alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kepastian [Chapter 40: Kepastian,End]
4.62 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58838268ded77056778b456d/kepastian-chapter-40-kepastianend

Kepastian

Doa bisa mengubah segala nya. Doa adalah cara kita ber-demokrasi bersama tuhan.


Assalamualikum, Wr.Wb. sebelumnya perkenankan ane untuk sharing tentang pengalaman pribadi ane.
ini postingan pertama ane pada forum SFTH, setelah sekian lama menjadi SR emoticon-Wink


:welcome


motivasi saya untuk menuliskan kisah pribadi saya :

Quote:


Prolog :
Quote:


Rules :
Quote:


Index :
Spoiler for index:


Semoga suka dan dapat mengisi waktu agan sekalian dengan mendapatkan manfaat dari apa yang sudah ane share.
Walaikumsalam Wr.Wb.


Quote:



:terimakasih
Diubah oleh: AARMY
Thread Sudah Digembok
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 18

Chapter 1 : Sampai Kapan?

:welcome


Soundtrack emoticon-Wink
Spoiler for Playlist:


Setelah 5 tahun menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih, saya baru sadar dan mulai melihat kedepan, bahwa ini bukanlah “cinta monyet” atau hanya nafsu yang menjadi pegangan dan kecemburuan menjadi sebuah pijakan.

Ini adalah komitmen dalam menggapai sebuah angan yang sudah kita lewati belakangan tahun ini. Namun ketakutan atas status religion yang kita imani selalu menghantui, terkadang sebagai alasan bagi sebuah pesimisme masuk dan mengusik sebuah ketenangan optimisme akan suatu impian.

Selama ini kita selalu mengesampingkan tentang kepercayaan kita, kita selalu hanya yakin dan optimis pada satu perjuangan kita untuk sama-sama terus berjalan dan menunggu sebuah miracle.
Sore itu sehabis melaksanakan shalat ashar, Lost stars-nya Maroon 5 tiba-tiba berbunyi. Nomor cantik 10 digit itu blm pernah menghubungi ku sebelumnya.


Quote:



Singkat cerita saya dengan background yang hanya lulusan SMK tetapi bermodal nekat melamar kerja melalui email dengan requirements D3/S1. Sangat gila menurut saya mengingat apa yang ia sarankan benar dan menjadi kenyataan.

Bukan hanya sekedar sampai pada tahap interview bahkan sampai saya diterima kerja diperushaan tersebut. saya yang sempat frustasi ketika masa menunggu perkulihaan mulai dan mencari pekerjaan untuk lulusan SMK.

Saya tidak percaya diri karena sekian banyak lowongan kerja yang ada pada website-website pencarian kerja mencantumkan requirements setingkat D3 dan S1, sangat jarang yang membolehkan SMK dengan label fresh graduate, minimal SMK dengan pengalaman 2-3 tahun.

Namun hani memberikan saya saran untuk tidak mencari lowongan kerja dengan melihat requirements nya tetapi melihat skill yang dibutuhkan perusahaan dengans skill yang saya miliki. saya sempat tidak setuju dengan apa yang hani sarankan karena bertentangan dengan logika saya. Logika saya tidak memungkinkan bahwa HRD sebuah perusahaan melanggar requirements yang mereka iklankan sendiri.

Namun terbukti bahwa semuanya tidak harus berdasarkan logika. Saya mengalami sendiri dan saya semakin yakin bahwa hani adalah yang saya butuhkan bukan yang saya suka atau yang saya inginkan. Butuh dan ingin adalah sesuatu yang beda.

Saya menajalani pekerjaan saya dengan penuh semangat dan sangat fokus untuk terus belajar pada senior-senior saya dibidang pekerjaan telekomunikasi ini. Bisa dibilang hidup saya hampir 80 persen bekerja dan 20 persen menikmati hidup.

Hani tidak pernah mempermasalahkan itu dan dia selalu mensupport apa yang saya kerjakan,sambil mengkritik dan memberikan arahan atas apa yang saya kerjakan. Mulai dari saran dia yang menurut saya impossible itu menjadi kenyataan, sekarang ketika saya dihadapkan dengan masalah kerjaan ataupun keputusan-keputusan sulit yang memerlukan sebuah keputusan adil.

Saya selalu diskusikan itu dengan hani, karena ada hal-hal yang tak bisa diputuskan hanya melalui logika. Saya tidak mempunyai kapasitas yang mumpuni akan hal itu, sedangkan hani ada dan saya menyadari itu. Kita saling melengkapi satu sama lain.

Saya berkuliah diperkuliahaan khusus karyawan, jadi tidak ada beban yang khusus untuk jadwal kuliah atau pun tugas-tugasnya. Serta tidak ada aktif-aktif dalam keanggotaan mahasiswa seperti mahasiswa lainnya. Beda dengan hani, saya memang mengenal dia sebagai seseorang yang sangat aktif untuk organisasi.

Dari semenjak SMA dia selalu aktif didalam berbagai kegiatan organisasi dan tidak hanya aktif sebagai anggota, dari kebanyakan organisasi yang dia ikuti dia selalu menjadi ketua atau bagian penting dari organisasi. Beda dengan hani yang tidak mempermasalahkan kesibukan saya bekerja.

Saya banyak mempermasalahkan kesibukannya dalam berorganisasi, tak lain tak bukan sebenarnya karena saya cemburu melihatnya sering berhubungan denga banyak laki-laki. Hani seorang wanita yang sangat tau bagaimana menarik perhatian laki-laki dengan penampilannya maupun kata-katanya. Dia seseorang yang sangat supel, cepat bergaul dan bisa beradpatasi dengan cepat disegala kalangan.

Saya banyak belajar dari hani bagaimana menarik perhatian anggota dan cara untuk menarik hati serta pikiran sebuah komunitas atau kelompok dalam mengikuti apa yang kita misikan. Hani sangat paham saya adalah seorang intervoert yang tidak terlalu banyak mempunyai teman, serta tidak terlalu pandai bergaul.

