentang ilmu ekonomi. Saya sangat ingin tahu tentang bursa saham dari dulu, namun mencoba untuk memahami apa itu bursa saham dari internet membuat saya bingung dan mengurungkan niat untuk mencoba bermain di bursa saham. Dan lia mengerti dengan baik cara kerja atau bermain dalam bursa saham.

Terus menerus kita hampir intens setiap hari berkomunikasi melalui pesan singkat whatsapp. Tetapi semakin kesini saya merasa bersalah kepada hani, karena tidak pernah saya se “asik” ini dengan wanita lain dalam berkomunikasi. Biasanya hanya sekedar kerjaan atau tanya sapa biasa dengan teman-teman wanita yang lain. Entah saya yang masih penasaran untuk mengerti tentang bursa saham atau yang lainnya. Dan saya juga takut bahwa lia banyak menaruh harapan pada saya, padahal tidak ada niat sama sekali untuk memberi lia harapan.

Entah disengaja atau tidak saya bertemu berpapasan dengan lia pada saat saya mengantar mamah saya untuk belanja keperluan dapur sehari-hari di supermarket terdekat rumah sepulang saya bekerja.

Quote:“ario?” sapa lia

“hey, lia. Wah kebetulan sekali” jawab saya kaget.

“iya, aku sedang main dirumah saudara deket sini” ujar lia

Tiba-tiba mamah menghampiri saya dan lia yang sedang berbincang-bincang.

“hei yo, siapa ini” ujar mamah tersenyum melihat lia

“halo mah, saya lia temannya ario” sapa lia menyambut tangan mamah dengan santun.

“wah yaudah lah kebetulan kita mau makan malam juga, bareng aja”


ujar mamah menawari makan malam bersama.saya hanya terdiam kaget mendengar respon mamah seperti itu, saya kira pertemuan saya dengan lia hanya akan berakhir di supermarket ini.lia pun terdiam tidak ikut menjawab, seraya menunggu jawaban saya.

Quote:“bagaimana yo?” lanjut mamah

“oke mah, ide bagus. Aku udah laper juga” jawab saya meng-iya kan mamah.


Akhirnya kita sama-sama makan dirumah makan mie aceh kesukaan mamah. Mamah terlihat lebih aktif bertanya tentang lia, mamah seperti ingin mengetahui lebih jauh latar belakang lia. Mulai dari keluarga, pendidikan serta apa kegiatan lia akhir-akhir ini. Saya yang sering chat dengan lia saja baru tau saat ini bahwa lia sekarang aktif mengajar di tingkat menengah swasta dengan mengajar jurusan matematika. Saya merasa mamah senang sekali bertemu dengan lia, langsung akrab. Dan menganggap lia seperti anak sendiri. Setelah makan malam dan mengantar lia pulang kerumah saudaranya yang didekat sini. mamah banyak sekali membicarakan tentang lia didalam mobil selama perjalanan.

Quote: “yo, kok kamu gak pernah bilang mamah kalo ada teman wanita seperti lia” ujar mamah

“itu kakak kelas aku smp dulu mah, baru-baru ini aja kok berhubungan lagi” jawab saya santai

“mamah suka dengan lia, anaknya manis. Tutur katanya lembut. Santun dan berpendidikan lagi”
ujar mamah tersenyum membanggakan lia.


Saya tidak menjawab hanya tersenyum saja. Saya mengerti dan paham apa yang mamah bicarakan, dan saya seperti menyesalkan pertemuan malam ini. jika tidak bertemu malam ini dengan lia, mamah tidak akan mungkin kenal dan punya penilaian seperti itu.chances untuk saya berani mengenalkan hani sepertinya semakin sempit.

Saya tidak mengerti bagaimana ini terjadi, seperti sudah di setting dan semuanya serba kebetulan. Saya seorang yang tidak begitu percaya akan sebuah kebetulan, sebab semua terjadi atas sebab dan akibat. Seseorang bisa lulus dari sebuah ujian dengan nilai yang maksimal bukanlah karena suatu kebetulan, karena ia rajin belajar dan bersungguh-sungguh.

Entahlah sejak kejadian lia caper dengan mamah. Saya sedikit mengatur jarak dengan lia, dan hanya menjawab pertanyaan yang lia tanyakan saja, simplex satu arah pembahasan. Tidak full duplex seperti biasanya. Karena saya merasa sudah terlalu jauh lia memasuki kehidupa saya, saya tidak ingin semua yang sudah saya bangun dengan hani rusak.

Saya tidak mau ada orang ketiga yang masuk menyusup. Saya adalah tipe orang yang tau diri, dengan siapa saya memulai dengan siapa saya merintis. Saya tidak akan pernah melupakan seseorang yang pertama menjadi alasan saya memulai. Namun tidak demikian dengan lia, lia terus mencoba mencari perhatian saya hari demi hari. Saya tetap bersikap biasa, namun mamah. Mamah semakin menyukainya, lia menyerang lini yang dimana adalah lini terlemah saya.

Saya belum ceritakan ini kepada hani, saya tidak tahu respon apa yang akan ia berikan jika saya menceritakan semuanya.saya tidak menyalah gunakan kepercayaan hani untuk berbuat yang lebih terhadap lia, awal dari saling bertanya kabar, berlanjut dengan keseharian dan keingin tahuan saya tentang saham. Dan pertemua kebetulan disupermarket dan makan malam dadakan yang seperti semuanya telah diseting dengan sangat rapih.

:terimakasih
Nah kan, konflik nya nambah emoticon-Hammer (S)...muncul Lia yg berhasil memikat Mamah emoticon-Wowcantik. Lanjut Gan emoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By rahmahidayat
Nah kan, konflik nya nambah emoticon-Hammer (S)...muncul Lia yg berhasil memikat Mamah emoticon-Wowcantik. Lanjut Gan emoticon-thumbsup


siap bre, ane lg edit2 dulu. takut keceplosan pake nama asli emoticon-Big Grin maklum gak pernah nulis jd suka ketulis nama asli sendiri pas lg nuangin isi nya hahaemoticon-Wink
×