alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Lifestyle /
JATI DIRI, KATANYA
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5883450ade2cf23a368b4570/jati-diri-katanya

JATI DIRI, KATANYA

JATI DIRI, KATANYA

“Kalo seandainya ada orang yang pemalu, terus dia disuruh presentasi sama dosennya, haruskah dia membohongi jati dirinya yang pemalu itu supaya bisa presentasi dengan baik?”

Begitulah kira-kira pertanyaan seorang teman saya beberapa bulan yang lalu. Pertanyaan yang kelihatannya simpel, tapi setelah dipikir — pikir malah jadi susah jawabnya.

Teman saya ini mewakili banyak orang yang memiliki pertanyaan serupa, misalnya : “saya dapet kerjaan jadi akuntan nih, padahal saya orangnya paling gak bisa melihat angka, gimana ya…” atau “saya mau jadi penulis, tapi saya orangnya memang susah banget dapet ide”. Dan banyak lagi contoh yang serupa.

Oke, kembali ke pertanyaan awal, jika seseorang memiliki sifat pemalu, apa dia harus pura-pura menjadi orang lain supaya presentasi nya bagus? Hmmm……

Memang, saat ini jargon “be yourself” sedang jadi trend di sosial media. Jargon ini sebenernya memiliki makna yang positif. Jargon ini mengajak orang-orang untuk menjadi diri kita sendiri dan berani tampil beda dari orang — orang di sekitar kita.

Tapi nyatanya, jargon ini justru banyak disalah artikan oleh orang — orang . Jargon yang mengajak untuk tampil apa adanya, malah dijadikan sebagai alasan untuk tampil seadanya. Bukannya memacu seseorang untuk menunjukkan kreativitasnya, malah dijadikan alasan atas kemalasan dirinya.

“Saya orangnya memang dodol jadi belajar selama apapun percuma” atau “jangan suruh saya menggambar, saya emang orangnya gak punya bakat seni”. Sering kan denger kata — kata barusan? Atau jangan-jangan kamu sering denger dari mulut kamu sendiri? Hayoo…

Masalahnya adalah, saat kata-kata tersebut keluar dari mulut seseorang, orang tersebut akan berhenti berusaha menjadi lebih baik lagi. Saat kamu berkata demikian, artinya kamu menyerah dan mengakui kekalahan kamu sendiri.

Kamu harus ingat bahwa kekurangan dan ketidakmampuan kamu tidak menentukan siapa kamu sebenernya. Manusia memang jauh dari kata sempurna, tapi sudah menjadi kewajiban semua orang untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Saat kamu menemukan kekurangan yang kamu miliki, bukankah akan lebih baik jika kamu mengevaluasi diri dibanding mencap kekurangan tersebut sebagai “apa adanya” kamu?

Kebanyakan orang terlalu cepat mencap dirinya sendiri tidak berbakat di suatu bidang dan menganggap berbagai kekurangan sebagai jati diri. Banyak orang yang seringkali tersesat di dalam jati diri yang sebenarnya malah membatasi potensi diri mereka sendiri.

Coba bayangkan jika pikiran-pikiran tersebut muncul di benak seorang Thomas Edison saat ratusan kali gagal membuat lampu, atau seorang Michael Jordan setelah dikeluarkan dari tim basket SMA-nya, atau Steve Jobs setelah dipecat dari perusahaan yang ia dirikan, atau Kolonel Sanders saat resepnya ratusan kali ditolak, atau dari jutaan orang sukses yang mengalami jatuh bangun dalam membangun kesuksesan mereka.

Tentu mereka tidak akan berhasil bukan? Tentu nama mereka tidak akan dikenal dan kisah mereka tidak akan pernah menginspirasi begitu banyak orang.

Di saat banyak orang meragukan kemampuan mereka, justru mereka yakin akan kemampuan mereka sendiri. Mereka yakin bahwa kapasitas diri mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang dilihat orang lain. Karena kepercayaan itulah mereka memiliki dorongan untuk terus menerus bangkit dari keterpurukan.

Sesungguhnya kamu tidak akan mengetahui jati diri kamu yang sebenarnya jika kamu berhenti mencoba. Kamu tidak pernah tahu bakat dan potensi apa yang kamu miliki jika terus menerus membatasi diri dengan pikiran-pikiran tersebut.

Jadi, pesan yang ingin disampaikan penulis adalah : Jangan pernah berhenti mencoba! Jangan pernah berlindung di balik kalimat “terima aku apa adanya”. Karena mungkin di dalam diri kamu ada sesuatu yang lebih spesial dari sekedar “apa adanya”. Siapa tahu ternyata di dalam dirimu tersembunyi the next Edison, the next Michael Jordan, the next Steve Jobs yang sedang menunggu saat yang tepat untuk keluar dan menunjukkan jati dirinya.

Lalu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah : sudahkah kamu merasa tertantang untuk mencari tahu jati diri sehebat apa yang kamu miliki?

Jangan lupa mampir ya gan ke akun Medium penulis : @MikeJeremia. Penulis banyak share tulisan lain di sana, hehehe.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
niceemoticon-Betty
kirain si agan mau tanya, ternyata isi pesan moralnya. keep ngaskus gan emoticon-Big Grin
tambahin pict gan, biar makin adem threadnya emoticon-Ngakak
Khanmaen, keren gan.
Sangat menginspirasi ane pribadi emoticon-Blue Guy Cendol (L)


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di