Hani sangat pintar memposisikan dirinya ketika dalam berorganisasi ataupun ketika ia sedang bersama saya. dan dia selalu berhasil meredam rasa cemburu saya yang tidak pernah saya tunjukan terlalu ekspresional, dia selalu menjelaskan sesuatu hal secara teransparan detail dan jelas.

Hani tau apa yang saya mau tau atas dirinya. hani tau cara menjelaskan sesuatu kepada saya, hani sangat paham dan mengenal saya sebagai seorang introvert yang tidak terlalu suka atas hal yang bertele-tele.

Hari ini saya ada kegiatan keluar kota bersama general manager saya.kita berangkat dari kantor menuju bandung sekita jam 10 malam untuk menghindari macet. Didalam mobil Gm saya pak irfan banyak sharing-sharing tentang kehidupan, jelasnya kita banyak membahas tentang kehidupan mulai dari cara menyikapi sesuatu sampai dengan hal cinta.

Ini yang membuat saya kagum dengan pak irfan, tidak hanya menjadi panutan dalam bekerja tetapi pak irfan sering sekali sharing tentang sesuatu yang banyak bisa kita dapat pelajaran darinya.pembahasan semakin hangat ketika pak irfan bertanya tentang hani.


Quote:


Saya terdiam, memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan pak irfan. Karena memang saya belum mempunyai jawaban akan hal itu.dia masih menunggu saya menjawabnya, dan meneruskan.

Quote:


High Hopes-nya Kodaline menemaniku malam itu, sedang pak irfan sudah terlelap lelah.indahnya jalan layang pasupati sudah menyambutku dengan gundah yang dibuat oleh pak irfan dengan pertanyaannya, sampai kapan?.

Sudah hampir sekitar 60 hari saya dan hani tak bermalam mingguan ria seperti pasangan-pasangan bahagia lainnya. Seperti biasa hani dengan antusias mencoba mengkorek saya untuk bercerita tentang apa yang sudah saya capai beberapa pekan terakhir ini dalam pekerjaan. Saya mulai bercerita tentang bagaimana saya berhasil me-manage tim untuk menyelesaikan sebuah dead-line yang sangat penting dalam keberlangsungan project.

Sampai saya mengetahui hal baru tentang bagaimana sebuah project bisa didapatkan didalam sebuah perusahaan melalui proses tender dan juga sedikit entertaint kepada orang dalam yang sudah menjadi budaya kotor kita.

Awalnya saya sempat heran dengan fenomena itu, saya mengira bahwa pencapaian terdahulu perusahaan lah yang membuat mereka bisa mendapatkan tender-tender besar sebuah project yang dilelang. Ternyata keterikatan permainan orang dalam sangat besar pengaruhnya dalam men-seleksi peserta tender.akhirnya kita saling berdiskusi tentang hal itu sampai akhirnya kita melupakan keromantisan yang seharusnya kita bangun.


Setelah selesai bercerita tentang pencapaian apa yang sudah saya capai selama beberapa pekan terakhir.giliran hani menceritakan bagaimana kesibukan organisasi yang ia pimpin saat ini.

Ia bercerita bagaimana susahnya me-manage jadwal antara jam kuliah serta organisasi, belum lagi ditambah hani ditawari beberapa tawaran les untuk tingkat menengah maupun karyawan.

Background hani adalah seorang akuntant pada saat tingkat menengah, karena ketika seleksi pendaftaran kuota untuk melanjutkan apa yang sudah ia pahami sewaktu belajar ditingkat menengah sudah habis, dan ia ditawari jurusan pendidikan bahasa mandarin oleh universitas tersebut.

Setelah dengan pertimbangan yang matang serta berdiskusi dengan saya dimasa lampau, akhirnya hani mengambil chances tersebut.
Dan seiring berjalannya waktu hani menikmati jurusan itu dan mendapat banyak keuntungan,selagi SDM untuk bahasa mandirin masih minim, ia mendapat tawaran untuk les dimana-mana dengan bayaran yang tidak sedikit.

Namun saya memberikannya pilihan, fokus ke organisasi dan kuliah, atau fokus kuliah dan mengajar. Karena ketika ketiganya itu dilakukan dalam logika dan hitung-hitungan waktu saya tidak bisa terima dan melihat hani melakukan ketiga kegiatan tersebut dari mulai matahari terbit hingga sampai tengah malam.

dan seperti biasa hani yang sangat tahu bagaimana cara menghandle saya, memberikan penjelasan yang bisa saya mengerti dan dapat saya pahami. Bukan berarti hani tidak mengindahkan apa yang saya sarankan, dia selalu mendengarkan dan menjalankan apa yang saya sarankan kepadanya selagi itu untuk kepentingan kita bersama.

namun hani selalu mencari jalan tengah terbaik atas berbagai pilihan agar semuanya baik dan bisa menerima. Itulah mengapa saya sangat membutuhkannya, she is a good decision maker.
Malam semakin larut , para pasangan lain sudah mulai meninggalkan tempat kopi langganan saya dan hani.

Susana seketika hening dan mulai dingin, kita sampai lupa waktu dan tidak sadarkan diri sudah mengobrol selama berjam-jam, dengan penuh rindu dan kasih serta bangga mengetahui bahwa setiap harinya rasa cinta kita semakin menguat.

Rasa saling membutuhkan kita semakin bertambah, dan rasa ketakutan akan sebuah kata kehilangan pun semakin menguat, hari demi hari. Diperjalanan pulang menuju rumah hani, dari atas motor ia memeluk saya dengan erat penuh kelelahan. Kita tidak banyak berbincang verbal diperjalanan pulang, kita berbicara banyak tentang kerinduan dan sebuah kehangatan dalam dinginnya malam.

Setibanya dirumah hani, seperti biasa mamah papahnya menyambut hangat serta menanyakan kaba saya bagaimana sehingga jarang terlihat belakangan ini.terlebih papahnya, saya sangat akrab dan hangat dengan beliau, ada beberapa pandangan kita yang se-ideologi.

dan keluarganya hani sama sekali tidak mempermasalahkan status agama saya. dia mengetahui saya merupakan soerang islam yang taat, begitupun mereka. Saya sangat mengenal bagaimana papahnya hani adalah seorang pastur digereja yang ia bina.dan hani menjadi salah satu pengurus pemuda-pemudi kristen.

Kedua latar belakang yang sangat mencolok itu membuat berbagai kalangan, mulaid dari sahabat-sahabat terdekat saya dan hani heran serta kagum. Bagaimana background keagamaan saya dan hani yang begitu kuat bisa menjalin kasih yang begitu indah dan begitu lama.hani selalu mengingatkan saya untuk beribadah tepat waktu, sebab itu menjadi tolak ukur hani sebagai seorang yang beriman kepada tuhan, hani mengatakan.

Jika saya saja bisa melupakan tuhan saya dan tidak cinta serta kasih kepada tuhan saya, bagaimana ia yakin bahwa saya akan menjaga serta mencintainya.tidak pernah sejengkal pun saya ataupun hani mengganggu keimanan kita masing-masing yang sangat kuat, tidak pernah.

Kita selalu support satu sama lain, tidak jarang saya mengantarnya untuk beribadat ke gereja, dan tidak jarang pula hani menemani saya ketika melakukan ibadah dimasjid atau mushola ketika kita sedang jalan bersama.saya sangat nyaman atas apa yang telah terjadi dan sangat berterima kasih atas apa yang telah terjalin.

Setelah berbincang mengenai kabar masing-masing, papahnya hani memberikan waktu untuk saya dan hani berdua. Dengan alibi dirinya ingin melanjutkan acara tinju ditelevisi yang sangat ia gemari.saya sudah mempersiapkan pembahasan pokok menutup malam yang romantis ini.dan pemabahasaan pokok itu adalah buah hasil dari pertanyaan pak irfan.

Quote:


Malam romantis itu ditutup dengan haru. Haru akan sebuah rindu dan ketidak pastian menjadi padu.malam itu ketidakpastian menang akan suatu perjuangan yang didominasi kepesimisan.namun saya danhani selalu percaya bahwa proses tidak akan pernah membohongi hasil. Kita masih terus didalam proses, dan pertanyaan sampai kapan terus menghantui.

:terimakasih
Diubah oleh AARMY
nenda dulu gan emoticon-Toast
siap gan, semoga manfaat. emoticon-shakehand
ijin nenda bree...
sekedar saran aja bree, per paragraf nya jangan terbanyak ane yang baca liwat hp jadi keliatan mepet banget bree..emoticon-Embarrassment

maaf bree cuman saran aja emoticon-Malu (S)
Quote:


Ikutan setuju sama Mastah Pejwan emoticon-Peace
Mungkin yang dimaksud sama Kakahanda Bregez adalah banyakin Enter aja Gan, supaya tampilan paragraf nya ga terlalu mepet emoticon-linux2
Lanjut Gan, semoga apdetan nya lancar, sampe ceritanya selesai emoticon-thumbsup
Dan mudah2an bisa lejen kayak Trit nya Gan Ndunkz emoticon-Malu (S)
Diubah oleh rahmahidayat
Quote:


siap bre laksanakan emoticon-Shakehand2
Quote:


siapp bree :terimakasih

Dilema antara bangga dan kecewa

:welcome


Sejaak saat itu kita memutuskan untuk tidak lagi membahas pertanyaan sampai kapan-nya pak irfan. Biarlah kita nyaman berjalan dalam ketidakpastian dan kegundahan akan sebuah hasil yang masih semu.kita tetap percaya bahwa hasil tidak pernah berkhianat akan sebuah proses.


Tahun ini adalah tahun kedua saya bekerja menjadi kordinator lapangan sebuah perusahaan telekomunikasi. Banyak pelajaran yang saya dapat, mulai dari mengendalikan tim lapangan. Mendengar keluh kesah curhatan para tim field engineering. Serta para ormas-ormas yang sangat “bersahabat” ketika dilapangan. Dan sudah setahun terakhir ini pula kinerja pak wijaya supervisor project kita dipantau oleh pak deni sumarno general manager HRD.sudah menjadi isu hangat internal kita bahwa pak wijaya seperti mempunyai project lain diluar perushaan dan sangat acuh kepada tanggung jawabnya men-supervisi tim. Saya tidak pernah ambil pusing akan masalah itu, istilahnya saya tidak pernah memikirkan isu itu, tidak mau ambil pusing. Walau banyak yang bilang saya bekerja double-job.


Banyak yang mencibir saya juga bahwa saya dinilai ingin cari perhatian dan mengambil posisi pak wijaya. Saya tidak gubris semua omongan teman-teman yang mencibir, saya selalu kordinasi dengan pak wijaya dan bahkan tak jarang pak wijaya sendiri yang menyuruh saya menyelesaikan pekerjaannya, walau saya menjawab bukan kapasitas saya. pak wijaya selalu beralibi memotivasi saya disamping dia ada project diluar yang hanya saya dan dia yang mengetahui. Tapi sebagai bawahan, saya nurut saja apa perintah dia. Saya tidak pernah memberitahu siapapun tak terkecuali pak irfan, bahwa pak wijaya memang benar memiliki project sendiri diluar kewajibannya sebagai supervisor project.


namun lambat laun, bangkai tetap tercium, entah darimana isu tak sedap itu selalu menjadi topik hangat perbincangan internal, ketika terjadi case-case yang tak sesuai dengan prosedur.tak sedikit juga banyak yang iri dengan divisi saya, karena mereka menilai divisi yang saya kerjakan sekarang seakan kosong dari pantauan, gampangnya (gak ada yang mengawasi kinerja kita). Bahkan tim FI (field engineering) banyak yang sakit hati mendengar seperti itu. Mereka yang mencibir kita tidak pernah tau rasanya lelahnya menjadi bagian maintaince. Bagaimana seharusnya kita melakukan kegiatan normal jam kerja seperti kebanyakan orang dan seperti apa yang tercantum pada surat perjanjian kerja ktia langgar. Tanpa lembur tanpa memikirkan apapun, kecuali satu. Menjaga nama baik perusahaan terhadap konsumen serta tanggung jawab pekerjaan.


Saya selalu angkat jempol kepada tim, karena dedikasi mereka yang sangat loyal dan tinggi. Secara teknis dan kemampuan, mereka memang tidak teoritis seperti divisi-divis lain dikantor. Tetapi merekalah yang menjalankan apa yang para orang teoritis bicarakan. bahkan setingkat pak irfan pun tidak berani berdebat jika sudah membicarakan teknis dengan tim FI.


Saya banyak mendapat saran dari hani untuk bagaimana bersikap didalam kerjaan saya saat ini, dia menyarankan saya selalu bersikap sebagai bawahan dihadapan tim FI. Dan itu saya terapkan, hasilnya tim FI sangat respect kepada saya, saya selalu memposisikan diri saya sebagai pelajar dihadapan tim FI, walau dalam struktur organisasi mereka adalah bawahan saya. bahkan banyak dari candaan mereka yang menyindir saya. “wah saya takut nih, pak ario gantiin pak wijaya. Nanti gak ada korlap yang se-asik pak ario lagi, dan tim menjadi terasingkan seperti dulu, tak dianggap.” Saya hanya tersenyum mendengar ocehan seperti itu. Karena ada beberapa moment dimana memang saya berdebat dengan divisi lain tentang hak tim FI yang sering dikesemapingkan dan tidak dianggap saya selalu marah.


Dan bahkan mempertaruhkan jabatan saya ketika saya berdebat dengan ibu fitri selaku project manager divisi aktifasi. Dia sering marah dan mengeluh kepada kinerja tim divisi kita, karena banyaknya problem yang terjadi atas aktifasi yang tim mereka lakukan. Dan saya membeberkan beberapa fakta yang saya temukan, awalnya saya tidak mau menyudutkan tim-nya bu fitri yang memang jauh dari kapasitas rapih. Namun bu fitri yang menjual, dan saya membeli, hehe.


Setelah perdebatan itu, pak irfan mulai melihat saya dan bu fitri merasa tersaingi. Saya tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk menyaingin bu fitri. Kalau saja dia tidak memulai itu, mungkin kebobrokan tim-nya bu ftiri tidak pernah saya umbar ke management. Tetapi positifnya, sejak saat itu bu fitri bebenah, memperbaiki kinerja tim. Dan lebih galak terhadap tim intenal-nya sendiri daripada menyalahkan tim saya. dan itu memperbaiki sistem secara keseluruhan. Istilahnya sebelum terjadi perdebatan itu, tim saya selalu lembur hampir 5 kali dalam seminggu. Sejak bu fitri membenahi divisinya, tim saya hanya 2-3 kali lembur sampai malam dalam seminggu, dan itu terjadi bukan karena aktifasi baru. Melainkan user-user lama yang memang sudah sewajarnya terjadi problem jaringan.


Sejak saat itu pula saya tak mengerti, pak irfan mulai mengenali saya dengan sistemyang lebih ekslusif, seperti bagaimana cara mendapatkan project. Bagaimana mempresentasikan sebuah project. Saya seakaan dibimbing menjadi account manager sebuah perusahaan. Saya tak ambil pusing, karena orientasi saya bukan mencari jabatan ataupun uang, orientasi saya masih haus akan ilmu dan pengalaman.lagi pula jalan menuju strata satu masih lama, jadi tidak mungkin saya akan naik jabatan.


Semester satu kuartal pertama sudah menapaki minggu terakhirnya. Dan pak wijaya tidak mengubris isu yang sedang hangat di internal kita. Pak wijaya malah semakin menjadi, tidak tampak wajahnya sama sekali. Hanya by phone menghubungi saya menanyakan bagaimana kondisi tim. Saya beberkan dengan jelas tetapi beliau seperti tidak antusias. Weekly report yang saya e-mail setiap minggu pun tidak mendapat jawaban atupun koreksi darinya. Dan hari itu pak deni memanggil saya keruangannya.
Quote:

Selepas keluar dari ruangan pak deni saya tetap tidak bisa percaya. Berkali kali saya tanya ke pada mas jaya (Ob yang biasa nongkrong dengan saya)
Quote:


Setelah tangan saya melepuh, saya tetap tidak bisa percaya. Logika saya menolak ini semua. Saya tidak bisa bayangkan betapa bangga nya ibu dan kakek saya jika ini benar terjadi. Tapi tetap pertanyaan saya, apakah ini sungguhan, bukan mimpi dan ilusi?.
Tidak seperti kebanyakan orang lainnya yang merayakan kepromosian nya. Saya justru bingung dan linglung.


Teman-teman banyak menganggap saya tak asik. Dan bu fitri mendadak menjadi sok asik kepada saya. saya tetap bingung dan linglung. Tim FI banyak yang bangga dan mendoakan saya, serta banyak juga yang becanda sedih tidak bisa bareng-bareng dilapangan lagi. Mereka sangat mendukung saya. dan saya tetap tidak bisa percaya. Saya hanya mengucapkan kata terima kasih dan akan saya pikirkan untuk acara dinnernya. Saya bilang saya masih menunggu ini menjadi kenyataan. Tetapi teman-teman menertawai saya. tetap sekali lagi saya tidak bisa percaya.


Logika saya menolak itu semua. Saya tidak pernah ada mimpi untuk naik jabatan secepat ini dengan label yang masih hanya lulusan SMK. Ambisi saya bukan itu, ambisi saya hanya ingin menjadi expert, ambisi saya adalah ilmu dan pengalaman. Saya berpikir hanya satu, dapat belajar dan mendapatkan pengalaman tetapi juga dibayar. Saya tidak pernah muluk-muluk, karena saya sadar diri. Saya siapa, dan belum apa-apa.


Setelah melaksanakan shalat isya, saya mengajak kakek dan ibu saya makan diluar.mereka terlihat kaget dan aneh, padahal gajian masih lama. Tetapi ada angin apak saya mengajak mereka makan diluar. Mereka memang belum saya beritahu tentang kabar baik impossible ini kepada mereka. Ditempat makan betawi lesehan dekat rumah saya, saya mulai membuka omongan.
Quote:



Malam itu saya telah yakin bahwa saya tidak bermimpi. saya sangat bahagia dan bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Dan hani pasti bangga ketika nanti mendengar kabar ini. Tetapi rasa bangga yang telah membuat kakek dan mamah saya bangga terhadap saya seketika dirusak oleh sebuah hubungan yang memang sudah sejak lama saya tutupi dari mereka. Hubungan saya dengan hani. Saya pernah sesekali menyinggung hubungan beda agama dengan kakek saya, dan beliau memberikan contoh kasus nyata yang terjadi dikeluarga besar kami.


Salah satu keluarga kami ada yang dahulu pernah berpacaran beda agama, lalu menikah karena istirinya bersedia masuk islam. Namun setahun pernikahan mereka berjalan, istirinya kembali memeluk agama terdahulunya. Dan keluarga mencekam apa yang dilakukan istirnya. Tetapi saudara saya tetap kekeh tidak akan menceraikan nya dengan alasan anak. Dan mereka terasingkan dari keluarga besar saya. karena menjalani kehidupan keluarga beda agama. Dan seperti tidak dianggap dalam keluarga besar saya. mendengar apa respon kakek sejak saat itu, saya menjadi takut untuk membuka rahasia yang sudah sejak lama saya tutupi dengan rapih. Saya tidak ingin melukai hati kakek dan mamah saya. terlebih saya tidak ingin mengakhiri hubungan saya dengan hani. Saya berada dalam dilema antara bangga dan kecewa.

:terimakasih

Diubah oleh AARMY
Seruuu nihh
Nenda dlu brayy emoticon-Ngakak (S)
Quote:


siapp bre, kupi jgn lupa.. :nyantai

Chapter 3 : Superman Is Dead

:welcome


Hari minggu ini saya diminta menemani hani untuk menemani nya di acara rapat keanggotaan organisasi seni dan budaya yang ia pimpin. Kurang bersemangat sebenarnya karena saya memang tidak menyukai kegiatan-kegiatan seperti itu. Tapi hani memaksa dengan alasan capek sudah seminggu ini selalu pulang larut, ingin sekali-sekali diantar dan ditunggui saya. hani selalu tau bagaimana cara memaksa saya.

Singkat cerita kita sudah sampai diacara meeting yang keanggotaan itu. Saya merasa lucu, tidak seperti rapat yang biasa saya ikuti dikantor, yang terkesan sibuk dan fokus serta cemas, karena biasanya akan membahas evaluasi, dan dipaksa mengeluarkan ide-ide yang kreatif untuk kedepannya, intinya tidak pasif.

Dan apa yang saya lihat, seperti acara nongkrong-nongkorng biasa. Dan cenderung tidak sesuai dengan timeline yang sudah dijadwalkan, hani menginformasikan bahwa rapat dimulai pada pukul 10 pagi, dan ini sudah hampir jam nya orang makan siang rapat belum jug dimulai, hanya karena menunggu beberapa anggota yang masih terjebak macet dijalan.

Quote:


Saya semakin tersudutkan. Teman-teman hani nampak meremehkan saya, dan tidak jarang yang melihat penampilan saya secara detail, dari mulai rambut hingga sepatu. Cukuran rambut saya memang biasa, pendek rapih standar saja. Saya memakai kaos polos berwarna abu-abu dengan jeans hitam dan sepatu casual karrimor berwarna coklat.

Memang terlihat old style, tetapi inilah style saya. mayoritas cowo disini memakai style yang lebih trendi dan hits. Dengan menggunakan kaos yang banyak tulisannya, semisal. “fuck you bitch”, “I am coolest man” dan “youtube better than television” yang cukup membuatku tertawa. Serta dengan sepatu sneakers dan adidas yezzy yang lagi trend.

Banyak yang menaruh hati dan mencari-cari perhatian hani. Saya bisa merasakan, dan respon hani pun welcome dan luwes tetapi tetap sopan. Saya tidak bisa menyalahkan hani, dan tidak bisa menyalahkan mereka juga.

Saya merasa seperti om-om yang sedang ikut acara ulang tahun keponakannya.
Rapat dimulai, hani memimpin. Saya disampingnya.

Quote:

jawab salah satu perwakilan seksi tiketing

Quote:


Sentak saya semakin sotoy dan mulai berdiri menjelaskan

Quote:


saya melanjutkan

Quote:


saya menutup dan melanjutkan duduk

Hani terpukau dengan apa yang saya solusikan. Peserta lain yang didominasi wanita ikut tepuk tangan, kecuali para cowo-cowo yang menaruh hati pada hani. Pandangan mereka lebih sinis terhadap saya.

Quote:


Rapat selesai denga saya sebagai bintang, hehe. Sepanjang perjalanan keluar kampus untuk mencari makan tak henti-hentinya hani memuji saya. padahal saya saat itu Cuma sekedar ikut terbawa suasana dan ikut memikirkan saja. Itupula karena saya sudah di skak mat oleh komputer pada game chesse yang sedari tadi saya mainkan diruang rapat. Maka dari itu saya ikut fokus mendengarkan dan tiba-tiba ikut memikirkan permasalahan yang ada dirapat.

:terimakasih
Diubah oleh AARMY
Lanjut Gan, mulai menanjak ini alur cerita nya emoticon-thumbsup
walaupun agak susah bagi ane yg orang awam untuk memahami sistematis kerja perusahaan yg ada dalam cerita emoticon-Berduka (S), ga membuat antusias ane untuk mantengin ini cerita jadi berkurang, mantap lah pokok nya emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh rahmahidayat
Quote:


siap thank you gan. emoticon-Shakehand2
ane coba untuk buat se awam mungin kalo lg bahas-bahas pokok kerjaan. :nyantai

Chapter 4 : Never Forgotten

:welcome


Soundtrack emoticon-Wink
Spoiler for playlist:


Inilah moment yang saya tunggu-tunggu.dimana saya akan memberitahukan hani tentang promosi jabatan yang saya dapatkan. Saya memutuskan untuk makan malam romantis disebuah rumah makan tongseng, karena itu adalah makanan favorit saya, yang selalu dibatasi oleh hani dengan alasan kesehatan. Saya hanya diberi jatah 2 kali dalam sebulan makan tongseng sama hani, dan ini jatah terakhir saya pada bulan ini.

Quote:


Tampak lengkap kebahagiaan ini saya rasakan, melihat raut bahagia dan bangga diwajah hani yang tak bisa ia tutupi. Terima kasih ya allah, atas semua yang engkau berikan, hidup saya terasa lengkap. Hanya dengan mukjizatmu kebahagian saya yang satu ini bisa terwujud. Menikah bersama hani.

sungguh saya tidak ingin terus-terusan berbuat dosa dengan berbohong atau menutupinya dengan keluarga saya. saya ingin terbuka, namun takut.tetapi saya sadar, serapih dan sepintar-pintarnya saya menyembunyikannya. Pasti akan ketahuan, dan saya sendiri pun pasti akan capek untuk merahasiakan semua ini.

Always baby-nya mariah carey menemani makan malam romantis kita malam itu yang diputar oleh warung makan sate dan tongseng favorit saya dan hani.setelah makan habis, raut wajah hani berubah dari bahagia menjadi cemas.

Quote:


Malam romantis itu ditutup dengan kebahagiaan dua pasang kekasih yang sedang dalam cemas akan masa depan yang tidak bisa dipastikan.

Masa depan yang tidak muluk atau tidak banyak angan yang ingin kita capai, hanya satu.kita bersatu, semua setuju. saya mulai memikirkan cara untuk memberitahukan hubungan ini kepada keluarga saya, tetapi terbesit pertanyaan menakutkan dikepala saya. akankah saya sudah siap menerima semua respon yang keluarga saya berikan nantinya?.

:terimakasih
Diubah oleh AARMY
Ikut baca gan sekali2 ganti suasana dengan aroma masa kehidupan sewaktu bekerja

Quote:


monggo gan..:nyantai

Chapter 5 : Awal masalah

:welcome


Cantik, berpendidikan, seorang sarjana pendidikan,muslimah yang taat, bertutur kata lembut,sopan dan sangat lembut. Sekilas terlihat perfect untuk seorang pendamping hidup. Lia, kakak kelas saya sewaktu menengah pertama. Awal kenal saya berhubungan lagi dengan lia adalah saat saya sedang iseng melihat laman facebook saya yang sekitar 2 bulan terakhir saya lihat dan share tentang teknik-teknik bermain catur professional. Lalu ada pesan pribadi dari lia, (“hi, ario. Apa kabar, masih ingat gak?”) begitu isi pesan lia terhadap saya. singkat cerita kita bertukar nomor HP. Sering mengirim pesan tentang kegiatan sehari-hari, sampai pada masalah percintaan.saya banyak menceritakan tentang hani, dan hubungan yang sudah kita jalani selama 5 tahun.tetapi entah mengapa ketika saya menceritakan tentang hani, lia tampak tidak begitu interest.

Dan ia tidak bisa menutupi bahwa ia cemburu mendengar bagaimana romantisnya hubungan saya dan hani. Dan tentang asmara lia, dia belum berpacaran lagi semenjak dikecewakan oleh mantan nya yang sebelumnya. Obrolan dengan lia bertambah seru, ketika saya mengetahui bahwa lia paham tentang ilmu ekonomi. Saya sangat ingin tahu tentang bursa saham dari dulu, namun mencoba untuk memahami apa itu bursa saham dari internet membuat saya bingung dan mengurungkan niat untuk mencoba bermain di bursa saham. Dan lia mengerti dengan baik cara kerja atau bermain dalam bursa saham.

Terus menerus kita hampir intens setiap hari berkomunikasi melalui pesan singkat whatsapp. Tetapi semakin kesini saya merasa bersalah kepada hani, karena tidak pernah saya se “asik” ini dengan wanita lain dalam berkomunikasi. Biasanya hanya sekedar kerjaan atau tanya sapa biasa dengan teman-teman wanita yang lain. Entah saya yang masih penasaran untuk mengerti tentang bursa saham atau yang lainnya. Dan saya juga takut bahwa lia banyak menaruh harapan pada saya, padahal tidak ada niat sama sekali untuk memberi lia harapan.

Entah disengaja atau tidak saya bertemu berpapasan dengan lia pada saat saya mengantar mamah saya untuk belanja keperluan dapur sehari-hari di supermarket terdekat rumah sepulang saya bekerja.

Quote:


ujar mamah menawari makan malam bersama.saya hanya terdiam kaget mendengar respon mamah seperti itu, saya kira pertemuan saya dengan lia hanya akan berakhir di supermarket ini.lia pun terdiam tidak ikut menjawab, seraya menunggu jawaban saya.

Quote:


Akhirnya kita sama-sama makan dirumah makan mie aceh kesukaan mamah. Mamah terlihat lebih aktif bertanya tentang lia, mamah seperti ingin mengetahui lebih jauh latar belakang lia. Mulai dari keluarga, pendidikan serta apa kegiatan lia akhir-akhir ini. Saya yang sering chat dengan lia saja baru tau saat ini bahwa lia sekarang aktif mengajar di tingkat menengah swasta dengan mengajar jurusan matematika. Saya merasa mamah senang sekali bertemu dengan lia, langsung akrab. Dan menganggap lia seperti anak sendiri. Setelah makan malam dan mengantar lia pulang kerumah saudaranya yang didekat sini. mamah banyak sekali membicarakan tentang lia didalam mobil selama perjalanan.

Quote:


Saya tidak menjawab hanya tersenyum saja. Saya mengerti dan paham apa yang mamah bicarakan, dan saya seperti menyesalkan pertemuan malam ini. jika tidak bertemu malam ini dengan lia, mamah tidak akan mungkin kenal dan punya penilaian seperti itu.chances untuk saya berani mengenalkan hani sepertinya semakin sempit.

Saya tidak mengerti bagaimana ini terjadi, seperti sudah di setting dan semuanya serba kebetulan. Saya seorang yang tidak begitu percaya akan sebuah kebetulan, sebab semua terjadi atas sebab dan akibat. Seseorang bisa lulus dari sebuah ujian dengan nilai yang maksimal bukanlah karena suatu kebetulan, karena ia rajin belajar dan bersungguh-sungguh.

Entahlah sejak kejadian lia caper dengan mamah. Saya sedikit mengatur jarak dengan lia, dan hanya menjawab pertanyaan yang lia tanyakan saja, simplex satu arah pembahasan. Tidak full duplex seperti biasanya. Karena saya merasa sudah terlalu jauh lia memasuki kehidupa saya, saya tidak ingin semua yang sudah saya bangun dengan hani rusak.

Saya tidak mau ada orang ketiga yang masuk menyusup. Saya adalah tipe orang yang tau diri, dengan siapa saya memulai dengan siapa saya merintis. Saya tidak akan pernah melupakan seseorang yang pertama menjadi alasan saya memulai. Namun tidak demikian dengan lia, lia terus mencoba mencari perhatian saya hari demi hari. Saya tetap bersikap biasa, namun mamah. Mamah semakin menyukainya, lia menyerang lini yang dimana adalah lini terlemah saya.

Saya belum ceritakan ini kepada hani, saya tidak tahu respon apa yang akan ia berikan jika saya menceritakan semuanya.saya tidak menyalah gunakan kepercayaan hani untuk berbuat yang lebih terhadap lia, awal dari saling bertanya kabar, berlanjut dengan keseharian dan keingin tahuan saya tentang saham. Dan pertemua kebetulan disupermarket dan makan malam dadakan yang seperti semuanya telah diseting dengan sangat rapih.

:terimakasih
Diubah oleh AARMY
Nah kan, konflik nya nambah emoticon-Hammer (S)...muncul Lia yg berhasil memikat Mamah emoticon-Wowcantik. Lanjut Gan emoticon-thumbsup
Quote:


siap bre, ane lg edit2 dulu. takut keceplosan pake nama asli emoticon-Big Grin maklum gak pernah nulis jd suka ketulis nama asli sendiri pas lg nuangin isi nya hahaemoticon-Wink

Chapter 6 : Bertemu kembali

:welcome


Lucu memang jika mengenang masa-masa sekolah, dimana kita masih bebas, tidak terikat dan mencari jati diri. Masa-masa menengah pertama dan menengah atas tidak saya habiskan dengan belajar atau prestasi. Terlebih masa menengah pertama saya yang terbilang sangat buruk. Ketidak naikan kelas saya sewaktu sekolah menengah pertama adalah awal dari perubahaan semuanya. Saya terasa dihukum dengan sangat adil pada saat itu. Moral saya terguncang, bagaimana tidak mamah hanya memberi 2 pilihan pada saat itu, tetap melanjutkan ditingkat menengah pertama negeri itu dengan status anak yang tidak naik kelas, atau pindah menuju pesantren di pedalaman jawa. Itu adalah pilihan yang sangat-sangat mengerikan.

Saya terlena dalam kesombongan, terhanyut dalam kesenangan masa muda semu. Saya memang selalu mendapat nilai bagus, walau tanpa belajar walau tanpa menghafal. Saya mensyukuri nikmat allah yang memberi kan saya kelebihan kecerdasaan dengan hanya mendengar. Ya saya mampu mendapat nilai 80 pada saat ujian kenaikan kelas tanpa belajar, hanya dengan mendengar penjelasan yang dierikan guru saya pada saat sesi pelajaran. Dan karena terbawa arus liarnya pergaulan saya semakin tidak terkendali. Sehari-hari yang saya lakukan hanyalah mabuk, tawuran dan bermain perempuan. Namun saya tidak pernah melakukan semua kenakalan yang tidak wajar itu disekitar rumah. Karena saya punya prinsip, bandel tetapi tidak bikin keluarga malu.

Dan pada akhirnya tuhan memberikan saya pelajaran yang sangat berharga. Ketika papan pengumuman kenaikan kelas, dipenuhi dengan haru gembira para siswa yang meneriakan kegembiaraan mereka karena memasuki level baru. Tidak demikian denga saya. saya mencari nama saya didaftar anak kelas 9, namun tidak ada. Perasaan saya semakin kacau, ini pasti ada kesalahan umpat saya. lalu saya iseng mencari nama saya didaftar siswa kelas 8, dan ya, nama saya terpampang jelas disitu. Saya tidak bisa terima kala itu, sama sekali terguncang jiwa saya. saya segera bergegas kerumah secepat mungkin. Menemui mamah saya dan menceritakan tentang kabar buruk ini, dan saya meminta untuk dipindahkan dari sekolah, karena saya tidak sanggup menangung malu, namun apa yang mamah saya katakan itu lebih dari sekitar kenyataan buruk yang saya terima pada hari itu.
Quote:


Saya hanya mampu mengucapkan kata maaf. Lalu pergi dari rumah. Saya tidak kuat melihat mamah saya menangis karena perbuatan saya sendiri. Saya serasa ingin bunuh diri pada waktu itu, karena merasa sebagai seseorang yang sangat tidak berguna sama sekali. Saya serasa sebagai sampah, dan saya baru tersadar apa yang saya lakukan sejauh ini, telah melewati batas.

Akhirnya, dengan segala malu yang saya tanggung. Saya memulai hari pertama dengan status anak yang tidak naik kelas hanya karena absen. Semua nilai saya melewati standar setiap mata pelajaran, namun tidak dengan absensi saya. peraturan sekolah yang sangat ketat akhirnya saya rasakan benar adanya. Saya kira peraturan absen tidak boleh lebih dari 12 dalam setahun hanyalah untuk menakut-nakuti siswa pada waktu itu, namun saya merasakan sendiri peraturan menakutkan itu sekarang.

Semua adik-adik kelas yang menjadi teman sekelas saya pada waktu itu memandang takut kepada saya dan merasa jijik dengan status saya sebagai anak yang tidak naik kelas. Saya merasa sangat malu pada saat itu, namun tetap saya tahan sebagai tebusan rasa bersalah terhadap apa yang sudah saya lakukan. Namun ada untungnya juga perbedaan masuk jam anak kelas 9 dan kelas 8 yang membuat saya tidak bertemu lagi dengan teman-teman saya yang se-jaman dengan saya.

Saya menghilang dari semua aktifitas yang biasa saya lakukan. Saya menutup semua media social yag saya punya, saya mengganti nomor telepon saya. saya benar-benar ingin melanjutkan semuanya tanpa beban, tanpa rasa malu yang berlebih atas umpatan teman-teman saya yang kala itu menkucilkan saya. tetapi saya akhirnya pun menyadari bagaimana menjadi orang yang dibully itu sangat menyedihkan. Dari saya seorang yang sangat sering mem-bully menjadi orang yang dibully. Mungkin ini jugalah awal saya menjadi seseorang yang intorvert. Sejak saat terpukul itu hari-hari saya berubah 180 derajat.

Setelah memasuki caturwulan pertama saya mulai terbiasa dengan kehidupan introvert saya, dan lama kelamaan pun semua adik-adik kelas yang menjadi teman kelas saya mulai membuka diri. Itu semua karena sahabat saya dimas. Dimas lah yang sedari awal mau mengajak saya ngobrol, dan duduk sebangku dengannya. Dia sama sekali tidak takut dan malah ingin merangkul saya.dimas adalah seorang yang intorvert juga, tidak banyak teman. Dan sering menyendiri sama seperti saya. itu juga yang membuat pertemanan kita serasa cocok. Saya sering diledeki homo dengan teman-teman yang lain karena kemana-kemana berdua, hehe.

Singkat cerita, saya berhasil menebus kesalahan saya tahun lalu dengan mendapat peringkat kedua kelas dalam kenaikankelas tahun berikutnya. Semua orang kembali bangga dengan saya dan memuji bagaimana saya mengubah itu semua,namun disisi lain saya tetap sedih. Dimana teman-teman seangkatan saya sudah lulus dan corat-coret baju dengan bergembira menyambut putih abu-abu. Saya masih menyambut kenaikan kelas biasa dengan seragam yang sama. Rasa bersalah itu tetap tidak bisa hilang. Saya tetap merasa down, walau saya bisa menutupi nya dari semua orang yang melihat perubahan saya. rasa bersalah itu tetap tidak bisa hilang. Terus menghantui dan menjadi penyesalan saya.

Kesibukan dikelas 9 dimulai, dimana materi lebih banyak dari sebelumnya dan banyak simulasi-simulasi untuk ujian nasional. Serta berita-berita seram ditelevisi tentang anak histeris yang tidak lulus ujian nasional mulai menakuti siswa kelas 9. Les privat dimana-mana, tugas selalu menumpuk setiap hari. Dan saya pun mulai merasa harus re-freshing dengan hal-hal baru.

Belakangan ini saya lihat dimas sedang seru-serunya ber sms ria dengan salah satu cewek yang dia masih rahasiakan identitasnya itu kepada saya. jaman saya menengah pertama dulu, media chat seperti sekarang belum populer.paket – paket sms yang ribuan sms perhari menjadi buruan jaman saya pada waktu itu. Saya penasaran dan coba mengkorek dengan siapa sih dimas sedang asyik SMS, karena terlihat aneh saja, dimas tidak pernah sehangat itu terhadap cewek.

Quote:


Malamnya sekitar jam 9 saat saya sedang mengerjakan tugas IPA yang hanya menyalin dari buku ke buku tulis yang sangat banyak dan sangat membuang waktu. saya mendapat sms dari nomor tak dikenal.

Quote:


Singkat cerita saya sudah sampai ditempat yang dijanjikan ariana. Saya mencoba menelpon ariana, namun hp-nya tidak aktif. Wah apa saya dikerjai gumam saya dalam hati. Dan saya tidak ingin sia-sia sudah ada disini malam-malam, saya mencoba melihat sekeliling seorang cewe yang sedang nampak menunggu. Terlihatlah seorang cewe yang sangat manis sedang duduk dipojokan sambil memainkan hp nya, terlihat sedang menunggu seseorang. Saya beranikan sapa dia.

Quote:


Oh bukan, allhamdulillah berarti ada kesempatan ujar saya dalam hati. Kita tak saling berbicara menunggu ariana yang sedang membeli minuman dan sedikit cemilan. Seperti umumnya cewek lainnya, hani seperti menjual mahal, dan saya beberapa kali tertangkap ketahuan sedang memperhatikannya. Rambutnya yang lurus terurai anggun dan warna rambutnya bercampur antara hitam dan blonde dengan sangat halus. Inilah manfaatnya menolong sahabat.singkat cerita ariana menemui kita.

Quote:


Cerita kenang-kenangan masa sekolah saya sewaktu ditingkat menengah pertama, serta persahabatan saya dengan dimas adalah sebuah moment yang tak pernah saya dan dimas lupakan. Dan ini pula sebuah sejarah bagaimana saya mengena hani. Obrolan mengungkit kenangan-kenangan indah dulu serasa tidak cukup dibahas dipertemuan tidak sengaja saya ini dengan dimas disalah satu provider yang saya hadiri dengan pak irfan.

Quote:


Saya bertemu dimas disalah satu perusahaan provider yang meberikan perusahaan saya project. Saat itu saya dan pak irfan serta ibu fitri. Sedang menghadiri kick off meeting untuk memulai project. Dan disaat meeting, saya bertemu dengan dimas.

Sahabat saya yang sudah sejak lama kita lost kontak. Dimas menjadi general project disebuah perusahaan telekomunikasi yang dipunyai oleh papahnya. sama seperti perusahaan saya. dan perusahaan kita adalah perusahaan pemenang tender dari sebuah provider yang sedang kita garap bersama. Bahagia rasanya bisa bernostalgia bersama dimas, dan bisa berhubungan kembali dengannya.

:terimakasih
Diubah oleh AARMY
Halaman 1 dari 18
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di